NovelToon NovelToon
Unconditional Love

Unconditional Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Balas Dendam / Ketos / Chicklit
Popularitas:33.9k
Nilai: 5
Nama Author: Niffi.

Nadira dengan kesederhanaannya harus menerima kenyataan bahwa perundungan harus ia telan setiap harinya. Gadis itu tidak memiliki cukup keberanian untuk menyangkal hinaan yang dilemparkan padanya. Hingga secercah asa datang padanya saat Farhan dan Tina datang di hidupnya sebagai sahabat, lalu membantunya bangkit dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niffi., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Unconditional Love 31

Arif masih bergeming di tempat. Ia teringat kejadian beberapa waktu yang lalu. Lanjut Kilas Balik. 

"Aku akan bertemu dengan Bapak Kepala Sekolah." Kesya membuat keputusan secara tiba-tiba. "Aku harus menjalankan skors dua minggu yang telah dibebankan padaku," imbuhnya. 

"Bukankah masalahnya sudah usai, Kesya? Ayahmu telah menyelesaikan kasus itu, jadi untuk apa kamu menjalankan hukumannya?" Arif sebenarnya tidak setuju, sebab dirinya akan kehilangan semangatnya untuk dua minggu kedepan jika Kesya benar-benar menjalankan hukuman skors dua minggu. "Toh, kamu akan kesulitan menyerap materi pelajaran nantinya. Apa tidak lebih baik jika kamu lupakan kasus itu dan hukumannya. Jangan kecewakan Ayahmu, Kesya." Arif berusaha menasihati. 

"Naufal yang kecewa padaku, sekarang. Dia bilang jika aku menjijikkan dengan tidak menjalankan hukuman yang Bapak Kepala Sekolah berikan." Kesya menerangkan alasan dibalik keputusannya. "Aku tidak ingin membuat Naufal kecewa. Aku takut, Arif." 

Arif menyunggingkan senyum yang semu di bibirnya. Dia terluka sebab Kesya begitu memikirkan pandangan Naufal. Kesya terlalu menjaga, seolah Naufal adalah benda kesayangannya yang mudah retak. Lalu sekarang Arif harus bagaimana? Terus berpura-pura baik-baik saja akan sangat sulit untuk waktu jangka panjang. Sebab suatu saat semuanya juga bisa meledak, meruahkan luka yang telah lama menghuni ruang hatinya. 

Ini sangat tidak adil sebenarnya. Arif diwajibkan menguasai keadaan agar senantiasa terlihat sehat, dengan menyembuhkan luka Kesya, sekaligus menyembunyikan lukanya sendiri. Tidak ada yang berkenan memegang peran serupa dengannya. Karena semua tahu hal itu hanya akan menyiksa dan secara perlahan membasmi kewarasan. Seharusnya Arif tahu, seharusnya dia tidak lakukan itu jika ingin merasakan sedikit saja zona nyaman yang telah menjadi suguhan secara percuma. 

"Dengarkan aku, Kesya." Arif memegang kedua bahu Kesya, lantas menggerakkannya dan menghadapkannya ke arahnya. "Jangan siksa dirimu seperti ini. Apalagi semua itu hanya demi Naufal. Kamu harus tahu jika selama ini Naufal tidak pernah mau peduli, dan langkahmu untuk terus-menerus seperti ini, hanya akan menjadikan sebuah derita."

"Tidak apa-apa, Arif. Aku sudah terlanjur begitu mencintainya. Jadi rasa sederhana ini biarkan mengalir sesuai alur yang telah ditentukan." Kesya yang begitu tegar, dan dia menjadi sekuat itu karena cinta. 

"Ini bukan alurnya, Kesya. Kamu yang membuat jalan seperti ini. Berkelit-kelit, dan menyusahkan dirimu sendiri." Arif berusaha menjelaskan faktanya. Dia hanya ingin Kesya berhenti menyakiti diri sendiri. Sebenarnya sangat sederhana, akan tetapi mengapa Kesya begitu sulit untuk mengerti? "Berhenti Kesya. Kamu hanya akan menyakiti dirimu sendiri jika terus berada di jalan seperti ini. Sungguh ini bukan takdirmu, kamu harus tahu."

"Kamu tidak tahu, Arif. Aku sudah begitu mencintai Naufal. Bahkan aku rela menggadaikan apa pun yang kumiliki hanya demi dirinya, hanya demi Naufal." Kesya juga tidak tahu mengapa dirinya begitu jatuh hati pada sosok Sang Ketua Osis. Semua itu terjadi secara murni, dan hakiki karena hati. "Usulanmu untuk berhenti, itu hanya akan membuatku semakin sakit."

"Kesya, kumohon cobalah untuk mengerti. Berhenti tidak selamanya menyakitkan, adakalanya kamu harus benar-benar bergeming pada satu tempat, dan melihat sekelilingmu bahwa sebenarnya kamu tidak akan pernah berakhir sendirian dan kesepian." Arif ingin Kesya mengerti dan menuruti ucapannya, sungguh hanya itu saja. "Melepaskan Naufal, tidak akan mengubur berjuta hati lain yang ingin menggapaimu. Percayalah, Kesya, akan ada lelaki lain yang menunggu waktu untuk membawamu dalam dekapannya." Dan lelaki itu telah ada sekarang, lelaki itu ada di hadapanmu, lelaki itu adalah tameng terkuat yang senantiasa melindungi dirimu. 

1
S_koes
Di siram satu ember dingin pasti
wardah
baru mlai baca jd belum bisa kasih ulasan😊
Ana Novelista
Semangat Thor Niffi, semoga sukses!!!
*-*-Sincerely💕 of APRIL
fighting
*-*-Sincerely💕 of APRIL
up lagi yuk
*-*-Sincerely💕 of APRIL
berapa kata ini
Kak Icha
Semangat terus ya 🥰🥰🥰
Kak Icha
Lanjut Thor, semangat terus yaaa
Kak Icha
Semoga sukses Thor Niffi 🥰
Kak Icha
Semangat Thor 🥰🥰🥰
Kak Icha
Seruuuuu, semangat selalu Thor Niffi 🥰❤️
*-*-Sincerely💕 of APRIL
tumben UP
*-*-Sincerely💕 of APRIL
uuuhhhh aku terharu😘😘
*-*-Sincerely💕 of APRIL
dikit banget😭😭😭 berapa kata ini
Ana Novelista
Penulisan rapi, alur cerita menarik. Semangat Thor, semoga sukses!!!
Alitha Fransisca
Aneh si Arif nih 🤣 katanya lelaki yang punya hati, pelaku kekerasan malah di bela.. ish ... ish ... ish ... cinta bikin buta 🤣
semangat Thor!!
Niffi.ifie: Iya, baru aja dapat😅
total 3 replies
Kymilla Cania Juita
lanjut
Kymilla Cania Juita
semangat
Kymilla Cania Juita
Keysa kebiasaan melakukan tindakan kekerasan. Rekam, trus sebarin biar spiral hahahaha
Alitha Fransisca: Viral itu biasa Thor.. yg lebih heboh itu spiral 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kymilla Cania Juita
jadi pengen makan bakso juga 😄
Niffi.ifie: iyaa apa-apa naik sekarang, harus stok sabar juga
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!