Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Perlu Bulan Madu
dengan kaki yang masih saki freya mencoba menahan demi terlihat anggun dan juga sempurna. Baginya yang terpenting adalah bagaimana orang menatapnya dengan penuh rasa kagum dan menjadi pusat perhatian
"kakimu aman?" aksa sudah melarang freya mengenakan sepatu tinggi agar cideranya tak semakin parah, tapi ucapannya tak didengarkan oleh istrinya yang tak mau pernikahannya tak berjalan sesuai dengan rencana
"tenang saja, acha sudah menyiapkan kursi roda dibelakang panggung" wajahnya masih penuh dengan senyuman yang bisa dibilang palsu, karena rasa sakitnya sebenarnya cukup mengganggu
"acaranya sudah selesai, sebaiknya kamu istirahat saja, aku antar beberapa klien dan rekan kerja dulu"
Aksa lagi-lagi meminta freya untuk lebih dulu masuk dalam kamar. Entah menghindar atau benar adanya yang dikatakan
"baiklah" freya tak membantah dan bertanya apapun, berdiri cukup lama membuatnya mulai merasa tak nyaman
"lin, cha ayo bantu aku" freya memanggil adik dan iparnya agar membantunya berjalan dan duduk di kursi roda yang sudah disiapkan agar mudah untuk sampai ke kamar
"kalian tidur sama aku ya" freya ditengah perjalanan meminta pada adik-adiknya melakukan hal yang pastinya tidak akan disukai pengantin pria pada malam pertama pernikahannya
"kak, please deh!" acha meledek kakaknya
"bukan, bukan apa-apa. kalian bantu aku ganti baju dan mandi sekarang dan besok pagi" freya mencari alasan
"bilang saja takut" alin kini juga ikut meledek kakak iparnya
"tenang kak aksa orangnya lembut kok!" lanjut alin
"tetap saja dia pria dewasa, maksudku aku bukan takut!" freya kembali mengelak
"sudah,, sudah! Wajar kok apa yang kakak rasakan aku juga dulu gitu. Kami tidak bisa menemani tidur tapi akan kami bantu urusan baju dan mandi"
alin sudah lima tahun menikah, jadi kurang lebih sudah memiliki pengalaman berumah tangga
"kalian jahat!" freya memasang wajah memelas
badan terasa lelah dan rasa kantuk juga mulai menyerang. Freya melihat jam diponselnya menunjukan jam sembilan malam tapi sudah tak sanggup untuk membuka mata lagi
Satu jam setelahnya,
Aksa masuk ke kamar, beberapa kali mengetuk pintu tapi tak ada sahutan dan membuka pintu ternyata tidak dikunci
"freya!"
"sudah tidur, sayang?" aksa harus membiasakan diri untuk memanggil sayang dan menjalin hubungan yang lebih akrab lagi antara suami dan istri selayaknya
"maaf ya aku lama"
Aksa membenarkan posisi tidur freya, menyelimuti badannya dan lanjut untuk membersihkan diri.
Cukup lama dikamar mandi aksa keluar dengan wajah yang semakin segar padahal hampir tengah malam, karena belum bisa tidur aksa memilih untuk keluar dan duduk dibalkon kamar hotelnya
senyumnya mengembang "sekarang sudah jadi suami orang!" ucapnya
Aksa memainkan ponsel dan cukup lama untuk berbalas pesan dengan asistennya yang diminta tetap memberikan laporan. karena berkaitan dengan publik maka tak bisa sehari pun aksa diam tanpa memeriksa pekerjaanya
"habis olah raga malam ya bos?"
Pesan dari asisten aksa yang sedang menggoda bosnya, karena tengah malam masih belum tidur.
Bukankah malam pertama akan jadi malam yang mengesankan bagi pengantin. Anehnya bosnya malah bekerja
"tau aja kamu!" balas aksa cepat
"kalau masih kurang sibuk, saya tambah lagi kerjaannya" lanjut aksa
"siap salah bos, bisakah kita lanjut besok bos, ini sudah jam satu dini hari. Saya besok harus ke kantor kan bos!"
"tidurlah, besok agak siang ke kantor tidak apa-apa, saya masih cuti. Lusa baru berangkat" balas aksa
Lalu membawa ponselnya masuk ke kamar, dilihatnya ranjang saat ini sungguh sangat menggiurkan tapi sayangnya aksa memilih tidur disofa yang bahkan kakinya tak bisa lurus
"astaga, sabar aksa!" tak mau berfikir macam-macam dia memukul wajahnya cukup keras
Lalu berusaha menutup mata untuk istirahat
...****************...
"pagi semua!" wajah ceria dan ucapan manja datang dari pengantin baru.
Tampak segar dan berbinar, pagi ini freya dibantu aksa berjalan dengan satu kaki yang masih cidera tapi sudah cukup membaik
"kalian sudah sarapan?" freya duduk disamping ria yang sudah mempersiapkan tempat duduk untuk menantunya
"sudah tinggal kalian, kami maklum kok" ucap ria pada menantunya
"hm, makasih mi!" freya menggelayut manja, freya pikir dimaklumi karena memang dari kemarin kelelahan rupanya lain dipikiran mertuanya
"kak, sebentar!" acha menyibakkan rambut kakaknya yang terurai tanpa pengikat rambut
"apaan sih dek!" freya merasa geli dan terganggu dengan tingkah adiknya, tak tahu apa yang diperbuatnya
"hm, kok ngga ada bekas ya!" acha keceplosan dan menutup mulutnya
"pi, mi sepertinya kalian harus cepat carikan calon suami buat acha, dia nikahin aja ngga usah sekolah!" freya kesal karena dibuat malu didepan keluarga besar yang sedang berkumpul
"boleh tapi tunggu calon papi selesai wamil dulu ya" acha bukannya malu malah menimpali ucapan kakaknya
"sudah, kalian ini kaau bertemu bertengkar aja kerjaannya. Malu tuh sama mertuamu" sasmita menegur anak-anaknya
"ngga apa-apa lah mba, saya malah senang jadi ramai" ria membela menantunya
"kakak kemana mi?" aksa lagi-lagi tak melihat kakak pertamanya
"sudah pergi pagi tadi karena ada urusan mendesak, kakakmu titip kado katanya ini voucher bulan madu" ria memberikan kado dari anak pertamanya pada pengantin baru
"wah baik sekali kakak pertama" ucap freya
"kita ga akan bulan madu dalam.waktu dekat mi, pi. Nanti kalau kerjaan kita udah aman baru kami rencanakan" aksa tak menyiapkan bulan madu untuk istrinya sesuai kesepakatan
Selain sibuk pekerjaan juga karena memang belum adanya rasa cinta diantara keduanya.
"kalian ini!" ria dan sasmita tak suka mendengar ucapan aksa
"aksa harus fokus dulu sama kerjaan, takutnya nanti malah keganggu kalau dipaksain. Iya kan sayang?" sejak tadi aksa menunggu pembelaan dari istrinya
"iya mi, pi. Kami masih muda ini kalian juga masih belum pantas jadi nenek" ucap freya yang cukup membuat aksa sedikit tenang
"baiklah terserah kalian saja, kami mau pulang siang ini kalian masih mau tinggal atau pulang bersama?" nugroho bertanya pada anak dan menantunya
"pulang!" keduanya kompak menjawab dan sepakat untuk pulang ke kota dimana mereka tinggal, karena memang pernikahannya diadakan di luar kota
"pesankan dua tiket lagi untuk sore ini" nugroho meminta asistennya menyiapkan tiket pesawat untuk freya dan aksa