transmigrasi seorang anak yang rajin
yang ingin menjadi seorang dokter hewan,tapi karna kecelakaan dia terbunuh,lalu dia terlempar ke dunia dimana para penjinak monster ada.
sketika kerajinannya berubah menjadi malas,dia tidak mau adanya masalah
apakah dia berhasil menjadi tamer terkuat dengan sifat malasnya, atau dia akan terus bermalas-malasan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang Penguasa Langit Malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesuatu yang membuat kesal
*MONSTER TAMER*
Pertandingan terus berlanjut di arena, mereka terus menerus beradu serangan. Dan satu ketika, Linda vs Melfi dimenangkan oleh Melfi.
Pertarungan selesai, pemenangnya adalah Melfi sang Tamer dengan monster kualitas Raja.
Dari semua penonton ada yang mau lawan Melfi nggak? Tanya Pak Loki.
"Gila itu Singa Gerhana dan bintangnya udah 2 loh, kualitasnya juga Raja, apa ada yang mau lawan gue sih? Nggak mau" ucap salah satu murid.
Seseorang mengangkat tangan, dia Huroi.
"Pak aku mau menantang Melfi" ucap Huroi.
"Baiklah, Huroi segera masuk arena" ucap Pak Loki.
Lalu Huroi pun masuk ke arena, di sana terlihat Melfi yang sedikit kesal.
"Sialan kenapa kau maju, kau gak ingin gue menang ya?" ucap Melfi.
"Ho..ho, tidak ada yang bisa menolak hadiah itu" kata Huroi.
"Woe Huroi, mereka kan gak ada yang angkat tangan. Gue aja yang angkat tangan" ucap gue di luar arena sambil makan semangka.
"Terus, apa kambingmu ingin menantangnya? Jelas nggak kan?" ucap Huroi.
"Ya udah keluarin monster mu, gue mau lihat" ucap gue di luar arena sambil makan semangka.
"Kalau gitu, murid Huroi, murid Melfi, kalian berdua keluarkan monster kalian" ucap Pak Loki.
"Baiklah" ucap keduanya serempak.
"Keluarlah, Naga Putih" ucap Huroi.
Nama: Naga Putih
Kualitas: Jenderal
Bintang: 2 Biru
Atribut: Air
Skill:
Raungan Naga Air, raungan yang membuat musuh terintimidasi dengan ruangannya, dapat membuat musuh ketakutan dan menurunkan serangannya.
Ombak Lautan, serangan yang bisa memanggil ombak dari laut, serangan ini sangat kuat apalagi melawan atribut api.
Badai Kehancuran, serangan memanggil gulungan ombak dan angin tornado, serangan ini mampu membuat arena terendam air. Saat serangan lain yang beratribut air digunakan, damage akan bertambah 2X lipat.
Hujan Deras, meningkatkan serangan air dan memperkuat tubuh.
Semburan Naga, nafas naga yang membuat monster membeku, serangan ini memiliki damage yang gila apalagi saat berada di area air. Serangan ini membuat penggunanya menyemburkan nafas, namun stamina akan banyak terkuras.
Kelemahan: sisik yang terbalik, serangan dari naga petir, dan ekornya.
"Gila itu monster bintang 2 biru, itu gila, apa dia tokoh utamanya?" ucap salah satu murid.
_Hoy sialan aku ini tokoh utamanya tapinya gitu. Gue males abis_
"Wow monster mu gila, eh bentar lu itu tuan muda dari keluarga Agena ya?" tanya Melfi.
"Loh lu kok tau?" balas Huroi bingung.
"Pantes dia udah jadi Tamer menengah, ternyata dia tuan muda, dari keluarga Agena lagi, pantes gokil" ucap para murid.
Oh ya keluarga Agena adalah salah satu dari 3 keluarga besar.
Agena, pedagang yang super kaya, semua material harus melewati keluarga itu dulu baru boleh di jual belikan.
Haoul, keluarga yang memonopoli keuangan, keluarga ini yang membuat mesin ATM.
Keluarga Saton, keluarga ini yang memiliki banyak sekali Tamer monster, dan sekolah ini dibangun dengan dana keluarga itu. Namun minusnya orang yang berbakat pasti mereka yang ambil. Lawan keluarga itu, sama aja dengan cari mati. Di keluarga itu ada 5 Tamer tingkat Raja, dan memiliki kekuatan yang sangat besar dari kedua keluarga itu, dan keluarga itu juga yang mengolah tentara.
