Nadin dan Amran mereka adalah sepasang suami istri, mereka juga di karuniai seorang anak yang bernama Zahra.
keluarga mereka juga sangat bahagia biasa di bilang sakinah.
Tapi semenjak seseorang di masa lalu Amran datang semuanya seakan hancur seketika.
"Tapi apakah Nadin dapat bertahan di madu oleh suaminya Amran?."
"Atau kah perempuan itu yang akan memiliki semua?."
"Dan apakah Amran akan memilih keduanya atau hanya salah satu dari mereka?."
Terus aja pantau dan baca di novel saya😊
jangan lupa komen, share dan sukai ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 31
Setelah Nadin dan putri nya selesan bersiap siap dan berkemas Nadin langsung kembawa zahra dan satu koper ke bawah sambil menunggu Grab yang akan menjemput nya.
Tak selang benerapa lama mobil yang menjemput nya pun datang dan menghampiri Nadin yang tengah menunggu nya di tetas rumah.
"Dengan Bu Nadin?"
"Iya pak." Jawab Nadin.
Kemudian supir nya pun keluar dan membantu Nadin membawa barang bawaan nya ke dalam mobil.
Nadin pun langsung masuk ke dalam mobil bersama putri nya,dan Nadin pun langsung berangkat ke rumah kedua orang tua nya.
Dikantor Amran yang sedang bekerja di ruangan nya kedatangan Alan yang membawa seorang perempuan berambut pendek sebahu berpakai seperti seorang sekretaris perempuan.
"Ran."
"Iya ada apa." Pokus ke layar laptop.
"Kamu itu yah kalau udah kerja suka susah buat di ganggu."
"Iya terus kamu mau apa datang ke ruangan ini."
"Tenang tenang nih aku bawain seseorang buat kamu."
Kemudian Amran menoleh ke arah Alan dan perempuan yang di samping teman nya itu.
"Nih kenalin ini Nissa," ucap Alan.
"Saya Nissa pak."
"Oh iya iya." Jawab Alan.
Kemudian Amran langsung berdiri dan langsung menarik Alan ke luar ruang.
"Kamu ini maksud nya apa bawa bawa perempuan itu ke sini."
"Ran, dia aku bawa buat jadi sekretaris Ran,kamu kewalahan dengan semua pekerjaan di kantor ini kamu membutuhkan sekretaris."
"Enggak aku gak butuh sekertaris perempuan muda seperti dia,kamu tau kan pertengkaran aku dan Nadin gara gara May itu udah membuat aku mumet ngejelasin nya sama Nadin Lan."
"Ya kamu jujur sama istri kamu bahwa kamu sekarang udah punya sekretaris muda yang cantik buat ngebantu pekerjaan kamu di kantor gampang kan."
"Susah yah memang ngomong sama kamu." Jawab Amran.
"Ran gini dengerin aku dulu kantor kita lagi banyak kerjaan dan pasti akan banyak meeting ini itu dan kita ini lagi banyak kerjasama dengan perusahaan lain sayang kalaukita enggak bisa memenuhi nya Ran ini jarang banget kita banyak kerjasama seperti ini."
Kemudian Amran memikirkan perkataan Alan.
"Kalau kamu enggak ada niat buat ngeduain Nadin dan menjalin hubungan dengan Nissa semuanya akan baik baik saja," ucap Alan.
"Iya iya terserah kamu aja." Sambil masuk keruangan nya.
Kemudian Alan pun menyusul Amran yamh sudah berada di ruangan bersama Nissa.
"Nis kamu udah bisa mulai kerja hari ini yah jadi sekretaris nya Pak Amran," ucap Alan.
"Baik Pak." Jawab Nissa.
"Ran apa pekerjaan buat si Nissa," ucap Alan.
"Ini Nis kamu tolong salin berkas berkas ini ke komputer dan kirim ke saya melalui email," ucap Amran.
Amran memberikan berkas berkas nya kepada Nissa.
"Ya udah aku anterin kamu keruangan kamu ya Nis," ucap Alan.
"Iya Pak." Jawab Nissa.
Kemudian Alan mengantarkan Nissa ke ruangan nya di sebelah ruangan nya.
"Nis ini ruangan kamu ya dan di sebelah kanan itu ruangan saya kalau kamu mau tanya tanya bisa langsung masuk aja ya," ucap Alan.
"Baik Pak saya mengerti terimakasih."
