NovelToon NovelToon
LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Fantasi Urban-Mafia / Keluarga & Kasih Sayang / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:257.8k
Nilai: 5
Nama Author: Emaknya Queen

Hai - hai ..

Ini karya terbaru Emaknya Queen...

Ini Spin Off nya - Bukan Sekedar Sahabat, ya .. Karena Novel ini bagian dari story nya Keluarga Adjieran Smith yang Cetar Membahenol itu.

Poinnya lebih ke asal usul bagaiman keluarga tersebut diatas bisa menjadi sangat kuat pengaruhnya.

Cerita dalam karya ini lebih ke tokoh-tokoh pendiri dari kekokohan keluarga tersebut.

Bagaimana ceritanya?.

Monggo dibaca hingga berkenan.


Happy Reading


Loph Loph
Emaknya Queen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emaknya Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 4

Happy reading..

 

Sudah tiga hari terlewati dari sejak pembicaraan serius Rery bersama Putra dan beberapa orang terpercayanya yang lain di tempat rahasia mereka.

Rery masih mempersiapkan segalanya, kepindahannya ke suatu negara di Asia, bersama Madelaine dan putra semata wayang mereka Anthony. Termasuk juga Putra dan mereka yang berada di Italia, yang setia pada Rery.

Semua sedang Rery dan orang – orangnya persiapkan.

Dari mulai tempat tinggal baru dan sebagainya di tempat baru mereka nanti. Putra dan Dami sedang mengurusnya. Sedang pergi ke Indonesia, mempersiapkan kebutuhan Rery dan keluarga kecilnya disana, termasuk juga untuk Putra sendiri dan mereka yang akan ikut serta menetap di Indonesia.

“When we are going to leave Ravenna? (Kapan kita akan meninggalkan Ravenna?)” Tanya Madelaine pada Rery.

“Right after Putra and Dami comeback here (Secepatnya setelah Putra dan Dami kembali)” Jawab Rery. Madelaine manggut – manggut.

Rery tersenyum sembari membawa Madelaine dalam dekapan, kala mereka sedang berada di halaman depan tempat  tinggal mereka, sembari memperhatikan Anthony yang sedang bermain ditemani oleh seorang pengasuh yang merangkap juga sebagai guru privatnya.

“Daddy! Mommy!”

Anthony memanggil kedua orang tuanya yang sedang berdiri di teras rumah mereka itu.

“Here! Play with me!”

Anthony melambaikan tangannya pada ayah dan ibunya yang kemudian tersenyum lebar dan segera menghampirinya untuk bermain bersama.

*

“I love you, Dad, Mom..* (Aku mencintai kalian, Ayah, Ibu)” Anthony memeluk kedua orang tuanya yang kini sudah selesai bermain bersama, dan sedang duduk – duduk santai diatas rumput dalam pekarangan mereka.

“We love you more Anth (Kami lebih mencintaimu Anth)”

“Daddy and Mommy will always be with me, right? (Ayah dan Ibu akan selalu bersamaku, kan?)” Ucap Anthony seraya bertanya pada kedua orang tuanya.

“Of course Anth, why were you asking like that, hem? (Tentu saja Anth, kenapa kamu bertanya seperti itu, hem?)” Rery tersenyum pada sang putra yang kemudian dipangkunya dengan Madelaine yang kemudian mengusap kepala anak berumur lima tahun itu, yang cerdas dan lancar bicaranya.

“I’m just afraid (Aku hanya takut)” Anthony berbicara dengan raut wajah yang sedikit sedih.

“What are you afraid of, my Boy? (Apa yang kamu takutkan, Anakku?)” Tanya Rery dengan tersenyum.

“If I losing both of you (Jika aku kehilangan kalian berdua)” Anthony memeluk Rery dengan ketatnya, yang

kemudian dipeluk balik oleh sang Ayah sembari tersenyum dan saling bertatap  dengan sang istri yang mengelus pelan punggung Anthony.

