NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)

​Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.

​Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.

​Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.

​Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kengerian Tinju Kirin

​Lu Shi menatap ke arah vegetasi tempat berlarinya sang komandan berzirah kulit tadi. Raut wajahnya dipenuhi kegelisahan yang tak mampu disembunyikan.

​"Kalau begitu... sebaiknya kita pergi dari sini sekarang juga," cetus Lu Shi seraya memutar tubuhnya.

​Namun, Bukannya bersiap melarikan diri, Tian Xue justru berjalan santai mendekati tepi sungai. Pemuda itu membungkukkan badan, mengambil segenggam air jernih lalu membasuh wajahnya dengan tenang.

​Tingkah laku santai Tian Xue seketika membuat Lu Shi menganga bingung.

​"Heh, Bodoh! Kau kira kita sedang berlibur, hah?!" bentak Lu Shi kesal. "Bagaimana kalau mereka kembali dalam jumlah yang lebih banyak? Atau..."

​Lu Shi melirik liar ke sekeliling hutan, "...bagaimana jika mereka membawa sosok yang jauh lebih kuat, yang sama sekali tidak bisa kita tangani?!"

​Tian Xue menyapu sisa air di wajahnya, lalu berbalik menatap Lu Shi secara mendalam.

​"Lalu... kita mau pergi ke mana?" tanya Tian Xue datar. "Ini adalah wilayah mereka. Kita bahkan tidak tahu sedang berada di bagian mana dari dunia ini."

​Tanpa membuang waktu untuk berdebat, Tian Xue justru mengayunkan langkahnya—berjalan lurus mengikuti arah pelarian komandan prajurit tadi.

​Lu Shi sempat tampak ragu dan berdiri kaku beberapa saat, sebelum akhirnya menghentakkan kakinya dan terpaksa menyusul dari belakang.

​"Tapi... tindakanmu ini sangat gila," gerutu Lu Shi seraya menyelaraskan langkahnya.

​"Kenali dirimu sendiri, kenali musuhmu. Seratus pertempuran, seratus kemenangan," sahut Tian Xue pelan, mengutip sebuah prinsip kuno.

​Keduanya melanjutkan perjalanan dengan langkah perlahan namun penuh kewaspadaan. Tempat ini terawat dengan sangat menakjubkan. Lanskap alaminya yang begitu murni membuat aura keindahan purba terasa menyelimuti setiap celah udara.

​Setelah setengah hari menelusuri vegetasi hutan tersembunyi tersebut, pemandangan di depan mereka mendadak terbuka luas.

​Di balik lembah hijau, berdiri sebuah kota yang sangat indah. Bangunan-bangunannya terbuat dari batu granit murni dan kayu raksasa yang menyatu secara harmonis dengan vegetasi alam sekitar. Di sepanjang jalan kota, terlihat warga lokal beraktivitas dengan wajah yang dipenuhi kedamaian dan kebahagiaan.

​Namun, keindahan yang sedang mereka amati perlahan sirna dalam sekejap mata.

​SRAAAK!

​Sebuah bayangan tinggi besar mendadak melompat turun dari atas bukit batu, mendarat tepat beberapa langkah di depan jalur mereka berdiri!

​Guncangan dari pendaratan itu membuat tanah bergoyang keras. Tian Xue yang biasanya selalu bersikap tenang seketika tersentak hebat, refleks memicu mode siaga tempurnya!

​"Waaaaa! Si-siapa kau?!" jerit Lu Shi kaget setengah mati.

​Gadis itu secara refleks mengalirkan energi jiwa menuju Cincin Ruangnya, menarik keluar Pedang Sembilan Nyawa dalam posisi siap memotong.

​Sosok tinggi besar berotot kekar itu menyunggingkan sebuah seringai lebar yang teramat mengerikan. Sepasang matanya menatap Tian Xue dan Lu Shi bagaikan seekor binatang buas menatap mangsa empuk.

​"Ternyata kalian... orang-orang yang dibicarakan oleh Komandan Rojh," ucap lelaki itu dengan suara berat yang menggetarkan dada.

​Tanpa aba-aba atau memberi ruang bernapas sedikit pun, lelaki itu mengangkat sebuah Gada Raksasa bergigi besi di lengan kanannya, lalu menghantamkannya lurus ke arah mereka!

​BOOOOOOM!

​Kombinasi reflex tingkat tinggi membuat Tian Xue dan Lu Shi sanggup melompat menghindar ke arah berlawanan di detik terakhir. Tanah tempat mereka berdiri sebelumnya hancur berkeping-keping, meninggalkan lubang menganga yang sangat dalam.

​"Oooohhh... Kalian ternyata punya sedikit kemampuan," lelaki itu terkekeh pelan. "Aku kira Komandan Rojh hanya membesar-besarkan cerita saja."

