Menikahi Pria Posesif dan Arogan membuatnya ingin melarikan diri. Terpaksa menikah kontrak demi membayar ganti rugi.
Dalam perjalanan pernikahan kontrak malah sang pria jatuh hati dan membuatnya hamil.
Ikuti kisah selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Richard keluar rumah sebentar dan ibunya, Eleanor, mengirimkan pesan padanya jika hari ini Bulan berulang tahun, dan hal itu membuat Richard kaget.
"Ah, sial! Kenapa aku bisa lupa?"
Richard lalu berpikir sejenak. Dan dia punya ide cemerlang yang tiba-tiba terlintas dikepalanya.
Maka, dia segera menghubungi anak buahnya dan mengatakan ide yang akan dia lakukan.
Beberapa jam kemudian,
Bulan sedang tertidur karena bosan dan seperti biasa diawal kehamilan, dia merasakan kelelahan di seluruh tubuhnya.
Saat membuka mata, samar-samar dia melihat Richard membawa kue dan mendekat padanya.
"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, istriku sayang," Richard menyanyikan lagu ulang tahun untuk Bulan sambil tersenyum manis padanya.
Membuat Bulan kaget dan terpana. Namun karena dia sedang bedrest maka dia tidak bisa berdiri dan hanya berbaring saja diranjang.
Richard mendekatkan kue pada dada Bulan. Maka dengan lembut, Bulan meniup lilinnya.
"Kejutan berikutnya, silakan masuk," kata Richard dan menoleh pada pintu. Begitu juga bulan menoleh pada pintu saat seorang wanita berdiri disana dan tersenyum padanya.
"Ibu....." Bulan terkejut dan tidak menyangka jika ibunya akan datang menemuinya.
"Bulan....kenapa tidak pernah pulang, maafkan ibu, ibu sangat merindukanmu nak," kata ibunya memeluk Bulan.
"Maafkan Bulan Bu," mereka berpelukan sangat erat dan ibunya juga menyesal karena telah mengusir Bulan.
Sementara, Bulan juga menyesal karena tidak pernah datang dan melihat keadaanya, karena pernah di usir oleh ibunya.
"Bagaimana ibu bisa datang kemari?" Bulan kebingungan karena Richard adalah orang yang tidak mudah didekati.
Apalagi rumahnya yang dijaga ketat dan tidak sembarang orang bisa masuk kedalam.
"Menantuku yang mengajak ibu,"
"Menantu?" Bulan nampak bingung.
"Iya, suamimu yang ingin ibu datang kemari," kata Ibunya menatap pada Richard.
"Iya Bulan, aku yang ingin kalian bertemu. Dan aku berfikir untuk mempertemukan kalian berdua,"
"Terimakasih," Bulan menatap Richard dengan rasa terharu. Dia tidak menduga Richard akan memberikan hadiah terindah, yaitu ibunya.
Richard meninggalkan Bulan bersama ibunya didalam kamar. Dia duduk diluar dan menonton acara televisi.
"Kenapa tidak mengabari ibu jika kau sudah punya anak? Dan kau sedang hamil lagi?" kata Ibunya dan terlihat jelas dia begitu bahagia melihat Bulan hidup bahagia bersama suaminya.
"Ehm, itu....karena Bulan khawatir ibu masih marah," kata Bulan beralasan. Karena sebenarnya pernikahanya dengan Richard adalah pernikahan kontrak. Dan dia juga tidak menduga malah berakhir dengan melahirkan anak untuknya. Dan sekarang hamil lagi anak Richard.
"Ibu senang melihat suamimu sangat mencintaimu," kata Ibunya.
"Ya," jawab Bulan lirih.
Richard lalu masuk dengan bayi digendonganya.
Shaina Eleanor sedang menatap wajah ayahnya dan menjulurkan lidahnya sangat lucu.
"Aku ingin melihatnya," kata Bulan karena Shayna seharian bersama suster Ana dan Ani.
"Pelan-pelan," kata Richard saat menyerahkan Sahyna dan menidurkannya disamping Bulan.
"Mama sangat merindukanmu," kata Bulan dan mengelus pipi Shayna.
"Ada Oma juga....Shayna pasti senang karena mulai sekarang, Oma akan tinggal disini," kata Richard dan mengagetkan Bulan.
"Apa?" kata Bulan dalam hati. Dia sungguh takut dan cemas jika pernikahan kontraknya terbongkar jika ibunya tinggal bersamanya.
Namun lain yang dipikirkan Richard. Dia ingin agar Bulan mudah diatur dan menurut padanya jika ada ibunya tinggal bersamanya. Apalagi Bulan yang kadang nekat, bisa saja kabur membawa kedua buah hatinya.
"Tapi,...." Bulan akan berbicara tapi ibunya sudah mengatakan jika dia akan menjaga Bulan.
"Iya, kasian suamimu harus bekerja didalam kamarmu setiap hari demi menjagamu. Maka sekarang suamimu sudah tidak perlu cemas lagi. Kau bisa bekerja dikantor dan ibu akan menjaga Bulan," kata ibunya dan Richard tersenyum senang kali ini.
"Terimakasih Bu, karena ada ibu maka saya akan ke kantor lagi mulai besok," kata Richard.
Bulan hanya bisa menarik nafas dalam. Dan memang benar dugaan Richard. Bulan terlihat lebih mudah menurut padanya ketika ada ibunya disampingnya.
Richard lalu tersenyum puas dan berjalan keluar kamar.
wah sekertaris nya gak tau diri, ,, ada rasa sm richard.... dan mandang rendah bulan. ...
Jangan lupa mampir di novel ku juga ya~ Judulnya cinta kedua
Terimakasih🤗