NovelToon NovelToon
Di Pacarin Brondong Kaya

Di Pacarin Brondong Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dya Veel

Kayla Daviena, seorang gadis konglomerat yang hidupnya suka foya-foya. Karena sikapnya itu, sang ayah mengambil seluruh kartu kreditnya dan bahkan menyuruh Kayla untuk tinggal seorang diri di kos-kosan sederhana di tengah kota! Hidup pas-pasan, tunggakan yang numpuk, piring belum di cuci, semuanya datang bertubi-tubi tanpa henti dalam hidup gadis itu. Siapa sangka ia tiba-tiba bertemu cowok aneh super menyebalkan yang tinggal di sebelah kosnya, dan mendadak di cowok itu memacari dirinya tanpa aba-aba! Apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dya Veel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di ajak pacaran?!

Kayla berjalan pelan menyusuri sepanjang jalan menuju kantin. Ia menghela napas Panjang, entah sudah berapa kali ia melakukan hal itu. Sungguh, rasanya hari ini terasa sial baginya. 

Sudah di pindahkan  ke kos-kosan yang seadanya, sekarang ia malah kembali bertemu dengan si Selena gadis aneh itu. Mungkin nasi goreng Bu Wiwik akan membuat moodnya lebih baik setelah ini. Pikir Kayla.

Siang ini, kantin terlihat sepi. Bahkan mahasiswa yang datang ke sana bisa di hitung dengan jari. Kayla duduk seorang diri sambil menunggu pesanan nasi gorengnya akan datang. Ia membuka akun rekeningnya, tampak disana sisa uang milik Kayla hanya ada 5.000.000 saja. 

Biasanya uang segini adalah jajan dua hari Kayla, apalagi kalau dia sudah datang ke mall. Pasti pengeluarannya akan lebih besar ini. 

Dari kejauhan terdengar langkah kaki mendekat, Kayla lantas mengangkat kepalanya.

Matanya membulat begitu melihat sosok taka sing kini sudah berada di depan mejanya. Rasanya Kayla ingin kabur secepat kilat dari tempat ini! 

Raka tersenyum kepada Kayla dan duduk di depan gadis itu. “Sendiri aja nih? Mau aku temenin ngga?”

“Ngga.” Jawab Kayla ketus.

Namun cowok itu bukannya kesal justru malah tertawa kecil dengan lontaran dari Kayla barusan. Ia memandangi wajah cantik gadis itu. 

“Aku tadi lihat kamu naik ke sini anik gojek tumben ngga di antar supir kamu-“

“Bukan urusan lo!” potong Kayla cepat dengan tatapan tajam.

“Dan jangan panggil gue pake kamu! Gue ngga suka, lo paham?” 

Kayla berdiri dari kursinya dan bergegas meninggalkan Raka. Namun Raka menahan tangannya, Kayla mendengus kesal.

“Apa lagi?!” tanya Kayla dengan kedua matanya yang membulat sempurna, bak ingin menelan Raka hidup-hidup.

“Lo habis di usir ya sama ayah lo?” Raka bertanya pelan dengan senyum jahil.

Jika Kayla punya pintu Ajaib mungkin sekarang ia sudah mengelaurkannya dan menghilang tanpa jejak dari cowok menyebalkan ini! Kayla melepaskan tangannya kasar dari Raka, ia lalu maju selangkah dan memberikan tatapan tajam.

“Itu bukan urusan lo. Mending lo pergi jauh-jauh, gue muak lihat muka lo tahu ngga?”

Kayla berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Raka. Raka masih terdiam, menatap punggung Kayla yang semakin menjauh. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku, berdiri dari tempat duduknya dan kembali menyerukan nama gadis itu dari kejauhan.

“Okey, tapi gue ngga akan berhenti Kayla! See you besok, cantik!”

Kayla bergidik ngeri mendengar ucapan Raka baru saja. Ia mempercepat langkahnya, sungguh ia tidak akan ke kantin lagi mulai hari ini sampai minggu depan! Naasnya, tiba-tiba saja cuaca yang cerah berubah menjadi hujan deras begitu ia tiba di parkiran. 

Kayla kini terjebak disana, untung saja ada gazebo tak jauh dari sana, jadi Kayla tidak terguyur hujan deras siang itu.

“Ya Allah, gini banget deh nasib gue. Kenapa sih, kayak ngga ada hari gue yang indah gitu semenjak pindah!”

