NovelToon NovelToon
Keturunan Terakhir Infinix

Keturunan Terakhir Infinix

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:208.2k
Nilai: 5
Nama Author: ruby kejora

Dirga merupakan keturunan dari Infinix
Sang pelindung dunia yang sangat di harapkan kelahirannya, namun tidak sesuai yang di harapkan. Ia terlahir sebagai anak autis. Sepanjang hidupnya dia di bully oleh lingkungannya.

Hidupnya berubah setelah bertemu dengan seorang gadis yang datang dari dunia lain. Rheva datang untuk melindungi Dirga dari lingkungan yang menindasnya. Gadis itu berhasil merubahnya dalam kondisi sempurna. Namun di saat semua seperti yang di harapkan, dia menghilang dengan tiba-tiba.

Mampukah Dirga menemukan Rheva dan mengemban tugasnya sebagai keturunan Infinix? Ataukah dia akan gagal dalam semua hal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 30 Hari Pertama Masuk

Dua minggu berlalu setelah pendaftaran di sekolah umum dekat rumah itu. Hari ini adalah hari pertama Dirga masuk ke sekolah baru.

Elsa sengaja izin kerja lagi untuk mengantar Dirga dan menunggunya selama di sekolah. Ia hanya akan menunggunya hari ini saja, besok dia akan kembali masuk kerja. Semua itu ia lakukan karena khawatir pada Dirga. Khawatir jika anaknya itu mendapat bully-an dari anak-anak di sekolah itu.

Elsa dan Dirga segera masuk ke mobil lalu berangkat menuju ke sekolah.

Selama perjalanan Elsa ingin bertanya pada Dirga, apa yang sebenarnya terjadi padanya saat pendaftaran waktu itu. Kenapa dia menghilang tiba-tiba ? Pergi kemanakah dia ? Lalu kenapa tiba-tiba muncul di tempat yang ia lewati sebelumnya namun tidak melihat keberadaan Dirga di sana saat itu. Lalu kenapa juga ia bisa sakit mata ? Padahal sebelumnya baik-baik saja.

“Nak... saat dulu waktu pendaftaran sekolah kamu menghilang kemana ?” sesekali menatap Dirga sambil fokus mengendarai.

“Dirga melihat anak kecil jatuh dan terluka, lalu Dirga menolong anak itu. Dirga kasihan padanya...” melihat Mama dengan ketakutan.

Ia takut di marahi serta takut jika Mama bertanya lebih banyak lagi padanya tentang kejadian itu. Karena ia tak bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Mama, dan ia tak bisa mengarang cerita juga seperti yang di lakukan kebanyakan anak kecil lainnya.

“Lain kali kalau pergi, pamit sama Mama ya. Biar Mama tidak bingung mencari mu.”

Meskipun Elsa tidak nampak marah, namun Dirga takut. Karena nada bicara Mama sedikit tinggi saat itu. Dan ia hanya mengangguk pelan menyetujui perintah dari Mama.

“Tapi Mama merasa ada yang aneh, saat Mama mencari mu kemana-mana dan tidak menemukan mu. Lalu tiba-tiba Mama melihat mu di tempat yang Mama lewati berkali-kali namun tidak melihat mu sebelumnya.” meminta penjelasan dari Dirga.

Dirga bingung harus menjawab apa. Ia diam dan berpikir cepat untuk mencari alasan yang masuk akal, agar Mama tak curiga pada kemampuan indigo nya.

“Itu Ma... Dirga...” ucapannya terhenti karena mobil berhenti di depan gerbang sekolah.

Ia selamat kali itu karena Mama terlihat sibuk mencari tempat parkir yang terlihat penuh.

Elsa melihat satu tempat parkir yang penuh. Ia kemudian mencari tempat parkir lain yang ada di sekolah itu. Ia memutar untuk menuju tempat parkir yang yang terletak agak jauh dari tempat parkir yang pertama tadi. Sehingga ia tidak terlalu perhatian dengan ucapan Dirga.

