NovelToon NovelToon
Mr. Dev (CEO Of Seoul)

Mr. Dev (CEO Of Seoul)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Shakila

Siapa sangka pertemuan yang mulanya tidak disengaja kini akan menjadi pertemuan yang akan terus terjadi selamanya. Bak terkena kutukan Agya harus menjadi kacung dari pemuda yang tidak sengaja ia tabrak di Bandara saat itu.

***

Agya Artika Wardana, seorang gadis yang tengah menempuh pendidikannya di salah satu peguruan tinggi negeri di Korea Selatan. Wanita cantik dan juga ceria namun memiliki phobia terhadap pria. Karena phobia itulah ia harus berurusan dengan Deva Andriano Wilantara, seorang CEO berwajah tampan dari perusahaan ternama yang ada di kota Seoul, ia dikenal arogant, pendendam, suka menyombongkan ketampanannya dan dijuluki sebagai Word Wide Handsome.

Tidak terima direndahkan dan dijatuhkan harga dirinya, Deva membalaskan dendamnya dengan menikahi Agya agar ia bisa menghukumnya setiap detik.

Bagaimana kisah Agya dan Dev selanjutnya? Yukkk dibaca kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak akan melepaskan

Petang menyambut, di salah satu sudut kota Daegu, tampak seorang wanita yang baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk majikan barunya.

"Nak Agya." panggil seseorang yang tak lain adalah nenek Gamri--Nenek dari Darrel.

"Ada apa Nek?" Agya menoleh, mengulaskan senyuman hangat di bibirnya. Menghampiri wanita paru baya itu lalu membantunya untuk duduk di kursi meja makan.

"Obat nenek habis. Apa nak Agya bisa membelikannya di apotik lagi?"

"Tentu saja nek. Agya akan membelikannya untuk nenek."

"Terima kasih nak." Nenek Gamri tersenyum, lalu menyodorkan beberapa lembar uang serta secarik kertas berisi list obat-obatan yang akan dibeli Agya.

"Sebanyak ini?" Agya melongo, sangat terkejut melihat list obat yang tidaklah sedikit jumlahnya.

"Iyaa nak Agya. Nenek sudah sangat tua dan penyakit nenek juga sudah bermacam-macam, jadi nenek harus mengonsumsi obat sebanyak itu setiap harinya." jawab nenek Gamri, bibirnya mengulaskan senyuman, namun tidak dengan bola matanya yang terlihat berkaca-kaca.

"Ehm, baiklah Nek. Agya akan ke apotik sekarang." Melepas apron yang dipakainya lalu meletakannya di laci nakas yang berada di dapur.

"Hati-hati di jalan nak, cepatlah kembali." pinta nenek Gamri.

"Iyaa nek. Agya pergi dulu." ucap Agya kembali berpamitan, sebelum kemudian ia berlalu pergi dari ruang makan tersebut.

Nenek Gamri bergeming, menatap punggung belakang Agya yang bergerak menjauh, seulas senyuman tampak terbit dari bibirnya. Wanita tua itu terlihat sangat bahagia dengan kehadiran Agya di sana, baru kali ini nenek Gamri menerima kehadiran sosok perawat di rumahnya, biasanya ia akan selalu mengusirnya karena tidak suka. Tapi Agya terlihat berbeda, gadis itu terlihat tulus hingga mampu meluluhkan hati nenek Gamri yang begitu keras.

Kemarin untuk kesekian kalinya Darrel membawakan perawat untuk neneknya tersebut. Dari kesekian kalinya itu, Agya menjadi orang pertama yang diterima oleh nenek Gamri. Entah apa alasannya, Darrel sama sekali tidak perduli, asalkan neneknya bisa memiliki perawat yang dapat menjaganya setiap saat. Pun Agya yang bisa merasakan keamanan dan kenyaman untuk tinggal di sana, menjauh dari kekangan Dev. Selain itu Darrel juga memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan Agya kapanpun ia mau.

***

Napas Agya berembus ke udara, terlihat kepulan asap keluar dari mulutnya, udara malam yang begitu dingin membuat wanita itu mengeratkan jaket yang membungkus tubuhnya. Sorot matanya menatap apotik yang berada di ujung gang, masih terlihat begitu jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Namun hal itu tak mengurungkan niat baiknya, ia kembali melanjutkan langkahnya seraya bersenandung kecil, menikmati jalan yang terlihat begitu sepi dan gelap.