Kayla menggerutu kesal. Hujan semakin deras, entah kapan hujan ini akan berhenti. Ia memandangi sepanjang jalan yang sepi, sembari menunggu hujan berhenti. Samar-samar ia mendengar suara mobil dari kejauhan, sebelumnya terdengar pelan namun kini semakin jelas. Kayla mengenal suara ini.

“Hey, Kayla. Emang kalau jodoh ngga kemana, ayo gue anter-“ 

“ENGGAK! Hus, hus! Pergi lo, jangan bikin hidup gue tambah suram deh!” Kayla memotong cepat sapaan Raka dengan kesal.

“Ah, oke.”

Mobil Pajero Hitam ini berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Kini kembali tersisa Kayla seorang diri di sana. Ia meringkuk di balik kedua lututnya. Tiba-tiba terdengar suara kendaraan mendekat, Kayla menghela napas panjang. 

“Kan udah gue bilang, gue ngga mau bareng lo!” ucap Kayla.

Namun rupanya yang ada di hadapannya kini bukanlah Raka dengan mobil Pajero hitam miliknya itu. Sosok laki-laki asing dengan jaket biru dan logo harimau besar di belakangnya. Kini ia sedang menepi dan tengah mengeluarkan jas hujan miliknya. Merasa di perhatikan, laki-laki itu pun menatap balik Kayla.

“Lo ngomong sama siapa tadi? Ih serem ngomong sendiri,” ucap Juna.

Kayla memutar kedua matanya malas, ia kembali menyembunyikan wajahnya di balik kedua lututnya. 

“Kasian amat sendirian di sini,” ucap Juna pelan, namun masih terdengar oleh Kayla.

“Udah pergi aja lo, jangan usik hidup gue! Sial banget deh gue sepanjang hari ini.”

“Dih, siapa juga yang mau bareng lo disini. Kepedean banget!” Timpal Juna.

Kini ia sudah siap dengan jas hujan miliknya. Juna segera memasukkan kunci motornya dan hendak pergi dari sana. 

DERR!! Mendadak petir muncul di hadapan keduanya dan menyambar pohon besar yang tak jauh dari sana.

Juna terkejut bukan main, rasanya jantungnya ingin copot. Ia mengurungkan niatnya untuk pulang dan menarik kembali kunci motornya. Juna berbalik dan berjalan pelan mendekati gazebo dan duduk di sana. 

Kayla mengangkat wajahnya, ia kaget mendapati Juna yang sudah duduk di sampingnya di dalam gazebo. Ia memandangi laki-laki itu dengan tatapan mencurigakan.

"Ngapain lo masih disini?”

“Lo ngga lihat petir tadi? Takut gue, nanti aja deh pulangnya.”

Kayla tertawa kecil, “AHAHAHA! Masa petir aja takut sih-“

DERRR!! Kini petir yang lebih besar muncul dari langit dan tiba-tiba menyambar pohon kecil yang ada di depan gazebo mereka. Kayla terkejut bukan main, matanya langsung membulat sempurna. 

“Nah kan, lihat tuh! Petirnya ngga main-main anjir, edan!” ucap Juna.

Juna terdiam sebentar, napasnya masih agak memburu karena kaget. Ia melirik Kayla yang wajahnya sudah pucat sekali seperti kertas. Tiba-tiba, sebuah ide gila melintas di otaknya. Daripada pusing dikejar-kejar adik kelas di sekolah yang tidak ada habisnya, lebih baik ia punya "tameng" yang levelnya jauh di atas mereka, bukan?

Juna memutar posisi duduknya, menatap Kayla dengan wajah yang mendadak serius. Tatapan matanya yang tadi penuh canda sekarang menjadi dalam sekali, membuat Kayla mulai merasa tidak enak hati.

"Eh, Kayla? Mbak Kayla, " panggil Juna pelan.

"Apa?! Jangan panggil nama gue!" semprot Kayla, walaupun suaranya masih sedikit gemetar.

"Kayla," Juna tidak peduli dan tetap memanggil namanya. "Lo mau ngga jadi pacar gue?"

Kayla melongo. Ia sampai merasa telinganya kemasukan air hujan hingga salah dengar.

"Lo... lo bilang apa tadi? Coba ulangi, gue rasa pendengaran gue lagi rusak gara-gara petir."

"Jadi pacar gue. Gue serius," ucap Juna tanpa aba-aba. Ia memajukan wajahnya sedikit, membuat Kayla bisa mencium bau parfum maskulin yang campur aduk dengan bau jas hujan plastiknya.

