(Season 1)
Akibat kesalahan satu malam, Bella harus mengandung diusianya yang masih 17 tahun. Pengkhianatan sang pacar membuatnya hilang kendali hingga tidur dengan Axel. Pria dengan sejuta pesona yang memiliki masa lalu gelap dan sisi buruk yang mengerikan.
Bagaimana bisa Bella hidup dengan pria yang memiliki hidup yang bertolak belakang dengannya? Apakah dia bisa menerima segala masa lalu kelam Axel?
(Season 2)
Karin memilih pergi ke luar negeri untuk melupakan kejadian buruk yang sudah di alaminya. Ia harus menolak mentah-mentah pertanggung jawaban dari Dio, pria yang telah merenggut paksa kehormatannya.
Ia juga harus mati-matian melupakan pria itu. Tapi setelah lima tahun kemudian,Mereka di pertemukan kembali dengan perasaan yang sama namun situasi berbeda.
Apakah Karin akan menerimanya? Atau kembali menolaknya?
Simak ceritanya ya guys!!! Cekidot!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Kelam
Dio tampak menghubungi Bella, namun sedari tadi Bella tak mengangkat teleponnya. Kemana wanita itu pergi. Sial! dia tak bisa menemukan dimana pun Bella. Oh Dio ingat kenapa tak mencoba bertanya kepada kedua sahabat Bella. Dio menepikan mobilnya sejenak, dia segera menghubungi nomer Karin. Tak sampai nada sambung ketiga telponnya langsung di angkat.
"Halo, Dio.."
"Halo, Karin.. ehm apa Lo lagi Sama Bella?" Dio langsung bertanya to the point.
"Bella? Bukankah dia sama Lo ya?"
"Apa Lo yakin nggak sama dia?"
"Ya tentu, emang ada apa sih? Tadi Bella mau nyamperin Lo, katanya Lo sakit"
Dio terdiam, sepertinya Bella memang tidak bersama Karin. Apa dia langsung pulang ke rumah?. Dio langsung tancap gas mobilnya menuju rumah Bella.
****
Axel terkekeh mendengar ucapan Bella. "Apa ini yang kau bilang ciuman?" ejeknya merasa Bella tak bisa menciumnya dengan benar.
Bella menyipitkan matanya mendengar ejek kan Axel. "Lo pikir gue nggak bisa ciuman?"
"Ya, tentu" ucap Axel tersenyum tipis. "Yang barusan tadi itu bukan ciuman, tapi yang seperti ini baru benar" Axel kemudian mencium bibir Bella dengan lembut.
Bella sedikit kaget namun dia mencoba membuka mulutnya untuk memberikan Axel akses menelusupkan lidahnya. Axel yang mendapat tanggapan dari Bella itu semakin semangat. Apalagi bibir Bella terasa lembut dan manis membuat dirinya merasa candu.
Ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ciuman yang menuntut. Axel sepertinya tak bisa mengontrol dirinya, tangannya pun ikut bergerak aktif memberi sentuhan pada tubuh Bella. Bella yang merasa ciuman ini begitu memabukkannya, tubuhnya terasa bergetar mendapat serangan yang bertubi-tubi dari Axel. Bella kini mencengkram pundak Axel untuk menjadi pegangannya, karena kakinya terasa lemas dengan ciuman yang Axel berikan.
Axel menghentikan sejenak tautan bibir mereka, dia menatap mata Bella yang tampak sayu menatapnya. Wajah Bella tampak sudah memerah, bibirnya yang merah tampak sedikit bengkak karena ulah Axel.
"Kenapa berhenti?" ucap Bella neng suara paraunya. "Lo nggak menginginkan gue?" Bella menatap Axel dengan mata sayunya. Namun dalam bayangannya pria itu adalah Dio.
"Kau yang memulainya, jadi jangan salahkan aku untuk ini semua" kata Axel menarik salah satu sudut bibirnya.
Dan Axel tak membuang waktu lagi, dia langsung mencium bibir Bella dengan rakus. Tangannya dengan lincah melepaskan gaun yang melekat pada tubuh Bella. Axel mendorong tubuh Bella hingga keduanya jatuh di ranjang. Ciuman Axel kini berpindah pada telinga dan leher jenjang putih yang begitu menggodanya.
Suara ******* keduanya terdengar bersahutan dengan rintik hujan di luar. Dan malam itu menjadi saksi Bella telah kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya tanpa dia sadari. Keduanya asik menggali kenikmatan surgawi. Bahkan tak hanya satu kali Axel melakukanya. Dia terus mengulangi lagi karena merasa tubuh Bella terasa nikmat dia rasakan. Hingga keduanya merasa lelah dan langsung terlelap.
****
Keesokan harinya Bella terbangun dari tidurnya. Matanya sedikit memincing karena merasa silau oleh cahaya yang terlihat menerobos masuk kedalam kamar melalui celah tirai. Bella merasa kepalanya terasa berat, tubuhnya pun terasa sakit semua, terutama di daerah intinya.
Dengan sekuat tenaga Bella bangun dari tidurnya, dia sedikit mengeryitkan dahinya melihat ruangan yang tampak asing baginya. Sampai dia melihat ada sosok lain yang tengah berbaring di sampingnya. Mata Bella membesar melihat seorang pria itu, tiba-tiba pikiran buruk menerpanya.
Bella semakin kaget mendapati dirinya tak menggunakan sehelai benang pun. Dan pria itu juga. Jangan-Jangan?.....
"Tidak, ini tidak mungkin" ucapnya lirih seraya menggelengkan kepalanya.
Bella mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam, seingatnya dia ke apartemen Dio dan dia melihat kekasihnya itu tengah bercinta dengan seorang wanita. Lalu dia ke club' dan meminum banyak minuman. Setelah itu dia tak ingat apapun lagi.
"Apa yang terjadi??"
****
TBC
Karin dan Dio di judul yg lain