Paham kan? Kalau paham kita lanjut sambil makan semangka.
"Murid Melfi keluarkan monster mu" ucap Pak Loki.
"Baik Pak, keluarlah Singa Gerhana" ucap Melfi sambil mengeluarkan monster miliknya.
Nama: Singa Gerhana
Kualitas: Raja
Bintang: 2 Putih
Atribut: Belum diaktifkan
Serangan:
Aura Raja, aura yang membuat lawan gentar dan bisa menurunkan serangan.
Raungan Gerhana, raungan yang bisa membakar apa pun dengan panasnya api gerhana.
Pembakaran Gerhana, serangan yang bisa membakar apa aja di jalurnya, serangan ini akan membuat monster lawan terkena efek pembakaran berkelanjutan.
Kelemahan: air, dan kotor.
"Wow Raja yang takut kotor benar-benar menarik" ucap gue sambil menutup skill.
"Eh Amir bilang apa, takut kotor, hehe itu menarik" gumam Huroi.
"Apa yang kau gumamkan?" tanya sinis Melfi.
"Udah udah, kita mulai aja" ucap Pak Loki sambil memulai pertandingan.
"Serang dari mana saja, singa gue setara tingkat bintang kuning" ucap Melfi meremehkan.
"Ho, itu menarik. Naga Putih gunakan Hujan" ucap Huroi.
Lalu seketika awan pun menjadi gelap, tetesan air pun mulai turun. Singa Gerhana panik dan berlari melingkari lapangan.
"Singa Gerhana ada apa denganmu?" ucap Melfi bingung.
"Iyalah, singa kan sejenis kucing. Sejak kapan kucing gak takut air?" ucap gue sambil masih memakan semangka.
"We Amir lu mengejek gue ya?" ucap Melfi.
"Eh aku kan cuman makan semangka, kenapa jadi mengejekmu? Lu agak miring ya?" ucap gue sambil mengangkat jari tengah.
"Ahah" Huroi ketawa ngak.
"Lu kenapa tertawa?" ucap gue kesal.
"Gak gak cuman lucu saja, monsternya kayak gitu malah cari pelampiasan" ucap Huroi.
"Lu ngeremehin ya? Singa Gerhana gunakan Pembakaran Gerhana" ucap Melfi.
Seketika singa itu pun menghantam tanah dan dari tanah itu keluarlah pilar-pilar api. Pilar itu langsung mengejar Naga Putih.
"Naga Putih, gunakan serangan Ombak" ucap Huroi.
Naga itu menari di atas langit, dan dari tarian itu muncullah ombak yang sangat besar. Serangan itu mengarah ke arah Singa Gerhana, namun Singa Gerhana itu menghindarinya dengan panik, takut kalau bulunya jadi kotor.
"Singa mu sedang menari ya?" ucap sinis Huroi.
"Sialan kau, Singa Gerhana keluarkan Aura Raja" ucap Melfi.
Seketika singa itu mengaum dengan keras. Raungan dilawan dengan raungan. Naga Putih gunakan Raungan Naga, perintah Huroi.
Seketika Naga Putih itu meraung. Kedua raungan itu saling bertabrakan, tidak ada yang mengalah, keduanya sama-sama kuat. Tapi karena kualitas Singa Gerhana lebih tinggi, raungan itu pun dimenangkan Singa Gerhana. Raungan singa itu langsung mengarah ke Naga Putih. Seketika Naga Putih terkena nerf, serangannya menurun drastis.
"Sialan, kekuatan kualitas Raja gak bisa dianggap remeh. Kalau gitu Naga Putih terbang tinggi, dan terus gunakan Hujan" ucap Huroi.
Naga Putih itu terus naik ke atas, sekarang dia berada di ketinggian 10 km. Setelah cukup tinggi naga itu terus menggunakan hujannya, sehingga lapangan menjadi banjir. Singa itu makin panik, dan mengaum layaknya kucing.
"He Singa Gerhana!" ucap panik Melfi.
