NovelToon NovelToon
TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

TUAN MUDA AKU BENCI KAMU

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: PA01

_PROSES REVISI_

Luna Aliester merupakan gadis yang sangat berbakat dalam melukis, meski tergolong masih muda dan baru menapaki dunia seni dengan serius dia sudah mendapatkan beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Sewaktu masih kuliah Luna sudah mendapat pujian dari profesornya, bahkan dipercaya menjadi asisten profesornya. Popularitas Luna yang tinggi menarik banyak perhatian termasuk seniornya yang bernama Jiang he dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk mendekatinya.

Tapi siapa sangka sebenarnya ia kurang mendapatkan dukungan dari papanya, karena papanya berharap Luna mengikuti jejaknya mengelola perusahaan dan menggantikannya suatu saat nanti.

Asmara, Romansa, social dan keluarga, Luna memiliki prinsip sendiri tak akan mudah melawan prinsip Luna tersebut.

Suatu hari situasi berubah dan orangtuanya menghilang. Kemudian seorang pria asing masuk dalam kehidupannya dan mengendalikan hidupnya dengan ancaman, "Nyawa orang tuamu ada di tanganku, maka patuhlah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PA01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KITA BERTEMU LAGI

Setelah selesai mandi, Luna keluar dari kamarnya. Dia semakin heran karena semakin banyak penjaga berpakaian rapi di rumah.

Jika dilihat dari penampilan mereka, seperti pengawal professional dengan bayaran tinggi.

Apa aku sekuat itu, sehingga harus di jaga? Atau aku begitu berbahaya dan nakal sehingga harus mengawasi ku?

Luna benar-benar kesal, namun dia tetap tenang berjalan menuju lantai bawah.

 

“Hahaha.” Luna tertawa keras dengan kesal melihat semua ini.

“Aku rasa dia gadis yang aneh.” kata seorang pengawal pada temannya.

“Diamlah, jangan bicara yang tidak-tidak.” pengawal lain menegaskan.

Luna berjalan menuju meja makan sambil bernyanyi kecil.

 

“Waaahhh, kenapa hidangannya banyak sekali? apa kita kedatangan tamu?” tanya Luna sambil melihat pelayan yang berdiri di sana.

Benar-benar berbeda dari kondisi biasanya. Semua pelayan berdiri, sekarang dia tidak ubahnya seperti seorang putri kerajaan yang nakal dan selalu mencari masalah, sehingga harus diawasi ketat seperti ini.

“Benar, Nona malam ini kita kedatangan tamu.”

“Dimana tamunya, belum datang?” Luna sangat tenang melihat sekeliling. Dia bertanya, “Bi Ina, kenapa terlalu banyak pengawal malam ini? hanya aku sendiri di rumah, tidak perlu pengamanan yang begitu ketat.”

“Itu, saya tida bisa mengatakannya Nona.” jawab Bi Ina sedikit terbata-bata.

“Selamat malam, Nona Luna Aliester.” suara seorang pria dari belakang Luna.

Mendengar suara itu, semua pelayan langsung menunduk hormat, “Selamat datang tuan muda.”

Kening Luna berkerut, "Tuan muda? Siapa siapa yang datang?” Luna kebingungan dan berbalik badan menoleh pada sumber suara.

 

"Ka-kamu, kenapa disini?” Luna sangat terkejut, keningnya semakin berkerut.

Tidak percaya dengan apa yang dia lihat, karena pria itu adalah orang yang telah menolongnya 3 bulan lalu. Meskipun tidak melihatnya dengan jelas, tapi Luna yakin itu dia.

 

Pria itu sangat acuh seolah belum pernah bertemu, atau memang dia tidak mengingat Luna sama sekali.

“Silakan duduk, Nona Luna. Mari kita mulai makan malamnya.”

Benar, pria ini memang tidak mengingatnya. Entah kenapa Luna sedikit kecewa.

Tapi, tunggu!

Luna menatap pria itu, "Maaf sebelumnya, kamu siapa? kenapa bersikap seperti Tuan rumah? seharusnya kamu dengan gelar Tuan muda mu itu malu melakukan hal seperti ini.” sindir Luna tidak senang.

