REVISI
Cahaya adalah Seorang model terkenal yang berumur 30 tahun. dan dia sudah menikah dengan Aditya yang seorang pengusaha. Pernikahan mereka masuk 3 tahun namun sampai sekarang belum dikaruniai anak. Sehingga membuat Aditya berselingkuh dengan sahabat Cahaya yang bernama Keyla. hasil perselingkuhan itu membuat Keyla hamil anak Aditya.
Sampai akhirnya Cahaya pulang dari luar negeri tanpa memberitahu suaminya dia pulang untuk buat kejutan. Tapi bukan suaminya terkejut akan kedatangannya. tapi dirinya yang terkejut melihat suami dan sahabatnya berada didalam kamar sedang memaduh kasih.
"Apakah yang akan dilakukan oleh Cahaya?
Apakah Cahaya memaafkan suaminya atau lebih pilih berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 004
APARTEMEN MEDITERANIA
Aditya duduk termenung di sofa ruang tengah dengan wajah kusut dan pikiran yang berantakan. Perasaannya sungguh kacau, bingung harus berbuat apa agar bisa meluluhkan hati Cahaya dan kembali seperti sedia kala.
“Aaaaaakhhh… Kenapa harus ketahuan saat ini juga?” teriaknya frustasi sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. “Tidak! Aku tidak boleh menyerah. Aku harus cari cara supaya Cahaya mau memaafkan dan kembali padaku.”
Ceklek…
Pintu kamar terbuka perlahan. Keyla keluar menghampiri Aditya, lalu duduk manis di sampingnya yang tampak gelisah.
“Jangan berteriak begitu. Berisik dan tidak akan mengubah keadaan,” ucap Keyla dengan nada tenang yang justru terdengar sinis.
“Cahaya bersikeras mau menceraikanku, Key…” keluh Aditya lemas.
Di balik punggung Aditya, sudut bibir Keyla terangkat licik. "Itu yang paling aku inginkan sejak lama. Kalian bercerai, maka kamu sepenuhnya milikku," batinnya penuh kemenangan.
Keyla tersenyum manis seolah turut bersedih. “Kalau memang begitu keinginannya, ya biarkan saja. Bukankah nanti kamu bisa lebih fokus padaku dan janin yang sedang aku kandung ini?” bisiknya lembut sambil memegang perutnya.
“Tapi aku masih sayang sama dia…”
“Sssttt… Jangan pikirkan dia dulu.” Keyla menempelkan jari telunjuk di bibir Aditya, lalu duduk tepat di pangkuan pria itu. Bibir mereka saling mendekat dan bersentuhan dalam ciuman yang menggoda.
Belum sempat suasana semakin memanas, ponsel Aditya berdering nyaring.
“Sebentar ya, Sayang,” katanya sambil melepaskan diri dan meraih ponsel di meja. Wajahnya berubah serius saat melihat nama penelepon. “Ini Mama.”
Keyla turun dari pangkuan Aditya dengan wajah cemberut kesal. Aditya sempat mengelus kepalanya untuk menenangkan, lalu berjalan agak menjauh untuk mengangkat telepon. Keyla hanya menatap datar sambil mendengus pelan. Sial, ganggu saja."
“Halo, Ma?” sapa Aditya.
“Dit, kenapa kamu belum kirim uang bulan ini? Mama sudah menunggu dari kemarin!” nada suara ibunya terdengar tidak sabar.
Aditya terdiam sejenak. “Sabar dulu, Ma. Nanti aku telepon Cahaya, tanya kenapa dia belum transfer uangnya.”
“Jangan lama-lama! Mama butuh buat bayar arisan dan cicilan yang menumpuk!” bentak ibunya sebelum memutus sambungan.
Aditya meremas ponselnya erat. "Apa mungkin Cahaya sudah berhenti mengirim uang untuk Mama karena marah padaku?" batinnya cemas.
Ia segera menelepon Cahaya berulang kali, namun tak satu pun panggilannya diangkat. “Segitu bencinya kau padaku, Sayang? Sampai teleponku pun kau acuhkan?” gumamnya frustrasi.
Sementara itu, di rumah yang luas, Cahaya hanya diam menatap layar ponsel yang terus bergetar. Ia sama sekali tidak berniat mengangkat. Hatinya sudah mati rasa lantaran perbuatan pengkhianatan yang menyakitkan itu.
Begitu panggilan berhenti, Cahaya segera menghubungi sahabat terdekatnya.
“Halo Ris, kamu tidak sibuk kan hari ini?”
“Enggak, nih. Ada apa?”
“Kalau begitu, temui aku di Cafe Star ya. Ada hal penting yang harus aku ceritakan.”
Setelah menutup telepon, Cahaya bersiap. Ia mandi dan merapikan diri, bertekad untuk tidak terlihat lemah. Beberapa jam kemudian, ia tiba di Cafe Star dengan penampilan rapi dan mengenakan masker agar tidak mudah dikenali orang. Ia langsung menuju ruang VIP yang sudah dipesan.
“Maaf ya, Ris, aku agak telat. Jalanan macet sekali,” sapa Cahaya sambil duduk.
“Tidak apa-apa, aku juga baru sampai kok. Kebetulan aku sudah pesankan makanan kesukaanmu. Kita bisa ngobrol santai.” jawab Risa ramah.
Mata Risa menatap lekat wajah sahabatnya yang tampak tak biasa. “Kamu kenapa? Nggak biasanya kamu tiba-tiba minta ketemuan kayak gini. Ada masalah berat ya?”
Cahaya menarik napas panjang, berusaha menahan gejolak emosi di dadanya. “Aditya… Dia selingkuh, Ris.”
Risa spontan menutup mulutnya tak percaya. “Apa?! Kamu yakin?”
“Aku melihatnya sendiri dengan mataku, bahkan merekamnya sebagai bukti. Yang lebih menyakitkan… Wanita itu adalah Keyla, sahabatku sendiri,” jawab Cahaya dengan suara bergetar, lalu ia pun terisak.
Risa langsung memegang tangan Cahaya erat. “Kalau begitu… Apa rencanamu sekarang?”
“Aku sudah bulatkan tekadku. Aku akan mengajukan gugatan cerai pada Aditya. Aku tidak mau lagi berbagi, apalagi dengan pengkhianat.”
...***Bersambung***...
Jangan lupa berikan komentar, like dan Vote.
"dibawah" ke rumah sakit.. (dibawa)
Selamat datang nona "mudah".. (muda)
"nika" ( inin yg harusnya pakai huruf "h")
aaaaaah.. gemes aku bacanya dgn banyak kosa kata yg kacauuuu...
berali = beralih