NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Telah Pergi

Ketika Cinta Telah Pergi

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:769.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alisha Chanel

"Aku akan selalu mencintaimu, tapi ketika kau mengkhianati aku, di saat itulah aku akan pergi." Yasmin

"Aku hanya sekali melakukan kesalahan, tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan." Jacob

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tipu muslihat Ara

Setelah semua barang miliknya dikemas dalam sebuah tas, Ara menarik napas dalam-dalam, kemudian mulai berjalan keluar dari kamar menuju anak tangga. Saat berada di atas tangga, Ara melihat dokter Yasmin yang sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon di depan pintu kamarnya. Dengan cepat, Ara menyesuaikan posisi tubuhnya, menjatuhkan tasnya ke lantai lalu sengaja menjatuhkan diri sendiri ke bawah beberapa anak tangga.

Tubuhnya menabrak setiap anak tangga hingga akhirnya jatuh di lantai dasar. Darah segar mulai merembes di antara kedua pahanya, menodai lantai marmer putih yang bersih.

"Dokter Yasmin, kenapa anda mendorongku?! Tolong... aku takut anakku tidak aman!" Ara berteriak kesakitan, tangannya menggenggam perutnya dengan erat, wajahnya memerah karena menyembunyikan rasa sakit yang sebenarnya dan memainkan perannya dengan baik.

Suara teriakannya yang keras membuat semua orang menatap ke arah Ara. Para pelayan yang ada di sekitar langsung berdatangan berlari ke arahnya, wajah mereka penuh dengan kekhawatiran.

"Nona Ara, apa yang terjadi?!" teriak Siti, salah satu pelayan yang sudah bekerja lama di rumah itu. Orang kepercayaan Jacob.

"Dokter Yasmin mendorongku dari atas tangga!" Ara meratap, air mata mulai mengalir ke pipinya karena rasa sakit yang memang dirasakannya setelah jatuh.

Yasmin segera berlari ke arah Ara dengan wajah yang penuh dengan keterkejutan dan kemarahan. "Saya tidak melakukan apa-apa! Dia jatuh dengan sendirinya!" Ucap Yasmin, nada bicaranya terdengar tenang.

"Tapi kami melihat anda berdiri di dekat tangga Nyonya, dan Nona Ara jatuh tepat setelah itu," ucap Wati, pelayan yang baru saja datang.

"Aku hanya berdiri di sana! Aku tidak menyentuh Ara sedikitpun!" Yasmin menggeram, matanya mencari pandangan para pelayan tapi hanya mendapatkan tatapan yang tidak percaya.

"Salah satu dari kalian segera hubungi Dokter Jacob di rumah sakit! Katakan saja ada keadaan darurat dengan Nona Ara!" perintah Siti dengan cepat, sementara yang lain mencoba membantu Ara berdiri atau setidaknya membuatnya merasa lebih nyaman.

Saat salah satu pelayan mulai menghubungi Jacob, Yasmin jongkok di sisi Ara dengan wajah yang penuh dengan kemarahan. "Apa yang kamu lakukan Ara?!" bisiknya dengan suara rendah agar tidak terdengar orang lain.

Ara hanya memberikan senyum sinis yang cepat sebelum kembali meratap kesakitan. "Apa yang harus aku lakukan Dokter? Anda ingin mengusirku dari rumah ini kan? Sekarang lihatlah apa yang akan terjadi jika Dokter Jacob tahu bahwa anda mendorongku dari tangga."

Yasmin ingin membantah lagi, tapi suara langkah kaki cepat sudah terdengar dari pintu masuk utama. Jacob tiba dengan jas medisnya yang masih terpakai, wajahnya pucat dan penuh dengan kekhawatiran. Ia langsung menjongkok di sisi Ara, mengabaikan keberadaan Yasmin yang ada di sebelahnya.

"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa kamu jatuh seperti ini?" tanya Jacob dengan suara yang gemetar, tangannya dengan hati-hati menyentuh tubuh Ara untuk memeriksa keadaannya.

"Dokter... Dokter Yasmin marah padaku karena aku masih tinggal di rumah ini, lalu dia mendorongku dari atas tangga," Ara mengucapkan kalimat itu dengan suara lemah, matanya menatap Dokter Jacob dengan penuh harapan.

Jacob menoleh ke arah Yasmin dengan pandangan yang penuh dengan keraguan dan kesedihan. "Benarkah kamu melakukan itu, Yasmin?"

"Jika aku berkata tidak apa kamu akan percaya?" Yasmin menjawab dengan suara yang penuh dengan desakan, tapi ia tahu bahwa dalam situasi seperti ini, kata-katanya tidak akan pernah dipercaya dibandingkan dengan seorang wanita yang pandai bertipu muslihat yang sedang berdarah di atas lantai.

Jacob mengangguk perlahan, tapi ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia sudah mulai ragu pada istrinya sendiri. Ia kembali menghadap Ara dan mengambil teleponnya. "Aku akan memanggil ambulans sekarang juga. Kita harus segera membawamu ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisimu."

Saat Jacob sedang berbicara dengan pihak rumah sakit, Yasmin berdiri dengan tubuh yang gemetar. Ia melihat Ara yang sedang memperhatikannya dengan pandangan yang penuh dengan kemenangan.

Bersambung...

1
Ds Phone
dia nak buat apa
Ds Phone
ya lah takut jadi bukan bukan
Ds Phone
akhir dapat bercakap juga
Ds Phone
dia sayang orang tua tu
Ds Phone
ya mula kan hidup baru
Ds Phone
dia tak tahu itu anak nya
Ds Phone
itu ayah kamu sebenar
Ds Phone
dah jadi masalah pulak
Ds Phone
anak nakal bolih ikut diam diam
Ds Phone
dia belum maaf kan ibu nya kot
Ds Phone
muncul aja tunjuk sombong bodoh
Ds Phone
mula dah emak metua kepoh
Ds Phone
dah ada dua anak rupa nya
Ds Phone
tak nak nikah pulak
Ds Phone
menesal pun tak guna
Ds Phone
ibu ayah nya tahu semua cerita meraka
Ds Phone
senang dia nak ambik tanda tangan
Ds Phone
laki dia ada dalam bilik
Ds Phone
kalau bapak dia dah masuk campur habis lah
Ds Phone
jantan bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!