Namun pria itu mengabaikan dan tetap fokus pada makanannya, tentu saja hal itu membuat Luna semakin kesal.

Dia mengabaikan lagi, siapa dia? kenapa tiba-tiba muncul bertepatan dengan perubahan suasana rumah?

Begitu banyak pertanyaan di hati Luna. Dia hanya memperhatikan pria itu makan dengan raut wajah kesal.

“Heh, kau makan seperti b4bi dan juga tuli, lebih baik aku pergi.” Luna berdiri dan hendak kembali ke kamar.

“Kamu duduk dan makanlah. Setelah itu aku akan menjawab semua pertanyaan mu. Gadis bodoh sepertimu pasti tidak paham dengan kondisi saat ini.” nadanya sakartis dan sangat tidak enak didengar.

 

Gadis bodoh? Saat ini Luna ingin mencekik pria itu. Tangan Luna bergetar menahan kekesalannya.

“Ku tunggu di ruang tamu. Akan ku ajarkan bagaimana seharusnya seorang tamu bersikap.” tidak mau berlama-lama, Luna segera beranjak dari situ.

Pria itu hanya mengerutkan dahi, lalu tersenyum miring.

Menarik juga, heh!

Di ruang tamu, Luna meneteskan air matanya. Dia merasa sakit hati dengan perkataan pria itu. Siapa dia berainya berbicara kasar padanya.

“Kata-katanya begitu tenang dan menusuk. Kenapa aku menangis?” Luna berusaha menenangkan hatinya.

 

“Aku tidak boleh terlihat lemah di depan pria itu.” dia mengusap air matanya cepat dan mengatur napas.

Lima menit kemudian pria itu datang menghampiri Luna. Dia duduk dengan angkuh di depannya.

 

“Lihat ini!” pria itu memberikan sebuah berkas kepada Luna.

“Aku tak membutuhkan kertas. Aku hanya ingin mendengar penjelasan atas sikap tidak sopan mu!”

Pria itu tersenyum melihat kekesalan Luna, “Kamu akan paham setelah melihatnya.”

Luna memandang pria itu dan pria itu memberikan isyarat agar luna segera melihat berkas itu.

“Baiklah.”

Luna mengambil cepat dan membacanya dengan teliti. Ekspresi Luna tampak sangat terkejut. Dia melihat pria di depannya dengan tatapan nanar, "Ini apa maksudnya? kamu bohong kan?” suaranya sedikit bergetar dan tangannya yang ikut gemetaran.

“Inilah faktanya, kamu sudah kehilangan segalanya. Perusahaan, rumah bahkan orang tuamu juga meninggalkanmu.” pria itu berucap dengan nada mengejek dan meremehkan.

Mendengar perkataan ini, Luna merasa ada ribuan sengatan listrik di badannya. Dia merasa tidak berdaya dan hancur.

“Papa, Mamaku? Apa yang terjadi dengan mereka? mereka dalam perjalan bisnis, mana mungkin meninggalkanku.” mata luna mulai berkaca-kaca. “Apakah kamu yang melakukan semua ini?"

“Kamu pintar juga. Ya, aku berencana menghancurkan semua keluarga Aliester.” jawab pria itu kejam, “Tapi siapa sangka Tuan Aliester mempunyai seorang putri yang sangat cantik, sehingga aku ingin sedikit bermain denganmu.” dia menyeringai senyum jahat di ujung kalimatnya.

“Bermain denganku?” Luna semakin tidak senang.

“Aku akan mengembalikan semua saham mu, dengan syarat kamu sendiri yang harus mengambilnya, Nona Luna Aliester!”

Luna tertawa mengejek, "Heh, syarat macam apa ini? aku tidak tertarik dengan perusahaan dan aku akan meninggalkan rumah ini sebelum matahari terbit.” Luna beranjak pergi, tidak ingin berlama-lama lahi berhadapan dengan pria angkuh ini.

"Lalu bagaimana dengan orang tuamu? Nyawa mereka ada di tanganku.” mata pria itu memerah mendengar respon Luna.

