NovelToon NovelToon
Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:835.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Triana mutia

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Rania Subagiyo, yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya demi biaya pengobatan ibunya

Sang pria yang bernama Galang Baskoro menikah untuk mendapatkan harta warisan, sedangkan sang pria sudah memiliki kekasih. Tetapi karena sebuah alasan dia tak bisa kembali pada saat itu

Hanya tiga bulan Rania terus meyakinkan dirinya bahwa dia harus bertahan dengan semua perlakuan kasar di rumah tersebut

Tanpa Galang sadari hatinya telah tercuri oleh Rania, sedangkan Rania benar-benar telah memberikan seluruh hatinya kepada Galang

Sang ibu yang menjadi penguat hati Rania meninggal dunia, dan kekasih Galang kembali dengan berbagai tipu muslihat, membuat Galang melakukan hal yang sangat menyakitkan bagi Rania

Sedangkan ada seorang pria lain di luar sana yang bersedia memberikan sebuah cinta yang tulus kepada dirinya

Dan semua kisah belum berakhir masih ada kejadian yang terus menimpa dalam hidupnya..


Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Bersalah

Pagi menyapa sinar mentari menyelusup di antara celah gorden kamar tersebut, Rania langsung beranjak dari tidurnya dan bergegas membersihkan diri. Dia tak ingin melakukan kesalahan lagi seperti semalam

Setelah menyiapkan semua kebutuhan sang raja dia kembali mendudukkan dirinya di atas sofa dan dengan setia menunggu sang raja terbangun dari tidurnya

Ketika alarm di ponselnya Galang berbunyi dia pun terbangun dengan sendirinya, dia melihat Rania yang sudah rapi dan sudah berdiri tegap saat dia bangkit dari kasurnya. Galang melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi dan langsung memberikan diri, tanpa menunggu perintah Rania langsung pergi ke dapur untuk membawakan sarapan ke dalam kamar

"Kening kamu kenapa non?" ucap bi Inah kepala pelayan di rumah mewah tersebut

"Aku ga apa kok bi, aku ga sengaja ke jatuh dari sofa pas lagi tidur" tersenyum getir

"Bibi tau kamu pasti bohong nona, sabar ya tuan Galang memang begitu dia sedikit dingin sedari kecil semenjak papanya meninggal dunia. Tetapi biasanya dia tak pernah bersikap kasar seperti ini"

Bi inah segera menyiapkan sarapan untuk Galang dan menyerahkan nampan yang sudah berisi makanan kepada Rania

"Ya udah ini sarapannya di bawa dulu, nanti bibi kasih obat lebam ya"

Rania meletakkan nampan tersebut dan memeluk tubuh bi Inah dengan erat dan tanpa terasa air matanya terjatuh dengan sendirinya

"Makasih ya bi"

Rania mulai melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya dia juga tak lupa meminum pil yang di berikan kepada mertuanya, lalu mulai membawa nampan yang sudah berisi menu sarapan kembali ke dalam kamar. Sesampainya di dalam kamar ternyata Galang sudah rapi dengan pakaian yang tadi dia siapkan

"Sebenarnya cowo ini ganteng banget tapi sayang sikap dia lebih cocok jadi raja neraka"

"Kenapa lo liatin gw terus? suka ya?" melepaskan senyuman terbaiknya

"Maaf tuan tapi saya ga akan berani melakukan hal tersebut"

Rania melangkahkan kakinya ke arah meja dan meletakkan nampan tersebut ke atas meja

"Kurang ajar apa maksud cewek ini? apa muka gw segitu menjijikkan sampe dia ga mau lihat gw?

Dengan perasaan yang sudah mulai jengkel Galang mulai mendudukkan dirinya di atas sofa, tiba-tiba saja emosinya lenyap dengan sendirinya melihat memar di kening Rania karena ulahnya tadi malam

"Mana sarapan punya kamu?"

"Ekh.. Apa aku ga salah dengar? tumben amat dia pake bahasa aku segala"

Galang langsung menatap ke arah Rania dengan wajah datar

"Mana sarapan kamu?"

"Maaf tuan nanti saya sarapan di dapur aja"

"Sini duduk," Galang menepuk bagian kosong di sofa

"Maaf tuan tapi sebaiknya saya berdiri aja," dengan sopan

"Aku ga suka di bantah" menatap ke arah Rania dengan tajam

Rania yang tak ingin menimbulkan sebuah masalah baru memilih untuk mengikuti keinginan Galang, dengan berat hati dia pun mendudukkan tubuhnya di samping Galang

"Ini makan" Galang menyodorkan sandwich kegemarannya kepada Rania

Rania hanya bisa membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna akan perubahan sikap Galang yang sangat jelas

"Harus habis sebelum aku selesai pake sepatu"

"Terima kasih tuan"

Galang mulai bangkit dari duduknya dan akan menuju ke ruang ganti untuk mengambil sepatunya

"Ga usah kepedean aku cuma ga mau kamu jadi kurus selama jadi pelayan pribadi aku di sini," dengan nada suara datar

"Ya ampun itu mulut kenapa tajam banget sih?"

