Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4.
Saat malam hari, Serena harus bekerja untuk melayani para tamu-tamu yang datang dan membutuhkannya, tapi hanya tamu berdompet tebal dan tidak sembarangan pria, Serena juga tidak mau disentuh sembarangan selain memegang tangannya saja dan memeluk bahunya, selain itu ia akan marah kalau ada yang melanggarnya.
Tapi saat siang hari seperti hari ini, Serena dibebaskan untuk pergi kemanapun. Ia mendapatkan empat puluh persen dari para pria yang membutuhkan teman kencan, lalu tiga puluh persen untuk mencicil hutang ayahnya, dan tiga puluh persen lagi untuk Mami Starla.
Hari ini ia keluar bersama Sanes, menuju pusat perbelanjaan terbesar ditengah kota Jare. Serena dan Sanes juga butuh penampilan yang sempurna setiap malam, karena itu Mami Starla mengizinkan mereka berbelanja pakaian sesuka hati mereka asalkan sesuai dengan kriteria Mami Starla.
Mereka juga rajin treatment mulai dari rambut sampai kaki untuk menjaga penampilan tetap sempurna dan cantik. Meskipun sebenarnya tanpa itu semua, Serena tetap terlihat cantik dan mempesona.
Tiga jam sudah mereka berkeliling di pusat perbelanjaan di bagian lantai untuk keperluan wanita. Serena sudah merasa capek dan lapar, sekaligus istirahat. "Sanes, kau belum selesai? Cepat sedikit, aku ini sudah lapar!" Gerutu Serena.
Sanes tersenyum absurd, meskipun sudah memilih banyak barang tapi matanya masih saja belum bisa berhenti untuk melihat-lihat. "Yasudah, ayo kita makan. Kita makan kerestoran didepan saja!"
Didepan pusat perbelanjaan ada restoran besar, mereka juga pernah makan disana. Hampir semua restoran maupun caffe mereka pernah datang saat diberikan waktu bebas dari Mami Starla.
"Menurutmu, kapan ya kita bebas dari Mami Starla?" Tanya Sanes sembari mereka berjalan menuju Restoran.
"Aku juga tidak tau! Aku ingin secepatnya bisa bebas, tapi mau bagaimana lagi..." Serena nampak putus asa.
Mungkin saja bisa saja mereka kabur saat ini juga, tapi Mami Starla tidak akan membiarkan mereka pergi tanpa pengawasan, didekat Serena dan Sanes tanpa mereka ketahui, pasti ada anak buah Mami Starla. kalau ketahuan kabur, mereka akan mendapatkan hukuman, bisa saja mereka dipaksa terjun sebagai kupu-kupu malam yang bukan hanya menemani para tamu melainkan melayani kebutuhan biologis. Serena tidak mau itu terjadi, sudah cukup ia dicap sebagai wanita penghibur.
"Andai saja, ada konglomerat yang mau menebusku! Kalau kamu bagaimana? Seandainya ada pria yang menebusmu?" Tanya Sanes lagi.
"Kalau ada yang menebusku kalau dia laki-laki... Seandainya dia mengajakku menikah, aku bersedia menikah dengannya! Aku akan melakukan apapun yang dia katakan!" Balas Serena.
Sanes tertawa kecil mendengar jawaban Serena. "Benar ya, kalau ada yang menebusmu kamu akan menikahinya!" Sanes ingin mengingat ucapan Serena, jika suatu saat ada yang menolong gadis itu.
"Ah sudahlah, jangan lagi dibahas. Memangnya siapa juga yang mau menolong kita yang cuma jadi wanita penghibur? Tidak akan ada pria yang mau memiliki pasangan wanita tidak benar! Sekalipun ada, pasti hanya ada di novel-novel, tidak ada disini! Kau tau... Semua pria itu sama saja, mereka hanya menganggap wanita sebagai mainan! Jadi aku tidak mau berharap pada siapapun, aku tidak butuh seorang pria! Kalau bisa aku juga tidak akan mau menikah!" Balas lagi Serena yang terlanjur trauma dengan yang namanya laki-laki.
Dua laki-laki yang Serena harapkan bisa melindunginya dari dunia yang kejam ini, justru mereka yang menorehkan luka paling besar dan dalam dihatinya. Yang pertama Ayahnya, dan yang kedua pria asing yang dia cintai, Logan Winston.
Sanes mengerti bagaimana perasaan Serena, sebab dia juga sudah tau masa lalu Serena sampai gadis itu trauma dengan para pria. Dia hanya berharap kalau suatu saat, Serena bisa hidup lebih baik. Ada pria yang tulus mencintainya, sehingga bisa menyembuhkan rasa trauma Serena dimasa lalu.
"Aku yakin, Ser. Suatu saat kamu akan mendapatkan pria yang baik dan dicintai dengan tulus! Kamu akan jadi wanita paling bahagia, setelah melewati semua penderita ini! Dan saat itu terjadi... Kamu jangan lupakan aku, ya!" Sanes sampai terharu membayangkannya.
Serena terkekeh pelan, mana mungkin dia bisa melupakan Sanes, teman yang selalu menghibur dan menguatkannya dari dulu hingga sekarang, meskipun mereka baru bertemu saat berada di klab malam tadi Serena sudah menganggap Sanes sebagai saudaranya.
Menuju arah yang sama, saat ini Logan dan Max juga baru tiba dihalaman luas Restoran didepan pusat perbelanjaan terbesar di kota Jare. Seorang pria yang menjadi sorotan orang-orang Karena ketampanan dan kesuksesannya melanjutkan grup Winston itu turun dari dalam mobil hitam.
Beberapa orang-orang berhenti untuk sekedar mengobati rasa penasaran mereka, siapa pemilik mobil termahal yang baru saja parkir didepan Restoran. Logan turun dengan kaca mata hitam yang menutupi mata setajam elang nya. Tidak ada yang menyangka kalau tuan muda Winston memiliki paras dan bentuk tubuh luar biasa sempurna.
Berbeda dengan dua gadis yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, Sanes kaget saat Serena menahannya untuk tidak jadi melangkah.
"Kenapa Serena? Kamu ingat pria itu kan? Dia kan yang semalam ada di klub!" Celetuk Sanes.
Serena sungguh tidak menyangka kalau ia akan bertemu lagi dengan pria itu, Logan Winston. Padahal ada banyak tempat lain, kenapa mereka harus bertemu lagi dan datang ketempat makan yang sama.
"Kita cari Restoran lain saja, ya, aku bosan disini!" Sahut Serena, ia menarik tangan Sanes untuk pergi tapi Sanes tidak mau.
"Katanya kamu lapar? Kita juga jarang kesini, kan! Memangnya ada apa sih?" Sanes tidak percaya kalau alasan Serena cuma karena bosan. Setelah melihat Logan, Serena jadi aneh dan seperti menghindari.
Serena tidak mau masuk, termasuk makan satu ruangan dengan Logan meskipun di restoran itu sangat luas tempatnya.
"Kalau kamu tidak mau, aku pergi sendiri saja cari tempat lain!" Serena menatap sekilas pria yang juga menatapnya, namun dia langsung membalikkan badannya dan melangkah pergi.
"Serena!" Sanes protes dan mau tidak mau menyusul. Tapi...
Tapi baru beberapa langkah cepatnya hendak sampai di bibir jalan, sebuah mobil melaju kearah Serena dengan cepat.
"Serenaaaa!!!"
ibarat terlihat orang, tapi mayat berjalan