****

Rery sedang berada di pabriknya saat ini. Dia sedang berada didalam ruang kerja pribadinya yang memiliki kaca

besar mengarah ke dalam pabrik, sehingga dari ruang kerjanya itu Rery bisa memperhatikan setiap kegiatan di dalam Pabrik itu sendiri.

Ada seorang pria bernama Clarence yang bersama Rery saat ini, yang merupakan orang kepercayaan Rery juga. Karena Putra masih belum kembali dari Indonesia.

Putra berikut Damian baru akan sampai kembali ke Italia dihari esok atau mungkin lusa.

Clarence berada disamping Rery yang kini sedang berdiri memperhatikan kegiatan di lantai satu pabrik melalui

kaca besar transparan yang ada diruang pribadinya tersebut.

“This factory has a good future actually, supposed to be you keep it even we’re all moving to Indonesia (Pabrik

ini memiliki masa depan yang bagus sebenarnya, seharusnya tetap saja dipertahankan meskipun kita semua akan pindah ke Indonesia)” Ujar Clarence.

“It’s okay Clarence, if I have to move from here, then I have to release every bussiness here. Avoiding the hassle (Tak mengapa Clarence, jika aku harus pindah dari sini, maka aku sebaiknya melepaskan semua bisnis disini. Untuk menghindari kerepotan)”

“........”

“First, I don’t want to split my focus of a different continent. Second, I think we can build another bussiness at Indonesia, same we build every bussiness here (Pertama, aku tidak ingin membagi fokus ku antara dua benua. Kedua, aku rasa kita bisa membangun bisnis di Indonesia, sama seperti saat kita membangun setiap bisnis kita disini)”

“Ya you were right, Rery (Ya kau benar juga, Rery)”

Untuk sesaat Rery dan Clarence saling diam dan sama – sama larut dalam pikiran mereka masing – masing.  Sambil tetap berdiri memandangi keadaan dalam pabrik yang dapat mereka tangkap di pandangan mereka, dari tempat mereka berdiri saat ini.

“So, is there any buyer candidates who already show an interest to buy this factory? (Jadi, apa sudah ada calon – calon pembeli yang sudah menunjukkan ketertarikan untuk membeli pabrik ini?)”

“Ah ya, about that! (soal itu!)”

Clarence kemudian berbalik dan berjalan kearah sofa, meraih tasnya.

“Thanks God you remember me about that (Untung saja kau mengingatkanku soal itu)” Ucap Clarence lagi.

Clarence pun berbalik menuju sofa dalan ruang kerja Rery di pabriknya itu.

Rery yang sempat menoleh tadi kemudian memperhatikan Clarence yang kini sudah mengeluarkan sebuah map dari dalam tas dibawanya.

“Here! (Ini!)” Clarence menyodorkan map tersebut pada Rery yang kini sudah mendekatinya.

Rery menerimanya lalu mendudukkan dirinya diatas sebuah sofa single.  Lalu mulai membuka map yang diberikan Clarence untuk ia baca.

“This is the list of the buyer candidates who looks serious to buy your factory (Ini adalah daftar mereka para calon – calon pembeli yang nampak serius untuk membeli pabrikmu ini)” Ucap Clarence yang juga sudah ikut duduk diatas sofa panjang samping Rery.

Rery sudah mulai membuka dan membaca satu per satu nama dalam daftar diberkas yang ada dalam map yang

diberikan Clarence tadi.

*

“Delano's has interest to this factory? (Keluarga Delano punya ketertarikan dengan pabrik ini?) I thought they are only running bussiness of fishery* (Kupikir mereka hanya menjalankan bisnis perikanan)”

Rery bertanya dan Clarence menjawab dengan anggukan berikut kekehan yang membuat Rery mengangkat satu

alisnya. Sedikit heran karena melihat Clarence terkekeh kecil.

“Why are you laughing? (Kenapa kau tertawa?)” Tanya Rery lagi.

“Feel a little bit funny (Hanya merasa sedikit lucu)”

“About the Delano's? (Tentang keluarga Delano?)”

“Humm”

“What is funny about Delano's? (Apa yang lucu tentang keluarga Delano?)”

