NovelToon NovelToon
PERJUANGAN CINTA IRENE

PERJUANGAN CINTA IRENE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Duda / Balas Dendam
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ms. Riana

Irene, seorang gadis cantik dan mandiri. Harus kehilangan ayah, satu-satunya harta yang ia miliki.

Mendekati usia dua puluh tiga tahun ia harus kehilangan kesuciannya yang secara tidak sadar direnggut oleh mantan kekasihnya.

Membuatnya harus tertatih berjuang untuk mendapatkan cinta yang tulus.

Hingga suatu ketika ia bertemu Tian, seorang presdir muda yang menduda diusia yang cukup muda.

Ketika cinta mereka mulai bersemi, Tian meragukannya.

Apakah cinta Irene dan Tian bisa bersatu?




Note : Karya pertama yang aku buat berdasarkan imajinasi dan beberapa penggalan pengalaman temen aku yang aku samarkan. Happy Reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ms. Riana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 31

Irene mengusap air mata yang mengalir di kedua pipi Tian.

"Aku juga minta maaf sayang, aku tidak jujur dari awal," balas Irene.

"Andai aku jujur dari awal semuanya tidak akan seperti ini," tambah Irene lagi.

"Tidak sayang, ini salah aku. Andai aku bisa menghadapi masalah ini dengan tenang semuanya tidak akan kacau seperti ini," balas Tian.

"Andai aku tidak mendiamkanmu dan lari dari masalah mungkin masalah ini tidak akan berlarut-larut," ujar Tian sambil menatap lekat kedua mata Irene.

"Sudah sayang. Jangan menyalahkan dirimu terus. Kita berdua terlalu terbawa emosi menyikapi masalah ini," ujar Irene sambil menggenggam tangan Tian. Mengusapnya dengan ibu jarinya berusaha menenangkan Tian.

"Sayang, kamu mau kan kembali padaku seperti dulu lagi?" ucap Tian berharap.

"Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu," imbuh Tian lagi begitu melihat Irene hanya diam.

"Hu'um. Aku mau sayang," sahut Irene dengan senyum bahagia.

Tian menarik Irene dalam pelukannya seakan tidak ingin melepaskannya. Mereka berpelukan begitu erat.

Irene membenamkan wajahmya didada bidang Tian. Menghirup aroma tubuh lelaki yang sangat ia rindukan

"Aku merindukanmu sayang," bisik Tian sambil mengusap lembut punggung Irene.

"Aku juga merindukanmu sayang," ucap Irene dengan nada getir. Air mata kebahagiaan lolos begitu saja tanpa bisa ia tahan.

Tian mengusap lembut bekas air mata dipipi Irene.

"Aku kacau tanpamu sayang," bisik Tian sambil menyatukan kening mereka.

Irene mengalungkan kedua tangannya dibalik tengkuk Tian kemudian menyatukan bibir mereka.

Tian membalas ciuman Irene. Ciuman yang hangat dan dalam itu seakan tidak ingin dilepaskan.

"Kamu makin berani sayang," goda Tian begitu ciuman itu terlepas.

Irene yang malu menyadari keagresifannya membenamkan wajahnya kembali kedalam dekapan Tian.

"Sayang," rengek Irene.

"Aku suka kamu yang agresif," bisik Tian.

"Sayang, sudah. Aku malu," ujar Irene tidak berani menatap Tian. Ia masih malu.

Tian hanya terkekeh.

Suasana bar yang saat itu sepi mendukung dua insan yang sedang melepas rindu seolah tidak ingin terpisahkan.

Tian melingkarkan kedua tangannya diperut Irene dari belakang. Kemudian meletakkan dagunya di pundak Irene sambil memandang matahari yang mulai terbenam.

Beberapa kali ia mengecup lembut pipi Irene. Matahari terbenam menjadi saksi kemesraan dua insan yang tengah dimabuk rindu itu.

"Aku mencintaimu sayang," bisik Tian ditelinga Irene.

