Tiga tahun jadi sampah!
Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.
Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.
Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!
Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.
Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.
Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.
Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.
Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27: Tebasan Tiga Jiwa
Di dalam lubang neraka berdiameter sepuluh meter yang dalamnya seratus meter itu, waktu seolah berhenti bergerak.
Di atas, di permukaan Arena Langit Biru, ribuan murid masih terjebak di dalam Formasi Pengorbanan Darah Leluhur yang menyelimuti seluruh arena seluas satu kilometer itu. Darah dan kultivasi mereka terus disedot dengan paksa oleh formasi itu melalui cahaya merah darah yang keluar dari lantai arena. Beberapa murid yang kultivasinya rendah sudah pingsan dengan wajah pucat pasi karena kehilangan terlalu banyak darah, beberapa bahkan sudah mulai sekarat.
Di langit di atas arena, Pemimpin Perguruan Langit Biru yang Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak, Tetua Agung Perguruan yang setengah langkah Alam Kaisar Langit, dan Jenderal Kekaisaran Langit Biru yang Alam Raja Langit tingkat lima sedang bertarung dengan sengit melawan Tetua Agung Darah Hitam yang Alam Raja Langit tingkat delapan puncak dan puluhan bayangan darah yang dipanggilnya. Pertarungan antara ahli Alam Raja Langit itu membuat langit di atas Perguruan Langit Biru yang tadinya cerah itu kini menjadi gelap gulita, penuh dengan awan darah dan awan biru langit yang saling bertabrakan dengan ledakan yang menggelegar setiap detiknya.
Tapi semua pertarungan itu, semua jeritan ketakutan dari ribuan murid itu, semua ledakan di langit itu, tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang terjadi di dalam lubang neraka itu.
Di dalam lubang, kristal jantung raksasa seukuran rumah kecil yang retak dengan jaring laba laba emas dan biru es itu masih berdetak dengan sangat keras, DUK DUK DUK! Setiap detakannya membuat formasi di atas semakin kuat dan membuat darah para murid di atas semakin cepat disedot.
Dari dalam retakan kristal itu, mata merah darah Leluhur Darah Hitam yang sudah terbuka sepenuhnya itu menatap tiga orang yang berpelukan di depannya dengan penuh kebencian dan amarah yang sudah terkumpul selama seribu tahun.
"Semut semut kecil... berani melukai jantungku... berani menghentikan kebangkitanku... Aku Leluhur Darah Hitam... Alam Kaisar Langit tingkat tiga... Penguasa Darah... Kalian semua akan mati... Darah kalian akan menjadi..."
Suara serak mengerikan Leluhur Darah Hitam itu belum selesai berbicara, karena tiga jiwa di depannya sudah tidak memberinya kesempatan lagi.
Arya Langit yang berada di tengah, dengan tangan kiri memeluk Sekar Embun dan tangan kanan memeluk Luna Maheswari, matanya yang berwarna emas naga itu kini berkilauan dengan cahaya yang jauh lebih terang dari sebelumnya, cahaya Alam Raja Langit tingkat satu!
Untuk 1 menit, berkat efek tersembunyi Cinta Sejati Mengalahkan Darah Iblis yang terpicu karena cinta tulus dari dua Istri Kaisarnya, Tubuh Meridian Naga Langitnya naik sementara menjadi tingkat 5 dan kultivasinya naik sementara menjadi Alam Raja Langit tingkat 1!
Di dahinya, Tanda Kaisar emas dengan corak teratai es dan sisik naga itu berkilauan dengan sangat terang.
Di samping kirinya, Sekar Embun dengan gaun putihnya yang sudah sedikit robek karena pertarungan melawan tangan darah tadi, tapi wajahnya yang dingin itu kini penuh dengan tekad dan cinta saat menatap Arya. Di dahinya, Tanda Istri Kaisar biru es dengan corak naga emas berkilauan dengan terang, kultivasi Alam Raja Langit tingkat tiga puncaknya meledak keluar tanpa ditahan lagi.
