NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Rangga

Istri Kesayangan Rangga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Menantu Pria/matrilokal / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:395.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

belum revisi

DI HARAPKAN MEMBACA KISAH RANGGA SEBELUMNYA DI KEKASIHKU MENANTUKU.

SPIN OFF KEKASIHKU MENANTUKU

Note: tidak menerima boomlike!

Larasati, di usianya yang ke 26 tahun dia harus membesarkan putranya yang berusia 5 tahun. Tanpa suami, Laras berjuang membesarkan Bagas. Dia tidak pernah mengeluh atau mempersalahkan jalan hidupnya sekarang. Laras hanya ingin menjadi ibu yang baik untuk Bagas.

Hingga ...
Dia kembali dipertemukan oleh Rangga, lelaki yang pernah menghalalkannya. Entah apa status dirinya saat ini. Dia bukan janda karena Rangga tak pernah menalaknya. Dia pergi meninggalkan Rangga karena sebuah tuntutan.

Dimatanya Rangga suami yang sempurna. Mencintainya dan Memperlakukannya layaknya ratu dalam istananya. Hanya saja, sampai dua tahun pernikahan mereka belum diberi keturunan.

Laras menyadari dirinya sudah berbadan dua setelah meninggalkan suaminya yang sempat kritis saat kecelakaan tunggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam pertama

POV Laras

Penumpang yang terhormat, pesawat sebentar lagi akan mendarat di Bandara Narita Tokyo Metropolis, Jepang. Mohon pakai sabuk pengaman anda untuk berjaga-jaga. Terimakasih.

Terdengar suara operator dalam pesawat menandakan akan sampai ke Jepang. Tampak pramugari berkeliling memeriksa sabuk pengaman pada setiap kursi penumpang.

Akhirnya kami tiba di bandara Narita, Tokyo. Rasanya seperti mimpi ketika menginjakkan kaki di negara milik Naruto. Mas Rangga menggandeng tanganku dengan erat. Mungkin dia takut aku hilang kali. Dia tersenyum menatapku, ah mengapa dia terlihat tampan sekali.

Saat masuk ke ruang bagasi tampak seorang lelaki yang katanya salah satu staf dari perusahaan milik mas Rangga. Seorang lelaki muda Jepang menyapa kami dengan menggunakan bahasa inggris. Dan sekarang kami akan berangkat ke apartemen pribadi suamiku di tokyo.

Perjalanan dari Bandara Narita ke apartemen tidak memakan waktu yang lama. Aku memandang jalanan yang dipenuhi salju. Kata Mas Rangga sekarang Jepang sedang musim dingin, dan mungkin sebentar lagi akan masuk musim semi.

Setelah kami mengantar Ina ke apartemen milik keluarga kakaknya. Kedatangan kami disambut oleh lelaki yang bernama Rio dan ibunya bernama Maudy. Mereka ramah-ramah, mungkin karena kami

sama- sama orang indonesia. Dengan komunikasi menggunakan bahasa Indonesia mereka menyambut kami dengan beberapa menu Indonesia.

Setelah selesai mengantar Ina barulah kami diantar ke apartemen milik mas Rangga. Lokasinya hanya berkelang lima gedung dari kediaman Ina.

Huft!

Entah kenapa aku merasa suamiku belum move on dari Ina. Apakah dia sengaja membeli apartemen agar bisa dekat dengan Ina? Apakah salah jika aku merasa cemburu dengan Ina?

"Sayang." aku terkejut saat mas Rangga sudah duduk disampingku.

"Iya, mas." Kenapa jantungku berdetak kencang saat mas Rangga duduk merapat.

"Kamu cantik."

Ya Allah kenapa perasaanku nggak karuan begini. Mana mas Rangga semakin merapat lagi duduknya.

"Mas, aku lapar." aku mencoba mengalihkan perhatian suamiku. Sumpah aku masih takut.

"Oke, aku masakin ya."

"Kita makan diluar aja yuk, mas."

"Oke. Kamu dandan yang cantik malam ini kita dinner."

