Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Sesudah makan siang adalah jadwal Kailendra melalukan terapi pertamanya. Tentu saja banyak drama karena Kai masih tidak percaya kepada Lynn.
"Sampai kapan pun aku tidak akan mengikuti perintahmu, lebih baik kau pergi dari sini secepatnya" Kai memutar kursi rodanya untuk kembali ke kamarnya, namun Lynn dengan cepat menahannya.
"Lepaskan, jangan membuat kesabaranku habis, kau fikir aku tidak berani melawan wanita?" ucap Kai sambil mencengkram pergelangan tangan Lynn dengan kuat tapi Lynn tidak bergeming.
"Harusnya itu kata-kataku untukmu, jangan menguji kesabaranku" ucap Lynn dingin sembari melepaskan cengkraman Kai.
"Sial perempuan ini kuat sekali" ucapnya dalam hati.
"Ayo kita mulai" ajak Lynn.
"Jangan harap, pergilah, semua dokter hebat dan berpengalaman di negeri ini sudah menyerah, apalagi kau dokter bau kencur" Ucap Kai meremehkan Lynn.
"Kecuali kalau kau adalah suruhan ketiga manusia itu untuk memperburuk keadaanku, itu hal yang paling masuk akal saat ini" ujarnya lagi.
Lynn melongo mendengar ucapan Kai. Plaak.. Sebuah pukulan mendarat di lengan pria itu yang membuat Kai meringis kesakitan.
"Aww... Dasar perempuan gila, apa yang kau lakukan?"
"Jangan suudzon jadi orang, fikirannya negative terus, makanya susah mau sembuh juga gak ada keinginan dari dalam diri sendiri. Punya bukti gak kalau yang bikin kamu kaya gini orang tua sama saudara kamu?"
"Mereka bukan orang tua dan saudaraku. Di dunia ini mereka adalah orang paling bahagia melihatku terpuruk". Lynn menghela nafas panjang. Kasian sekali pria di hadapannya ini.
"Kau hanya percaya hal yang ingin kau yakini, tapi kau lupa kadang tidak semua hal yang kita yakini sesuai dengan kenyataan. Kalau meyakini sesuatu sesuai asumsi mu sendiri ya sudah lah lakukan sesukamu, anggap motivasi untuk sembuh dan membalas mereka semua"
Kai menatap Lynn.
"Ternyata kau bisa berkhianat juga" ucapnya sinis.
"Dimana sisi berkhianatnya Saepulloh? Kadang-kadang ente ya jalan fikirannya gak masuk sama manusia normal, gak nyampe otak gue" sewot Lynn.
"Berarti kau yang bodoh" cibir Kai.
"Bukan gue yang bodoh tapi otak lu yang tersesat. Perlu lu tau ya, tugas gue itu di sini cuma satu, yaitu nyembuhin lu secara lahir dan batin terus ngambil duit upah gue, senang-senang deh. Udah sesimple itu, kok malah lu yang ribet sih?" tidak ada lagi panggilan sopan 'anda atau kamu'. Lynn udah habis kesabaran menghadapi Kai. Mana kesabaran Lynn kaya tissue basah yang dibagi 7, kalau gak inget duitnya mah niscaya Lynn sudah pergi dari sana.
"Nih ya gue bilangin sama lu, jangan terus menyesali yang udah terjadi, aura lu gelap, makin gampang aja tuh makhluk item di kamar lu buat gangguin lu sampe lu gak bisa tidur terus lama lama kesehatan lu makin drop" Kai yang mendengar ucapan Lynn sontak terlihat sangat terkejut. Dari mana gadis itu tahu mimpi buruk yang selama ini dia alami. Belum sempat bereaksi apapun, Lynn langsung mendorong kursi roda Kai menuju ruang latihan khusus.
"Lu tenang aja, gue juga bakal beresin 'mereka' semua. Tapi tetep bayarannya mambah soalnya ini gak ada dalam perjanjian, tapi tenang gue mintanya ma ortu lu bukan sama lu" ujar Lynn lagi tapi Kai nampaknya masih memikirkan hal yang tadi Lynn ucapkan. Setibanya di ruang latihan Lynn langsung menyingkirkan selimut yang menutupi kaki Kai. Tentu saja Kai menolak akhirnya terjadi lah tarik menarik selimut antara dua orang tersebut. Kai benar benar membuat kesabarannya habis.
