NovelToon NovelToon
Belle Dan Cinta Pertamanya

Belle Dan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan - jalan.

Selesai sarapan dan drama tanda merah dileher Hugo sudah selesai, saat ini mereka sekeluarga akan jalan - jakan ke tempat wisata. Beni ajudan Hugo sudah kembali ke Jakarta sehari setelah ibadah. Dia di antar oleh Hein waktu, pergi bekerja. Karena ada urusan keluarga yang mengharuskan dia hadir, makanya Hugo mengijinkan.

Yang mau mereka kunjungi pertama adalah bukit doa. Belle menikmati sekali. Dijelaskan oleh papa membuat daya tarik tersendiri buat Belle. Sedangkan Hein sedang melapor hasil semalam. Dan betul itu ulah Siska.

"Harus kasih efek jera kak."

"Kakak ngak mau, Belle istri kakak tahu apa maunya Siska."

"Kakak ngak ada perasaan sama dia kan??"

"Ngak Hein. Bahkan pada almarhumah juga tidak. Kamu tahu kan masalahnya."

"Iya. Dan kita berdua sudah selesaikan masalah itu."

"Apa rencanamu. Saya sudah membuat laporan dan menyerahkan bukti - bukti CCTV ke polres Tondano. Mungkin surat penggilan hari ini dia terima."

Siska yang ketakutan, waktu polisi datang ke kampus dan memberikan surat panggilan. Dia langsung menghubungi Tinus saudara sepupunya.

"Ide kamu jadi harus bertanggung jawab." Siska semakin ketakutan. Sampai mata kuliahnya hari ini, dia hanya memberikan tugas untuk di kerjakan. Dia langsung pulang dan menemui saudara sepupunya yang ada bersama dia malam itu.

"Sepertinya Hugo tidak main - main. Kamu juga kenapa sih masih bertahan pada perasaan sebelah pihak."

"Aku sayang dia."

"Tetapi dia tidak. Kamu itu cantik sukses juga. Punya pekerjaan. Apa yang kurang."

Sementara itu keluarga Tandean bersama menantunya masih jalan - jalan. Mereka juga mengunjungi tempat - tempat indah di Tomohon sebelum pulang ke rumah. Rencananya Hugo dan Belle akan ke kota Manado dan bermalam di hotel. Belle ingin berenang di Bunaken. Sebelum kembali ke Jakarta.

Di Tomohon, Mereka hanya menikmati kopi dan kue - kue serta foto - foto. Belle senang, karena kebersamaan ini. Ketika mereka berlima jalan. Mereka mengira bahwa Belle adalah adik bungsu dari Hugo dan Hein. Sore baru mereka pulang dan menikmati sore hari di pingiran danau tondano dan ada tempat pemandian air panas di Remboken. Belle berendam, dia merasa badannya enak sekali setelah seharian berjalan - jalan.

"Sayang.... cukup sudah mau gelap."

Hugo sudah datang dengan kimono handuk besar dan tebal. Dan membantu istrinya membersihkan diri di kamar mandi yang ada air hangatnya. Setelah mengenakan pakaian dalam, Belle hanya menggunakan kimono tadi lagi, karena baju luarnya kotor semua.

Besoknya Belle dan Hugo sudah pamit kepada kedua orangtua mereka. Karena tiga hari di Manado selesai berlibur mereka akan langsung pulang ke Jakarta tidak balik lagi ke Tondano.

Siska sudah memenuhi panggilan polisi, sebagai warga negara yang baik. Setelah di introgasi Belle mengakui perbuatannya. Namun dia hanya menanda - tangani surat pernyataan yang menerangkan bahwa dia tidak mengulangi perbuatannya. Jika terulang dan di laporkan maka akan di proses secara hukum.

Sementara Hugo dan Belle bersama Hein sudah sampai di Manado dari pagi hari. Selesai Hein apel pagi, baru dia mengantar kedua kakaknya ke hotel yang sudah di booking. Melapor di resepsionis dan menuju kamarnya. Di hotel ini ada paket berlibur ke pulau bunaken. Hein di kota Manado dia kos. Hari Jumat sore baru dia pulang ke Tondano sampai senin pagi kembali lagi.

Sudah dua hari Belle berenang di Bunaken. Kulitnya sudah terbakar merah. Seperti orang - orang Bule asia. Orang Korea atau orang China. Sama seperti Hugo juga.

"Kak, hangus sekali."

"Bagaimana tidak hangus, dua hari kita disana. Kakak iparmu suka sekali."

"Besok ade jemput jam setengah delapan."

Kagetnya Belle dan Hugo melihat mama dan papa datang ke restoran di mall. Belle berdiri dan memeluk mama dan papa mertuanya.

"Jam berapa ke sini ma, pa??"

"Sore tadi, mama mau antar kalian berdua berangkat."

"Mama ikut Belle ke Jakarta aja."

"Nanti papa sama siapa?? Selesai panen saja ya nak." Belle tersenyum. Ternyata mama mertuanya tidak mau meninggalkan papa mertuanya sendiri.

"Kamu lihat itu sayang, mana mau mama tinggali cintanya."

"Mama takut papa di sukai janda - janda di kampung."

"Emang papa berani??"

"Mana berani." Papa mengodai mama dengan bercanda tadi. Kami semua tertawa. Tetapi beberapa hari bersama mertuanya. Belle melihat bahwa sikap sweet Hugo diturunkan dari papanya yang selalu meratukan mama mertua. Hal ini yang di rasakan Belle, diratukan oleh Hugo suaminya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!