20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Jua berjumpa
satu Minggu berlalu sudah audit internal di divisi keuangan. Divisi purchasing sudah di kuliti oleh sang auditor. Rasanya yunia ingin sekali healing, nyalon lanjut shopping, namun apalah daya situasi dan kondisi belum kondusif. Maha Patih pak Adam masih pasang mode Senggol Bacok, ingin sekali yunia rasanya menyiram kepala pak Adam dengan air es sebaskom, agar reda emosi pak Adam terhadap yunia.
pesan dari Danang pun tak jua muncul di aplikasi WhatsApp yunia. Lengkap sudah sepi yang di rasa mau mulai duluan flirting, ga punya energi rasanya. Karena SP 1 sudah terbayang di depan mata.
ketika yunia sedang di mushola, Dewi dari tim GA datang solat, mereka pun ngobrol sebentar.
Dewi : kusut amat tu muka, pake pelicin dong biar glowing tu
yunia cuma bisa nyengir sambil bergumam: "Duh dew kalo bisa glowing cuma pake pelicin, udah gw borong noh Rapika hihihi".
Dewi : " itu audit betah banget ya dimari, sekarang doi lagi ngubrqk Abrik GA tu, nyari-nyari kesalahan tim GA, masak gegara form perbaikan ga ada tanggal aja jadi perkara
Yunia : "masih mending itu dew, lah gue dikatain pembelian fiktif gegara notanya masih pake nota lama sementara form purchase order gue udah pake nama toko yang baru, dan yang bingkil jengkel nya doi nyalahin tim Purchasing. Si Maha Patih murka ke gue".
Dewi : " gini amat ya Yun nasib jadi keroco".
Yunia : " padahal kan kalo ga ada kita yang keroco ga bakal ada top manajer kayak modelan Maha Patih yang sekaran.
Dewi cuma bisa nyengir kuda mendengar celoteh yunia.
Dewi : " eh Yun, bukannya Lo kuliah ya, berarti selama ada si auditor Lo cuti kuliah?
Yunia : "Kebagusan amat gue cuti bela-belain auditor wi, kagak gue cuma izin doang ke dosen, bilang di Kantor lagi ada pemeriksaan auditor internal".
Dewi : "Alhamdulillah ya ya dosen Lo pada ngerti",
Yunia : " ya ga lah dew, gue tetap harus ngumpulin tugas, sama tar ikut ujian susulan".
"hahahaah gue kira Lo bakal di kasih dispensasi", ujar Dewi.
"Lo kira gue anak pejabat ",sahut yunia.
Tiba - tiba Pak Adam masuk juga ke mushola dan langsung ngasih khutbah ke yunia dan Dewi :" kalo udah selesai solat lanjut makan nasi, ga bakal kenyang kalo kalian makan angin di sini".
Dewi dan yunia pun saling pandang dan kompak jawab : "baik pak permisi".
Sampai di lorong pantry, yunia pun berbisik: "duh ya dew itu pak Adam lidahnya tajem kayak silet, kayaknya dia tiap malem rajin ngasah lidah, bukannya tahajud minta jodoh".
Kontan Dewi tertawa keras mendengan bisikan yunia. Sampe se isi pantry melihat mereka berdua.
sore pukul 16.00 wib, di saat yunia bersiap-siap pulang. Tiba - tiba pak Adam datang menghampiri dan berkata :" kamu mau ke mana udah rapih-rapih meja"?
Yunia sambil nyengir dan menjawab :"eh bapak, saya lagi siap-siap mau pulang pak" .
Pak Adam :" yang nyuruh kamu pulang siapa? Kamu ikut closing audit hari ini"
Yunia pun menjawab : "baik pak".
dalam hati yunia menggurutu : "ya Allah baru juga mau pulang makan seblak malah di ajak closing audit".
Pukul 19.00 wib, semua divisi berkumpul di ruang meeting. Namun yang membuat heran yunia, semua divisi yang hadir hanya supervisi nya saja tidak ada yg staff seperti dia.
Dalam hati yunia pun membatin :"dasar si Adam sialan, ini ngapain bawa-bawa gue yang lain ga ada yang bawa staffnya.
namun Alhamdulillah ternyata temuan di tim purchasing hanya diberikan peringatan tidak dijadikan temuan. Dikarenakan nilainya tidak material.
Akhirnya walopun kesal dan dongkol dengan pak Adam yunia dapat pulang dengan hati tenang. Walopun gagal nyeblak 😄