NovelToon NovelToon
Cinta Pertama

Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:149.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nikma

Semua orang pasti memiliki Cinta Pertama..
Kapan waktunya kita tak dapat menentukannya..

Seperti yang dialami Intan , gadis remaja yang kini baru merasakan cinta pertamanya di sekolah menengah pertama..

Bagas kakak kelas Intan, sosok yang selalu membuat jantung Intan berdebar lebih cepat dari biasanya..

Dari sinilah perjalanan cinta Intan di mulai..

Bagaimana kah, kelanjutan kisah cinta pertamanya? akan kah terbalas? ataukah sebaliknya??..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

Intan berusaha membuka matanya yang masih terasa berat, ia merasakan pusing yang teramat dikepalanya.

"Ishh ... aww!" serunya pelan sambil memegang kepalanya, ia mengedarkan pandangan, berusaha mengamati tempatnya berada saat ini.

Kemudian, ia melihat Ifa disampingnya tengah menatapnya khawatir.

"Kamu gak apa-apa kan Tan?" tanya Ifa sambil memegang tangan Intan.

"Hmm ... iya, aku gak apa-apa. Cuman kepalaku masih pusing, tadi aku pingsan ya?" tanya Intan menebak apa yang baru terjadi pada dirinya.

"Iya, kamu pingsan setelah manggil nama aku ... Aku sampai terkejut bukan main, kan aku uda bilang kalau kamu uda gak kuat, kamu izin aja" omel Ifa pada Intan dan Intan hanya menanggapi dengan senyuman.

Intan tersenyum, karena ia melihat jelas kekhawatiran teman barunya itu. Meski ia diomeli, ia tahu itu bentuk rasa pedulinya. Sekilas, ia mengingat adik lelakinya.

"Aku tadi memang uda mau izin, aku manggil kamu buat bantu aku nepi, eh ternyata malah uda ambruk dulu'an akunya" ucap Intan menjelaskan.

"Uda bangun?" suara berat yang sudah sedikit familiar ditelinga Intan menghentikan obrolan mereka. Ia melihat Rizky yang tengah berjalan mendekat ke arahnya dan Ifa sambil membawa nampan.

"Iya kak"njawab Intan pelan.

"Ini aku bawain bubur sama teh hangat, tadi kata dokter UKS, maag kamu kambuh dan kamu juga kecapekan. Memang tuh Bagas hukum kamu kebangetan tadi" ucap Rizky sambil menyodorkan nampan berisi semangkok bubur ayam dan teh hangat.

"Terima kasih kak ... Hmm, untuk hukuman kan memang aku yang salah kak karna terlambat" ucap Intan, sambil tersenyum simpul.

Oh, ternyata nama kakak tadi Bagas.

"Ifa, kamu temenin Intan disini ya. Nanti kalau dia sudah pulih kalian segera kembali ke kelas, aku gak bisa nemenin, aku harus kembali ke kelas. Upacara sudah selesai" ucap Rizky yang diangguki oleh mereka berdua. Kemudian, ia pun berlalu pergi.

.

.

Setelah menghabiskan buburnya. Intan merasa keadaanya kian membaik.

"Aku uda baikan nih, kembali ke kelas yuk. Uda 15 menit kita disini" ucapnya pada Ifa, yang dari tadi sabar menunggunya.

"Kamu yakin uda kuat?" tanya Ifa ragu.

"Iya, aku sudah gak apa-apa" ucap Intan menenangkan.

Kemudian, mereka berdua berjalan meninggalkan UKS. Ketika di koridor mereka berpapasan dengan Bagas. Bagas, yang melihat Intan keluar dari UKS dibantu oleh Ifa pun sedikit terkejut. Sekarang ia tahu, siapa gadis yang pingsan sebelumnya. Ia juga akhirnya paham, apa yang dimaksud Rizky tadi saat berpapasan dengannya yang tiba-tiba mengatakan 'kejam kamu Gas', Awal ia tak paham apa maksud temannya itu, tapi kini ia paham maksud dari perkataan itu.