Di samping kanannya, Luna Maheswari dengan gaun putih teratai emasnya yang juga sudah sedikit kotor oleh darah hitam, wajahnya yang cantik dan suci itu kini juga penuh dengan tekad dan cinta yang baru tumbuh, cinta yang akhirnya mencapai 90% setelah melihat Arya rela berkorban masuk ke dalam lubang neraka ini sendirian untuk menyelamatkan semua orang. Di dahinya, tanda teratai suci putih emas yang baru muncul berkilauan dengan terang, kultivasi Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan nya juga meledak keluar, dan cahaya teratai suci pemurnian jiwa yang murni keluar dari tubuhnya dan menyelimuti mereka bertiga.
Tiga cahaya, emas naga, biru es abadi, dan putih teratai suci, menyatu menjadi satu di atas kepala mereka bertiga dan membentuk sebuah pedang raksasa.
Pedang itu panjangnya dua ratus meter, jauh lebih besar dari pedang kombinasi dua orang yang dibuat Arya dan bayangan Sekar Embun tadi. Pedang itu terbuat dari tiga warna yang saling melilit seperti naga, setengahnya emas naga yang agung, setengahnya biru es abadi yang dingin, dan di tengahnya ada cahaya putih teratai suci yang memurnikan semua kejahatan.
Dari pedang itu, keluar auman naga emas, raungan es abadi, dan nyanyian suci teratai yang harmonis, tiga suara yang berbeda tapi menyatu menjadi satu lagu yang indah yang bisa membuat jiwa seseorang yang mendengarnya langsung tenang dan damai, tapi bagi Leluhur Darah Hitam yang penuh dengan darah iblis itu, lagu itu adalah lagu kematian yang paling mengerikan!
"PEDANG NAGA ES TERATAI SUCI PENGHANCUR DUNIA IBLIS!"
Mereka bertiga berteriak bersamaan dengan suara yang penuh dengan cinta, tekad, dan janji untuk melindungi semua orang.
Pedang tiga jiwa sepanjang dua ratus meter itu menebas ke bawah dengan kecepatan yang bahkan melebihi kecepatan cahaya, menebas tepat ke arah kristal jantung raksasa yang sudah retak itu!
"TI... TIDAK! JANTUNGKU! KEBANGKITANKU! SERIBU TAHUN PENANTIANKU! TIDAK!"
Leluhur Darah Hitam yang ada di dalam kristal itu menjerit dengan sangat keras dan penuh dengan ketakutan dan keputusasaan untuk pertama kalinya dalam seribu tahun, karena dia bisa merasakan bahwa tebasan itu mengandung tiga kekuatan yang merupakan musuh alami dari darah iblis miliknya: Darah Naga Langit yang suci, Es Abadi sepuluh ribu tahun yang murni, dan Teratai Suci Pemurnian Jiwa yang merupakan penakluk semua iblis!
Tiga kekuatan suci yang seharusnya tidak mungkin bersatu dalam satu tebasan, kini bersatu karena cinta tulus dari tiga orang!
KRAK! BOOM! LEDAKAN YANG BAHKAN LEBIH DAHSYAT DARI LEDAKAN SEBELUMNYA!
Pedang tiga jiwa itu menghantam kristal jantung raksasa itu tepat di tengah tengah retakan yang sudah ada!
Untuk sesaat, seluruh lubang yang dalamnya seratus meter itu diselimuti oleh cahaya tiga warna, emas, biru, dan putih, yang sangat terang hingga bahkan matahari di langit pun terlihat redup dibandingkan cahaya itu!
Cahaya merah darah dari kristal jantung itu mencoba untuk melawan, mencoba untuk menyerap tebasan itu dan membuatnya menjadi lebih kuat seperti biasanya, tapi cahaya teratai suci pemurnian jiwa milik Luna langsung memurnikan kemampuan penyerapan itu, cahaya es abadi milik Sekar Embun langsung membekukan darah hitam yang keluar dari retakan, dan cahaya naga suci milik Arya langsung membakar dan menghancurkan kristal itu dari dalam!
Tiga kekuatan suci itu bekerja sama dengan sempurna, seperti tiga bagian dari satu tubuh!
Retakan di kristal jantung itu semakin besar dan semakin banyak, dari satu retakan menjadi sepuluh, dari sepuluh menjadi seratus, dari seratus menjadi seribu!
DUK! DUK! DUK! Jantung itu berdetak semakin cepat dengan panik, mencoba untuk bertahan, tapi sudah terlambat!