Detik berikutnya, tawa Kayla pecah, namun terdengar sinis. "AHAHAHA! Lo gila ya? Habis kesambar petir otak lo jadi korslet? Masih bau kencur begini sudah berani nembak gue! Sadar diri dong, seragam lo saja masih ada logo OSIS-nya!"

"Justru itu, mumpung masih muda. Gimana? Mau ngga?" Juna mengangkat sebelah alisnya, tidak terlihat sakit hati sama sekali dengan hinaan Kayla.

"ENGGAK! Mending gue pacaran sama tiang listrik daripada sama bocah kayak lo!"

DERRRR!!!

Tepat saat Kayla selesai berbicara, satu suara petir yang jauh lebih keras dari sebelumnya meledak tepat di atas mereka. Cahaya kilatnya sampai membuat mata silau sekali.

"MAMAAA!!!" teriak Kayla histeris. 

"HUAAA!!!" Juna juga ikut berteriak karena kaget.

Secara refleks, Kayla langsung merapat dan memeluk lengan Juna kencang-kencang. 

Ia menyembunyikan wajahnya di balik pundak Juna. Juna yang sama-sama takut pun tidak tinggal diam, ia malah balas merangkul bahu Kayla dan menggenggam tangan gadis itu dengan sangat erat. Seolah-olah nyawa mereka berdua sedang terancam jika pegangan itu lepas.

Hening sebentar. Hanya ada suara hujan deras yang menghantam atap gazebo.

Satu detik... dua detik... tiga detik...

Kayla perlahan membuka matanya. Ia merasa ada yang hangat di sela-sela jarinya. Saat ia menunduk, ia melihat tangan Juna bertaut erat dengan tangannya. Ia juga sadar kepalanya sedang bersandar nyaman di bahu cowok SMA itu.

Juna pun sadar. Ia melirik tangannya yang sedang menggenggam tangan Kayla seperti pasangan di film romantis yang sedang terjebak badai.

"Eh... lo..." Kayla langsung menarik tangannya kasar seolah-olah baru saja menyentuh knalpot panas.

"Gue... gue refleks ya! Tadi itu murni gara-gara petir, jangan baper!" Juna langsung melepaskan rangkulannya dan bergeser menjauh sampai hampir terjungkal dari gazebo. Wajahnya yang tadi santai sekarang berubah menjadi merah padam.

"Gila lo! Modus banget pakai acara pegang-pegang tangan gue segala!" maki Kayla, padahal jantungnya sekarang sedang berdegup kencang, bukan karena petir, melainkan karena malu setengah mati.

"Heh, Tuan Putri Gadungan! Lo duluan yang meluk lengan gue kayak meluk guling! Lihat nih, jas hujan gue sampai mau sobek gara-gara ditarik-tarik!" balas Juna tidak mau kalah, berusaha menutupi rasa salah tingkahnya.

Kayla mengusap-usap tangannya yang tadi digenggam Juna, rasanya masih ada sisa hangat yang membekas di sana. "Sial banget gue hari ini! Sudah jatuh, ketimpa tangga, ketemu bocil stres pula!"

"Ya sudah, anggap saja tadi itu latihan jadi pacar gue. Ternyata lo cocok juga kalau lagi ketakutan begitu, ngga terlalu galak," ceplos Juna sambil kembali memakai helmnya, mencoba bergaya santai seolah tidak terjadi apa-apa.

"PERGI GAK LO?!" teriak Kayla sambil hendak melempar sepatu miliknya.

Juna tertawa puas, ia langsung menyalakan motornya. "Gue cabut ya, Calon Pacar! Jangan kangen sama pegangan tangan gue tadi!"

VROOMM!! 

Juna melesat pergi menembus hujan, meninggalkan Kayla yang masih berdiri mematung di gazebo dengan wajah yang rasanya panas sekali.

1
Arin
Udah gak usah dengerin tuh si mantan. Cuman mau gertak aja sama kamu Kayla. Jangan mau balikan lagi ya
Arin
Hari apesmu Kayla.... memang gak boleh pindah kos-kosan.... 🤣🤣🤣🤣
Nah akhirnya ketemu Juna. Lumayan ngirit ongkos balik ke kos-kosan
Arin
Saingan Juna malah ikut kos disana juga😁😁😁. Makin seru persaingan buat menarik Kayla
Arin
Lah ibu.... orang cuman jalan berduaan diributin. Itu sebelah kamar Kayla apa kabar??? Lagi mendesah bersama..... Udah halal apa belum???? 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!