NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31 | Aunty Pulang!

Sebulan lebih Jovan dan Jovin bersekolah. Keduanya tampak nyaman-nyaman saja di sana. Selain karena suasanya yang menyenangkan, orang-orang di sana juga baik pada si kembar.

Bahkan, Jovin sekarang punya satu teman baik yang merupakan adik kelasnya, tapi berumur lebih tua darinya. Haha, kedengeran aneh, ya?

Intinya, sih, teman Jovin ini berjenis kelamin perempuan, namanya Cindy. Dia itu kelas 4 SD, umurnya 8 tahun. Karena Jovin sudah kelas 6 SD, maka Cindy adalah adik kelasnya.

Tapi, sebagai bentuk penghormatan, Jovin tetap memanggilnya ‘kakak’, kok.

“Mommy!” teriak Jovin sewaktu Aqilla datang menjemput. Ia berlari memeluk kaki Aqilla yang terbalut celana panjang. Jovan yang melihat bodo amat. Bocah lelaki itu tingkahnya lemas sekali, seperti kehabisan energi.

Aqilla berjongkok dan mengusap pipi Jovin. “Kakakmu kenapa, Girl?” bisiknya.

Jovin mendekatkan bibirnya ke telinga sang mommy. “Kakak ngantuk, Mom. Pelajaran hari ini emang malesin, untung aja nggak ketiduran di kelas.”

Aqilla manggut-manggut saja. Ia beralih menatap putranya yang lesu bukan main. Jalannya saja terseok-seok begitu. Karena terlalu lambat, Aqilla langsung menggendong tubuh Jovan dan menyandarkan kepala Jovan di bahunya.

“Kita pulang, yuk,” ajak Aqilla yang diangguki Jovin.

Tidak butuh waktu lama, Jovan terlelap di jok tengah. Sepanjang perjalanan, hanya ada suara Aqilla dan Jovin yang terus mengoceh bak burung beo. Kedua perempuan beda generasi itu membicarakan pengalaman bersekolah si kembar dengan intensitas tak terbatas.

Aqilla memang membiasakan kedua anaknya untuk menceritakan apa pun yang dialami. Supaya kelak di masa depan, jika terjadi sesuatu, si kembar tidak akan ragu untuk bercerita karena Aqilla selalu membuat suasana curhat yang menyenangkan.

“Mommy, kapan Jovin ketemu sama daddy?” tanya Jovin tiba-tiba melenceng dari topik pembahasan.

Aqilla terdiam jadinya. Benar saja, sebulan ini si kembar pasti sudah sangat bersabar untuk menanti momen pertemuan itu. Tapi, ya, Aqilla juga sedang mencari kesempatan yang bagus. Bukan hal yang mudah untuk memperhadapkan mereka semua di satu tempat pada detik yang tepat.

“Mommy udah jalanin rencana kita, Sayang. Yang sabar, ya,” pinta Aqilla merasa bersalah. Tujuh tahun mereka terpisah, sekarang Jovin harus menunggu lagi.

Hah, semoga anakku mau mengerti..

Sebenarnya, Jovin kesal karena sebulan ini tidak kemajuan sama sekali. Namun, ia tidak mau membebani Aqilla dengan protesannya nanti. Jadi, yang bisa Jovin lakukan hanyalah menarik napas dalam-dalam, lalu pasrah pada keadaan.

Merasakan aura keceriaan yang berangsur menghilang, Aqilla langsung mengerti bahwa putrinya sedang murung. Untuk itu, tanpa ragu wanita itu memutar balik setir, hingga berhenti di KFC, kedai makan ayam yang terkenal di banyak negara.

“Pesan yang kamu mau, Girl,” kata Aqilla.

Senyum Jovin mengembang. Kalau ditawari makanan begini, si kecil itu langsung menuntaskan acara ngambeknya. Lantas, ia segera memesan semua menu yang diinginkan dengan masing-masing berjumlah dua porsi—untuk kakaknya juga dong. Salah satunya, es krim cokelat dan juga strawberry.

Usai melakukan transaksi pembayaran, Aqilla melajukan mobilnya ke arah yang berlawanan dari rumah. Jovin yang sibuk merasai es krim strawberry-nya tidak sadar jika jalur yang dilalui bukan mengarah ke rumah.

Mobil berhenti.

Jovin mengernyit menyadari kawasan ini bukan area rumahnya. “Mommy, ini di mana? Kenapa kita berhenti di sini?” tanyanya tak mengerti.

