NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Angin malam berhembus dingin menyapu jalanan sepi di pinggiran kota bawah tanah.

Lampu jalan yang berkedip redup sama sekali tidak bisa mengusir kegelapan di gang sempit tersebut.

Chen Mo berjalan dengan langkah teratur, jubah hitamnya berkibar pelan.

Dia sengaja memilih rute paling sepi dan gelap menuju arah Akademi Naga Bintang.

Insting Predator Hutan miliknya sudah mendeteksi belasan hawa membunuh sejak dia keluar dari pintu rahasia pasar gelap.

Tap. Tap. Tap.

Langkah Chen Mo terhenti ketika sesosok pria tua berjubah merah gelap melompat turun dari atas atap gedung.

Pria itu adalah Penatua Sekte Besi Berdarah yang baru saja dia permalukan di ruang lelang.

Di belakang penatua itu, sepuluh orang pembunuh bayaran berpakaian hitam muncul dari balik bayang-bayang.

Mereka mengepung Chen Mo dari segala arah dengan senjata yang memantulkan cahaya racun mematikan.

"Kau punya nyali yang besar untuk berjalan sendirian setelah menghinaku, Bocah," ucap penatua bersuara serak itu dengan senyum licik.

"Kukira kau akan memohon perlindungan dari penjaga pasar gelap, tapi ternyata kau lebih bodoh dari dugaanku."

Chen Mo hanya berdiri diam dengan tangan dimasukkan ke dalam saku jubahnya.

Dia menatap kesebelas orang itu seolah sedang melihat tumpukan sampah yang menghalangi jalannya.

"Apakah kalian sudah selesai mengucapkan kata-kata terakhir?" balas Chen Mo datar.

Wajah penatua itu langsung mengeras karena marah mendengar kesombongan Chen Mo.

"Bunuh dia! Cincang tubuhnya dan bawa botol darah naga itu padaku!" perintah penatua itu dengan kejam.

Kesepuluh pembunuh bayaran itu melesat serentak ke arah Chen Mo.

Mereka semua berada di tingkat Rank B dan Rank C tingkat puncak, sangat terlatih dalam seni membunuh.

Puluhan panah beracun dan tebasan pedang mengurung Chen Mo dari semua sudut kematian.

Wuuush!

Tubuh Chen Mo tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka seperti asap yang tertiup angin kencang.

Langkah Hantu Asura membuat batas antara ilusi dan realitas menjadi kabur.

"Di mana dia?!" teriak salah satu pembunuh dengan panik.

"Di belakangmu," bisik sebuah suara dingin tepat di telinga pembunuh tersebut.

Krak!

Tangan Chen Mo dengan mudah menembus dada pembunuh itu dari belakang, menghancurkan jantungnya dalam satu remasan.

Tubuh pembunuh itu ambruk ke tanah sebelum dia sempat mengeluarkan suara jeritan.

Sembilan pembunuh lainnya terbelalak kaget dan segera mengarahkan serangan mereka ke arah Chen Mo.

Buaaagh! Kraaak!

Chen Mo tidak menggunakan senjata atau teknik energi spiritual yang rumit.

Dia hanya mengayunkan tinju dan tendangannya dengan murni mengandalkan kekuatan fisik yang telah melampaui batas manusia normal.

Setiap pukulannya menghasilkan ledakan udara yang langsung menghancurkan tulang rusuk dan tengkorak lawannya.

Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh detik, sepuluh pembunuh elit bayaran itu telah menjadi tumpukan daging cincang di atas aspal.

Darah segar mengalir membasahi sepatu bot Chen Mo, namun pemuda itu tetap terlihat sangat bosan.

"Monster macam apa kau ini?!" teriak penatua itu dengan suara bergetar, mundur beberapa langkah.

Dia adalah kultivator Rank A, namun dia bahkan tidak bisa melihat pergerakan Chen Mo dengan jelas.

Penatua itu akhirnya menyadari bahwa aura penekan di ruang lelang tadi bukanlah gertakan semata.

"Ilmu Rahasia Sekte: Telapak Besi Penghancur Gunung!" teriak penatua itu putus asa.

Dia membakar esensi darahnya sendiri untuk melepaskan serangan terkuatnya.

Sebuah telapak tangan raksasa berwarna merah darah terbentuk dari energi spiritual dan melesat menghantam Chen Mo.

Tekanan udara dari serangan itu cukup untuk meratakan sebuah gedung berlantai lima.

Chen Mo hanya menatap telapak raksasa itu dengan pandangan malas.

"Tinju Penghancur Bintang," ucap Chen Mo pelan.

Dia menarik tangan kanannya dan melepaskan satu pukulan lurus ke depan.

Pukulan fisik murni itu menabrak telapak darah raksasa milik sang penatua di udara.

Booooom!

Gelombang kejut yang mengerikan meledak, menyapu bersih debu dan kerikil di sekitar gang tersebut.

Telapak darah itu hancur berkeping-keping seolah terbuat dari kaca tipis.