Sesampainya di apotik tersebut, Agya langsung mendorong pintu kaca yang ada di hadapannya, merogoh sakunya dan mengambil list obat-obatan nenek Gamri, sebelum kemudian ia menyerahkannya list tersebut ke resepsionis.

"Semuanya 70 ribu won nona." ucap resepsionis itu, menyerahkan paper berisi obat ke arah Agya.

Agya tersenyum, mengambil alih paper tersebut lalu menyodorkan dua lembar uang pecahan 50 ribu won.

"Terima kasih nona."

"Sama-sama, selamat malam." ujar Agya membungkukan badannya singkat, lalu keluar dari apotik tersebut.

Lagi Agya menghembuskan napasnya ke udara, menatap jalan yang tadi ia lalui.

"Kenapa semakin terlihat gelap dan menakutkan?" gumamnya dalam hati, rasanya ia begitu enggan melalui jalan tersebut, namun hanya jalan itu satu-satunya alternatif yang bisa ia pakai untuk kembali ke rumah nenek Gamri.

"Baiklah, mari kita coba. Aku tidak takut." ucap Agya melangkahkan kakinya dengan langkah panjang, berharap segera sampai di rumah nenek Gamri.

Tiba-tiba langkah kaki wanita itu terhenti, bersamaan dengan bulu kuduknya yang merinding, ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang.

"Siapa di sana?" Agya berbalik, mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, namun tidak ada seorangpun di sana, yang ada hanya gemahan suaranya barusan.

"Akhhpp--." teriakan Agya tertahan, saat seorang pria tiba-tiba menyumpal mulutnya dan mengunci tubuhnya ke tembok.

"Kau tidak bisa lari lagi dariku sekarang!!"

"De-Dev." Kedua bola mata Agya melebar, sangat terkejut melihat pria yang ada di hadapannya saat ini, pria yang tak lain adalah suaminya. Pria yang ingin ia hindari, tapi kenapa dia berada di sini sekarang?

"Lepaskan aku." cetus Agya merontah, berusaha melepas cekalan tangan Dev pada tubuhnya.

"Kenapa?" Dev mengeluarkan suara beratnya, manik matanya menatap lekat manik mata milik Agya. Seolah menyalurkan sesuatu ke dalam manik mata milik istrinya tersebut, bersamaan dengan salah satu tangannya yang semakin mencengkram kuat pinggang Agya.

Untuk beberapa saat Agya terdiam, manik matanya ikut menatap manik mata sendu milik Dev, "Lepaskan aku Dev." teriaknya kembali merontah, namun Dev malah semakin menghimpit tubuh Agya dengan tubuh tegapnya hingga membuat wanita itu bergeming.

"Aku tidak akan melepaskanmu!! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu Agya Wardana." cetus Dev, mendekatkan wajahnya ke wajah Agya, hendak mengecup bibir wanita itu namun Agya langsung memalingkan wajahnya.

"Kau sudah bertemu dengan Della, bukankah dia sudah memberimu uang untuk menebus hutangku? Kenapa kau masih mencariku hingga ke sini?" Agya berucap tanpa menoleh ke arah Dev sedikitpun.

"Aku tidak membutuhkan uang itu!!"

"Kenapa?" seru Agya, menatap wajah Dev, "Bukankah jumlah uangnya setara dengan jumlah hutangku padamu?? Bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk mengkahiri pernikahan kontrak kita?!"

Gleg,

Dev terdiam seraya menelan salivanya dengan kasar, "Tidak semudah itu. Aku sudah tidak menerima tebusan apapun lagi darimu, termaksud uang yang kau berikan. Kau sudah menjadi milikku sekarang!!" cetusnya meninggikan suaranya, bahkan cengkraman tangannya di pinggang Agya semakin terasa kuat hingga membuat wanita itu memekik kesakitan.

"Kau menyakitiku." ucap Agya pelan, matanya terlihat berkaca-kaca.

Sontak Dev langsung melonggarkan cekalan tangannya, menjauhkan sedikit tubuhnya.

"Aku mohon lepaskan aku tuan Dev. Aku tidak ingin terikat apapun lagi denganmu, aku menyesali semua yang telah terjadi, aku menyesal telah menerima tawaran untuk menikah denganmu, aku menyesalinya tuan Dev. Aku menyesal telah membohongi kedua orang tuaku. Aku sangat menyesalinya!!" teriak Agya histeris. Air mata yang semula tertahan kini mengalir dengan begitu derasnya.