"Lu mau nurut atau 'itu' lu gue remes?" ancam Lynn. Kai sontak melepaskan selimut itu dan langsung menutupi area 'pusaka' nya dengan kedua tangan.
"Dasar cewek gila lu, cewek mesum, dokter stress, awas gue bakal bikin lisensi lu dicabut" ancamnya dengan wajah memerah menahan malu. Sedangkan di luar ruangan Bi Wati dan Alan mencoba sekuat tenaga menahan tawa mereka.
"Akhirnya ada yang berani melawan tuan muda ya hihihi" bisik bi Wati.
"Iya bi, walau bikin tuan muda emosi tapi Alhamdulillah tuan muda dengan marah-marah kaya tadi malah terlihat lebih hidup dan manusiawi, biasanya cuma ngomong satu atau dua kata doang" jawab Alan yang diangguki oleh Bi Wati.
"Kalau mau bales gue, lu harus sembuh dulu makanya" Ujar Lynn sambil memeriksa kaki Kai dengan wajah seriusnya.
"Apa kau bisa merasakan sesuatu?" tanya Lynn sambil menekan beberapa titik pada kaki Kai. Bukannya menjawab, Kai malah asyik memandangi yang terlihat sangat cantik dengan muka seriusnya. Tapi ia langsunh tersadar dan salah tingkah ketika Lynn balas menatap matanya.
"Ehmm.. Apa katamu?"
"Apa kau tidak merasakan apapun?"
"Tidak, sudah mati rasa sama sekali". Lynn pun mengangguk. Dia kembali menekan beberapa titik di kaki Kai.
"Shhh....." Tanpa sadar Kai meringis menahan rasa ngilu pada bagian yang ditekan Lynn.
"Apa yang kau rasakan?"
"Ngilu dan sedikit sakit" jawab Kai. Kesadaran Kai kembali. Ini pertama kalinya dia bisa merasakan reaksi pada kakinya. Jantunganya berdegup kencang. Bi Wati dan Alan yang mendengarkan dari luar langsung masuk ke dalam.
"Alhamdulillah den, bibi yakin aden pasti sembuh, bibi gak pernah seyakin ini sebelumya" ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"Amminn." balas Alan. Lynn melanjutkan memijat kaki Kai. Dengan telaten gadis itu melakukannya sedikit demi sedikit sambil mengamati reaksi Kai.
"Hari ini cukup, besok kita lanjutkan kembali. Bi tolong rebus bahan yang tadi saya kasih ke bibi kurang lebih 20 menit kalau sudah hangat tolong kasih ke tuan Kai" Ucap Lynn ketika melihat Kai bercucuran keringat.
"Baik non, bibi bikinin sekarang" jawab Bi Wati antusias.
"Takarannya airnya udah tau kan bi?"
"Aman non, Bibi ke dapur dulu ya"
"Makasiih Bi" ucap Lynn dengan senyum indahnya yang bisa menghipnotis siapa saja yang melihatnya, termasuk Kailendra.
"Alan tolong bantu tuan Kai istirahat,'
"Baik nona, permisi" Alan segera mendorong Kursi roda Kai menuju kamarnya. Tenaga Kai terkuras habis, dia butuh istirhat.
"Tidur saja di kamar tamu jangan di kamar atas" Alan hendak bertanya namun ia urungkan melihat wajah Lynn.
"Lakukan saja, percaya lah aku tau apa yang aku lakukan" tambahnya lagi. Alan setuju. Benar saja begitu sampai di ruang tamu, Kai langsung tidur nyanyak. Selama ini Alan tahu bahwa Kai mengalami insomia parah tapi ia tidak tahu harus berbuat apa.untuk menolong Kai.
Selama lebih dari satu jam Kai terdur. Begitu ia bangun badannya menjadi lebih segar. Sudah lama sekali dia tidak mengalami tidur layak. Mungkin malam ini Kai juga akan tidur di sana, mungkin gangguan itu tak akan muncul.