"Ajir arenanya jadi banjir, gimana perbaikannya nanti?" ucap Guru Loki sambil memanggil monster terbangnya.
"Huroi itu licik sialan" ucap Melfi sambil mendongak ke atas.
"Kok licik? Itu kan teknik monster jadi gak licik kan?" ucap Huroi.
"Lihat naga itu terbangnya tinggi banget, sehingga singa itu gak bakal bisa menyerang naga itu, ditambah lagi singa itu kayak takut air" ucap para murid.
"Sialan gimana ini?" ucap bingung Melfi.
"Udah nyerah aja" ucap Huroi.
*POV berganti ke gue, benar ke gue*
"Sialan arena jadi banjir, gue cari monster aja" ucap gue menuju hutan.
Ding... Ding...
Selamat tuan mendapat misi dari Sistem Pemalas ini, notif sistem.
"Hade males ah, kenapa ada misi sih?" ucap gue mendecih.
Ding...
Misinya adalah, carilah sebuah tanaman atau material evolusi.
Jika misi berhasil tuan rumah akan mendapat tempat kosong, tempat ini memiliki banyak alat dokter hewan, dan anda juga akan mendapat skill baru, skill keahlian dokter hewan.
Kegagalan misi, akan membuat tuan rumah terus mengerjakan misi, dan tidak ada tempat untuk bermalas-malasan, notif sistem.
"Eh tunggu, tempat dokter hewan? Sistem lu curang, kenapa keinginan gue muncul sebagai hadiah sistem?" ucap gue kesel.
Ding...
Dikarenakan tuan rumah ingin menjadi dokter hewan dan tuan rumah tidak punya uang, makanya sistem memberi misi dengan hadiah tempat gratis, mantap kan? Notif sistem.
"Baiklah aku terima misi ini, demi cita-cita menjadi dokter hewan" ucap gue bersemangat.
Aku pun terus mencari bahan evolusi. Sore pun berlalu dan aku berhasil mendapat banyak tanaman, dan material evolusi yang kudapatkan: 50 kristal atribut api, 50 kristal atribut air, 50 kristal atribut tanah, 50 kristal atribut gelap dan terang, 10 ons tanaman petir, 10 ons tanaman api, 50 ons tanaman penyembuh.
"Sistem aku dapat material lumayan banyak, tapi kenapa ya tidak ada monster yang kelihatan? Apa karena duel mereka berdua?" ucap gue sambil mendongak ke arena, di sana kedua monster itu terus bertarung.
Ding...
Selamat tuan rumah berhasil menyelesaikan misi, ding selamat anda mendapatkan tempat dokter hewan, ding selamat tuan rumah berhasil mendapatkan skill dokter hewan/dokter monster.
Skill dokter hewan: Dapat melihat dan mendiagnosis monster, skill ini juga bisa melihat keinginan monster, dan skill ini juga bisa melihat material apa aja yang dibutuhkan untuk evolusi, notif sistem.
"Lumayan dapat skill dan bangunan yang berguna. Gue bisa jadi dokter hewan di dunia ini. Tapi gue serasa menipu diri sendiri, yang harusnya belajar dengan keras sekarang dapat instan. Dada gue sesak karena sistem ini, sialan" ucap gue putus asa mengingat kegigihan gue belajar menjadi dokter hewan.
Ding terdeteksi monster tingkat bencana, ding... tuan rumah harus lari, ding... monster berada di 5 km di depan... ding 3 monster lain terdeteksi, ding monster berjarak 5 km... peringatan sistem.
"Sialan kenapa ada monster tingkat bencana, sial... bener bener sial. Tapi tunggu 3 monster berada di jarak yang sama... jangan-jangan, daripada penasaran mending lihat. Oy sistem lu punya fitur penyembunyian keberadaan nggak?" tanya gue.
Ding... Sistem punya skillnya, harganya 1.000.000 poin sistem, notif sistem.
"Poin sistem apa tu?" tanya gue.
"Poin sistem adalah mata uang sistem. Poin sistem dapat ditukar dengan material yang ada di shop sistem, material, skill dan bukan alat dokter hewan juga ada" balas sistem.
"Gimana cara dapetin poin?" tanya gue lagi.
"Poin sistem dapat diperoleh jika tuan rumah membunuh monster atau menjinakkan monster kualitas Raja" notif sistem.