"Agya."

"Jangan menyentuhku!!" seru Agya saat Dev hendak menyentuh tubuhnya, "Kau tahu, pria yang paling aku benci di dunia ini adalah dirimu. Aku sangat membencimu tuan Deva Andriano Wilantara, kau telah merusak hidupku, merusak karirku, dan merusak semua apa yang ku miliki. Seandainya aku bisa memutar waktu, aku akan mengapus scene perjumpaan kita di bandara saat itu, perjumpaan yang membuat hidupku menjadi sial seperti ini."

Gleg.

Lagi Dev dibuat bungkam akan kata-kata yang keluar dari mulut Agya.

"Lalu apa yang kau inginkan sekarang? Mengakhiri pernikahan kontrak kita? Atau lari dariku seperti ini? Silahkan!" seru Dev tersenyum sinis, "Pernikahan kita baru terjadi 3 hari yang lalu, dan kau ingin mengakhirinya? Apa kau tidak memikirkan perasaan kedua orang tuamu? Apa kau ingin Ayahmu terkena serangan jantung setelah mengetahui kabar perceraian kita?" sambungnya, senyum sinis di bibir Dev semakin mengembang lebar setelah menemukan titik kelemahan Agya yang akan membuat wanita itu tetap mempertahankan pernikahan mereka.

Mendengar nama ayahnya disebut Agya langsung menggeleng kepalanya, "Ti-tidak, a-aku tidak ingin mengakhirinya." ucapnya menundukan kepalanya seraya menyeka air matanya. Membenarkan apa yang baru saja dikatakan oleh Dev, ia tidak ingin ayahnya terkena serangan jantung.

"Kenapa kau tiba-tiba berubah pikiran? Kau sangat membenciku kan? Kau juga sangat ingin mengakhiri penikahan kontrak ini. Baiklah, aku membebaskanmu sekarang, kau bisa mengajukan surat perceraian kita besok."

"Tidak. Aku tidak mau." Agya kembali menggeleng kepalanya dan langsung memeluk erat tubuh tegap Dev.

"Kenapa? Bukankah ini yang kau inginkan?" Kedua sudut bibir Dev tertarik ke atas, membentuk senyuman yang nyaris tak terlihat, semudah ini ia membalikan keadaan, "Lepaskan, siapa yang menyuruhmu memelukku hm? Kau ingin kabur dariku kan, pergillah. Aku tidak akan mengejarmu lagi."

"Aku tidak mau, jangan memaksaku!!" cetus Agya semakin mengeratkan pelukannya.

.

.

.

.

.

Bersambung...

Jangan lupa like & coment ya kaks Readers

Jangan lupa Follow my IG account: shakilah_05

Terima kasih❤

Happy New Yearr🤗

1
Merystica Magdalena
Luar biasa
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
my husband seokjin 💜💜💜😘😘
Heny Su
.
Ary Ati
bagus
Mas Sigit
aaah othour bisa ja buat jantung q deg"an bacanya, kirain keguguran beneran
Mas Sigit
trnyata Dev tdk usah repot" buat mnyingkirkn Alena so dia sdh tiada di tngan kekasihnya sndri...
Mas Sigit
haah lega rasanya trnyata itu cuma akal"anny tuan Robert sm Dev buat mnjebak tuan alden
Mas Sigit
trnyata Robert penghianat, mdh"an dev ga knp"
Mas Sigit
ceritanya sangat bagus dn mnarik, semangat thoor💪
Mas Sigit
waah agya hamil pling tu....
Mas Sigit
syukurlah trnyata Della blm mninggal, biarkn Della bahagia brsma skertaris kim thor
Mas Sigit
gmn dgn agya nnti saat tau Della bunuh diri psti agya sngt syook
Mas Sigit
jgn" Della lg hamil
Mas Sigit
Della biar sm sekertaris kim ja thour
Mas Sigit
untung Dev cuma pura" klu tdkkn ksian agya
Mas Sigit
kira" nntiny Dev ingat ga ya klu dia sdh merenggut kesucian agya???
Romeyanti Simanjuntak
katanya phobia...tp dlm baca bs aj dkt2 cow
Dewi Muchay
licik banget si Dev
Dewi Muchay
emang ada wanita impoten ya
Sel-v
nah ini yang di cari cari latar korea,bosen latar barat mulu😂 baca juga ya novel aku judul nya the jerk is mine sama mr.actor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!