"Aku juga mencintaimu sayang," balas Irene kemudian menarik wajah Tian dan mengecup singkat bibir lelaki yang ia cintai itu.

Beberapa kali Tian mencium puncak kepala Irene. Menghirup wangi rambut Irene yang selalu ia rindukan.

Tian menarik Irene untuk duduk menikmati minuman yang tadi mereka pesan. Tubuh Irene ia rapatkan ditubuhnya.

Tangannnya ia lingkarkan dipinggang ramping Irene.

Irene merebahkan kepalanya didada Tian. Sesekali ia mengecup pipi Tian. Karena kini ia tau Tian sangat menyukai dirinya yang agresif.

"Sayang," panggil Irene lembut.

"Hmmm," sahut Tian singkat.

"Kamu berapa hari di Bali?" tanya Irene.

"Kamu maunya berapa hari?" goda Tian.

"Sayang, aku serius," rengek Irene manja sambil mengerucurkan bibirnya.

"Aku juga serius sayang," goda Tian lagi sambil merapikan rambut Irene yang tertiup angin. Ia selalu suka dengan ekspresi atau tingkah manja Irene.

"Aku akan disini sampai tahun baru," ucap Tian lagi.

"Serius?" tanya Irene dengan mimik muka tidak percaya. Ada kilatan kebahagiaan dimatanya.

"Iya sayang. Aku ingin merayakan pergantian tahun disini, bersamamu" jelas Tian.

"Yeaay," seru Irene girang. Kemudian langsung memeluk Tian.

Berarti ia akan bertemu Tian lebih lama. Bisa satu minggu atau dua minggu.

Suara ponsel Irene berdering,

"Halo beb?" sapa Irene setelah menekan tombol hijau.

"Beb, kamu dimana? Kamu lembur? Aku dan anak-anak didepan kontrakanmu, tumben kamu belum pulang?" cecar Maxi.

"Satu-satu beb pertanyaannya," omel Irene.

Tian menajamkan pendengarannya karena sepertinya yang sedang menelpon Irene adalah lelaki dan sepertinya mereka sangat akrab. Terbukti Irene memanggilnya "beb".

"Aku masih di daerah Kuta," sahut Irene. Ia mulai menyadari perubahan air muka Tian. Sepertinya tidak suka.

Ia tau Tian sedang cemburu. Terbersit ide nakal untuk mengerjai Tian.

"Kamu dengan siapa beb?" selidik Maxi. Karena ia tau Irene tidak memiliki banyak teman di Bali.

"Hhmmm...dengan temanku beb," celetuk Irene. Rencananya berhasil. Wajah Tian memerah menahan kesal.

"Memang kalian mau mengajakku kemana?" tanya Irene.

"Si William yang anak Ausie hari ini berulang tahun. Dia mengundang kita untuk party di villanya," jelas Maxi.

"Asyik," sahut Irene girang.

"Eh, kalian berangkat saja dulu, nanti aku menyusul, aku masih ada urusan" ujar Irene kemudian.

"Ok beb. Aku kirim lokasi villanya ya. See you beb," ucap Maxi.

"See you beb," balas Irene mengakhiri percakapannya dengan Maxi.

"Sayang, sudah gelap. Ayo aku antar kamu pulang," ujar Tian datar memperhatikan Irene yang masih sibuk dengan ponselnya.

"Hmmm," sahut Irene kemudian bangkit berdiri mengikut Tian. Ia tau Tian sedang cemburu, tapi ia ingin mengerjai kekasihnya itu lebih lama lagi.

Sebelum menuju tempat parkir, Tian mampir dikasir untuk membayar pesanan mereka tadi.

Irene mengetikkan alamat kontrakannya di GPS mobil Tian.

Sepanjang perjalanan Tian hanya diam. Kesal.

Irene bahkan tidak memberi penjelasan apapun.

Sedangkan Irene berusaha menahan tawanya. Baginya ekspresi cemburu Tian begitu imut menggemaskan.