Ia berjalan mendekat ke arah Intan dan Ifa. Intan yang berjalan menunduk sambil lengannya dipegangi Ifa pun menghentikan langkah ketika ada suara yang menanyakan keadaannya.

"Ternyata yang pingsan kamu ... Gimana, keadaan kamu sekarang?" tanya Bagas cemas, sambil menatap wajah Intan yang masih terlihat sedikit pucat.

Intan pun mendongak menatap pemilik suara itu. Ia, cukup terkejut yang menanyakan keadaannya adalah Bagas.

"Hmm ... Yah, sudah lebih baik" ucap Intan pelan sambil tersenyum samar.

"Maaf ya, kelihatannya memang tadi aku berlehihan kasih hukuman ke kamu ... Maaf yaa" ucap Bagas pada Intan, Intan dapat melihat penyesalan jelas pada mata kakak kelasnya itu.

"Ehh ... Aku uda gak apa-apa kok kak, Kakak gak salah. Hm, aku yang salah karna terlambat tadi. Kakak kan hanya menjalankan peraturan" ucap Intan merasa tak enak, mendengar ucapan maaf dari kakak kelasnya itu.

"Hm, baiklah kalau begitu, kamu segera kembali ke kelas aja. Aku harap kamu cepat baikan yaa" ucap Bagas lembut, sembari memberikan senyum manis pada Intan. Tangannya pun menepuk kepala Intan pelan.

Deg ... Deg ... Deg

Kenapa lagi dengan jantungku?

Intan, menatap punggung Bagas yang berjalan menjauh meninggalkannya.

Ifa, yang menatap temannya itu melihat ada yang berbeda dari tatapan Intan. ia tersenyum penuh makna. Setelah itu ia mengajak Intan kembali ke kelas.

------------------

Tettt ... Tettt ... Tettt

Bel pulang telah berbunyi, para murid berteriak senang. Akhirnya, hari panjang dan melelahkan telah berakhir.

Intan dan Ifa berjalan bersama hendak pulang. Mereka berbincang selama perjalanan. Mereka berdua sudah semakin akrab. Ifa, anaknya yang cukup supel dan ceria. Mengobrol dengan Ifa, seperti tak pernah kehabisan bahan obrolan. Intan yang memang lebih sedikit pendiam dan sulit mencari bahan obrolan, merasa nyaman dan senang jika mengobrol dengan Ifa. Karna, lelucon dan obrolan gadis itu dapat ia pahami dan tak jarang dapat membuatnya tertawa lepas.

Setelah sampai di halte bus, mereka harus berpisah dengan menaiki bus yang berbeda, karna arah rumah mereka tak sama.

Untung siang itu Intan mendapatkan tempat duduk di dalam Bus. Jika tidak, mungkin ia akan lebih memilih duduk dibawah. Tubuhnya benar-benar lelah hari itu, ia saja sampai tertidur di dalam bus, karna terlalu lelah. Untung saja ia terbangun tepat waktu. Jika, tidak ia akan semakin lama sampai rumah.

Intan berjalan terseok-seok menyeret kakinya ke arah rumah yang ingin ia lakukan saat ini adalah berbaring di tempat tidurnya.

"Assalamu'alaikum ..." ucap Intan, memasuki rumah.

Kemudian, ia meghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu.

"Wa'alaikum salam ... Sudah pulang sayang" tanya sang bunda yang berjalan ke arah putrinya.

Melihat Ibunya mendekat, Intan kemudian meraih tangan ibunya dan mencium punggung tangannya. Ia mengangguk mengiyakan.

"Capek banget ya hari ini?" tanya bunda yang melihat keadaan putrinya itu.

"Banget Bunda ... Tubuh Intan, rasanya seperti digebukin pakek sapu. Intan aja tadi sampai pingsan Bunda" ucap Intan merajuk.

Kegiatan orientasi dari pagi sampai pukul 2 tadi, membuat tenaganya terkuras habis.

"Kok bisa Sayang? Kamu jadi makan gak tadi?" tanya bunda khawatir.

