Siti Aisyah dokter muda cantik,ia terlahir sebagai yatim. namun kehidupannya sangat bahagia karena dikelilingi orang orang yang begitu menyayanginya sampai akhirnya ia harus menikah karena sebuah ancaman dari seorang pria berkuasa. Ia harus mengorbankan masa depannya untuk sebuah pesantren dan orang yang ia sayangi.
Bastian putra anggara pria berkuasa memiliki segalanya,pria yang selalu menghabiskan malam malamnya dengan miras dan ditemani wanita wanita penghibur
Muhammad Hafiz Ramadhan pria yang selalu ada di samping Aisyah,mencintai dan menyayangi Aisyah dengan tulus
akankah pernikahannya berujung bahagia atau sebaliknya
Ikuti perjuangan Aisyah,terima kasih....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TANGIS ABELLA
Semua sudah siap untuk acara makan malam itu. Tampak Umi Maryam, Bastian, Aisyah, Abella dan Reysa juga datang karena ia kebetulan ada di rumah Aisyah.
Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri untuk Hafiz ketika Reysa bergabung dengan keluarganya.
Setelah acara makan malam bersama itu, kini seluruh keluarga sudah mengetahui tentang lamaran Nicolas kepada Hafizah. Semua menyambutnya dengan gembira.
Tanggal pernikahan pun sudah di tentukan, karena keduanya sudah sepakat untuk menikah di tahun ini.
Aisyah sangat bahagia dengan hal ini. Ia akan menghadiahkan tiket bulan madu setelah pernikahan Hafizah dan Nicolas. Sepertinya semua kenangan tentang hubungan rumit antara Aisyah, Hafizah dan Bastian memang telah dikubur dalam-dalam dan dilupakan begitu saja oleh mereka. Tak ada rasa canggung lagi di antara mereka bertiga.
Rasa bahagia juga terpancar di raut wajah Hafiz. Selain karena Hafizah yang telah menemukan pelabuhan hatinya, Hafiz bahagia karena iapun sepertinya akan melabuhkan hati pada seseorang yang selama ini berhasil mengisi celah di hatinya.
Seminggu telah berlalu, kini saatnya Hafizah kembali ke kota Malang. Begitupun dengan Nicolas, ia akan kembali ke Negeri Cina, semua usaha yang dijalankannya berpusat di negeri itu.
Hafizah telah menyiapkan semua keperluannya untuk kembali ke Malang. Nicolas akan mengantar Hafizah sampai ke tempat tujuan, baru setelah itu ia melanjutkan perjalanannya ke luar negeri.
Ia akan mastikan bahwa calon istrinya itu sanpai ke tempat tujuan dengan selamat.
"Semua sudah siap? bisa kita berangkat sekarang?" tanya Nicolas kepada Hafizah.
"Sudah" jawab Hafizah seraya tersenyum.
Mereka pun menemui abi dan Hafiz di ruang tengah. Hafiz selalu meluangkan waktunya untuk Hafizah. Hari ini ia akan mengantar Hafizah dan Nicolas ke bandara.
"Abi, Fizah berangkat ya, abi harus jaga kesehatan jangan sampai sakit! makan yang banyak dan istirahat cukup!" Hafizah berpesan kepada abi.
"Pasti sayang, abi pasti jaga kesehatan jikalau abi harus sakit kamu tenang saja, semua anak-anak abi adalah dokter, ada kakakmu Hafiz, Aisyah yang pasti dengan cerewetnya selalu mengingatkan abi, dan abi rasa, menantu abi juga pasti akan mengirimkan obat-obatan untuk kesembuhan abi!" Pak Abdullah berbicara sambil tertawa karena rasa bahagia, mencoba meredam kekhawatiran putrinya dengan candaan.
"Ahh abi, tetap saja abi harus jaga kesehatan. Mencegah lebih baik daripada mengobati tau bi...!" jawab Hafizah tak mau kalah.
Semua yang ada di ruangan itu tertawa.
"Iya sayang pasti!" tambah abi lagi.
Hafiz dan Nicolas memasukkan koper dan barang bawaan ke dalam bagasi mobil. Setelah berpamitan dengan abi mereka pun masuk ke dalam mobil.
Sebelum mobil mulai melaju, tiba-tiba ada mobil yang datang menghalangi jalan. Seseorang keluar dari mobil itu. Hafizah pun keluar dari mobil setelah melihat siapa yang datang.
"Mama...." teriak Abella dan berlari memeluk Hafizah.
"Mama ga boleh pergi lagi ma...Abella kangen sama mama" rengek Abella sambil memeluk erat Hafizah. Selama kapulangannya, memang Hafizah jarang berkunjung ke rumah Aisyah, hanya Aisyah yang sempat beberapa kali membawa Abella ke rumah abi.
Hafizah tidak bisa berkata-kata, ia terduduk sambil memeluk anak itu. Perlahan air mata Hafizah menetes, ia tak menyangka bahwa setelah setahun lamanya Abella masih sangat merindukannya.
Hafiz dan Nicolas lalu keluar dari mobil. Abi pun tak sanggup melihat tangis Abella.
'Bagaimana sakitnya Abella saat-saat aku meninggalkannya dulu?' Hafizah tidak bisa membayangkan kehancuran hati Abella saat pertama kali ia pergi dulu.