"Nggak usah di resto mahal, mas. Di warung pinggiran aja."

Aku dan mas Rangga keluar dari apartemen. Kalian tahu ini pertamakalinya aku jalan berdua dengan seorang lelaki. Tangan mas Rangga tak pernah lepas dari genggamannya. Tampak jalanan sepi karena sekarang sudah jam tujuh malam. Langkah kami terhenti saat berdiri di depan gedung apartemen Ina. Aku yakin mas Rangga pasti mau mengecek keadaan Ina. Atau jangan-jangan dia mau ajak Ina dinner bareng. Astaga!

"Kenapa kesini?"

"Kita ajak Ina. Kasihan dia sendirian." Ujar Rangga yang berjalan memasuki lift menuju apartemen Ina.

"Mas."

Aku mencoba menahan mas Rangga untuk tidak melibatkan Ina lagi.

"Iya,sayang."

"Bukankah ini dinner berdua. Kenapa melibatkan oranglain?" protesku.

"Bukan gitu sayang? Aku kn cuma..."

"Cuma apa? Mas masih cinta sama Ina. Kalau masih cinta kenapa nikahin aku bukan sama Ina."

Bagaimana mungkin acara bulan madu tapi melibatkan perempuan lain. Aku menghargai keputusan Ina yang ikut ke Jepang untuk meneruskan kuliahnya. Tapi bukan berarti menghancurkan kehidupan orang lain.

"Ras, Tolong dengarkan aku."

"Aku adalah suami kamu. kita akan memulai sebuah kehidupan yang baru. Saling menerima satu sama lain. Kalau soal Ina, aku menerima Ina sebagai adikku bukan yang lain. Kami ini saudara sepersusuan."

"Tapi, mas. Bolehkah aku keberatan kalau kamu melibatkan Ina dalam acara kita? Aku cuma ingin berdua sama kamu, Mas. Ini bulan madu kita. Acara yang sakral bagi kita berdua."

"Maafkan aku sayang, aku nggak peka. Oke jadi kita jalan berdua saja mengelilingi kota."

Entah kenapa moodku turun setelah mas Rangga mengubah keputusannya. Harusnya aku senang kalau dia tidak jadi mengajak Ina untuk Dinner. Apa aku yang terlalu sensi? Entahlah.

Kami berjalan mengitari kota Tokyo yang diselimuti salju tebal. Udara salju yang terasa sangat dingin tak membuat keromantisan kami luntur. Mas Rangga terus menggenggam tanganku seakan takut aku hilang. Kami pun berhenti disebuat kedai kecil di sudut kota Tokyo.

Si pemilik toko melihatku dengan tatapan penuh arti.

"Apakah anda muslim?" Tanyanya.

Aku hanya mengangguk saat dia bertanya agamaku. Mungkin karena aku memakai hijab.

"Saya akan menyajikan teh hijau buat anda. Tapi maaf kalau disini tidak ada menu halal. Jadi kami akan berikan teh hijau untuk kalian."

"Oh, maaf kalau begitu kami tidak bisa berlama disini. Istri saya lapar makanya kami mencari makanan disekitar sini."

"Di sana ada restoran muslim. Silahkan anda kesana." Pemilik toko menunjukan pada kami restoran yang hanya berkelang 10 gedung dari tempat kami berdiri.

"Terimakasih, tuan. Kami minta maaf karena tidak memesan apapun disini."

"Tidak papa, tuan."

Kami berjalan menuju restoran kecil yang ditunjuk bapak kedai tadi. Kami beruntung diingatkan sama bapak tadi, kalau tidak mungkin sudah menyantap masakannya. Ada hikmahnya aku memakai hijab, karena sudah banyak cerita sejak memakai hijab. Mas Rangga tetap tak melepas tanganku dari genggamannya.

Kami memasuki resto kecil tersebut. Mas Rangga mengantarkan aku pada sebuah kursi panjang kecil. Dia memintaku menunggu sementara dia menemui si pemilik resto.Entah apa yang mereka bicarakan, kudengar mereka bicara dengan bahasa jepang. Tak lama dia duduk disampingku.