"TI... TIDAK! AKU TIDAK MAU MATI LAGI! AKU SUDAH TERTIDUR SERIBU TAHUN! AKU INGIN MENGUASAI DUNIA INI! AKU..."
Jeritan Leluhur Darah Hitam itu belum selesai, karena...
BOOM! PECAH!
Kristal jantung raksasa seukuran rumah kecil yang kerasnya setara dengan Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak itu akhirnya hancur berkeping keping menjadi jutaan pecahan kristal merah darah kecil yang beterbangan di udara seperti hujan berlian darah!
Dari dalam kristal yang hancur itu, bayangan raksasa Leluhur Darah Hitam setinggi seratus meter yang tadinya meringkuk itu keluar dengan jeritan kesakitan yang sangat mengerikan, tubuhnya yang terbuat dari darah murni itu berlubang lubang karena tebasan tiga jiwa tadi, darah hitamnya mengalir dengan deras!
"Tubuhku... jantungku... hancur... Tidak... tidak mungkin... Aku Leluhur Darah Hitam..."
Leluhur Darah Hitam itu masih mencoba untuk bertahan, dia mengangkat tangan raksasanya yang berlubang itu dan mencoba untuk menampar Arya dan dua bidadari di depannya dengan sisa kekuatan terakhirnya.
Tapi Arya, Sekar Embun, dan Luna yang sudah kehabisan hampir semua energi mereka setelah mengeluarkan tebasan tiga jiwa yang menghabiskan semua energi mereka itu, masih berdiri dengan saling berpegangan dan tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Terlambat, Leluhur Darah Hitam. Seribu tahun yang lalu kamu dikalahkan oleh tiga kekuatan besar karena kebencianmu, hari ini kamu dikalahkan lagi oleh tiga jiwa karena cinta kami. Cinta selalu menang melawan kebencian. Selamat tinggal."
Arya berkata dengan suara lemah tapi penuh dengan kebijaksanaan seorang Kaisar Abadi yang akan datang.
Setelah berkata begitu, dia mengangkat tangan kanannya yang masih diselimuti sisa sisa cahaya naga emas itu dan menjentikkan jarinya ke arah bayangan Leluhur Darah Hitam yang sudah sekarat itu.
Satu percikan kecil cahaya naga emas, hanya seukuran kuku jari, melesat dan masuk ke dalam lubang di dada Leluhur Darah Hitam yang sudah berlubang itu.
Percikan kecil itu terlihat sangat kecil dan tidak berbahaya, tapi begitu masuk ke dalam tubuh darah Leluhur Darah Hitam itu, percikan itu langsung meledak menjadi lautan api naga emas suci yang membakar seluruh tubuh darah Leluhur Darah Hitam itu dari dalam!
"API NAGA SUCI! TIDAK! PANAS! SAKIT! AKU... AKU TIDAK MAU MATI!"
Leluhur Darah Hitam menjerit dengan sangat mengerikan, tubuh darah raksasanya terbakar dengan api emas suci yang tidak bisa dipadamkan oleh darah iblisnya, api itu membakar semua darah, semua kebencian, dan semua jiwa jahat yang ada di dalam tubuhnya selama seribu tahun!
Hanya dalam beberapa detik, bayangan raksasa setinggi seratus meter itu terbakar habis menjadi abu hitam yang kemudian dimurnikan menjadi asap putih suci oleh cahaya teratai suci milik Luna dan angin es abadi milik Sekar Embun, menghilang tanpa jejak!
Leluhur Darah Hitam, ahli Alam Kaisar Langit tingkat tiga yang membuat seluruh Kekaisaran Langit Biru ketakutan seribu tahun yang lalu, yang direncanakan akan bangkit kembali hari ini dengan Formasi Pengorbanan Darah Leluhur, akhirnya mati total, bahkan jiwanya pun dimurnikan dan tidak bisa bereinkarnasi lagi, hanya dengan satu percikan api naga suci dari Arya yang Alam Raja Langit tingkat satu sementara!
Begitu Leluhur Darah Hitam itu hancur total, seluruh Formasi Pengorbanan Darah Leluhur yang menyelimuti Arena Langit Biru seluas satu kilometer itu langsung retak dan hancur berkeping keping seperti kaca yang pecah!