Galang mulai melangkahkan kakinya ke arah ruang ganti dan mengambil sepatunya yang akan dia gunakan, sedangkan Rania mulai memakan sandwich yang di berikan oleh suaminya. Tanpa terasa air mata Rania keluar dengan sendirinya dia membayangkan bagaimana keadaan ibunya di luar sana, sedangkan dia bisa hidup dengan baik dan menyantap makanan terbaik saat ini

Galang yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti tanpa tau apapun hanya tau melihat Rania meneteskan air matanya, emosi Galang kembali tersulut melihat hal tersebut dengan langkah kaki yang pasti Galang menuju ke arah sofa

Byur... Galang menyiramkan jus jeruk yang berada di dalam gelas tepat ke wajah Rania

"Kenapa lo selalu tunjukkan sikap begitu di depan gw? gw cuma suruh lo sarapan kenapa lo harus nangis ..!!? " Galang berteriak sekuat yang dia bisa

"Sabar Rania, kamu harus sabar semua demi ibu"

Rania segera bangkit dari duduknya dan diam mematung

"Lo denger ga gw ngomong apa?"

"Maaf tuan"

Rania mengucapkan kata maaf walaupun dia sendiri tak tau kesalahan apa yang telah dia perbuat, yang dia tau saat itu dia hanya tak ingin Galang menjadi semakin marah. Sedangkan Galang merasa semakin kesal dengan sikap Rania

"Gw ga suka saat denger lu panggil gw dengan sebutan tuan"

Plak... Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat kembali di pipi mulus Rania, dan dari ujung bibir Rania mengalir darah segar. Dengan perasaan tanpa bersalah sama sekali Galang langsung keluar dari dalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut dengan sangat kuat

Rania masih tetap dengan posisi yang sama dan akhirnya dia tak bisa lagi menahan beban yang ada di dalam hatinya

"Akh....!!"

Rania berteriak sekuat yang dia bisa dan menangis dengan sangat hebat, satu hal yang pasti saat itu ternyata Galang masih berada di balik pintu dan mendengar teriakan Rania serta tangisan Rania yang sangat pilu

"Sebenarnya anak ini kenapa sih? kalau depan gw dia cuma bisa seperti robot dan selalu bilang iya tuan dan baik tuan, tapi saat di belakang gw dia bisa tunjukkan sikap yang berbeda"

"Kenapa juga gw ga pernah bisa kendalikan emosi gw kalo di depan dia? maaf ya"

Galang mulai meninggalkan kediamannya dan menuju ke kantor dengan seribu pertanyaan dan perasaan bersalah menggelayut di dalam hatinya

Sesampainya di kantor pun dia tak dapat menyelesaikan segala pekerjaannya dengan baik seperti biasanya, pikirannya selalu di hampiri oleh perasaan bersalah terhadap Rania

"Sebenernya gw kenapa sih?"

Semua lamunannya terbuyarkan oleh nada dering dari ponselnya , sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya

"Halo"

"Hmm.. Gimana keadaan lo sekarang?"

"Ya mau gimana lagi? gw sekarang ikutin kemauan mama gw"

"Apa Anggi pulang?"

"Bukan, gw nikah sama gadis lain selama tiga bulan"

"Wah sadis amat lo, tapi apa Anggi tau?"

"Ya tau lah, lagian mau gimana lagi dia belum bisa balik dalam waktu dekat"

"Oh.. Ya udah beberapa hari lagi gw pulang nanti kita ngobrol lebih banyak ya, sekalian gw lihat istri sewaan lu itu." tertawa lepas

"Ok.." mereka pun memutuskan sambungan teleponnya

Panggilan tersebut berasal dari Revan seorang anak sulung dari konglomerat di kota tersebut dan sahabat baik Galang, mereka bersahabat sudah sejak lama. Saat kejadian kakek dari Galang meninggal dunia Revan sedang mengurus bisnisnya yang baru di luar negeri, mereka hanya bercerita melalui sambungan telepon

Hari baru menjelang sore Galang sudah memutuskan untuk kembali ke kediamannya, karena perasaan bersalah terus menghantuinya. Dia sendiri tidak tau apa penyebab dia dapat melakukan itu semua ?

Ketika memasuki kediamannya dia langsung di sambut oleh mamanya

"Tumben sayang udah pulang?"