"Maaf, ya. Kamu pasti sudah lapar banget. Sambil menunggu masakannya kamu makan ini saja dulu."

Mas Rangga memberikan sebuah makan mirip nasi berbentuk segitiga. Ditengahnya ada lampisan warna hijau mirip sayuran.

"Ini apa, mas."

"Ini onogiri, lemper versi jepang. Makan aja, enak kok."

"Onogiri. Kok mirip nama daerah di jawa ya."

"Itu Wonogiri sayang." Sahut Rangga sambil mencubit hidungku.

Saat aku mencoba yang onogiri rasanya enak. Seperti berasnya beda dengan yang biasa aku makan selama diindonesia.

"Enak?"

"Enak, mas. Bener kayak makan lemper tapi nasinya beda."

"Kalau kamu suka biar aku pesan lagi buat bawa dirumah sekaligus beliin buat Ina."

"Bisakah tidak membahas soal Ina saat momen seperti ini." Sahutku. Sumpah aku capek dengar nama Ina di setiap ucapan Mas Rangga.

"Maaf, sayang."

"Aku mau pulang, mas." Aku benar-benar sudah malas makan.

"Tapi, sayang. Pesanannya gimana?"

Aku tak peduli lagi dengan makanannya. Rasa kesalku pada mas Rangga sudah diujung batas. Bisa-bisanya dia masih memikirkan Ina di momen ini. Istri mana yang tidak kesal ketika suaminya masih memikirkan mantannya.

POV author

Laras tidak memperdulikan suara Rangga memanggil namanya. Apalagi rasa kesalnya pada suaminya sudah membesar. Dimana dia berharap ada momen romantis tapi malah jadi momen menyesakkan hati. Dia terus melanjutkan jalannya tanpa tahu dimana arah pulang. Hingga dia tersadar sudah berjalan jauh dari jangkauan suaminya.

Laras menatap Jalanan yang tertutup salju.Tubuhnya semakin merasa dingin. Jaket yang menutupi tubuhnya sudah tak mempan lagi. Matanya mencari celah agar bisa menemukan jalan pulang.

"Mas, aku takut." Laras terpekur karena ketakutan.

"Sayang!" Laras mendengar suara suaminya tapi tak terlihat wujud keberadaan asal suara itu.

"Mas, kamu dimana?" ucapnya Lirih.

Laras pun terus berjalan berharap menemukan suaminya. Tubuhnya sudah lelah tak bisa menahan dinginnya udara.

"Laraaaass!" Rangga melihat istrinya hendak pingsan.

"Astaga aku lupa kalau Laras punya asma."

Rangga langsung membopong Laras kembali ke apartemen. Beruntung dia punya apartemen ditengah kota sehingga dia tidak susah mencari jalan pulang. Sampai di apartemen Rangga langsung mencari obat asma istrinya. Terdengar suara bengikan dari bibir Laras.

"Maafkan aku, Ras." Ucap Rangga melihat kondisi istrinya.

"Mas, aku yang harusnya minta maaf. Aku tadi pergi tanpa permisi sama kamu. Aku mendengar panggilanmu tadi tidak kudengarkan. Maafkan aku, mas."

"Ras, kamu istirahat ya. Aku keluar sebentar." Rangga membiarkan Laras istirahat.

"Mas, jangan tinggalkan aku sendiri disini."

Rangga duduk disamping Laras. Tak lama Rangga menselonjorkan kakinya disamping ranjang Laras. Menyandarkan kepala Laras diatas bajunya. Mereka saling bertatapan lama. Dengan perlahan Rangga mengikis jarak sambil membuka hijab di kepala Laras. Tangan Rangga menarik tubuh Laras hingga terduduk diatas paha lelaki itu.

Rangga menarik dagu Laras, menodongkan ciuman lembut dibibir istrinya. Rangga menuntun tangan Laras membuka kancing kemejanya tanpa melepaskan ciuman mereka. Ciuman yang lembut menjadi luapan perasaan Rangga bahwa dia menerima Laras sebagai istrinya.

