NovelToon NovelToon
DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Dunia ini gila? Mungkin benar. Tapi kalau sudah begini, aku mending ikutan gila saja daripada pusing sendiri. Ikuti kisah konyol Bima dan kawan-kawan yang hidupnya selalu diisi kejadian tak terduga dan kelakuan yang bikin ketawa terus!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI YANG DI MULAI DENGAN SALAH LANGKAH

Orang bilang hari yang baik dimulai dengan senyum dan rasa syukur. Kalau buatku? Cukup berdoa semoga hari ini gak terlalu kacau. Biasanya sih doaku itu jarang dikabulkan.

Jam dinding baru nunjukin pukul enam lewat sepuluh, tapi suara teriakan sudah terdengar sampai ke kamarku.

“Woy Bima! Motornya pindahin dong! menghalangi jalan orang lewat!”

Aku melongok jendela dengan rambut masih acak-acakan dan mata setengah merem. Di luar sana berdiri Pak Joko sambil memegang tongkat pengaman, wajahnya bercampur antara kesal dan geli.

“Maaf Pak Joko! Tadi malam hujan deras, saya parkir buru-buru gak lihat tempatnya!” teriakku sambil lari keluar.

Pak Joko menggeleng pelan. “Nak, ingat pepatah saya: Barang ditaruh sembarangan, hasilnya kacau. Jalan pikiran dibiarkan melayang, jalannya jadi berbelok-belok. Dunia ini memang susah ditebak, tapi jangan kita bikin makin susah sendiri.”

Belum sempat aku jawab, sebuah motor berhenti di samping. Ojak melambaikan tangan lebar sambil nyengir.

“Wah pagi-pagi sudah diskusi filsafat ya? Ayo Bim, berangkat bareng! Biar lebih cepat!”

“Boleh, tapi janji hari ini jangan bikin ulah dulu ya,” kataku hati-hati.

Kami baru melaju sebentar, ketemu Nina yang sedang berjalan ke halte. Ojak langsung semangat menyapa sampai tanpa sengaja menginjak gas. Motor kami melaju mendadak ke depan, hampir menabrak pengendara di depan.

“ASTAGA!” teriakku memegang bahunya.

Untung saja selamat. Nina yang melihat itu langsung mendekat dengan wajah kesal.

“Kalian ini gak ada berubahnya! Masih pagi aja sudah bikin jantung orang copot!”

“Maaf Nin, cuma salah injak doang,” jawab Ojak santai.

“Lagian ini salah dunianya juga kenapa pedal gas dan rem ditaruh berdampingan? Bikin bingung kan?”. Lanjut ojak

Nina cuma bisa menggeleng-geleng kepala. “Dasar cari alasan. Ayo cepat, nanti telat dan kena omel Pak Harun!”

Sesampainya di kantor, Kak Dedi sudah menunggu di depan pintu sambil melipat tangan.

“Duh, kalian berdua datangnya selalu bikin heboh ya? Pak Harun udah nanyain mulu dari tadi.”

Belum selesai bicara, Pak Harun keluar dari ruangannya dengan wajah tegas.

“Bima, Ojak, Nina, Dedi! Ada paket penting harus diantar ke Jalan Anggrek Nomor 45. Harus sampai sebelum jam delapan jangan salah alamat, jangan telat, dan jangan bikin kekacauan di jalan!”

“Siap, Pak!” jawab kami serempak.

Di perjalanan, karena terburu dan mataku masih agak kabur, aku membaca alamatnya jadi “Jalan Kenanga Nomor 54”. Akhirnya kami melaju ke arah yang salah. Sampai di lokasi, mengetuk pintu, dan yang keluar malah Bang Rian dari bengkel langganan.

“Lho? Kalian cari siapa? Kok sampai ke sini?” tanyanya sambil mengelap tangannya.

Nina langsung melihat kertas alamat, lalu mendengus.

“Sudah kuduga salah baca lagi kan? Nomor dan jalurnya terbalik semua.”

Kak Dedi hanya bisa menghela napas sambil tersenyum tipis. “Sudahlah, namanya juga jalan hidup Bima.”

Ojak malah tertawa. “Lihat kan? Ini bukti dunia memang gila! Mau ke tempat A malah ketemu Bang Rian di tempat B.”

Bang Rian cuma tersenyum santai. “Memang begitu. Dunia ini gak punya peta pasti. Kalau kamu ikuti rencana dunia terus, malah sering kesasar. Kalau sudah salah jalan, nikmati saja siapa tahu justru ketemu hal yang lebih berguna.”

Saat kami hendak berbalik arah, dari seberang jalan terlihat Sari dan Rara sedang berbelanja. Rara melambaikan tangan sambil berteriak:

“Wah Bima! Sudah mulai bikin kesalahan lagi pagi-pagi ya? Nanti aku catat lagi buat bahan ledekan!”

Aku cuma bisa menggaruk kepala yang gak gatal sambil berpikir dalam hati:

Benar kata mereka. Selalu ada saja kejadian aneh, tapi untungnya gak sendirian. Ada teman, ada penolong, dan ada juga yang siap menertawakan kelakuanku. Dunia ini memang gila, tapi rasanya jadi lebih seru untuk dijalani.

1
Ananda Anggit
bagus ceritanya 👍
Wulandari Ayuningtyas: makasih😁
total 1 replies
tazayaa
semangat kakk💪💪
Wulandari Ayuningtyas: kakak juga semangat y
total 1 replies
tazayaa
bima udah pesimis aja ni doanya ga dikabulkan🤣🤣
Wulandari Ayuningtyas: wkwk karna pasti ada aja kejadian konyol kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!