slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Annisa Putri Valentino
Rena yang
berhasil menghindari kejaran David itu sangat lega. Akhirnya ia bisa bernafas
lega di dalam mobil taksi itu. Apalagi ia merasakan sakit di kakinya karena
habis berlari dari area parkir mobilnya tadi.
“Ah, leganya. Untung saja otakku bisa berpikir dengan cepat. Kalau
tidak, bisa-bisa aku di cincang sama laki-laki aneh itu.” ucap Rena sambil
menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil itu. sesekali ia memutar tubuhnya
guna mengecek keberadaan David yang bisa saja membuntuti dirinya.
“Jadi mau ke mana ini, Nona?” tanya sopir taksi kepada Rena lewat spion
kacanya.
“Mau ke mana ya? Aku malas sekali pulang. Bisa jadi laki-laki itu
mendatangi apartemenku lagi.” Batin Rena sambil
memikirkan tempat yang akan ia tuju saat ini.
Ia pun menatap jam tangannya, waktu masih menunjukkan pukul 4 sore
hari. Kemudian ia mengambil ponselnya, terlihat mencari kontak seseorang.
Setelah menemukan kontak yang ia cari, ia langsung memanggilnya.
Tutt ...
“.....”
“Halo, di mana?” tanya Rena to the point.
“....”
“Oke. Kalau begitu aku ke situ, ya? Aku lagi pusing.” Ucap Rena penuh
harap kepada orang yang ia telefon tersebut.
Setelah mendengar jawaban dari seberang sana, Rena pun mematikan
panggilan tersebut.
“Em, ke jl. xxx No. xx, Pak” ucap Rena yang memberikan sebuah alamat
kepada sopir taksi tersebut.
“Baik. Nona.” Sahut sang sopir setelah mengetahui alamat tujuan
penumpangnya itu. Mobilnya pun langsung melesat jauh membawa Rena meninggalkan
kawasan tersebut.
Setelah menempuh perjalanan sekitar sejam, mobil biru itu pun tiba di
sebuah gerbang tinggi berwarna putih. Setelah memberikan ongkos taksinya, Rena
segera turun dari mobil tersebut karena sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam
gerbang itu.
Rena yang tiba di depan gerbang bercat putih itu, langsung menghampiri
tombol bel di sana. Namun belum sempat ia memencet bel, terlihat gerbang itu
pun terbuka memperlihatkan seorang laki-laki berseragam biru menyambut
kedatangan Rena.
“Selamat datang, Nona. Nyonya sudah menunggu kedatangan Nona” ucap
laki-laki itu yang merupakan satpam di rumah mewah tersebut. Tak lupa satpam tersebut membungkukkan tubuhnya menyambut kedatangan tamu majikannya itu.
“Terima kasih, Pak” ucap Rena sambil berjalan masuk melewati Pak satpam
yang tengah berdiri sambil memegang pintu gerbang tersebut.
Rumah mewah bercat warna putih nan besar menjadi pandangan pertama yang
di tangkap oleh penglihatan Rena. Bahkan sampai-sampai ia menghentikan
langkahnya sebentar, menikmati pemandangan indah yang ia lihat dengan kedua
matanya itu.
Namun saat ia tengah asyik menikmati pemandangan tersebut, sebuah suara
menginterupsinya hingga membuat pandangannya beralih ke sumber suara tersebut.
“Rena!” suara seorang wanita yang tengah berdiri di ambang pintu utama
rumah mewah tersebut. Rena pun tersenyum melihat sosok wanita yang merupakan
sahabatnya sejak dulu masih di Surabaya. Sahabat yang selalu menemaninya dalam suka
dan duka selama dirinya merintis kariernya menjadi seorang model.
“Annisa! I miss you so much,” ucap Rena sambil berlarian menuju
ke arah wanita tersebut. Ia merentangkan kedua tangannya kepada sahabatnya itu.
Annisa Putri Valentino merupakan menantu pertama di keluarga besar
VALENTINO, istri sah seorang Daniel Valentino. VALENTINO COMPANY sendiri adalah
perusahaan raksasa yang sangat sukses di dalam negeri maupun di luar negeri.
Nisa, panggilan akrab wanita berperut buncit itu terlihat bahagia melihat
kedatangan sahabatnya tersebut. Bahkan ini kali pertama bagi Rena mendatangi
rumah mewah milik Annisa itu selama ia menempati kediamannya tersebut. Rumah
mewah yang menjadi hadiah pernikahan dari kedua mertuanya itu.
“I miss you too, Beb.” Balas Annisa sambil menyambut pelukan
hangat dari sahabatnya tersebut. Pelukan itu berlangsung beberapa saat hingga
Nisa meminta untuk melepaskannya.
“Susah-sudah, aku merasa sesak.” Ucap Nisa meminta Rena untuk melepaskan
pelukan itu.
“Oh, maaf-maaf. Aku lupa” ucap Rena yang lupa dengan sahabatnya yang
saat ini tengah mengandung anak keduanya. Eits, bukan. Lebih tepatnya anak ke
dua dan ke tiganya, karena saat ini Nisa tengah mengandung anak kembar.
“Dasar. Yuk, masuk dulu.” Ucap Nisa sambil cemberut dam mengelus perutnya
yang kini sudah membesar walau belum lama mengandung, karena faktor anak
kembarnya.
Keduanya pun berjalan masuk ke dalam rumah tersebut dengan Rena yang
menggandeng lengan sahabatnya. Nisa pun mengajak Rena untuk menuju ruang
keluarga yang ada di sana, tak lupa ia meminta pembantunya menyiapkan minuman
dan makanan untuk tamu spesialnya ini.
“Sudah berapa bulan, Nis? Besar banget?” ucap Rena setelah duduk di
sofa empuk dan bertanya soal kehamilan sahabatnya itu. Tak lupa ia mengelus
perut sahabatnya itu karena penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Rena membuat Nisa tersenyum sambil mengalihkan
pandangannya melihat tangan Rena yang mengelus perutnya.
“5 bulan.” Jawab Nisa sambil tersenyum mengingat ia akan segera
memiliki momongan lagi. Sedangkan Rena terlihat terkejut mengetahui umur janin sahabatnya
yang terlihat berbeda dengan apa yang dilihat oleh matanya itu.
“5 bulan ya? tapi seperti hamil 7 bulan.” Ucap Rena dengan polosnya. Sedangkan
Nisa yang mendengar ucapan itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
“Kan isinya dua. Apa kamu lupa?” ucap Nisa yang seketika membuat Renna
menepuk jidatnya karena kelupaan tentang kehamilan kembar sahabatnya itu.
“O, iya. Kenapa aku lupa ya. Hihi” ucap Rena yang di akhiri oleh
tawanya. Beberapa saat kemudian ia teringat oleh seseorang.
“O iya di mana jagoanmu?” tanya Rena pada Nisa sambil pandangannya menoleh
ke kanan dan ke kiri seolah mencari sesuatu.
“Danish? Dia sedang...” belum sempat Nisa menyelesaikan ucapannya,
terdengar suara keras yang memenuhi ruangan tersebut hingga membuat keduanya mengalihkan
pandangan mereka.
“MAMA!”
.....
TBC .....