Posisi Laras sudah berada di bawah tubuh Rangga. Rambut Laras sudah terurai tanpa penutup. Baju gamis Laras kini sudah berserakan di lantai.

"Aku mencintaimu, Larasati. Kamu tahu kalau aku mulai mencintaimu saat aku melihat kedekatanmu dengan teman lelakimu. Hatiku mulai dibakar cemburu dan aku ingin segera mengikatmu dengan hubungan yang halal."

"Kak Rangga, aku mencintaimu sejak SMP. Sejak aku mengenalmu sebagai kakaknya Ina. Sudah lama aku memendam perasaan ini tapi aku tahu hati kak Rangga hanya untuk Ina. Apalagi sainganku adalah Angel." Cerita Laras.

Tubuh Rangga dan Laras semakin rapat hingga menempel dengan sempurna. Rangga menarik tubuh Laras sehingga posisinya seperti membonceng, tangan Rangga terus mengayunkan pinggung istrinya memasukan tongkat saktinya.

"Aaaa... Mas. Pelan-pelan." Laras mulai merasakan pedih di bagian sensitifnya. Tapi dia memilih menahannya dengan mengggigit bahu Rangga. Tubuh Laras langsung terhempas diatas ranjang.

Rangga masih belum lelah, dia kembali menjamah tubuh istrinya dengan melayangkan beberapa tanda milik di leher Laras. Laras pun ikut terpancing dengan kembali melayangkan ciuman di bibir Rangga. Keduanya kembali tenggelam dalam penyatuan raga tanpa nafsu. Menyalurkan hasrat cinta mereka yang sudah halal.

Dan malam ini aku sudah menyerahkan semuanya kepadamu.

1
Yuliana Purnomo
hadeeehhh mertua mertua,,masih aja cari gara gara
Yuliana Purnomo
hadeeehhh,, Laras bercerita kandang singa,,yaa bahaya untuk dirinya
Yuliana Purnomo
hadeeehhh ternyata masih punya misi licik mama Raya ke Laras
Yuliana Purnomo
heehh Emang gak tegas aja jadi suami,, Rangga,,, mudah bukan untuk menyelidiki apa yg terjadi 5 THN yg lalu bagimu??
Yuliana Purnomo
raya emang totalitas untuk menjauhkan Rangga dan laras
Yuliana Purnomo
bagus Thor,,,, lanjuuuuttt
Yuliana Purnomo
pandai nya kamu memutar balikkan fakta,, Raya Raya gak takut kena karma kah
Yuliana Purnomo
semoga hamil Laras nya,,biar kicep mama mertua
Yuliana Purnomo
pokoknya sudah nyesek 😢😢😢
Yuliana Purnomo
aneh juga polisi ini
Yuliana Purnomo
ya Allah 😢 sedih nya,,maka Oma sesayang itu sama Laras,,, akhirnya dipanggil Allah
Yuliana Purnomo
hadeeehhh pasti mama mertua nya nyalahin Laras
Yuliana Purnomo
MasyaAllaah,, Rangga diuji dgn kecelakaan
Yuliana Purnomo
heeeh rasanya mau tak apain aja,, Raya ini,, ngeyelan,, SDH di larang suaminya masih aja ngotot
Yuliana Purnomo
hemmm,, susah memang selagi masih serumah dgn orang tua jika sudah menikah
Yuliana Purnomo
belah duren akhir nya
Yuliana Purnomo
heem KOG bisa secepat itu Rangga balik haluan dr Ina ke Laras??
mama Al: nanti ada kisahnya kak
total 1 replies
Radya Arynda
mampir sebentar,,kerja dulu nanti malah di lanjut baca
𝑨𝒇𝒚𝒂ᵗᵃⁿ♡ѕ⍣⃝✰☕︎⃝❥ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©
kk Cinta mampir
simpan dulu di favorite
Ersa
Luar biasa
mama Al: terimakasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!