"Sayang, mau ikut ke party teman aku?" tanya Irene begitu mereka sampai didepan kontrakannya.

"Ayolah sayang," ajak Irene memaksa.

"Baiklah," sahut Tian masih kesal.

"Aku boleh numpang mandi dikontrakanmu?" tanya Tian kemudian. Karena terakhir ia mandi ya tadi pagi.

Dan kebetulan ia juga belum check in hotel jadi kopernya masih berada dibagasi mobil yang tadi ia sewa.

Tadi dari bandara ia langsung menuju kantor Irene.

"Bolehlah sayang," sahut Irene kemudian turun dari mobil dan membuka pintu pagar kontrakannya.

Setelah Tian menyusulnya dengan membawa sebuah koper, ia melanjutkan langkah kakinya menyusuri lorong menuju kamarnya yang berada disisi kanan.

"Masuk sayang," ucap Irene setelah membuka pintu, menyalakan lampu dan pendingin ruangan.

Tian masih membuka tali sepatunya didepan pintu.

"Maaf kamarnya kecil," sahut Irene sambil meletakkan tasnya di atas meja yang ia gunakan untuk bekerja kemudian menutup pintu kamarnya.

Begitu masuk Tian mendudukan pinggulnya dipinggir ranjang Irene yang tidak jauh dari pintu. Ia hanya terdiam sambil melepas dasi dan beberapa kancing bagian atas kemejanya.

Irene hendak menuju kamar mandi tapi ia tidak tega mengerjai Tian terlalu lama.

Ia mendekati Tian, kemudian duduk dipangkuan Tian. Melingkarkan kedua tangannya dibelakang tengkuk Tian dan mengunci bibir Tian dengan bibirnya.

Walapun kesal Tian tidak menolak ketika Irene duduk dipangkuannya bahkan ia membalas ciuman Irene. Melingkarkan kedua tangan dipinggang Irene dan menariknya tubuh Irene merapat ke tubuhnya.

1
Lilis anggriani Lilis anggriani
sangat bagus dan menarik cerotanya,sambung ceritanya
Lilis anggriani Lilis anggriani
lanjut
Ms Riana
dibayrmar lunas ya kak 🤘
visi Sembiring
senjata makan tuan mau menjebak malah dijebak ingin tau gmn hancurnya dira kena karma tuch pelakor 😈😈😈
visi Sembiring
jgn biarkan rencana dira berhasil thor jgn pisahkan irene dan tian buat dira hancur dg rencananya sendiri walau ada pelakor jgn biarkan pelakor berhasil merusak kebahagiaan tian dan irene 😤😤😤
Ms Riana: siap kak 😁😁❤❤
total 1 replies
Ibuna Ariq
bentar lagi irene di bully psti karena status nya blm.di ketahui di kantor tian
Rintik Ludira
semangat semangat
Rintik Ludira
semangat thor...
Ms Riana
kemaren udah up tapi ditolak. sabar ya kak 🙏
Ningsih Darwin
lnjut thor
Ms Riana: siap kak 🙏🖤
total 1 replies
Rintik Ludira
sip sip sip semangat thor
Pangeran Matahari
lanjut kk..

dukung karya ku juga y cucu manja oma
Neti Jalia
aku mampir kk, yuk saling dukung🤗🙏

*Suamiku ceo ganas

"Sarlince(cinta sepihak)
Ms Riana
tenang kak. tidak akan tergoyahkan kok mas Tiannya 🤗
Ibuna Ariq
bnci klo udh ada bibit pelakor
Rintik Ludira
semangat ya thor semangat
Ibuna Ariq
up yg bnyak,slalu stia nunggu ni😁
Ms Riana: aaww makasih kak. 🖤
total 1 replies
Rintik Ludira
yok lanjuuut stia mendukung
Ms Riana
makasih kak 🖤
Rintik Ludira
semangat setia selalu menunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!