Setelah memarkir mobil, mereka segera menuju ke kelas.

“teng... teng... teng...” bel berbunyi.

Dirga masuk ke kelas dan duduk di kursi depan agar bisa melihat dan mendengar dengan jelas materi yang di sampaikan oleh guru. Karena menurutnya kalau duduk di belakang pasti akan ramai. Seperti yang sudah terjadi di sekolah sebelumnya. Semua temannya yang ada di bangku belakang lebih sering ngobrol sendiri dan bikin suasana gaduh, jadi materi dari guru tidak tersampaikan dengan jelas.

Guru di kelas mulai mengabsen dan memanggil satu per satu nama murid, termasuk murid kelas inklusi yang di gabung dalam satu kelas. Di kelas Dirga hanya dia saja murid dari kelas inklusi, sehingga guru mudah mengingat dirinya.

Pelajaran pun berlangsung. Selama pelajaran berlangsung, Elsa menunggu di luar kelas. Ia berdiri di dekat jendela dan sesekali melihat ke dalam kelas dari luar jendela untuk melihat Dirga.

Ia perhatikan jika Dirga tenang selama di kelas, bisa mengikuti pelajaran yang di sampaikan guru. Elsa berjalan menjauh dari kelas setelah melihat Dirga baik-baik saja di sana.

Ia kemudian duduk di bangku yang ada di luar kelas, duduk bersandar di bawah pohon yang rindang sambil merasakan semilir angin yang berhembus. Karena merasa bosan menunggu lama, ia pun mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mulai memainkan beberapa game yang ada di ponsel untuk menghabiskan waktu.

Tiga jam kemudian pelajaran berakhir, karena masih kelas satu jadi pulangnya lebih awal daripada kelas lainnya. Semua murid yang ada di kelas Dirga berhamburan keluar dari kelas.

Meskipun Dirga duduk di bangku depan, namun ia keluar belakangan. Ada beberapa anak lelaki yang terlihat mengajak Dirga untuk main bersama mereka.

Elsa senang melihat ada anak yang mengajak Dirga berinteraksi. Jadi ia tetap duduk di tempatnya untuk menunggu Dirga selesai bermain dengan teman barunya, sambil mengawasi dari kejauhan.

Sebelum bermain bersama, mereka berkenalan. Dua anak lelaki lain itu bernama Eza dan Vinto.

“Dirga ayo main sebentar...” Eza menunjukkan beberapa kelereng pada Dirga.

Dia dan teman lainnya tidak mengetahui jika Dirga adalah anak autis. Sehingga mereka memperlakukan sama.

“Aku tidak punya kelereng. Dirga tidak punya kelereng.” menatap Eza.

Eza dan Vinto belum menyadari jika autis, namun merasa aneh dengan aksen Dirga yang berbeda saat bicara.

Dirga menatap ke sekeliling untuk mencari Mama, dan ia menemukan jika Mama duduk di dekat pohon menunggunya. Ia menatap Mama, dan mendapat balasan tatapan yang mengisyaratkan agar dia bermain saja dulu dengan kedua teman barunya itu.

Melihat Mama yang memberinya izin, ia pun mau bermain bersama Eza dan Vinto.

“Kita main di sana saja !” Vinto menunjuk tempat kosong di halaman sekolah yang bisa mereka pakai untuk bermain.

Eza menata kelereng lurus di atas tanah. Kemudian mereka bertiga melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan bermain duluan. Ternyata Vinto yang menang, dan ia mulai melempar kelereng yang bisa mengenai tiga kelereng keluar dari barisan. Ia menembakkan kelereng lagi, namun kali ini ia tidak mengenai sasaran.

Dirga tidak pernah bermain kelereng sebelumnya, ia mengamati cara Vinto menembakkan kelereng dan menirunya saat gilirannya tiba sekarang.