Langkah Luna terhenti, dia mencengkram jemarinya yang gemetaran, “Apa yang akan kamu lakukan pada mereka?”

“Itu tergantung kamu. Jika kamu bersedia tetap tinggal dan patuh. Seekor lalat pun tidak akan berani mengganggu mereka. Tapi, jika kamu tidak patuh, tentu saja itu tidak baik untuk mereka.”

Bulir jernih keluar dari mata luna. Tapi dia tetap berusaha tegar. Dia menunduk dan menggenggam tangannya lebih kuat, “Baiklah, akan ku ikuti permainanmu.”

“Bagus. Besok pagi kamu ikut dengan ku ke perusahaan.” terlihat wajah ekspresi kepuasan di wajahnya.

"Oke." Luna berbalik badan dan langsung pergi.

kita bertemu lagi, tapi tak lagi sama. Aku bahkan belum mengetahui siapa namanya.

Luna sudah mendambakan pertemuan dengan pria ini. Tapi siapa sangka bertemu lagi dengan membawa ancaman untuknya. Bahkan dengan menggunakan nyawa kedua orang tua yang sangat ia cintai.

Dimasa ini, aku hanyalah wanita yang menilai secara tergesa-gesa, bertemu secara tidak sengaja, menanam harapan, memupuk kekaguman dan mendambakan pertemuan yang indah. Pada akhirnya menyakiti diri sendiri.

Nb: Kebencian sudah tertanam di hati Luna, siapa yang bisa menebak apa tujuan si pria itu sebenarnya? Mari kita nantikan cerita selanjutnya. Jangan lupa like, komen dan tekan tanda LOVE ya teman-teman, karena itu akan menjadi semangat dan inspirasi bagi author, agar kedepannya bisa lebih baik.

1
DyLu
Mark Pria Idaman bngtt 🤭🥰🥰
DyLu
/Kiss//Kiss//Kiss/
DyLu
walau bertele" dan bikin pusing saya tetap suka entah sudah yang ke berapa kalinya baca ulang" suka bngt 🥰🥰🥰
Anhy Ani Ld
saya sangat suka dan saya sudah membaca sampai berulang ulang kali 🥰🥰
Borahe 🍉🧡
masih mengikuti alur
Borahe 🍉🧡
latar luar negri yah thor
PA01: iyaah...
total 1 replies
Dian Lasipi
lanjutin novel yg ini kak,sy suka
Rita susilawati
Mark nya jelek🤣 gx cocok pemain nya Thor soalnya di jalan cerita Mark itu kn punya six pex dada nya la itu kurus mana ada sixpack nya🤭

bagus cerita nya Thor tetep lanjutkan semangat
Arin
kok ibu Mark ky gni...🥲
Arin
dasar Hyena srigala berblu domba,orng di ksih hati kok minta jantung...udh untung orng tua Luna baik hati ngrwt kmu,ech mlh gtau diri
Arin
ya dia Hyena orng yg gak tau trimksh dan juga tau diri,sdrny aja ngga ada yg mau perduli sm dia..tpi orng tua kmu udh baik hati yg bukan siapa",ech mlh dia bukny bls Budi mlh sblknya
Arin
kpn ini srigala berbulu domba Hyena terbongkar...sy ttp filing dia itu jahat
Arin
dan ternyta kecurigaanku slma ini bner tentang Hyena...
Arin
dri wktu yg Rangga ngliat ada cwe di dlm kmr pngeran itu,sy udh nebak klo yg cwe di blik semua ini sprtny si Hyena...tpi itu dugaan sy
Arin
akhiry terungkap juga...dan keluarga Luna ngg berslh...☺️
Arin
kok sy curiga y klo wnita yg sm pngeran itu mlh tmn Luna sndri,semoga aj bukan?
Arin
owh udh mulai paham,brrti Mark itu yg nlong orng tua Luna...wah mkin menarik nich,sy ksih kopi ya Thor biar tmbh smngt up😍
Arin
sampai di bab ini juga sy msih blm ngerti alesan Mark itu apa...🤔
Arin
msih blm ada ttik terang...🤔
May Cantika Malau
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!