"Mama ga boleh pergi lagi, mama harus di sini sama Bella dan mama Ais juga" Abella masih merengek.
Aisyah berjalan mendekati Abella dan Hafizah.
"Bella sayang, mama Fizah harus pergi, mama Fizah harus kerja" ucap Aisyah sambil mengelus kepala Abella yang tertutup jilbab, berusaha menenangkan Abella.
"Pokoknya ga boleh, kalo mama Fizah mau kerja kan bisa kerja di sini seperti mama Ais, mama Ais juga kerja tapi ga pergi jauh" ucap Abella.
"Sayang..." Aisyah tak tega menyampaikan hal yang belum dimengerti Abella bahwa setiap orang dewasa bekerja sesuai kemampuan masing-masing.
"Mama jahat, mama ga sayang sama Bella, kalian semua jahat" Abella berteriak dan marah, kemudian ia berlari masuk ke dalam mobil sambil menangis.
Semua yang menyaksikan adegan itu, tak bisa berkata apa pun. Mereka menyadari kekecewaan Abella saat Hafizah yang dipikirnya adalah ibu kandungnya harus pergi meninggalkannya tanpa penjelasan.
"Fizah...?" Aisyah mendekat dan memegang bahu Hafizah.
"Maafkan aku kak, aku tak menyangka Abella seperti ini, aku pikir dia sudah melupakan aku setelah setahun lamanya" ucap Hafizah sambil menunduk dan menangis.
"Dia bahkan tak sedetikpun melupakan kamu, ia selalu menanyakan keberadaanmu" kata Aisyah.
"Lalu kita harus bagaimana kak, aku tak mau Abella membenci ku, membenci kita semua..!" Hafizah khawatir Abella yang masih balita akan tumbuh rasa benci dalam hatinya.
"Suatu hari dia akan mengerti tentang semua ini" ucap Aisyah.
Melihat apa yang terjadi hari ini, Nicolas pun memutuskan suatu hal. Ia berjalan mendekat dimana Hafizah dan Aisyah berdiri.
"Hafizah..." Nicolas memanggil Hafizah. Hafizah pun mengangkat kepalanya dan menatap Nicolas.
"Sebagai calon imammu aku sudah memutuskan, sepertinya kamu harus tetap tinggal di sini. Aku tak mau keegoisan kita dapat menanamkan rasa benci pada jiwa polos Abella" ucap Nicolas.
"Lalu...pekerjaanku?" Hafizah menyayangkan jika harus meninggalkan pekerjaannya, apalagi ia baru saja diangkat menjadi direktur pemasaran di perusahaan milik pamannya itu. Ia juga sudah menanamkan sedikit sahamnya dan bekerjasama dengan pamannya untuk membawa perusahaan itu sampai ke titik tertinggi. Hafizah dilatih menjadi seorang pengusaha sukses oleh pamannya, karena pamannya tidak mempunyai seorang anak.
"Aku mohon demi seorang anak, lupakan pekerjaanmu, aku akan mencukupi semua kebutuhanmu di sini, apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi, tapi tetaplah tinggal di sisi Abella" ucap Nicolas.
"Bagaimana dengan paman?" tanya Hafizah lagi.
"Aku akan menjelaskan semuanya kepada paman" sahut Hafiz. "Paman pasti mengerti keadaanmu dan ketika Abella sudah bisa menerima semua ini kamu bisa kembali ke sana. Untuk sementara ini tetaplah tinggal di sini dan bantulah paman lewat sini" tambah Hafiz.
Tentu saja dengan kecerdasan Hafizah, ia bisa melakukan pekerjaan kantor lewat jarak jauh tanpa hadir di kantor itu. Ia cukup menginformasikan kepada asisten pribadinya untuk melakukan apa yang harus dilakukan.
Akhirnya Hafizah menyetujui saran dari calon suaminya dan kakaknya. Abella masih menangis sesegukan di dalam mobil Aisyah.
Hafizah berjalan menghampiri Abella di dalam mobil.
"Sayang..." Hafizah membuka pintu mobil yang tidak di kunci lalu duduk memeluk Abella.
"Mama jahat, mama ga sayang sama Bella, mama mau ninggalin Bella terus" tangis Abella semakin keras.
"Maafkan mama sayang, mama tak akan pergi lagi, mama di sini untuk Abella" Hafizah mencoba menenangkan Abella.
"Bener mama ga pergi?" tanya Abella.
"Bener sayang...mama tetap di sini untuk putri tercantiknya mama. Jangan nangis lagi ya..." Akhirnya Hafizah bisa membujuk Abella. Abella pun berhenti menangis, ia tersenyum dan memeluk Hafizah erat.
Hari itu Hafizah tidak jadi berangkat ke Malang, hanya Nicolas yang harus kembali ke Cina, dan suatu hari ketika sudah tiba saatnya ia akan kembali untuk mengucapkan ijab qabul untuk Hafizah.
Hai readers jangan lupa read,like & vote ya,,,untuk readers baru jangan lupa juga rate 5 sebagai penyemangat author. Author sangat berterima kasih atas partisipasi kalian semua,semoga kita selalu dalam keadaan sehat Wal'Afiat dan murah rejeki...aamiin
mampir juga ya karyaku. 'takdir cinta sang pengantin pengganti'