Cahaya merah darah yang menyelimuti arena itu menghilang, bau darah yang menyengat itu menghilang, dan daya hisap yang menyedot darah dan kultivasi para murid itu juga menghilang total!
Ribuan murid yang tadinya pucat pasi karena kehilangan darah itu langsung merasakan darah dan kultivasi mereka kembali ke tubuh mereka, wajah mereka yang pucat itu mulai kembali merona!
Di langit, Tetua Agung Darah Hitam yang sedang bertarung melawan Pemimpin Perguruan dan Tetua Agung Perguruan itu tiba muntah darah hitam yang sangat banyak saat jantung Leluhur yang terhubung dengan jiwanya itu hancur!
"Jantung Leluhur! Leluhur! Tidak! Rencana seribu tahun kita! Hancur! Hancur hanya karena tiga semut kecil!" teriak Tetua Agung Darah Hitam dengan tidak percaya dan penuh keputusasaan, wajahnya yang penuh luka bakar itu kini penuh dengan ketakutan.
Pemimpin Perguruan yang melihat kesempatan itu tidak menyia nyiakannya.
"Berani menyusup ke perguruanku dan mencoba membangkitkan Leluhur Darah Hitam! Mati, pengkhianat!"
Pemimpin Perguruan mengayunkan pedang biru langit tingkat Raja puncaknya yang merupakan pedang terkuat di perguruan.
"Tebasan Langit Biru, Pembelah Dunia!"
BOOM!
Sebuah tebasan biru langit sepanjang lima ratus meter yang mengandung kekuatan Alam Raja Langit tingkat sembilan puncak itu menebas ke arah Tetua Agung Darah Hitam yang sudah terluka parah karena jantung Leluhur hancur!
Tetua Agung Darah Hitam yang sudah tidak bisa menghindar lagi itu hanya bisa menjerit dengan ketakutan sebelum tubuhnya terbelah menjadi dua oleh tebasan itu dan terbakar menjadi abu oleh api biru langit milik Pemimpin Perguruan!
Tetua Agung Darah Hitam, mati!
Di arena, Tetua Lotus yang melihat Leluhur dan Tetua Agung Darah Hitam mati itu wajahnya pucat pasi seperti mayat, dia mencoba untuk melarikan diri dengan menggunakan teknik gerakan darah, tapi Jenderal Kekaisaran Langit Biru yang sudah menunggu dari tadi langsung menebasnya dengan tombak emasnya.
"Pengkhianat Istana Teratai Suci dan Perguruan Langit Biru, mati!"
Tetua Lotus yang hanya Alam Raja Langit tingkat lima itu langsung mati tertusuk tombak emas itu, tubuhnya hancur menjadi debu racun ungu yang kemudian dimurnikan oleh cahaya teratai suci milik Luna yang keluar dari lubang.
Pertarungan besar yang hampir menghancurkan seluruh Perguruan Langit Biru itu akhirnya selesai!
Di dalam lubang neraka yang kini sudah tidak ada lagi cahaya merah darahnya, hanya ada cahaya tiga warna yang lembut yang masih menyelimuti tiga orang yang berpelukan di dasar lubang.
Arya, Sekar Embun, dan Luna yang sudah kehabisan semua energi mereka setelah mengeluarkan tebasan tiga jiwa itu terduduk lemas di dasar lubang dengan saling bersandar, wajah mereka pucat karena kelelahan tapi tersenyum dengan bahagia karena mereka menang.
Mereka bertiga berhasil menyelamatkan ribuan murid, menyelamatkan Perguruan Langit Biru, dan menyelamatkan seluruh Kekaisaran Langit Biru dari kebangkitan Leluhur Darah Hitam!
Di dalam kepala Arya yang sudah sangat lelah itu, suara sistem yang sudah lama tidak berbunyi karena 0 Poin Takdir itu akhirnya berbunyi lagi dengan nada yang sangat meriah, bahkan lebih meriah dari kembang api di festival tahun baru, dengan warna emas yang sangat indah.
[DING! SELAMAT TUAN RUMAH! MISI UTAMA DARURAT SELESAI!]