"Membunuh monster dan mengontrak monster, itu merepotkan. Tapi gue ingin lihat material dan peralatan apa aja yang ada di shop sistem" balas gue.
"Saat ini tidak bisa membuka shop sistem dikarenakan tuan rumah tidak memiliki poin" notif sistem.
"Sistem bisa pinjam skill menghilangkan keberadaan nggak, sekali aja sistem. Gue penasaran lihat 3 monster tersebut" ucap gue.
Ding... Karena tuan rumah bersikeras, sistem akan memberi anda kesempatan 1 hari, tapi tuan rumah akan menjalankan 3 misi dari sistem setelah peminjaman, gimana mau nggak? Tanya sistem.
"3 misi ya, gapapa daripada penasaran, cuma 3 misi aja" ucap gue.
Ding... Tuan rumah berada di keadaan senyap, tidak ada monster yang bakal melihat tuan rumah selamat 1 hari penuh, notif sistem.
"Mantap, kalau gitu ayo ke sana. Kambing Tanduk Putih muncul, bawa gue ke sana. Tenang gak ada monster yang bisa melihat kita kok" ucap gue.
Gue pun naik kambing gue dan dia pun melesat ke arah 3 monster tersebut. Tak lama kita pun menemukan mereka. Di sana ada 3 monster:
Nama: Singa Vulkanik, Kualitas: Raja, Bintang: 4 Merah, Level: 5, Atribut: Api, Status: Akan evolusi.
Serigala Darah, Kualitas: Raja, Bintang: 4 Merah, Level: 5, Status: Akan evolusi, Atribut: Api.
Harimau Lava, Kualitas: Raja, Bintang: 4 Merah, Level: 5, Atribut: Api, Status: Akan evolusi.
"Eh tunggu kok ketiganya mau evolusi? Bentar tanaman apa itu?" ucap gue melihat tanaman itu.
Nama: Rumput Dewa Api.
Manfaat: Dapat membuat monster melakukan evolusi, persyaratan: monster bintang 4 merah pertengahan, atribut api. Tanaman ini bakal membuat monster atribut api berevolusi ke bintang 5, level harus 5.
"Tunggu, bukannya level 10 baru bisa naik ke tahap berikutnya ya? Kenapa masih di level 5 akan berevolusi ke bintang 5 merah?" ucap gue bingung.
Ding... Karena tuan rumah hanya bisa melihat hingga level 5, tidak bisa di atas level 5, karena skill mata Anda masih di level 1, notif sistem.
"Berarti mereka bertiga sudah berada di level 10 ya?" tanya gue.
"Yup benar" jawab sistem simpel.
Lalu ketiga monster itu terus bertarung, sehingga hanya menyisakan 1 monster yaitu Harimau Lava. Lalu harimau itu mulai berevolusi di hadapan gue.
"Gila harimau itu makin keren. Kalau harimau itu jadi satpam di toko gue nanti, aku bisa santuy ngerawat monster tanpa khawatir, hehe" ucap gue seringai.
Ding... Serigala Darah dan Singa Vulkanik berada di keadaan kritis, ding... tuan rumah bisa menjinakkan mereka dan sistem bakal merawat mereka hingga sembuh, notif sistem.
"Ha... lu gila ya sistem, kalau gue menjinakkan mereka, ntar kalau ketahuan gue bakal jadi sasaran empuk. Itu membuat gue makin malas jadi kuat" ucap gue kesel.
Ding... Misi baru: Jinakkan Singa Vulkanik dan Serigala Darah. Hadiah 2 misi akan dipotong, dan tuan rumah bakal menerima 2 slot monster lagi. Gimana enak kan dengan sistem Pemalas ini? Notif sistem.
"Itu worth it sih, bisa menghilangkan 2 misi lainnya mantap. Dan saat gue jinakkan keduanya, bakal gue gabung sama Serigala Berbulu Domba. Gue harap jadi kualitas sama agar bisa malas-malasan, hehehee" ucap di pikiran.
"Baiklah sistem gue terima" ucap gue semangat.
"Bagus" notif sistem.
