NovelToon NovelToon
Kakak Tiri Kuu Yang Dingin

Kakak Tiri Kuu Yang Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: bulane

"Mama akan menikah."

Kalimat itu menghantamku tanpa aba-aba.

"Aku tidak setuju, Ma..."

Suaraku bergetar, berharap keputusan itu masih bisa berubah.

"Mama berhak bahagia, Amerta."

Kalimat sederhana itu seolah menjadi palu yang menghancurkan seluruh angan-anganku.

Amerta Bunga Adiguna.

Namaku dipanggil untuk menerima kenyataan yang tak pernah siap kuhadapi.

Di balik rumah yang diselimuti nuansa temaram, berdiri seorang pria bertubuh tinggi dengan tatapan yang sulit ditebak. Ia hanya mengamati jalannya acara dari kejauhan, membiarkan keheningan berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Mahesa Putra Dirgantara.

Sosok yang kehadirannya perlahan mengubah seluruh jalan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 29

Amerta mengaduk bubur di dalam mangkuk dengan ketukan sendok yang sengaja dikencangkan, meluapkan rasa dongkolnya. Ia kemudian menyendok sejumput kecil bubur, meniupnya dua kali dengan malas, lalu menyodorkannya ke depan mulut Mahesa yang sudah duduk manis di sofa.

"Ayo cepat makan, setelah ini aku benar-benar harus pulang," ketus Amerta.

Mahesa menerima suapan itu dengan senyum kemenangan. Sepanjang sesi makan malam itu, matanya tidak pernah lepas dari wajah Amerta. Setiap kali Amerta mengomel karena Mahesa sengaja makan terlalu lambat, pria itu hanya terkekeh rendah, menikmati kepanikan dan kekesalan adik tirinya.

Begitu suapan terakhir tandas, Amerta langsung berdiri dan membereskan mangkuk kosong ke tempat cuci piring. "Sudah selesai, ya. Tugas ganti rugiku lunas. Aku mau pulang ke kosan sekarang. Buka kodenya, Mahesa."

Tidak ada jawaban.

Amerta membalikkan badan dan mendapati Mahesa sudah menyandarkan kepalanya di bantalan sofa dengan mata terpejam rapat. Napas pria itu terdengar teratur dan berat. Efek obat lambung dosis tinggi yang diminumnya tadi siang dikombinasikan dengan perut yang sudah kenyang rupanya langsung membuat pertahanan Mahesa runtuh oleh rasa kantuk yang hebat.

"Mahesa? Jangan pura-pura tidur!" Amerta mendekat, menggoyang-goyangkan bahu tegap pria itu. Namun, Mahesa hanya melenguh pelan dan justru memeluk bantal sofa lebih erat. Ia benar-benar tertidur pulas akibat kelelahan.

Amerta menghela napas panjang, menatap pintu apartemen yang terkunci rapat dengan kode rahasia yang tidak ia ketahui. Ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tubuhnya sendiri rasanya sudah remuk redam setelah seharian kuliah, mengoreksi puluhan makalah di kampus, ditambah ketegangan batin menghadapi kejailan Mahesa.

"Satu jam saja... aku numpang merem di sofa sebelah," gumam Amerta pada dirinya sendiri.

Ia mendudukkan dirinya di sofa tunggal, menyandarkan kepala, dan berniat untuk sekadar beristirahat sejenak sebelum membangunkan Mahesa. Namun, kehangatan AC dan rasa lelah yang menumpuk membuat kesadaran Amerta menguap begitu cepat. Dalam hitungan menit, ia sudah terlelap ke alam mimpi.

Saat tengah malam, sepasang mata biru perlahan terbuka di kegelapan. Mahesa terbangun, menatap sosok mungil yang tertidur pulas dengan posisi meringkuk tidak nyaman di sofa tunggal. Senyum tipis yang tulus terukir di wajah tampannya. Dengan gerakan sangat pelan agar tidak mengganggu, Mahesa mengangkat tubuh Amerta ke dalam dekapannya, membawanya masuk ke dalam kamar utama, lalu membaringkannya di atas kasur king size miliknya yang empuk sebelum menyelimutinya hingga sebatas dada.