[Berhasil menghancurkan Jantung Leluhur Darah Hitam dan menggagalkan Formasi Pengorbanan Darah Leluhur tingkat Kaisar! Menyelamatkan 3212 murid Perguruan Langit Biru! Membunuh Leluhur Darah Hitam Alam Kaisar Langit tingkat 3 dan Tetua Agung Darah Hitam Alam Raja Langit tingkat 8 puncak!]
[Kepercayaan Sekar Embun: 100%! Kepercayaan Luna Maheswari: 95%!]
[Hadiah Misi Utama Darurat: 15000 Poin Takdir! Tubuh Meridian Naga Langit naik permanen menjadi tingkat 5! Kultivasi naik permanen menjadi Alam Jiwa Kesatria tingkat 9 puncak! Teknik Rahasia: Panggilan Leluhur Naga Langit Sejati x1!]
[Poin Takdir saat ini: 15000!]
[Hadiah Tambahan Cinta Sejati: Luna Maheswari resmi menjadi Istri Kaisar Kedua! Tanda Istri Kaisar Kedua aktif!]
Arya membaca semua hadiah itu dengan mata yang berbinar, terutama hadiah terakhir, Luna Maheswari resmi menjadi Istri Kaisar Kedua!
Dia menatap Luna yang ada di pelukannya yang wajahnya masih memerah karena lelah dan malu dipeluk bersama Sekar Embun itu, dan tersenyum dengan bahagia.
Luna yang melihat senyum Arya itu wajahnya memerah lagi, tapi dia tidak melepaskan pelukan itu, justru dia menggenggam tangan Arya dengan lebih erat.
Sekar Embun yang melihat tingkah Luna itu hanya tersenyum tipis dengan bangga, tidak ada rasa cemburu sama sekali, karena dia tahu, suaminya yang ditakdirkan menjadi Kaisar Abadi itu tidak mungkin hanya memiliki satu istri, dan Luna adalah teman baik yang tulus mencintai suaminya.
Di atas lubang, Pemimpin Perguruan, Tetua Agung Perguruan, dan ribuan murid yang sudah pulih itu berkumpul di tepi lubang dan menatap tiga orang yang berpelukan di dasar lubang itu dengan tatapan penuh terima kasih, kekaguman, dan rasa hormat.
Pemimpin Perguruan yang melihat Arya yang masih memeluk dua bidadari tercantik di perguruan dan di kekaisaran itu di dalam lubang berdarah yang baru saja menjadi neraka, dia tertawa dengan keras dan bahagia.
"Hahaha! Bagus! Bagus sekali! Arya Langit! Sekar Embun! Luna Maheswari! Kalian bertiga adalah pahlawan Perguruan Langit Biru dan seluruh Kekaisaran Langit Biru! Mulai hari ini, aku umumkan, Arya Langit adalah Murid Inti Nomor Satu Perguruan Langit Biru! Dan Kompetisi Puncak Langit dimenangkan oleh Puncak Embun!"
Sorak sorai yang sangat keras dan penuh dengan kebahagiaan dan rasa terima kasih langsung meledak dari ribuan murid yang ada di tepi lubang.
"ARYA LANGIT! SEKAR EMBUN! LUNA MAHESWARI!"
"PAHLAWAN! PAHLAWAN!"
Di dalam lubang yang kini sudah dipenuhi dengan cahaya matahari yang masuk dari atas karena formasi darah sudah hancur, tiga orang yang menjadi pahlawan itu masih berpelukan dengan bahagia, menatap masa depan yang cerah di depan mereka.
Neraka di Arena Langit Biru sudah berakhir, tapi petualangan mereka sebagai Kaisar Abadi dan Istri Istri Kaisar yang akan menguasai seluruh dunia baru saja dimulai.
Dan tiga hari lagi, di dalam Kolam Teratai Suci yang kini sudah bersih dari formasi darah, final Kompetisi Puncak Langit yang sesungguhnya dan janji satu bulan kultivasi bersama di dalam kolam itu masih menunggu mereka.
Tapi itu adalah cerita untuk bab selanjutnya.
Untuk sekarang, biarkan mereka menikmati pelukan kemenangan ini sedikit lebih lama di dalam lubang yang penuh dengan kenangan cinta sejati yang mengalahkan darah iblis seribu tahun.