NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Hati CEO

Sang Penakluk Hati CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / CEO / Tamat
Popularitas:374.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: lilis zulistia

Ketika seorang CEO yg dingin dan kejam, bertemu dengan gadis mungil yg culun. Awalnya ia tidak tertarik. Namun ketika melihat tatapan mata itu, ia teringat seseorang dimasa lalu. Akankah sang CEO menemukan Cintanya kembali?

sebelum baca yg ini baca dulu cerita gadis tomboy itu istriku biar paham. Terimakasih😊😊😊🙏🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilis zulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Aldo kebingungan mencari keberadaan Amel. Karena terlalu panik, Aldo langsung mengganti pakaiannya dengan tergesah-gesah.

Dengan rambut yang masih berantakan, dan kancing yg sebagian belum terpasang dengan benar, ia pergi mencari keberadaan gadis tersebut. Aldo tak menghiraukan orang-orang di sekelilingnya memperhatikannya. Yang ada di pikirannya hanyalah Amel tak ada yg lain. Sungguh ia sangat menghawatirkan gadis tersebut.

Dengan tergesa-gesa, Aldo berjalan menyusuri setiap sudut hotel, untuk mencari keberadaan Amel. Semua sudut yg ada di hotel, telah ia telusuri. Namun, ia belum juga menemukan keberadaan Amel.

Aldo sejenak terdiam di tepi jendela kaca yang tembus pandang. Sejenak ia berpikir dan menetralkan hati dan pikirannya "kemana kamu gadis kecil. Apa kamu sengaja bersembunyi dariku?" sambil menutup kedua mata dan menghembuskan nafas dengan kasar.

Dengan perasaan yg tidak karuan, Aldo membuka matanya secara perlahan. Saat Aldo membuka mata, terlihat dari jendela kaca ada sebuah taman di sana. "Apa mungkin dia di sana?" ujarnya lirih. Sebab, itu ada lah tempat satu-satunya yg belum ia cek, Aldo dengan sigap,segera pergi ke tempat yg ia tuju. Dengan langkah lebar, tak menunggu waktu lama ia pun sampai di sana.

Sesampainya di taman, mata Aldo langsung menyusuri taman tersebut. Terlihat dari kejauhan seorang gadis yg membelakanginya, dari postur tubuhnya, Aldo sudah mengetahui jika itu gadis kecil yg ia cari.

Dengan perasaan yg bercampur antara senang dan kesal, senang karna Amel sudah di temukan dalam ke adaan sehat ,dan kesal karna gadis tersebut sudah berani pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepadanya. Aldo langsung bergegas menghampiri nya.

"Ehemmm"

Amel yg mendengar suara tersebut memilih diam, seolah tidak mendengar suara apapun. Amel masih Asik melihat-lihat taman tersebut tanpa menghiraukannya. Sebenarnya Tanpa melihat pun, Amel sudah tau jika itu adalah Aldo.

"Siapa yang mengizinkan mu kemari?" Ujar Aldo dengan nada lantang.

Amel tak menjawab pertanyaan Aldo ia acuh, seolah tak mendengar suara apapun.

Aldo yang merasa di acuhkan pun, ia sangat kesal. Ia langsung menarik pergelangan tangan Amel.

"Lepas. Sakit" Teriak Amel sambil berusaha melepas cengkraman Aldo.

"Diam lah. Atau aku akan melakukan yg lebih dari ini" Dengan tatapan tajam.

Amel yang melihat sikap Aldo kepadanya,ia hanya diam. Sebab jika sudah seperti ini melawan pun bukan menyelesaikan masalah, malah menambah masalah.

Dengan amarah yg memuncak, Aldo menarik Amel dan membawanya kedalam mobil. Sepanjang perjalanan Amel hanya diam. Ia tidak berani membuka suara. Sungguh ia sangat takut walau ada sedikit kesal dalam hatinya dengan sikap Aldo yang semena-mena kepadanya. Namun, jika Aldo sudah memasang muka datar nya, rasa kesalnya itu sudah hilang dan berubah menjadi rasa takut.

30 menit berlalu,akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yg sangat mewah. Amel yg melihat pun sangat terpanah.

"Ehem, ayo turun. Atau kamu mau saya kunci di dalam mobil?" Ujarnya sambil berlalu meninggalkan Amel.

Amel yg melihat sikap dingin Aldo semakin muak. Ia semakin kesal. Sungguh jika bukan karna kakek dan neneknya, ia sudah pergi jauh meninggalkan bos kutup itu. Teriaknya dalam hati.

Amel langsung turun dan berlari mengikuti langkah kaki Aldo. Terlihat dari kejauhan seorang gadis cantik jelita menghampiri mereka berdua. Ya, gadis tersebut yg tak lain ia lah Silvi.

Silvi pun langsung mengajak mereka berdua masuk kedalam rumahnya. Cukup lama Aldo berbincang-bincang, Akhirnya ia mengutarakan maksud dan tujuannya datang kerumah Silvi.

"Ehem, maaf Vie. Sebenarnya Abang datang kemari ingin meminta batuan kepadamu" Ujar Aldo dengan nada lembut.

"Apa yg bisa aku bantu bang?" Tanya balik Silvi dengan menatap ke arah Amel mencari jawaban. Namun, orang yg di tatap tak memberi jawaban apapun.

"Begini. Abang, ingin menitipkan Amel disini untuk sementara waktu. Abang ingin pergi keluar kota untuk beberapa hari. Awalnya abang ingin mengantar ke apartemen mu, tapi setelah mengetahui kamu berada di rumah abang langsung putar balik dan kemari" Ujarnya panjang lebar.

"Wah asik donk. Abang tenang saja. Aku bisa di andalkan " jawabnya dengan percaya diri.