Keesokan paginya, cahaya matahari fajar menembus celah gorden kamar, menyinari wajah Amerta. Gadis itu melenguh, merasakan kasur yang ia tiduri terasa jauh lebih empuk dan wangi daripada kasur busa di kosannya yang sempit.

Amerta mengerjapkan mata. Begitu kesadarannya pulih 100%, jantungnya langsung mencelos melihat langit-langit kamar yang asing. Ini bukan kosannya. Ini kamar Mahesa!

Dengan panik, Amerta langsung bangkit duduk. Jantungnya berdegup kencang berkejaran dengan rasa takut yang mendadak menyerang. Refleks pertama yang ia lakukan adalah menunduk, memeriksa pakaian yang ia kenakan.

Ia meraba kaus rajut dan celana kulot panjang yang ia pakai sejak kemarin kampus. Kancingnya masih utuh. Pakaiannya masih lengkap dan rapi tanpa ada yang bergeser sedikit pun. Amerta mengembuskan napas lega yang luar biasa panjang hingga bahunya merosot.

"Syukurlah... si monster itu masih punya hati nurani," bisik Amerta tenang, sambil mengelus dadanya yang bergemuruh.

Cklek.

Pintu kamar mandi di dalam kamar itu terbuka. Mahesa keluar dari sana hanya dengan mengenakan celana jins hitam dan handuk kecil yang dikalungkan di lehernya, memamerkan dada bidang dan perut six-pack yang masih basah oleh sisa air pancuran mandi. Rambut hitamnya yang basah tampak acak-acakan, memberikan kesan liar yang sangat seksi.

"Sudah bangun?" tanya Mahesa santai, suaranya terdengar serak khas orang baru bangun tidur namun sudah terasa segar. Ia berjalan mendekati kasur tanpa canggung.

Wajah Amerta langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menarik selimut tebal untuk menutupi pandangannya. "Mahesa! Pakai bajumu! Kenapa aku bisa tidur di kamar ini?!"

Mahesa terkekeh rendah, suara tawa baritonnya terdengar sangat renyah di pagi hari yang cerah ini. Ia duduk di pinggiran kasur, lalu dengan jahil menarik ujung selimut yang menutupi wajah Amerta hingga mata mereka saling mengunci.

"Kamu tidur seperti kerbau tadi malam, dibangunkan pun tidak bergerak. Karena aku kakak yang baik, tidak mungkin aku membiarkan adik kecilku encok tidur di sofa, bukan?" goda Mahesa, mendekatkan wajahnya yang segar dengan senyuman miring andalannya. "Kenapa memeriksa baju seperti itu? Kamu kecewa karena tidak terjadi apa-apa semalam, hm?"

"MAHESA! MESUM!" pekik Amerta frustrasi, mengambil bantal di sampingnya dan memukulkannya tepat ke wajah tampan sang dosen jahanam itu.

1
Emily
korporat miskin...x ya. kenapa gak bawa ke dokter aneh
Emily
pokoknya tau diri ajalah kau merta
Emily
ya udah klo simahesa cuek kamu cuek juga Amerta gak usah sibuk mau tau urusan si Mahesa..di anggap numpang di rumahnya
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
up doubel thor setiap hari
bulane: bismilah ya sayang kuu
total 1 replies
Reni Anjarwani
bagus sayang upnya lama
Tunik nur Agustina: udah up lagi tuh kak
total 1 replies
bulane
seruuu
Reni Anjarwani
lanjut
bulane: terimakasih atas dukungan nya
total 1 replies
Tunik nur Agustina
seruu
Tunik nur Agustina
seruuuu thorr
azzura faradiva
Yach....cuma seuprit doang upnya😔
azzura faradiva
wow....keren poollll sekalinya up 7 bab sekaligus👏🏻👏🏻
azzura faradiva
lanjut....,bagus ceritanya
bulane: terimakasih atas dukungan nya🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
seruuuu bangettt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!