Kebahagiaan yang belum lengkap akan membuat hidup terlihat hampa. Rasa cinta yang tumbuh akan membuat kehampaan ini sirna tak tersisa.
Salva yang awalnya merasa begitu hancur karena gagal dalam kisah percintaan, siapa sangka datang seorang dokter cinta untuk mengobati goresan luka dihatinya.
Akankah mereka bahagia dalam jalinan asmara dalam ikatan halal itu?
Mampukah Arya menutupi goresan luka dihati Salva?
IKUTI KISAH MEREKA!
Kisah ini sambung dari cerita, Goresan hati yang terluka. Sebelum membaca kisah ini lebih baik saudara semua baca dulu GHYT.
Terimakasih, dan jangan lupa follow me
Ig:@ara putri 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pesan mantan
Kaivan masuk kerumah orang tuanya dengan wajah penuh amarah, ia hampir saja membanting pintu jikalau tak sadar ada ibunya disana.
Pria itu seperti kesetanan sendiri mencari ayahnya yang ia yakini telah menyelakai suami Salva.
"Ibu, dimana ayah?"
"Ada apa nak? Ayahmu ada diruang kerjanya," ucap ibu Kaivan dengan lembut.
Kaivan menyalami tangan ibunya, setelah itu berlalu pergi keruang kerja ayahnya. Hanum sempat terheran-heran melihat anaknya yang pulang marah-marah, tapi ia juga tidak berani bertanya.
"Ayah?" panggil Arya yang masih belum menurunkan nada suaranya.
"Kai? Ada apa?"
"Jangan pura-pura dengan ku ... Ini semua pasti ulah ayah kan! Kenapa ayah melakukannya?"
Hendra berdiri dengan wajah terheran-heran, saat anaknya menuduh dengan masalah yang ia tidak ketahui itu apa?
"Ulah apa? Melakukan apa?"
Kaivan berdecak kesal, ternyata ayahnya masih berpura-pura dengannya. Kaivan mengambil ponselnya dan menyodorkan didepan wajah ayahnya.
"Dia, Apa ayah yang membuatnya seperti ini?"
Hendra melotot melihat seorang pria yang bergelumuran darah didalam ponsel anaknya.
"Kau menuduh Ayah yang melakukannya?" Kaivan menatap ayahnya dengan penuh menyelidik.
"Tentu saja, aku tidak lupa dengan Ucapan mu waktu itu!"
Hendra menarik nafas panjang, kenapa anaknya sendiri malah menuduhnya melakukan kejahatan?
"Kau tega sekali menuduh ayahmu sendiri ... Ayah memang ingin membuat menantu rumah ini kembali, tapi Bukan dengan cara yang kotor seperti yang kamu tuduhkan, Nak."
Kaivan masih belum percaya dengan alasan yang diberikan ayahnya. Ia pergi meninggalkanku ayahnya yang masih menatap padanya.
Tidak ada yang tau dibalik semua ini ada tangan yang tak kasap mata telah menipulasi semua orang.
******
"Salva,"
Merasa namanya dipanggil, ia menoleh kebelakang. Bertapa terkejutnya Salva setelah tau siapa yang memanggilnya.
"Bima?"
Pria itu hanya nyengir saja melihat keterkejutan Salva, "Halo ... Apa kabar Mantan ku?"
Salva langsung mendengus kesal, masih saja pria ini memangil dirinya seperti itu, jika Arya ada disini bisa perang dunia lagi rumah tangga mereka.
"Jangan panggil aku seperti itu! Apa yang kau lakukan disini?"
Bima menunjuk dirinya sendiri," Kau masih bertanya, Sudah tahu rumah sakit, tentu saja mau berobat." Salva menganguk mengerti.
Merasa sudah tak ada lagi yang perlu dibicarakan Salva melanjutkan langkahnya menuju mushola.
"Tunggu dulu!" teriak Bima, langsung menghentikan langkah Salva.
"Ada apa?"
"Aku hanya ingin mengucapkan ... Tidak semua yang kau lihat semuanya kebenaran, adakalanya kau harus mengunakan hati nurani mu untuk berpikir. Karena nyatanya tak semua orang yang ada didekat mu akan selalu menjadi orang baik. Kau harus selalu berhati-hati nantinya, Karena setelah ini kau akan kembali diuji dengan hal yang lebih besar dari ini semua." Setelah mengucapkan kata itu Bima pergi meninggalkan Salva yang masih diam mematung.
Ia benar-benar tidak bisa mencerna setiap ucapan yang diberikan Bima. Tapi ia mengerti suatu hal, pria itu tau sesuatu yang sedang menimpa suamiku.
"berhati-hati dengan orang terdekat? Siapa yang mencoba menyelakai ku dan suamiku?"
Dengan pikiran yang masih berkecamuk ia pergi menuju tempat ibadah, mungkin disana nanti ia bisa mengadu pada Allah yang maha kuasa atas semuanya.
*****
***Tak semua kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, tak selamanya kejahatan akan dibalas dengan kejahatan. Adakalanya manusia mengerti bahwa Waktu yang akan menentukan semuanya. Karena waktu bisa mengendalikan mu, tapi kamu tak bisa mengendalikan waktu.
Salam cinta dari Ara putri 😘❤️💖💓***