Lalu saat Harimau Lava pergi gue pun mendekati keduanya. Gue sedikit panik tapi gue terus melangkah. Aku melihat keduanya sekarat dan hanya menyisakan 1 HP aja. Aku menempelkan kedua tangan gue di kening mereka berdua, lalu membuat kontrak. Tak lama waktu pun berjalan cepat, sore jadi malam. Proses itu membuat gue pegal, dan saat dini hari akhirnya prosesnya berhasil.
Ding... selamat tuan rumah berhasil menjinakkan monster tingkat Raja, ding... selamat tuan rumah mendapat 100 poin, ding poin tuan rumah adalah 200, ding anda mendapat 2 slot tambahan, slot tuan rumah tersisa 2, ding selamat 3 misi bakal dihapus, ding selamat tuan rumah menjadi Tamer tingkat Raja, ding selamat, tuan rumah berhasil mendapat skill Fusion, skill ini membuat tuan rumah dan monster jinakan nya menyatu dan bisa melepas penggabungan sesuka hati, notif sistem.
"Mantap" ucap gue.
Lalu aku pun mengaktifkan skill penggabungan monster.
"Eh tuan rumah mau apa?" tanya sistem.
"Hahaha" ucap gue mulai menggabungkan Serigala Berbulu Domba, Singa Vulkanik, dan Serigala Darah.
Ding... penggabungan gagal... Serigala Berbulu Domba tidak bisa digabung... ding jika tuan rumah menggabungkannya, maka bakal membunuh semua monster kontrak tuan rumah, ding... peluang penggabungan 0.000001%, mau melanjutkan? Ucap sistem panik.
"Nol nya banyak, pasti dapat sampah" ucap gue di benak lalu menekan tombol OK.
Ding... penggabungan berjalan... ding rasio hampir mustahil... ding... ding memproses penggabungan, notif sistem.
"Ayo plis gagal jadi monster sampah, ayolah ayolah" tiba-tiba aku bengong.
Cahaya merah menyala terpampang hingga ke atas awan. Fenomena aneh pun terpicu. Banyak kobaran api mengelilingi pilar. Aku tercengang tak bisa berkata-kata. Di depan gue terpampang mega dan kuat, sosok singa yang gagah perkasa.
Ding... Selamat tuan rumah mendapat monster kualitas tertinggi, yaitu kualitas Emperor/Kaisar, kualitasnya langka bahkan dalam sejarah, notif sistem.
Nama: Singa Kehancuran
Atribut: Api
Bintang: 1 Merah
Level: 1
Kualitas: Emperor/Kaisar
Skill:
Tekanan Kaisar, tekanan yang membuat segala monster tunduk, tekanan yang membuat kualitas di bawahnya tidak berkutik.
Api Kehancuran, api yang meluluhlantakkan segalanya, api ini bakal membuat musuh terbakar hingga mati.
Aura Penghakiman, aura yang membuat musuh ketakutan hingga puncaknya, skill ini membuat monster lawan tidak berdaya dengan keberadaannya.
Hukuman Api, serangan yang memunculkan rantai dari api neraka, serangan ini akan membuat lawan terbakar saat terikat. Serangan ini bisa mengikat musuh yang berada 1 tingkat di atas nya.
Api Kehidupan, api yang bisa membuat diri sendiri ber regenerasi bahkan dapat menyambung kan kepalanya yang terpenggal.
Api Kekuatan, api ini akan merecoveri tenaga, stamina bahkan mananya.
Kelemahan: air yang paling suci dan cahaya yang paling suci.
Kesukaan: penjinaknya.
Singa ini akan selalu setia pada tuannya, dan tidak akan berpaling dari tuan rumah.
Status: fit, bahagia, dan kemarahan pada Harimau Lava.
"Gila, sistem ada tempat nggak untuk aku bunuh diri? Ini gak masuk akal, aku bakal menjadi target empuk ini. Sialan aku sangat malas dengan masalah, kembalikan kualitas sampah gue"
Cahaya tadi dan fenomena tadi membuat banyak orang penasaran.
