NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Penyergapan di Tengah Kabut

Derak kayu dan hembusan angin laut yang mendorong layar kapal sloop Kirigakure terdengar makin jelas. Dari balik pekatnya kabut malam, lentera merah di haluan kapal patroli itu membiaskan cahaya samar di atas permukaan air laut yang tenang.

Rian memejamkan mata, memfokuskan pusat inderanya pada Kenbunshoku Haki (Basic).

Dalam benaknya, sepuluh percikan aura kehidupan terpeta presisi di atas geladak kapal sloop tersebut. Satu aura di bagian kemudi terasa agak redup—seorang juru mudi sipil. Delapan aura di geladak tengah berukuran sedang, menandakan para prajurit Genin. Dan di dekat tiang layar utama, sebuah aura dengan fluktuasi chakra yang jauh lebih padat dan tajam berdiri tegak.

Chunin Kaji.

"Jarak lima belas meter... sepuluh meter..." bisik Rian, memandu perahu kayu kecilnya meluncur tanpa suara menggunakan arus samping karang.

Saat kapal sloop Kiri melintas persis di samping celah karang tempat mereka bersembunyi, perhatian seluruh prajurit Kiri sedang tertuju ke depan—menatap kapal dagang Kapten Kenshin yang berada sekitar seratus meter di hadapan mereka.

"Sekarang, Johnny," perintah Rian singkat.

"Siap, Aniki!"

Dengan dorongan kekuatan fisik Strength 18, Johnny melompat dari haluan perahu kayu kecil tersebut. Tubuhnya melayang menembus kabut malam sebelum mendarat dengan dentuman keras di atas geladak belakang kapal sloop Kiri.

Brak!

Dua orang Genin Kiri yang berdiri dekat kemudi terperanjat hebat saat sosok pria ber kacamata hitam dan bertelanjang dada tiba-tiba muncul dari kegelapan.

"Siapa kau—"

Sebelum Genin pertama sempat mencabut kunai dari tas pinggangnya, Johnny mengayunkan katananya secara horizontal dengan kecepatan Speed 15.

Srett!

Satu tebasan berdaya hancur tinggi menghantam dada Genin tersebut hingga terlempar menabrak pagar geladak dan pingsan seketika. Johnny tidak memberi jeda; ia memutar tubuhnya dan menghantamkan siku kirinya tepat ke rahang Genin kedua, menumbangkannya ke atas papan kayu.

"Penyergapan! Ada musuh di geladak belakang!" teriak juru mudi sipil histeris seraya melompat mundur.

"Apa?!" Chunin Kaji berbalik cepat dari tiang layar utama.

Mata Chunin Kaji membelalak melihat dua anak buahnya tumbang dalam hitungan detik. Sebagai seorang Chunin berpengalaman di era Desa Kabut Berdarah, refleks bertarungnya terpicu seketika. Tangannya bergerak membentuk segel tangan (hand seals) dengan sangat cepat.

"Penyusup bodoh! Suiton: Mizurappa!" teriak Kaji seraya menyemburkan semburan air bertekanan tinggi dari mulutnya menuju ke arah Johnny.

Semburan air tajam itu meluncur membelah udara malam.

Johnny tidak mencoba menghindar. Dengan gaya bertarung liar khas pemburu buronan East Blue, ia mencengkeram gagang katananya dengan kedua tangan dan memotong semburan air tersebut secara melintang dengan tebasan kekuatan penuh.

Wush! Muncrat!

Kekuatan fisik murni milik Johnny membelah dorongan air ninjutsu tersebut menjadi dua bagian yang terhempas membasahi geladak.

"Apa?! Memotong ninjutsu dengan tebasan fisik?!" Kaji terperanjat, matanya membelalak tak percaya melihat pertahanan barbar tersebut.

Di saat perhatian Kaji dan enam Genin tersisa terfokus pada Johnny, Rian, Dogo, dan empat anggota faksi Gale telah memanjat naik melalui tali lambung sebelah kanan kapal.

"Serang!" seru Dogo seraya memimpin empat anak buahnya menahan pergerakan para Genin Kiri menggunakan formasi pertahanan kelompok yang diajarkan Johnny.

Seorang Genin Kiri menyadari kehadiran Rian dan melemparkan dua bilah kunai secara silang ke arah dadanya.

"Mati kau, Penyusup!"

Kunai meluncur cepat membelah kabut.

Rian memfokuskan Kenbunshoku Haki untuk memprediksi trajektori serangan tersebut, lalu mengaktifkan Rokushiki: Kami-e (Basic). Tubuhnya mengendur seketika seperti lembaran kain halus. Saat dua bilah kunai itu melintas, dada dan bahu Rian meliuk secara alami ke samping, membiarkan dua bilah baja itu menancap di tiang kayu di belakangnya tanpa menggores pakaiannya sedikit pun.

[Stamina berkurang: 8 → 7]

Rian melangkah maju menembus posisi Genin yang kebingungan itu, lalu menghantamkan bagian bawah kapak besi kecilnya ke leher musuh hingga pingsan.

Sementara itu, pertarungan utama di tengah geladak berlangsung sengit.

Chunin Kaji yang menyadari Johnny adalah ancaman terbesar berusaha merogoh gulungan ninja untuk melancarkan ninjutsu tingkat lanjut. "Jangan meremehkan ninja Kirigakure! Suiton: Mizukiri no Jutsu—"

"Kau terlalu banyak omong, Muka Bau!" potong Johnny keras.

Johnny tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Kaji untuk menyelesaikan segel tangannya. Dengan dorongan kecepatan tinggi, Johnny menutup jarak lima meter dalam sekejap. Katana panjangnya meluncur dalam tebasan diagonal yang sangat berat.