Ia menembakkan satu kelereng dan bisa menumbuk lima kelereng keluar dari garisnya. Ia lalu menembak lagi dan bisa mengenai 3 kelereng, namun saat ia menembakkan kelereng untuk yang ketiga kalinya, tembakannya meleset dan tak satupun dari kelereng yang keluar dari garis.

“Wah kau lumayan juga ternyata Dirga... sekarang giliran ku.” Eza salut pada Dirga karena bisa mengalahkan Vinto.

Sekarang giliran Eza yang menembakkan kelereng, dan dia berhasil menembak empat kelereng keluar dari garis. Lalu ia menembak lagi dan berhasil menjatuhkan empat kelereng. Ia menembakkan kelereng untuk yang ke tiga kakinya dan hasilnya nihil.

“Wah berarti Eza sama Dirga seri. Pemenang nya kalian berdua.” menata kembali kelereng untuk main di putaran kedua.

Saat mereka akan bermain lagi, ternyata Ibu Eza dan Vinto datang menjemput mereka. Mau tidak mau akhirnya permainan itu mereka akhiri.

Elsa pun ikut menghampiri Dirga dan mengajaknya pulang, setelah dua temannya tadi pulang. Elsa merasa tenang melihat anak-anak tadi rukun saat bermain dengan Dirga. Jadi ia benar-benar tidak perlu izin bekerja lagi untuk esok hari, karena Dirga bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka pun menuju ke tempat parkir dan pulang ke rumah.

BERSAMBUNG...

1
Salwa Nisa
agak laen y kan 🤣🤣
Defrin
Akhirnya selesai juga...
Defrin
Aku bingung di awal cerita bahwa pasukan Pixy YG menyerang pasukan Infinix...
Tapi di akhir akhir cerita kok terbalik...
Defrin
Kenapa harus tertangkap....
Defrin
Kaum Apakah itu....?
Defrin
Lanjutkan....
Defrin
Lanjut Thor... Aku juga jadi merah nih muka karna ingin Lanjut Baca cerita nya...
Defrin
Jadi Dirga adalah keturunan campuran Antara Pixy Dan infinix...
🌻Ruby Kejora: Nah terjawab kan kak akhirnya, mau cerita panjang soalnya 😁
total 1 replies
Defrin
Penasaran aku bagaimana ceritanya YG sebenarnya....
Defrin
Penasaran aku Akan ceritanya ....
Defrin
Sepertinya Rheva sudah menduga bahwa Dirga keturunan Infinix....
Defrin
Jauh Amat sih....
Defrin
Hahaha...
Ternyata Dirga licik juga...?
Kasihan mereka pasukan Arthur...
Defrin
Waduh....
Defrin
Entahlah mana YG benar
Defrin
Bingung deh...
Katanya keturunan Terakhir kok masih Ada juga pasukan Infinix....
Atau Salah Salah ketik.... Kalau ketua nya Arthur tentu lah pasukan Pixy...
Sedang Kan kalau pasukan Infinix ketuanya James
Defrin
Kegunaan lain bros...
Defrin
Berkelahi Sambil cuman...
Baru kali terjadi...
Hahahaha
Defrin
Up Thor...
Defrin: Iya kak Saya Baru ktemu ni novel...
Jadi meraton deh Baca nya...
Suksez SLalu ya Thor...
Cerita nya bagus Saya suka novel YG berbau petualangan...
total 2 replies
Defrin
Aku jadi bingung dg cerita ini....
Dari prolog YG di Baca bahwa pasukan Pixy YG menghabisi ke3 kelompok lainnya....
Terus kenapa akhir akhir cerita ini di bilang pasukan Infinix YG memburu Rheva...
Sedang Kan pemimpin kaum Pixy adalah Arthur....
YG menjadi serakah karna ingin berkuasa di Dunia....
Koment dong Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!