"Ya sudah selamat bekerja ya Nis semoga kamu betah."
"Iya Pak."
Kemudian Alan pun meninggalkan Nissa di ruangan nya dan kembali ke ruangan nya sendiri.
"Si Alan emang ya bener bener dia kan tau Nadin lagi sensitive gara gara soal kemarin ditambah lagi kalau di tau bisa perang dunia lagi di rumah," ungkap Amran.
"Setelah di pikir pikir Alan emang benar sih aku kewalahan banget menangani pekerjaan ini dan mana bisa aku lembur di saat anak ku masih kecil," ungkap Amran dalam hati nya
Diruangan nya sendiri Nissa pun melihat lihat sekeliling ruangan nya,setelah itu dia pun terduduk di kursi nya.
"Bagus banget ruangan nya pasti aku betah kerja di sini dan ditambah orang orang di sini baik baik banget,"ucap Nissa.
Setelah itu Nadin pun sampai di rumah kedua orang tua nya.
Tok...
Tok...
Tok...
"Assalamualaikum Ibu Ayah."
"Iya Wa'alaikumsalam."
Ibu pun langsung membukakan pintu nya.
"Eh Nadin kamu kesini sama siapa?" tanya ibu.
"Naik Grab Bu." Jawab Nadin.
"Suami mu mana ko tidak dia yang mengantar kamu kesini."
"Enggak Bu mas Amran tadi Nadin suruh langsung pergi ke kantor aja kan di anter Grab juga nyampe sampai rumah."
"Oh ya udah iya ayo kamu masuk biar Ibu yang membawa barang barang mu."
"Iya Bu."
Kemudian Nadin pun langsung masuk kerumah nya yang dulu sewaktu dia kecil sampai besar dia tinggal di rumah itu.
"Ayah, ini cucu mu datang berkunjung," ucap Ibu.
Ayah Nadin yang sedang nonton televisi di ruang keluarga pun langsung menghampiri Nadin."
"Wah cucu Kake cantik banget ya." Menggendong Zahra.
"Nak Amran mana."
"Mas Amran masih di kantor Yah nanti sore dia baru pulang ke sini."
"Dan asisten rumah tangga mu itu mana tidak kelihatan," ucap ayah.
"Iya Nak ko tidak ada," ucap ibu
"Oh mbak Imah dia kemarin pulang kampung dan baru masuk lagi minggu depan, Karena tidak ada orang dirumah di saat mas Amran kerja jadi aku kesini sementara sampai mbak Imah balik lagi dari kampung." Jawab Nadin.
"Oh iya kamu tinggal di sini dulu aja," ucap ayah.
"Iya Ayah, tapi Nadin laper nih ada makanan gak di belakang," ucap Nadin.
"Ada kok ketupat tadi Ibu beli ketupat tapi Ibu lupa Ayah punya kolesterol kalau makan yang santan santan begitu." Jawab ibu
"Ya udah Nadin makan ya ketupat nya soal nya akhir akhir ini Nadin suka sering laper."
"Iya kan kamu lagi menyusui sudah pasti kamu akan sering makan," ucap ibu.
"Iya Bu Nadin nitip Zahra dulu sebentar ya."
"Iya Nak."
Kemudian Nadin langsung pergi ke dapur dan langsung memakan ketupat yang ada di atas meja makan."
Setelah setelah selesai Nadin pun langsung kembali berkumpul bersama kedua orangtua nya dan putri semata wayang nya.
Di kantor di saat Amran dan Alan tengah makan siang di restoran dekat kantor nya di saat mereka sedang berbicara berdua kembali Nissa pun datang menghampiri mereka.
"Apa masih bisa aku duduk di sini," tanya Nissa
"Oh, iya silahkan silahkan," ucap Alan dengan hangat.
Kemudian Nissa pun duduk di sebelah Amran, karna Amran sekarang ingin benar benar menjaga hati ini istri nya dia pun menghiraukan Nissa yang ada di sebelah nya.
Selepas itu Kemudian Nissa membuka pembicaraan dengan Amran.
"Pak Amran emang gini yah orang nya jutek," ucap Nissa
Kemudian Alan pun memberi isyarat kepada Nissa untuk menghentikan pembicaraan nya yang akan menyinggung Amran.
BERSAMBUNG...
Semoga kalian suka ya😚😊
Jangan lupa mampir ke novel terbaruku MY WIFE MY MERMAID😊🤗