"Sudah Bunda. Intan pingsan waktu upacara. Karna, Intan kelelahan habis dihukum lari keliling lapangan yang luasnya kebangetan" adu Intan.

"Tapi Intan uda gak apa-apa sekarang, hanya capek aja. Intan mau istirahat dulu aja ya Bunda" imbuh Intan lagi, sebelum Bundanya menanyakan yang lebih padanya. Ia masih terlalu capek untuk menjelaskan saat ini yang ingin ia lakukan saat ini adalah tidur. Dalam keluarganya ini, keterbukaan adalah hal yang selalu diprioritaskan. Orang tuanya selalu menuntun Intan dan adiknya untuk terbuka, sehingga sudah menjadi kebiasaan bagi Intan dan Dika untuk menceritakan apa saja yang mereka alami.

Paham dengan kondisi anaknya, bunda akhirnya mengangguk dan menyuruh putrinya ke kamar. Tak lupa, ia mengingatkan pada Intan, sebelum tidur untuk sholat ashar terlebih dulu. Karna jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.

Intan mengangguk dan mencium pipi sang bunda dan berjalan ke arah kamar.

Setelah menunaikan sholat ashar, ia pun merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Tak butuh waktu lama, ia terlelap.

.

.

.

Bersambung..

1
Zalfa Ayu
cinta pertama seseorang 2
Nikma: Hehe, iya kak . Cinta terbaik season 2 nya. cuss kalau mau baca. hehehe..
atau kalau mau baca novel baruku juga boleh kak, Kesayangan Tuan Sempurna. hehehe😊🤭
total 1 replies
Cen
bahasanya terlalu dewasa untuk anak kelas 7, imajinasi boleh tapi harus realistis thor
harusnya tokohnya sudah SMA minimal kelas 9 lah
Nikma: hehe.. iya kak, ada bbrp yg komen sama ...
maaf, ini karya pertama author, jadi author belom bisa bener² nempatin yg pas seseuai karakternya ..
Makasih buat masukannya ya kak🤗
total 1 replies
tyas pudiastuti
terlalu banya promo dan selingan mengganggu a luar cerita
Nikma: halo kak, salam kenal ...
maaf ya kak, buat gak nyaman. itu author promo soalnya karyanya dah lama tamat jadi author promoin karya baru buat reader lama yang ngikutin author. ini juga saran dari pihak NT nya😊🙏
total 1 replies
Priskha
ini bnr ta thor anak br kls 7 slias kls 1 SMP tp cara ngomongnya spt org dewasa
Priskha
ini msh pelajar SMP kok ceritanya spt org dewasa ya
Nikma: Kalau boleh tau sebelah mananya kak?
Hmm. Maaf kalo gak sesuai, karna author juga masih belajar nulis🙏
total 1 replies
zien
Semangat 💗💗🌹🌹
zien
semangat 💗💗
Isma Aji
Ditunggu dukungan nya🤗
Fira Ummu Arfi
pembaca setia hadirrrr..

sukaaa ceritanyaaa thorrr 😍

tinggalin jejak juga yaaa di novelku ASIYAH AKHIR ZAMAN 😊
🌻Ruby Kejora
lile disini💗
🌻Ruby Kejora
2 like mendarat...maaf baru mampir hari ini.semangat terus thor
🌻Ruby Kejora
2 like mendarat
mari qt slg dukung. like balik novel q

the thunder's love
🌻Ruby Kejora
3 like mendarat...maaf br berkunjung
Eva Santi Lubis
hai thor aku datang lagi
mari saling mendukung terimakasih
🌻Ruby Kejora
like mendart
🌻Ruby Kejora
like mendarat d karya mu yg manis thor
🌻Ruby Kejora
like mendarat ya thor
🌻Ruby Kejora
q datang thor
Perjuangan cinta Tuan Muda
hai hai aq comeback give 10 like for u. feedback please
Rian Cappuchino
Kak mampir yuk ke novelku.Judulnya "Ray Stardust."

Kutunggu kedatangan kalian.

Terima kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!