Kayna dan Alif menikah karena ta'aruf yang dilakukan kedua orang tuanya. Alif pun menikahi sahabat Kayna yang sudah di anggap sebagian saudara bagi Kayna.
Kayna yang mengizinkan Alif untuk menikah dan mempoligaminya. Membuat hari hari Kayna hampa. Hanya anak-anaknya yang memberikan semangat pada Kayna.
Anita sahabat dan juga saudara Kayna menjadi iri dan benci juga cemburu melihat Alif begitu cinta dan sayang pada Kayna. Dan berusaha memisahkan Alif dan Kayna.
Bagaimana rumah tangga Kayna dan Anita?
Mampukah Kayna bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Indah Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alby dan Alif
Satu jam kemudian Nino pergi meninggalkan kantor Kayna dengan kesal karena Alif yang telah menyakiti adiknya.
Tak berapa lama Alby masuk bersama Radith dan Rhiana.
"Abi... " suara mereka serempak berlari memeluk Alif yang berjongkok sambil membuka kedua tangannya.
"Anak Abi darimana? "
"Eli es klim, Bi. "
"Ayah Abi baik, bi. "
Alby tersenyum mendengar ocehan Radith dan Rhiana.
"Aku rasa perhatianmu pada anakku cukup sampai disini, Alby. "
"Sudah berapa lama kamu berhubungan dengan Alby, Kayna? "
"Aku dan Alby tidak ada hubungan apa-apa mas. "
"Kamu salah, Alif. Aku dan Kayna tidak ada apa-apa. "
"Aku tahu kamu menyukai Kayna, Alby. "
"Mas, kamu salah. Aku tidak pernah menghianatimu. "
"Apa buktinya! "
"Maaf Alif sebelumnya jika kamu mau marah tolong disini ada anak-anak. Mereka akan trauma melihat orang tua nya bertengkar. "
"Tau apa kamu! " Alif melotot ke arah Alby.
"Abi... Anan arahin ayah Abi, bi. "
"Gak sayang, Abi gak marahin kok. "
"Hani, Nana.. " teriak Kayna. Lalu para pengasuh itu masuk. "Bawa Radith dan Rhiana main di taman kantor ya. " perintah Kayna. Kemudian mereka mengajak Radith dan Rhiana pergi dari ruangan Kayna.
"Mas, aku bisa jelaskan semua kesalah pahaman ini. "
"Apa yang kalian lakukan di belakangku. Apa kalian sudah tidur bersama. Hah.. " Alif memandang Kayna dan Alby bergantian.
"B********k kamu. " Alby yang kesal dengan ocehan Alif langsung menghajar wajah Alif.
Bugh.. Bugh..
"Dengar ya, Kayna tidak serendah itu. Dia masih menjaga kehormatannya dan cintanya padamu. " Alby menarik kerah kemeja Alif.
Bugh.. Bugh..
Alif membalas Alby pun tersungkur. Ketika Alby hendak menghajar Alif yang kedua kalinya. Kayna menghalanginya.
"STOP...!!!! "
"Jika kalian terus berantem, lebih baik aku keluar. Dan kamu mas kamu benar-benar sudah menuduhku tanpa bukti apapun. Apa kamu lupa selama satu bulan kamu tidak pernah mengunjungiku? Menengok anak-anak? Bahkan untuk telepon atau sekedar melihat wajah mereka apa kamu pernah? "
"Apa kamu tau mereka sakit, mereka terus merengek mencari Abinya. Bertanya padaku mana Abi, Ummi. Dan apa kamu tau hatiku ini mas. " kata Kayna dengan lirih.
Alif mendekati Kayna dan menarik Kayna dalam pelukannya. Kayna memukul dada Alif dan berontak minta di lepaskan tapi Alif semakin erat pelukannya.
"Maafkan aku yang egois dan tak pernah memperhatikanmu. "
"Lepaskan aku mau pulang. " Alif melepaskan pelukannya.
"Aku antar ya. "
"Tidak perlu. Biarkan aku sendiri, mas. "
Kayna pergi meninggalkan dua pria yang ada di depannya.
"Ingat ya Alby, sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Kayna untuk mu. " Alif yang menarik kerah kemeja Alby.
"Aku akan berusaha untuk mendapatkannya. Membahagiakannya dan memberikannya keluarga yang utuh."
"Lihat saja nanti. " Alif yang megeluyur keluar mengejar Kayna.
"S*****n."
Alby kesal dia merapikan baju dan rambutnya yang acak-acakan.
Kayna sampai dirumah disana sudah ada Abi dan Ummi nya. Kayna langsung menghampiri dan memeluk Ummi dengan sedih dan rindu.
"Ummi.Kayna kangen sama Ummi. " ujarnya yang memeluk sang Ummi.
"Ummi juga kangen sayang. "
"Abi juga kangen gak di peluk juga? "
"Abi... Kayna juga kangen kok. " Kayna yang beralih memeluk Abinya.