“They think that you bankrupt so they want to help with sincerity (Mereka pikir kau bangkrut jadi mereka ingin

menolong dengan ketulusan)” Ucap Clarence yang sudah menghentikan kekehannya namun senyum masih menempel diwajahnya.

“Really ....? (Benarkah ..?)” Rery membuka mulutnya, setengah tertawa.

Clarence pun manggut – manggut sambil masih senyum – senyum.

“What a care (Perhatian sekali)”

“Haha”

“They are good people (Mereka memang orang baik)” Ucap Rery kemudian dengan tersenyum. Clarence manggut – manggut lagi.

“Yes they are (Ya memang)” Sahut Clarence. “They really respect you (Mereka begitu menghormatimu)” Sambung

Clarence.

Rery manggut – manggut.

“Yanni Aberto?” Ucap Rery saat melihat nama lain dalam daftar yang tadi Clarence berikan yang tertera dalam berkas didalam map.

“Yes, he also have interest to this factory (Ya, dia juga sangat berminat pada pabrik ini)” Sahut Clarence. “But I guess he won’t continue the production if you sell it to him, even he offered a high price to buy this factory (Tapi kurasa ia tidak akan melanjutkan produksi dalam pabrik ini jika kau menjual padanya, meskipun dia menawarkan

harga yang tinggi untuk membeli pabrik ini)”

“Sounds suspicious to me (Terdengar mencurigakan  bagiku)”

“Ya, I think the same way too (Ya, aku juga berpikir yang sama)”

**

Rery sedang berada di ruang kerja pribadinya dalam rumahnya kini. Ia sedang melihat – lihat lagi berkas yang tadi

siang Clarence berikan padanya yang berisi daftar calon pembeli yang tertarik dengan pabrik Rery yang ingin dijualnya karena ia akan pindah ke Indonesia. “Yanni Aberto ..” Rery menggumam.

“Love ..” Suara lembut Madelaine membuat Rery mendongak ke arah pintu ruang kerja pribadinya. Rery tersenyum

kemudian pada Madelaine.

“Come on in, My Love (Masuklah, Sayang)” Sahut Anthony.

“It’s late, Love.. (Ini sudah larut, Sayang ..)” Madelaine mendekati suaminya yang sudah berdiri dari kursi kerjanya.

Rery tersenyum merengkuh pinggang ramping Madelaine lalu mendudukkan dirinya sendiri diatas meja kerja dan

menarik Madelaine semakin rapat padanya.

“And if it’s late already, what are you going to do with me, hem? (Dan jika ini sudah larut, apa yang mau kamu

lakukan padaku, hem?)” Goda Rery pada Madelaine. Istrinya itu kemudian melingkarkan kedua tangannya dengan mesra pada leher Rery.

Membuat Rery tak tahan untuk menyambar bibir ranum sang istri.

Keduanya sejenak larut dalam ciuman yang rasanya selalu memabukkan meski sudah sering merasakan.

“I love you ..” Bisik Madelaine dengan mesra setelah dia dan Rery melepaskan bibir masing – masing.

“I love you more”

“Let’s have a rest (Ayo kita istirahat)” Ajak Madelaine.

“Okay, let me keep this list first (Oke, aku menyimpan daftar ini dulu)” Ucap Rery sembari berdiri dan Madelaine memundurkan dirinya sedikit.

“What list? (Daftar apa?)” Kini Madelaine bertanya.

“Potential buyer candidates of our factory (Calon – calon pembeli potensial pabrik kita)”

“Huummm”

“Want to see? (Mau lihat?)”

“Sure (Tentu)” Ucap Madelaine dan Rery memberikan berkas yang berisikan calon pembeli yang sudah mengajukan penawaran untuk pabrik mereka yang ingin mereka jual.

Madelaine mulai membaca.

“Delano family also interest to buy our factory? (Keluarga Delano tertarik juga untuk membeli pabrik kita?)”

Tanya Madelaine lagi.

“Yes they are (Iya)”

“Yanni Aberto.. feels like I ever heard that name before (aku seperti merasa pernah mendengar nama itu

sebelumnya)”

“Really? (Benarkah?)” Tanya Rery.

