Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 04
"Zavier kau masih ingin menunda pernikahan mu?" tanya sang dokter kepada Zavier dengan tatapan marah.
"Apa maksud mu? Kenapa kau ikut campur soal itu? Aku tidak ingin membahas nya," jawab Zavier dengan tatapan datar.
"Astaga tunjukkan lah sedikit saja exspersi wajah mu itu Zavier, kakek sedang tidak baik-baik saja dan kau masih bisa bersikap tenang seperti ini?" ujar Siho dengan mengacak-acak rambut nya sendiri.
Wajah nya yang terlihat tenang juga datar membuat semua orang tidak tau apa yang saat ini sedang di rasakan oleh seorang Zavier.
"Zavier Kalzen Atharyan" ia adalah penerus kelaurga Atharyan yang di tuntut untuk segera menikah oleh sang kakek yang saat ini sedang sakit parah.
Sebelum meninggal sang kakek ingin melihat Zavier menikah, karena ia tidak ingin meninggalkan Zavier sendirian.
Zavier adalah putra tunggal dari pasangan suami istri Kenan dan Laudya, kedua orang tuanya adalah pengusaha paling sukses di kota tersebut, kelaurga mereka cukup bahagia dan bisa di bilang sangat harmonis karena di dalam nya penuh dengan cinta, meskipun memiliki kedudukan terhormat Kenan dan Laudya adalah orang paling murah hati dan juga tidak sombong.
Hal ini membuat banyak orang menyukai kelaurga mereka untuk berbisnis, begitu juga dengan Zavier meskipun kedua orang tua nya sangat sibuk dirinya tidak pernah kekurangan kasih sayang karena mereka selalu punya banyak waktu untuk Zavier.
namun sebuah teragedi besar menimpa kelaurga Zavier, itu terjadi saat usia Zavier menginjak angka Delapan belas tahun.
Saat itu Zavier baru saja lulus SMA dan meminta kedua orang tua nya untuk membawa nya ke Korea untuk liburan musim dingin.
Mobil mereka oleng dan kecelakaan pun tak bisa di elakkan, kedua orang tua Zavier ya itu Kenan dan Laudya meninggal di tempat sementara Zavier koma selama sebulan penuh karena benturan kuat di kepala juga tangan yang patah.
Sejak saat itu Zavier di rawat oleh Kakek nya, ayah dari sang papa, dan di usianya yang ke sembilan belas tahun Zavier sudah harus mengelola bisnis keluarga bersama dengan sang kakek sehingga sampai saat ini usianya telah menginjak angka dua puluh tujuh tahun.
Meskipun sudah sepuluh tahun berlalu nya tragedi mengerikan itu, namun Zavier tidak pernah melupakan nya, ada waktu-waktu tertentu saat hujan, musim dingin, atau cuaca buruk, Zavier akan mengalami Taruma yang luar biasa, ia selalu menyalahkan dirinya tentang kejadian tersebut dan selalu berfikir kalau ia lah penyebab meninggal nya mama dan papa nya.
Ia yang awalnya hidup penuh kehangatan dan senyum bahagia, namun seketika sirna setelah kepergian papa dan mama nya, ia menjadi kepribadian yang dingin cuek dan tidak bisa mengontrol emosi.
Teman-teman, cukup jelas kan? Kenapa Zavier terlihat cuek dan dingin? Dia punya masa lalu kelam.
Next.
"Zavier kau dengar aku kan?" ujar Siho.
"Kenapa bukan kau saja yang menikah?" ujar Zavier yang kemudian berlalu pergi meninggalkan sepupunya yang rewel itu.
Ya, Siho dia seorang dokter dengan lulusan terbaik, dan dia adalah sepupunya Zavier, anak dari adik ibunya Zavier.
"Aku? Kenapa jadi aku? Zavier tunggu! Aku belum selesai bicara! Zavier!" Siho mengejar Zavier yang sudah tidak terlihat di mana titik keberadaan nya di dalam mansion yang cukup besar itu.