Kemudian anak-anak pun berlari menghampiri eyang kung dan eyang uti nya.
"Cucu eyang sudah besar ya. Berat lagi eyang sudah gak kuat gendong kalian. " kata eyang kung yang tertawa menggendong Radith.
"Ya, eyang uti juga udah gak kuat gendong Rhiana. "
Mereka semua tertawa bersama. Melihat pemandangan yang begitu bahagia membuat airmata Kayna menetes di pipinya.
Malam hari keluarga Kayna sedang bersenda gurau bersama. Eyang dan cucunya tak henti-hentinya bercanda dan tertawa bersama.
"Assalamu'alaikum. " Alif datang dengan membawa banyak mainan.
"Wa'alaikumsalam, Nak Alif. Masuk, Nak. "
Alif masuk dan kemudian Radith dan Rhiana berlari menghampiri Abinya.
"Abi eli ainan anyak uat, Boy. " kata Radith yang menggelayut manja di pundak Alif.
"Ya sayang Abi beli banyak mainan buat, boy juga girl. " umat Alif yang mencium pucuk kepala Radith.
"Istrimu tidak marah kamu kesini, Mas. Jangan-jangan nanti dia bunuh diri lagi kalo kamu kemari. " sindir Kayna.
"Aku bilang mau ke luar kota ngurus beberapa kerjaan. " kata Alif. "Aku kangen sama kamu Kayna. "
Kayna mengeluyur masuk dengan bola mata yang malas mendengar penjelasan Alif.
Radith asyik bermain mainan baru begitu juga Rhiana di temani pengasuh mereka.
Selang beberapa jam kemudian Alby pun datang membawa makanan dan mainan juga.
"Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumsalam, Alby. Ada apa kemari? "
"Ya ada apa sih, ini kan bukan kamu kerja juga. "
"Lagian kamu juga ngapain kerumah Kayna, tumben banget? "
"Lah kamu lupa atau hilang ingatan? Aku kan suami dan ayahnya Radith dan Rhiana. Abinya..! " kata Alif memberikan penekanan di akhir ucapannya.
"Apa istrimu gak bakalan marah kamu kesini, nanti yang ada istrimu bunuh diri lagi. "
ledek Alby membuat Alif mendekat ingin memukul Alby.
"Kalian kalo mau berantem mendingan keluar ya. Disini ada Abi sama Ummi jadi tolong. "
"Ish.. Apaan sih kamu. " Alby mengeloyor pergi melepaskan tangan Alif.
"Kamu juga mas, lebih baik pulang aku tidak ingin Anita datang dan marah padaku. " ujar Kayna yang masuk ke dalam.
"Kay, aku ingin menginap disini bersama anak-anak. " kata Alif menarik tangan Kayna.
"Alif, apa kabarnya? " tanya Abi dan Ummi yang keluar karena ingin pulang.
"Baik, bi. Abi sama Ummi mau kemana? " tanya Alif balik sambil mencium punggung tangan mertuanya.
"Abi sama Ummi pulang dulu, sepertinya badan Abi sedikit pegal-pegal. " ujar Abi.
"Sayang Ummi pulang dulu. Kapan kapan Ummi sama Abi main kesini lagi. Oia salam untuk ayah ibumu, Nak. " kata Ummi yang berjalan diiringi Alif dan Kayna.
Mobil Abi dan Ummi sudah tak terlihat lagi. Kayna langsung menjauh dari Alif yang ikut di belakangnya.
"Apa Alby sering datang kemari? "
"Lalu apa urusanmu, Mas. "
"Kamu itu istriku tak baik menerima tamu laki-laki disaat suaminya tidak ada dirumah. "
"Tapi aku dan Alby tidak berdua ada Nana, Hani, bi Sumi, oppa Nino juga. "
"Kayna, aku minta maaf jika sebulan ini aku tidak pernah berkunjung kemari. Aku... "
"Sudahlah, mas. Jangan di bahas lagi mungkin ini sudah jalan hidupku. Dan aku pasrahkan yang terbaik untuk kita. "
"Sampai kapanpun aku takkan pisah darimu, Kay. "
"Aku tidak ingin Alby terus mendekatimu, dan juga anak-anakku. "
"Radith dan Rhiana sudah terbiasa dengan Alby. Bahkan Alby adalah sosok ayah yang selalu mereka rindukan, Mas. "
Perdebatan Kayna dan Alif membuat Alby jengah dan turun dari mobilnya yang di parkir tidak jauh dari rumah Kayna.
Bugh..
Alby meninju Alif sehingga Alif terjatuh. Kayna kaget dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Jika memang kamu masih menganggap Kayna itu istrimu seharusnya kamu bisa berbuat adil.!! "
"Sudah Al, kenapa kamu bikin makin rumit seh. Kalian berdua silahkan selesaikan urusan kalian aku mau masuk. " Kayna berjalan masuk kedalam rumah dan langsung mengunci pintu rumah nya..