"Aku lagi kurang sehat mah, aku ke kamar dulu ya mah"

Galang memilih untuk berbohong

"Apa mau mama hubungi dokter Renald?"

"Ga usah mah, aku cuma butuh istirahat aja"

"Ya udah kamu istirahat dulu aja sayang ya"

Galang hanya membalas dengan senyuman dan mulai melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya, dia membuka pintu kamarnya secara perlahan dan ternyata Rania sedang tertidur di atas sofa. Galang mulai mendekati Rania dengan perasaan bersalah

Galang dapat melihat dengan jelas bekas memar di kening Rania dan di tambah lagi luka di sudut bibir Rania, hati Galang pun merasa semakin bersalah

"Maaf ya gw sendiri ga tau kenapa gw selalu jadi emosi saat liat lo nangis atau panggil gw tuan"

Galang meninggalkan Rania dan mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya sejenak tanpa membangunkan Rania terlebih dahulu, Sedangkan Rania yang sedang tertidur dengan pulas mendengar suara gemericik air langsung terjaga dari tidurnya. Dia langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna dengan perasaan takut menghampiri hatinya

"Aduh raja neraka udah pulang pas aku ketiduran, pasti bakal marah lagi. Ya Tuhan ga tau apa lagi nanti hukuman buat aku?"

Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊

Terima kasih 🤗

1
Darmawangsyah Dhamar
luar biasa .knpa baru ketemu novel begini..
Darmawangsyah Dhamar
bukan galang tapi adrian
Renova Simanjuntak
adrian,,kamu jd lakik koq,,ga jelasss giniii🤔
Darmawangsyah Dhamar
semoga tdk ada kekerasan fisik
Sur Tok
tdk lanjut, sdh malas bacanya
Darmawangsyah Dhamar: sama,malas juga.tpi semoga endingnya tdk mengecewakan.klu sampai raina jdi milik galak.maka ini akan jdi novel Kak Triana yang paling ....
total 2 replies
Jetva
si Revan ini sutradar atw apa..?? gue bingung ama ni cerita...sebenarx tokoh utama Rania apa Revan sih..??
Jetva
ini si Revan knapa aih..??
Jetva
REVAN TO LOL BIN O ON...
Shifa Burhan
ciri novel hasil dari pola pikir egois novelisnya
*pelakor dilaknat pebinor dipuja2
*jika pemeran utama pria (suami) menyakiti perasaan pemeran utama wanita (istri) adalah kesalahan fatal tapi ketika istri menyakiti perasaan suami dianggap biasa2 saja, bukan kesalahan
*kisah istri dengan peran lelaki lain diceritakan romantis tapi kisah suami dengan peran wanita lain diceritakan menjijikan
*istri ketika disakiti tegas pergi dan tidak mudah memaafkan dan mencari lelaki lain sedangkan suami ketika disakiti kayak pengemis malah dia balik yang mengemis kayak tidak ada wanita lain saja

novel ini memang disukai banyak reader wanita jablay dan egois karena karakter suami dibuat kayak lelaki bodoh dan pengemis
tapi 100% novel tidak akan disukai reader lelaki dan reader2 wanita yang menghormati dan menghargai suaminya
Raja Rosnenty
Luar biasa
falea sezi
anak dia ma istri laine mana
falea sezi
uda telat nenek, lampir knp guang trima secara galang ma istri nya dlu uda nyobain lah rania ma andrian g pernah di sentuh gk adil bgt kan
Marulak Siagian
👍👍👍👍👍
Only you
Biasa
triana 13: maaf ya kak kalau kurang memuaskan ceritanya...


karena itu baru2 belajar nulis
total 1 replies
Siti Rofiatin
Lanjut thoor
triana 13: Terima kasih dukungan nya kak


mampir kak ke cerita aku yang lain🤭🤭

ada beberapa cerita aku yang sudah tamat dan ada dua cerita yang sedang berjalan Kaka

terima kasih
total 1 replies
Eka Rauf Ginting
jdi mlas bacanya, di saat Adrian dtg rania terenggut kesuciannya,, miris bngt thor
Eka Rauf Ginting
ceritanya sllu wanita yg lemah,,murahan
Renova Simanjuntak
HAPPY ENDING...
triana 13: aku lebih suka cerita yang happy ending kak 😅
total 1 replies
Renova Simanjuntak
kpn..rania dan galang bikin anak??kan ga ada adegan tidur seranjang ama galang??
triana 13: di hari terakhir kak
total 1 replies
Idku Nursaman
padahal di saat kita sakit ada orng yg menyayangi kita bikin kita lebih semangat untuk sembuh...
triana 13: ya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!