​Seringai di bibirnya justru makin lebar. Mata maniak bertarung yang tersembunyi di balik alis tebalnya memancar dengan gairah membunuh yang amat pekat.

​WUUSSSTTT... WUUSSSTTT!

​Entah bagaimana caranya, gada sebesar pilar bangunan itu diayunkan dengan kecepatan yang sangat tidak masuk akal! Deruan angin tajam menghujani posisi Tian Xue dan Lu Shi bertubi-tubi.

​"WOIII! Lelaki besar! Apa kau tidak punya otak, menyenggol dan menyerang orang tanpa alasan?!" teriak Lu Shi seraya bersusah payah melompat dan meliukkan tubuhnya demi menghindari sapuan gada. "Apa otakmu sudah mengecil, hah?!"

​Tian Xue yang sibuk menghindar secara taktis hanya bisa menggelengkan kepala mendengar mulut ceroboh gadis rubah itu.

​"Apa yang kau bilang... Gadis Kecil?!"

​Umpatan Lu Shi seketika menyulut amarah sang raksasa. Ia memutar poros tubuhnya secara mendadak. Ayunan gada raksasa itu berbalik dengan kelajuan dua kali lipat, meluncur secepat kilat tepat ke arah dada Lu Shi!

​Kecepatan yang teramat ekstrem itu membuat Lu Shi terpaku kaku. Gadis itu bahkan tidak sempat mengangkat pedangnya untuk membuat perisai pertahanan!

​BOOOOOOOOOOMM!

​"Aaaaarrrrkkkkkkk!"

​Hantaman telak dari gada tersebut melempar tubuh Lu Shi secara tragis! Gadis itu melayang puluhan meter sebelum akhirnya menghantam dinding batu tebing dengan sangat keras.

​BRAAAAKKKKK!

​"Aaaaaaaaakkkhhh... Uhuuukk... Uhuukkkk!"

​Lu Shi terkulai di dasar tebing, terbatuk-batuk memuntahkan gumpalan darah segar. Seluruh persendian tubuhnya terasa remuk seketika.

​"Kau...!"

​Tian Xue terbelalak lebar. Pupil matanya menyipit tajam menatap betapa mengerikannya kecepatan dan daya rusak dari gada tersebut. Di saat seperti ini, ia sadar tidak bisa lagi menyembunyikan kekuatan fisik Naga Purba jika ingin selamat dari kejaran kekuatan murni lawan!

​Lelaki raksasa itu tertawa terbahak-bahak melihat Lu Shi yang tak berdaya.

​"Hahaha! Siapa pun yang berani memprovokasiku, hanya kematian yang menunggu di ujung jalan!"

​Tian Xue menggertakkan giginya erat-erat.

​SRAAAGGG!

​Sisik-sisik naga hitam pekat terdistorsi keluar dari pori-pori kulitnya, menyelimuti kedua lengannya dan meruncingkan jemarinya menjadi Cakar Naga Purba yang memancarkan pendar membunuh.

​Lelaki raksasa yang tidak lain bernama Kohl itu memutar pandangannya ke arah Tian Xue. Tatapan meremehkannya seketika berubah total menjadi tatapan yang dipenuhi rasa dendam yang amat mendalam.

​"Jadi... kalian adalah manusia-manusia dari seribu tahun lalu yang tidak tahu terima kasih?!" geram Kohl dengan nada benci yang membara.

​Tian Xue tetap memfokuskan nalurinya dalam Mode Naga. Di dalam benaknya, ia mengutuk situasi ini.

​'Seribu tahun lalu?! Aku bahkan belum lahir ke dunia ini!' batin Tian Xue geram.

​Perlahan, otot-otot di sekujur tubuh Kohl membengkak makin padat. Aura samar berwarna merah darah merembes keluar dari pori-pori kulitnya, menggumpal dan merubah wujud fisiknya menyerupai wujud penampakan Binatang Purba Kirin!

​Tekanan (pressure) yang dipancarkan Kohl mendadak melonjak drastis, menciptakan gravitasi berat yang memaksa Tian Xue mundur satu langkah.

​Ini adalah tingkatan kekuatan yang jauh melampaui perhitungan Tian Xue!

​"Kalau begitu... aku punya alasan yang sangat bagus untuk menyiksa kalian, sampai kalian memohon untuk mati!" raung Kohl.

​WUuuuuuuussssshhhh!

​Hantaman gada Kohl meluncur lurus—dua kali lebih cepat dari serangan yang menghantam Lu Shi sebelumnya—menuju kepala Tian Xue!

​BRAAAAKKKKK!

​Tian Xue mengangkat lengan kanannya, menahan hantaman gada tersebut secara langsung dengan cakar naganya.

​Namun, daya rusak murni dari garis darah Kirin terbukti teramat ekstrem!

​CRACK!

​Sisik-sisik naga hitam yang membungkus lengan Tian Xue retak berantakan! Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari pergelangan tangannya, terasa seolah tulang fisiknya telah remuk patah secara internal!