Aqilla menunjuk bangunan di depan. “Itu RH Group, perusahaan daddy.”

Makin melebar saja lengkungan bibir Jovin. Gadis kecil itu memekik heboh melihat betapa megahnya tempat bekerja Rayhan. Ah, tidak, itu bangunan milik Rayhan.

“Wah, keren,” kagum Jovin. Ia segera menoleh ke jok tengah. “Kakak, bangun! Lihat, nih, kita ada di perusahaan daddy!” serunya.

Jovan menggeliat pelan, kemudian membuka paksa matanya yang terasa lengket. “Apa, sih, Dek?” kesalnya.

Jovin menunjuk-nunjuk bangunan di luar jendela mobil. “Itu, Kak! Kita ada di RH Group, tempat daddy kerja!”

Manik Jovan seolah lepas dari pengeleman. Lelaki kecil itu tak kalah antusias dari sang adik. Keduanya sibuk mengagumi bangunan mewah di depan dengan sesekali berdecak keren. Mobil mereka berhenti tepat di seberang gerbang masuk perusahaan.

“Ini, Boy.” Aqilla menyerahkan burger, kentang goreng, dan minuman jus bagian Jovan pada pemiliknya. “Sambil makan, ya, biar kalian nggak laper.”

Tidak ada bantahan sama sekali. Si kembar fokus berceloteh sembari memakan jatah masing-masing. Tiba di suatu waktu, Jovin memekik semangat melihat Rayhan dan asistennya keluar dari perusahaan.

“Kakak, lihat! Itu daddy kita!” seru Jovin bahagia.

Jovan mengangguk. “Iya, Dek. Itu daddy.”

Saking senangnya, mata ungu keduanya berkaca-kaca. Si kembar begitu mengharapkan hari di mana mereka bisa bergandengan tangan layaknya anak lainnya bersama Rayhan. Aqilla hanya diam dengan burger di tangan, ia tidak mau merebut momen ini dari kedua anaknya.

Sementara itu, di seberang sana, tepatnya di pekarangan RH Group, Rayhan yang hendak memasuki mobil mendadak menghentikan pergerakan. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Kepalanya menoleh ke berbagai arah, mencari sesuatu yang terus menarik atensi hatinya.

Rayhan seperti merindukan sesuatu, menginginkannya, namun tak tahu apa itu.

“Ada apa, Tuan Muda?” tanya Alvin yang melihat gelagat aneh tuannya.

Rayhan terus mencari ke berbagai sudut, namun tidak menemukan apa-apa. Ia menghela napas berat. “Bukan apa-apa,” jawabnya. Lalu, dirinya masuk ke dalam mobil diikuti sang asisten.

Aqilla menghela napas lega mengetahui Rayhan tidak melihat apa-apa. Beruntung dirinya cepat tanggap dan menutup jendela mobil tepat waktu.

“Kita pulang, ya. Mommy nggak mau rencana kita berantakan, dan itu bisa buruk buat kita semua,” ucap Aqilla seraya menyalakan mesin mobil.

“Okay, Mom.”

...👑👑👑...

Aqilla, Jovan, dan Jovin sampai di rumah dengan selamat sentosa. Ketiganya masuk, lalu—

“TWINS!”

Aqilla dan si kembar terperanjat. Mata ketiganya membulat melihat sosok di depan mereka.

“Aunty?!” pekik Jovan juga Jovin.

“Ely?!” seru Aqilla.

Pandangan mereka berbinar cerah melihat sesuatu. Lantas ketiganya berlari menghampiri Ely yang sudah merentangkan tangan, berharap mendapatkan sambutan hangat setelah kepergiannya selama satu bulan ini.

Sayangnya, harapan itu hanya angin lalu yang tidak dihiraukan.

Jovan dan Jovin berlari melewati Ely dan berteriak heboh melihat tumpukan oleh-oleh yang tertata di belakang Ely. Mereka sama sekali tidak mengindahkan tatapan kecewa dari sang aunty.

Salahnya sendiri liburan nggak ajak-ajak, ya, kan?

“Kalian nggak kangen Aunty, Twins?” Ely sungguh kasihan air mukanya. Aqilla sampai tidak kuat menahan tawa.

Dengan penuh rasa simpati, Aqilla menepuk bahu Ely dramatis. “Yang sabar, ini karma. Salahnya sendiri liburan nggak pake ultimatum.”

Ely mendengkus. “Dikata ini perang pake ultimatum segala?” desisnya kesal.

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!