Tidak menemukan di mana Zavier, Siho pun memutuskan untuk kembali ke kamar sang kakek.
"Siho, di mana Zavier?" tanya kakek dengan lirih.
"Aku tidak tau kek, dia menghilang aku muak dengan kelakuan nya," ucap Siho dengan raut wajah kesal.
"Kenapa? Kalian berdebat lagi?" Sambil memegang dadanya yang sedikit sakit sang kakek terus bicara.
"Sudah lah kek, lupakan saja, dia tidak akan menuruti keinginan kakek," kata Siho memegang tangan Kakek nya, ia sudah pasrah dengan keputusan Zavier yang tidak mau menuruti permintaan orang tua itu.
"Tidak Siho dia hanya butuh waktu, sudah jangan khawatir dan jangan bertengkar dengan nya lagi, kalian ini saudara," ujar sang kakek berusaha membujuk Siho yang sedang marah.
Sementara itu di sisi lain,
"Menikah? Menikah? Kenapa aku harus menikah? Aku masih belum menemukan nya tapi mereka menuntut ku untuk menikah? Apa mereka pikir menikah itu hanya seperti pergi ke bar dan menyewa kupu-kupu malam?" ucap Zavier sambil membolak-balik kan ponsel yang ada di tangan nya.
Keesokan harinya.
Di sisi lain.
"Mama aku pulang!" teriak Tara mengema di depan pintu mansion.
"Mama!" lagi-lagi anak manja itu berteriak.
Seorang pelayan terbirit-birit membukakan pintu untuk Tara.
"Nona muda, anda sudah kembali, ayo masuk, berikan barang-barang mu, aku akan membawa nya," kata pelayan yang di khususkan untuk melayani Tara.
"Lama sekali! Kemana saja kau? Tidak punya telinga ya? Di mana mama ku?" ucap Tara dengan wajah galak nya.
Seperti biasanya Tara tidak pernah memeprlakukan para pelayan di mansion layaknya manusia. Ia selalu mengumpat dan memaki mereka, ada saja yang salah dengan mereka.
"Tara sayang, ada apa ini? Kenapa baru pulang sudah emosional?" tanya sang mama yang kini menghampiri putri kesayangannya itu.
"Ini ma, dia lama sekali, lihat apa lagi cepat bawah barang-barang itu ke kamar ku!" perintah Tara kepada pelayanan nya.
"Ba-baik nona," jawab sang pelayan yang kemudian bergegas pergi meninggalkan Tara dan Rusita.
Sementara itu Luvi hanya mengawasi dari jauh dan merasa jijik dengan tingkah Tara yang sok berkuasa padahal dirinya dan Rusita hanya lah orang yang menumpang hidup di keluarga Sofia yang seharusnya menjadi satu-satunya nona muda di mansion tersebut.
"Ma, ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mama," kata Tara tidak sabar menarik tangan sang mama sambil celingak-celinguk memastikan tidak ada yang mendengar perbincangan mereka.
"Ada apa ini Tara? Kenapa kau buru-buru sekali," ucap Rusita mengikuti Tara berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Tara menutup pintu kamar dan kemudian duduk di ranjang nya dengan wajah masam.
"Kenapa sayang? Ada apa ini? Coba ceritakan kepada mama kenapa kamu yang seharusnya bahagia baru pulang liburan malah manyun seperti ini?" ujar Rusita yang kemudian menghampiri Tara dan duduk di sebelah nya.
"Mama tau kan kalau aku sangat menyukai Samuel? Aku mau dia menikah dengan ku ma, aku tidak ingin dia menikah dengan Sofia," kata Tara mulai mengutarakan apa yang membuat nya sangat kesal.
"Mama tau semuanya, bahkan mama juga tau kalau kau pergi liburan bersama dengan Samuel kan? Seperti nya dia juga mencintaimu?" tanya Rusita sambil tersenyum dia mengelus rambut Tara.
"Apa? Mama tau semuanya?" kaget Tara.
Sang mama pun kemudian mengangguk kan kepala nya mengiyakan pertanyaan sang anak.
Bersambung ....