“I think so (Sepertinya sih begitu)”

Rery terdiam sejenak.

“Weird. I feel the same way too (Aneh.  Aku juga sama merasa seperti itu)”

**

“Rery” Clarence dan Yann menyambangi Rery di kediaman pribadinya esok hari. Yann yang memulai pembicaraan.

“Yes Yann?” Sahut Rery yang kemudian menyalakan cerutunya.

“Have you decided to who you want to sell your factory? (Sudah kau putuskan pada siapa kau akan menjual

pabrikmu?)” Tanya Yann.

“Yes, I have (Ya, sudah ku putuskan)”

“To? (Ke?)”

“Delano’s Family”

*

To be continue..

Enjoy aja dulu ye*

1
Pangesti Maulida Rahma
Iyah makk,aku pun penasaran
Pangesti Maulida Rahma: Authoorr ,bikinin dongg perjalanan kisah cintanya Anthony Adjieran Smith dengan Erna ,sayaa penasaraan thoorr
total 1 replies
Fiani Arifin Arifin
persiapan biangnya bucin nih
Fiani Arifin Arifin
ooo wooww Anthony
Fiani Arifin Arifin
berati Iki cerita awal dri smith tohh tak kira putra anak litle star,,lanjuutt
Siti Ardiahty
Luar biasa
Fanie Azhary: Makasih buat penilaian positifnya ya
total 1 replies
shantyka
cerita dad anthony sama nom erna gmana mak
Suwardi Suwardi
kok dach tamat kak..ada lanjutannya kah masih penasaran gadis akhirnya punya keturunan gak ya..
Risky Titi sarlinda
semoga kau selamat ant dan balas dendam ortu mu sudah lah almarhum kakek mu yang bodoh jangan lagi kau mau di bodohi jaidah
YD Wulandari Soewarno
mantabbb
YD Wulandari Soewarno
keren kk... aku udah like, hadiah, vote, bintang... 🥰
Fanie Azhary: Makasih sayangkuh
total 1 replies
Avri Yani
karna mustahil bgt cinta putra serendah itu , klan smith sampe cucu putra pun memegang teguh kesetiaan 🥰
Yeyet Suryadi
ini cerita gappa dan gamma ya
Fanie Azhary: Ini cerita kecilnya Gappa + Kakek Putra + Leluhur Adjieran Smith
total 1 replies
Avri Yani
kesel jg ish sama Gadis koq bego nya kebangetan 😝
DK.Tzu
cerita bagus yg amburadul. latar cerita bnyak negara. banyak bahasa. alur cerita maju mundur. maksa bikin 100 bab pertama cma ciuman. pdhal yg baca malah auto skip skip. asal bnyak walau abrak
Akira: Itu yg komen tolol bet, suka baca gak suka hapus, terserah yg nulis, mau diapain sama alur cerita nya, ya suka suka dia TOLOL,!!! kok ngatur org lain
total 5 replies
Suherni Erni
Mati jg ngga pa2 gadis..perempuan goblok,tol,menjijikkan tau ngga gadis..kenapa laralter perempuan gobloknya ampun2 sih.muak bgt
Suherni Erni
Kasian putra punga goblok skrng mandul akibat sok jadi malaikat buat para iblis menjijikkan.dibikin mati jg ngga pa2.
Avri Yani
pantesan putra sampe meradang , ternyata emg udh di racun dr zaman msh tinggal bareng dg alibi teh penambah tenaga ..
mous
lanjut
Suwardi Suwardi
liat aja kalo kamu tau yang sebenernya masih bisa kah Lo bilang kesal Ama putra..bodoh nya kamu gadis..bener kata putra terlalu naif udah pernah disakiti bukannya lebih waspada ini malah bukain pintu buat penjahat masuk rumah..ya selamat lach apa yang kamu tabur kamu tuai dengan kehilangan anak kamu...sukurriiinnn...hisss gemes banget Ama sie gadis nie
Wikan
Bagus
Fanie Azhary: ma acih zheyenk😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!