Tidak berhenti di situ, sisa tenaga dari Tinju Penghancur Bintang terus melaju dan menghantam dada penatua tersebut.

Jlebb!

Dada penatua itu seketika berlubang besar, jantung dan paru-parunya lenyap tak tersisa akibat tekanan murni itu.

Tubuh tuanya terpental belasan meter dan menabrak tembok bata hingga hancur lebur.

Penatua Sekte Besi Berdarah yang ditakuti banyak orang itu mati dengan mata terbuka lebar penuh penyesalan.

Chen Mo berjalan santai mendekati mayat penatua tersebut.

Dia mengaktifkan skill Penilai Mutlak dan memindai barang bawaan yang tersisa dari tubuh yang hancur itu.

"Sebuah cincin penyimpanan tingkat rendah," gumam Chen Mo sambil memungut cincin kusam dari jari mayat itu.

"Di dalamnya ada uang tunai dua puluh juta koin bintang dan sebuah token besi berukir tengkorak."

Chen Mo memasukkan uang tunai itu ke dalam Cincin Ruang Tata Surya miliknya.

Lalu dia menggenggam token besi itu dan menghancurkannya menjadi serbuk debu agar tidak meninggalkan jejak.

Dia tidak peduli dengan pembalasan dendam dari sekte mana pun, tapi dia juga tidak suka mencari masalah yang merepotkan.

Tanpa menoleh lagi pada tumpukan mayat di gang tersebut, Chen Mo melesat pergi menuju akademi.

Satu jam kemudian, Chen Mo sudah duduk bersila di atas kasurnya di asrama barat.

Keadaan akademi sangat sunyi menjelang pagi.

Chen Mo mengeluarkan botol giok berisi satu tetes Darah Naga Purba dari dalam cincinnya.

Suhu kamarnya langsung melonjak naik, dinding kayu di sekitarnya mulai mengeluarkan asap tipis.

"Kekuatan murni yang luar biasa," puji Chen Mo sambil membuka tutup botol tersebut.

Tanpa keraguan sedikit pun, dia menenggak tetesan darah merah kental itu ke dalam mulutnya.

Glek.

Detik pertama, tidak ada reaksi apa-apa.

Namun pada detik berikutnya, Chen Mo merasa seolah-olah dia baru saja menelan matahari hidup-hidup.

Wuuush!

Api keemasan tiba-tiba menyala dari dalam pori-pori kulitnya, membakar jubah dan seragam akademinya menjadi abu dalam sekejap.

Rasa sakit yang ribuan kali lebih mengerikan daripada saat memakan Pil Pembersih Sumsum menyerang seluruh sarafnya.

Tulang-tulangnya retak hancur dan langsung tersambung kembali berulang kali dengan kecepatan gila.

Chen Mo menggigit giginya kuat-kuat, matanya memancarkan tekad baja yang tidak tergoyahkan.

Di dalam kepalanya, suara auman naga purba menggema dengan sangat nyaring.

Ting!

Suara mekanis sistem menembus rasa sakit yang menyiksa itu.

[Mendeteksi penyerapan Darah Naga Purba Elemen Api tingkat tinggi.]

[Bakat Tersembunyi: Tubuh Emas Tanpa Noda menyerap katalis energi absolut.]

[Proses evolusi fisik dimulai.]

Chen Mo bertahan dalam siksaan api neraka itu selama dua jam penuh.

Menjelang fajar menyingsing, kobaran api keemasan di tubuhnya perlahan memudar dan masuk kembali ke dalam kulitnya.

Chen Mo membuka matanya secara perlahan.

Sebuah kilatan cahaya keemasan berbentuk mata naga melintas di dalam pupil hitamnya sebelum akhirnya menghilang.

Kulitnya kini terlihat sedikit lebih pucat, namun memancarkan kilau samar yang tidak bisa ditembus oleh senjata tajam manapun.

Ding!

[Evolusi berhasil.]

[Tubuh Emas Tanpa Noda telah berevolusi menjadi Tubuh Emas Naga Primal (Tahap Awal).]

[Mendapatkan: Poin Kekuatan Fisik x50.]

[Mendapatkan: Skill Pasif - Regenerasi Sisik Naga.]

Chen Mo mengepalkan tangannya dan merasakan ledakan tenaga yang belum pernah dia alami sebelumnya.

Kekuatan fisiknya kini telah menembus angka seratus dua puluh lima.

Dia tidak lagi membutuhkan teknik atau gerakan khusus untuk membunuh kultivator tingkat elit.

"Sekarang, mari kita lihat siapa yang berani menghalangi jalanku di akademi ini," gumam Chen Mo pelan dengan senyum tipis di wajahnya.

Pagi harinya, bel tanda dimulainya kelas berbunyi nyaring di seluruh penjuru Akademi Naga Bintang.

Chen Mo mengenakan seragam barunya yang masih bersih dan melangkah keluar dari kamar.

Hari ini adalah hari pengumuman peringkat kelas, dan dia sudah tidak sabar melihat wajah Guru Zhao.

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!