*Kediaman Saton*
Pemimpin keluarga berkata: "Sialan fenomena ini, dan tekanan ini membuat gue merinding. Semua keluarga Saton cari Tamer ini entah itu ke ujung dunia sekalipun cari dia hingga dapat"
*Keluarga Agena*
Kepala keluarga berkata: "Tekanan ini dan fenomena ini, ada Tamer yang menjadi Raja. Semua klan dan anggota perdagangan, cari Tamer ini hingga ke seluruh dunia. Tidak, cari Tamer itu di Hutan Kematian, berikan apapun agar Tamer ini bergabung dengan keluarga kita cepat"
*Kediaman Haoul*
Kepala keluarga berkata: "Sialan fenomena ini adalah fenomena lahirnya Raja Tamer. Semua keluarga dengarkan ini cari Tamer ini di Hutan Kematian, buat dia bergabung di keluarga kita walaupun seluruh kekayaan keluarga habis, temukan dia"
*Sekolah Tamer, Kepala Sekolah*
"Ini adalah aura Tamer Raja, ada yang menerobos ke tingkat Raja. Apa dunia akan berputar kencang atas kehadiran Tamer Raja ini? Aku jadi kasian sama Tamer ini, mungkin tiga keluarga besar mencarinya dengan kekuatan penuh"
"Sistem cari cara agar monster ini tidak mencolok, sialan walaupun aku simpan di dimensi kontrak, kekuatannya bakal tetap bocor sialan. Satu masalah aja gue malas mencarinya apalagi, ada masalah di sini, yaitu monster kontrak gue, sialan" ucap gue panik di Hutan Kematian.
Ding... Sistem bisa membuat aura monster ini menjadi sampah, sistem juga bisa menyembunyikan tingkatan tuan rumah dan sistem juga bisa menghilangkan tekanan kekuatan monster anda, mau dipakai perlindungan auranya? Notif sistem.
"Pakek, tanya lagi cepat sembunyikan" ucap gue panik.
Ding...ding... Tuan rumah mengaktifkan sistem privasi. Ding... aura dan tingkatan tuan rumah menjadi Tamer Pemula. Ding... Tingkatan monster dan aura monster kontrak anda menjadi tingkat sampah tanpa aura, notif sistem.
"Singa Kehancuran masuk ke dalam dimensi kontrak" perintah gue. Seketika Singa Kehancuran masuk ke dimensi kontrak.
"Woe Kambing Tanduk Putih jangan bengong kemari dan sundul kayu itu, perasaan gue gak enak nih" ucap gue.
Kambing itu pun terus menyundul pohon. Tak lama benar saja banyak orang mendekat.
Mereka mendengar suara bruk di dalam kegelapan.
"Apa mungkin ini Tamer itu?" ucap ketua dari keluarga Saton.
Mereka pun dengan cepat ke arah gue. Betapa terkejutnya melihat sosok Tamer pemula yang menyuruh kambing menyundul pohon.
"Eh seorang pemuda, tapi binatang kontraknya, wahaha, ternyata hanya seekor Kambing Tanduk Putih, dan kualitasnya juga sampah hahaha" tawa orang-orang.
Seseorang mendekat ke arah gue, itu pemimpin pasukan.
"Nak kami sedang apa di sini?" ucap Guren.
"Aku sedang melatih monster gue. Tadi pagi aku kalah hanya satu sedangkan itu membuat gue kesal, jadi aku berlatih di sini agar jadi kuat" ucap gue pasang wajah polos.
"Eh nak aku akan berkata jujur ya, jangan dimasukkan hati" ucap pemimpin regu.
"Baiklah, mungkin ucapanmu akan membuat gue menjadi kuat" ucap gue.
_Sialan cepat pergi bajingan, gue gak tau lu mau ngomong apa, tapi cepat pergi jangan ganggu kemalasan gue_ ucap gue di benak.
"Nak, monster mu tidak bakal berkembang. Itu monster kualitas sampah, tidak bisa bertarung. Gue kasih saran, buang monster itu dan jinakkan monster lain" ucap pemimpin itu sambil mengusap rambut gue.
"Tapi ini hadiah ulang tahun dari ayah gue, aku gak bakal lepaskan" ucap gue.
"Pulang nak, ini sudah larut, banyak binatang buas berkeliaran di sini, kami pamit ya" ucap pemimpin regu.
"Baiklah" ucap gue menunduk.
_Bajingan cepat pergi gue males jadi anak polos sialan_ ucap gue di benak.
Mereka pun berjalan pergi dan aku pun lega.
...........BERSAMBUNG............