"Kamu memang bisa di andalkan" ucapnya dengan senyum diwajahnya.

Entah mengapa, melihat kedekatan mereka berdua hati Amel terasa teriris. Sakit, itu yg ia rasakan saat ini. Namun secepat kilat Amel tersadar. Ini tidak benar. siapa dia? Ia tidak memiliki hak apapun atas Aldo. Jadi ia harus siap menerima resiko yang akan ia dapatkan lebih dari ini.

"Baiklah. Kalau begitu Abang pamit dulu. Salam buat ayah dan bunda"

"Siap bang" Sambil mengangkat jari jempolnya.

"Besok pagi abang kemari untuk mengantarnya" jelas Aldo dengan mata yg melirik ke arah Amel. Sementara yg di lirik hanya diam seolah tidak ingin mendengar ocehan mereka berdua.

"Besok Vie di apartemen bang. Bawa Amel ke apartemen ya? Soalnya Vie ada kerjaan" Jelasnya dengan nada yg sengaja di biat manja. Ia sengaja melakukan itu agar tau apakah Amel cemburu atau tidak. Benar saja, dari raut wajah Amel, Silvi sudah bisa menebak jika Amel benar-benar mencintai Aldo.

"Baiklah. Kalau begitu Abang pamit pulang dulu, Assalamualaikum" Sambil berlalu.

"Wa'alaikum salam" sambil melambaykan tangan.

Sesampainya di apartemen Aldo, Amel langsung menanyakan apa maksud tujuan Aldo Menitipkannya kepada silvi.

"Berhenti! Apa maksudmu, menitipkan ku kepada Silvi? Kamu pikir aku anak kecil. Asal kamu tau ya! Saya bukan anak kecil lagi. Saya bisa menjaga diri saya sendiri jadi tidak usah menitipkan ku kepadanya!" Ujarnya dengan nada lantang dan sedikit di tekan

"Saya tidak perduli. Mau tidak mau, kamu harus menurut apa pun kemauanku!" Dengan nada datar dan sedikit ditekan.

"Tapi, kenapa harus dia? Kenap tidak yg lain?" Tanya Amel yg penasaran.

"Apa hak mu bertanya seperti itu? Saya tidak perduli. Mau tidak mau kamu harus nurut apapun perintah saya. Apa kamu lupa apa status mu di sini?" Dengan nada sedikit mengejek

"Cukup. Tidak usah kamu jelaskan. Aku sudah tau siapa aku sebenarnya" Ujarnya dengan lantang.

"Bagus. Bersiaplah, besok aku akan mengantarmu."

Dan hanya di anggukan oleh Amel, dan berlalu meninggalkan Aldo.

"Maaf, kalau aku terlalu memaksamu" Ujar Aldo lirih.

Pagi hari

Aldo dan Dika sudah berangkat menuju bandara. Awalnya ia ingin mengantar Amel terlebih dahulu. Namun karna Silvi sudah menjemputnya, ia langsung menuju bandara untuk menemui sang kakek.

Akhirnya setelah menempuh waktu yang cukup lama Akhirnya mereka sampai juga di kota Bengkulu. Tanpa menunggu waktu lama, Dika langsung memesan travel menuju Talo. Namun naas dalam perjalanan, mobil yg mereka tumpangi di hadang oleh beberapa orang.

Ingin tau kelanjutannya? Simak terus ya.

Maaf, lama up😊😊😊

Terimakasih yg sudah sabar menunggu

Jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁

Apa lagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nya😋😋😋😋

Terimakasih yg sudah mampir semoga menghibur🙏🙏🙏

1
Armhi
kayakx ceritanya serruuu...baru bab satu di baca jga🤭
Qaisaa Nazarudin
Dika dan Silvi sama2 Egois, Kurangnya komonikasi membuat mereka harus merasakan luka dan kecewa yg dalam,
Qaisaa Nazarudin
Berarti Dika ma Aldo sepupuan ya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cewek dong,Ku pikir cowok,karena Aldo selalu bilang jagoan ku di perut nya Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu Vikka ya,Pasti..
Kinan Rosa
pasti yang datang si Vika
Kinan Rosa
ihh siapa sih mengganggu aja orang lagi enak anak an
Qaisaa Nazarudin
OMG Dika bertemu Toni di alam bawah sadarnya,Semoga ada pesan buat Silvi dr Toni 🙏🏻🙏🏻🥹🥹🥲🥲
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah ternyata Alif,cepat Lif bawak Aldo kerumah sakit dan hubungin Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Terlalu banyak org jahat thor..selalu aja bikin Mesi keluar masuk RS ,Sekarang mau bunuh aaldo lg..ckck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Jgn sampai Anesa bertindak bodoh seperti Vikka yg terobsesi sama Aldo..
Qaisaa Nazarudin
Sepupu sampai berciuman??!!
Qaisaa Nazarudin
Yeni yg jahat,Untung Aldo cepat dtg,Pantesan mama Mesi kayak gak suka sama Yeni..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin org itu ingin mencelakain Mesi..
Qaisaa Nazarudin
Kok Dika?? Bukannya Aldo ya??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Aldo gak pernah belajar dr pengalaman lalu,Selalu kecolongan,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Aldo junior bakal Launching 👏🏻👏🏻👏🏻🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Pastinya Faris tau,,Toni kan sahabatnya..
Qaisaa Nazarudin
Kok BAB 61 di ulang2 ??
Qaisaa Nazarudin
Istrinya,,Dasar Toni,Habis manis sepah di buang,Teganya..Berarti bener mereka sekeluarga ke jerman itu saatnya Toni menikah ya,,Kok aku ikut sakit hati sih,Seakan aku berada di posisi Silvi..😡😡😡👊🏻👊🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!