​BRAK! BRAK! BRAK!

​Kohl tidak memberikan jeda sedikit pun. Pukulan dan tebasan gada mendarat bertubi-tubi bagaikan hujan meteor!

​Tian Xue terpaksa menggunakan kedua Cakar Naganya untuk menahan gempuran tersebut secara membabi buta. Ia bahkan tidak menemukan satu pun celah untuk membalas.

​Meskipun Tian Xue mencoba menciptakan celah dengan mengorbankan pertahanan tubuhnya—seperti teknik nekat yang biasa ia lakukan dalam pertempuran hidup-mati—hal itu sama sekali tidak berguna! Pukulan lawan terlampau berat dan solid untuk ditahan dengan tubuh murni.

​Lu Shi yang tergeletak tak berdaya di dasar tebing menatap pemandangan itu dengan sepasang mata gemetar. Ini adalah kali pertama ia melihat sosok Tian Xue berada dalam posisi yang sangat tidak berdaya dan terdesak hebat.

​"Terima ini! Pukulan Gunung Kirin!" raung Kohl membahana.

​WUUUUUUUHHHSSSSSS!

​Sebuah pukulan tinju raksasa berbalut pendar merah Kirin meluncur dengan bobot bagaikan runtuhan gunung purba, mengincar lurus ke arah dada Tian Xue!

​Melihat ancaman kematian di depan mata, Tian Xue memusatkan seluruh daya tempur jiwanya. Ruang di sekeliling Cakar Naga sebelah kanannya mulai terdistorsi hebat oleh riak aura keemasan.

​"Gempa Naga!" jerit Tian Xue menembus batas kemampuannya.

​Dua bentrokan kekuatan purba dari dua ras legendaris saling berhadapan di udara! Udara di sekitar area pertempuran mendadak menguap dan terdistorsi parah!

​BOOOOOOOOOOMMMMMMM!

​Ledakan dahsyat meletus memecahkan keheningan kota. Namun, kekuatan Gempa Naga milik Tian Xue yang belum sempurna tergerus hancur oleh densitas fisik Kirin milik Kohl!

​Tekanan dari Pukulan Gunung Kirin menembus pertahanan Tian Xue, menghantam lurus kedua Cakar Naga yang disilangkan di depan dadanya.

​BOMMMMM!

​"Aaaakkkkkkkhhhhh!"

​Tian Xue terseret mundur puluhan meter di atas tanah, memercikkan bunga api dan debu batuan.

​Sisik-sisik naga hitam di kedua lengannya pecah hancur menjadi debu energi. Tian Xue memuntahkan darah segar dalam jumlah banyak sebelum akhirnya ambruk terkapar kaku di atas tanah, kehilangan seluruh daya tempurnya.

1
Arni Arlinawati pratiwi
waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/
Arni Arlinawati pratiwi: mangga leb ok! 🤣🤣🤣
total 6 replies
Jumadil
jangan lupa mcnya ambil itu hartanya
Kausafiksi.id: 😁 tentu pasti
total 1 replies
Day Chuk
visual gambar nya coooy
Kausafiksi.id: 😁 selanjut setiap bab kedepan di usahain ada 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
hahaha mending l3nyap kan sajah dapat harta nya juga
Kausafiksi.id: tian xue seperti itu memang
total 1 replies
Day Chuk
tian xue mengerikan🫢
Kausafiksi.id: sangat dingin iya kan
total 1 replies
Day Chuk
wih sekarang ada visual gambar nya thor😁
Day Chuk
aku suka karakter lu shi, tetap bar bar
Kausafiksi.id: bayangin cantik anggun tapi bar bar😁
total 1 replies
Day Chuk
semoga menarik😁
helena
?? pasangan kh Thor?
helena: ilang deh image CEO ganteng.. 🤣 jadi CEO Kekar💪
total 7 replies
Anonim
seperti nya tian xue adalah keturuan naga agung
Kausafiksi.id: Mungkin iya mungkin tidak
total 1 replies
Anonim
apa kah mereka akan menjadi pasangan thor
Kausafiksi.id: bisa iya bisa tidak 😁
total 1 replies
Anonim
keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢
Kausafiksi.id: 😁 benar sekali kaka
total 1 replies
Anonim
Saya menyuka
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
siap thor 🙏👍 otw
Firmahadi
izin mampir bg😄
Day Chuk
sangat seru, di tunggu updete selanjut nya 🙏
Kausafiksi.id: terimakasih, di tunggu ya 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
karya luarbiasa
Day Chuk
Gokil thor, menantikan bab selanjutnya
Kausafiksi.id: sip bang👍
total 1 replies
Day Chuk
buset 🤣
Day Chuk
hahahaha mau mati malah halusinasi
Day Chuk: ia emang barbar banget😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!