Kring! Krak!

Kaji mencoba menahan tebasan itu menggunakan kunai di tangan kanannya, namun perbedaan kekuatan fisik murni antara manusia biasa dan petarung dunia One Piece terlalu jauh. Kunai besi Kaji patah terbelah dua, dan tebasan tumpul sarung pedang Johnny menghantam dada Kaji dengan keras.

Bugh!

Chunin Kaji terlempar menghantam dinding kabin kapal, memuntahkan darah dan kehilangan kesadarannya seketika.

Melihat pemimpin mereka tumbang dalam waktu singkat, enam Genin Kiri tersisa kehilangan moral bertarung. Dogo dan anak buah Gale dengan cepat mengepung dan melumpuhkan mereka satu per satu di atas geladak yang basah.

Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, seluruh kapal patroli Kirigakure berhasil dikuasai sepenuhnya tanpa ada satu pun sinyal bahaya yang sempat dikirimkan kembali ke Desa Kabut.

Di tengah perairan utara yang sepi, Kapten Kenshin dari kapal dagang independen menghentikan laju kapalnya setelah melihat kapal patroli yang mengejarnya mendadak sunyi di tengah kabut.

Rian memerintahkan Dogo mengemudikan kapal patroli Kiri mendekati kapal dagang tersebut.

Kapten Kenshin—seorang pria paruh baya berkumis tebal dengan wajah tegang—berdiri di tepi pagar geladaknya, memegang lentera seraya menatap Rian yang berdiri di haluan kapal patroli Kiri dengan mantel bertudung hitamnya. Di samping Rian, Johnny berdiri santai menyandarkan pedang di bahunya.

"K-Kalian..." suara Kapten Kenshin bergetar. "Kalian melumpuhkan pasukan patroli Kirigakure?"

"Mereka tidak akan mengganggu pelayaranmu lagi, Kapten Kenshin," ujar Rian tenang dari balik tudungnya. "Pulau Ren berada di bawah pengawasan faksi Gale sekarang."

Kapten Kenshin menelan ludah, menatap tubuh Kaji dan prajurit Kiri yang sudah terikat rapi di geladak. Rasa takutnya perlahan berganti menjadi rasa lega yang teramat sangat.

"Terima kasih... Terima kasih banyak!" ujar Kenshin sungguh-sungguh seraya membungkuk dalam-dalam. "Jika pasokanku disita Kaji, toko dagangku di wilayah luar akan bangkrut! Sebagai rasa terima kasih, izinkan aku memberikan kompensasi dan menjalin kerja sama perdagangan dengan faksi kalian!"

Kapten Kenshin menyerahkan dua peti pasokan berisi material logam tempa berkualitas serta bahan obat-obatan langka, ditambah uang tunai sebesar 15.000 Ryo sebagai hadiah penyelamatan.

Rian menerima bantuan tersebut secara taktis. "Kenshin, kau bisa berlayar dengan aman sekarang. Jika kau butuh jalur perdagangan aman di sekitar Pulau Ren di masa depan, faksi Gale siap menyediakannya."

"Tentu, Tuan! Nama Gale akan selalu kuingat!" balas Kenshin sebelum memerintahkan anak buahnya menaikkan layar penuh dan melanjutkan pelayaran menuju laut lepas.

Rian dan anggota Gale menggeledah kapal patroli Kiri sebelum menyita barang-barang bernilai di dalamnya:

Uang Tunai Pajak Perasan Kaji: 15.000 Ryo.

Senjata Shinobi: 10 bilah Kunai, 20 bilah Senbon, dan 5 bilah Ninjato standar Kiri.

Demi menjaga kerahasiaan total, Rian memerintahkan Dogo dan Johnny untuk mengikat Chunin Kaji beserta anak buahnya di dalam ruang kargo kapal patroli tersebut, lalu melubangi bagian bawah lambung kapal dan membiarkannya tenggelam perlahan di jurang laut dalam perairan utara. Tanpa ada kapal yang tersisa atau saksi mata, Kirigakure hanya akan menganggap kapal patroli Kaji hilang dihantam badai laut lepas.

Setelah kembali ke Markas Tebing Barat sebelum fajar menyingsing, denting suara sistem berdenting sangat nyaring di dalam kepala Rian.

[MISSION COMPLETED: Bayangan di Atas Air]

Tujuan Misi: Lumpuhkan Pasukan Patroli Kirigakure pimpinan Chunin Kaji secara terselubung (Berhasil).

Hadiah Diterima:

+250 System Point

+100 Underworld Reputation

+50 Public Reputation (Pulau Ren)

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Naval Dominance]

Memenangkan pertarungan di atas kapal laut melawan pasukan militer resmi untuk pertama kalinya.

Reward: +100 System Point.

Rian berdiri di aula gua Tebing Barat, menyapu pandangannya pada tumpukan pasokan dan senjata baru yang berhasil di amankan.

Ia memanggil antarmuka status sistem di dalam pikirannya.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 7 Intelligence: 14

System Point: 450 SP (100 + 250 + 100) Reputation:

Public Reputation: 150 (Pulau Ren)

Underworld Reputation: 100

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (20)

Ninjato Standar Kiri (5)

Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (2)

Uang Tunai: 63.200 Ryo (33.200 + 15.000 + 15.000)

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Timur)

Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Dengan total 450 System Point dan 63.200 Ryo di tangannya, faksi Gale kini telah mengamankan kendali penuh atas Pulau Ren tanpa memancing kecurigaan Desa Kabut.

Rian menatap layar Shop yang mengapung di pandangannya, bersiap memperkuat kemampuan fisiknya sendiri dan memperluas skala organisasinya ke kepulauan Negara Air yang lebih besar.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!