NovelToon NovelToon
Dibuang Di Jalan Tol, Mantan Suami Memohon Ampun

Dibuang Di Jalan Tol, Mantan Suami Memohon Ampun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hadid Salman

Hanya karena latar belakangnya yang miskin, Naya selalu menjadi keset kaki di rumah suaminya, Reza. Puncaknya, Ningsih—sang ibu mertua—menuduh Naya mencuri uang puluhan juta rupiah. Tanpa mau mendengarkan penjelasan, Reza yang telanjur murka menurunkan Naya begitu saja di pinggir jalan tol yang sepi dan gelap.
Mereka tidak tahu bahwa Naya bukanlah wanita lemah tanpa kuasa. Di balik penampilannya yang sederhana, Naya adalah pewaris tunggal konglomerat yang sedang menyamar.


Langkah demi langkah, Naya mulai membalas. Mulai dari membekukan rekening, memecat Reza dari posisinya di perusahaan, menyita mobil, hingga mengusir mertuanya dari rumah mewah yang ternyata dibeli dengan uangnya. Di saat Reza dan Ibunya jatuh miskin dan mengemis di jalanan, sebuah kebenaran pahit terungkap: pencuri asli uang Ningsih adalah bukan Naya Saat penyesalan datang, pintu maaf Naya sudah tertutup rapat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hadid Salman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Retaknya Pilar Kepercayaan

Aroma sup ayam herbal yang tumpah di lantai marmer bercampur dengan wangi mawar pekat dari tubuh Ningsih, menciptakan bau aneh yang menyesakkan dada. Di tengah kekacauan itu, Reza berdiri. Setengah kemejanya belum terkancing, mencerminkan kekacauan pikiran yang langsung menyergapnya begitu melihat pemandangan di ruang tengah.

Ningsih, yang melihat kedatangan putranya, langsung mengubah raut wajahnya. Amarah membara yang baru saja ia tumpahkan pada Naya sekejap bersalin rupa menjadi raut kepedihan yang dramatis. Air mata—yang entah bagaimana bisa keluar begitu cepat—mulai menggenang di pelupuk matanya yang berkerut.

"Reza! Lihat kelakuan istrimu ini!" Ningsih berlari kecil mendekati putranya, meraba lengan Reza dengan tangan yang gemetar buatan. "Ibu kehilangan uang arisan lima puluh juta di laci. Hanya dia yang masuk ke kamar Ibu pagi ini untuk mengganti seprai. Dan saat Ibu bertanya baik-baik, dia... dia malah mengamuk! Dia sengaja menjatuhkan panci sup ini untuk mengalihkan perhatian dan menuduh Ibu pikun!"

Naya mematung. Kebohongan yang keluar dari mulut ibu mertuanya begitu lancar, mengalir tanpa hambatan bagai air bah yang siap menenggelamkannya. Ia menatap Reza, suaminya. Pria yang telah bersamanya selama tiga tahun terakhir, pria yang ia layani dengan seluruh jiwa dan raganya meskipun harus menahan hinaan setiap hari.

Lihat aku, Reza, jerit Naya dalam hati. Tatap mataku dan temukan kebenaran di sana.

Reza mengalihkan pandangannya dari ibunya ke arah Naya. Matanya yang biasanya hangat kini tampak redup, tertutup oleh kabut keletihan kerja dan ego yang terus-menerus digerogoti oleh hasutan ibunya selama bertahun-tahun.

"Naya... apa benar yang dikatakan Ibu?" tanya Reza, suaranya berat, sarat akan tuduhan yang tersirat.

"Reza, demi Tuhan, aku tidak mengambil uang itu," ujar Naya, suaranya parau namun ada ketegasan yang murni di dalamnya. Ia melangkah satu tapak maju, mengabaikan genangan kuah sup yang mengotori kaki telanjang suaminya. "Aku hanya mengganti seprai. Aku bahkan tidak menyentuh meja rias Ibu. Panci itu... Ibu sendiri yang menjatuhkannya karena marah padaku."

"Bohong! Dia bohong, Reza!" Ningsih menjerit histeris, menyembunyikan wajahnya di balik pundak Reza. "Untuk apa Ibu membuang-buang sup yang kamu sukai? Dia sengaja ingin memfitnah Ibu! Dia ingin membuat kita bertengkar!"

Reza memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Di satu sisi, ada ibunya yang membesarkannya dengan segala kemewahan buatan; di sisi lain, ada istrinya yang ia nikahi dari kalangan bawah—seorang wanita yang selalu ia anggap beruntung karena telah ia "selamatkan" dari kemiskinan.

"Naya," suara Reza naik satu oktav. "Cukup. Jangan membela diri lagi. Ibu tidak mungkin berbohong soal uang sebanyak itu. Kembalikan uangnya sekarang, dan minta maaf pada Ibu."

Kata-kata Reza mengiris malam yang baru saja berganti pagi. Naya tersenyum getir. Senyum yang begitu tipis hingga nyaris tak terlihat.

"Minta maaf untuk sesuatu yang tidak aku lakukan?" tanya Naya pelan. "Apakah selama tiga tahun ini, Reza, kamu sama sekali tidak mengenalku? Apakah di matamu, aku memang serendah itu? Seorang pencuri?"

"Sudah kubilang, darah miskinnya memang tidak bisa bohong!" sela Ningsih dari balik punggung Reza, memprovokasi. "Orang miskin kalau melihat uang segepok pasti gelap mata! Dia pasti ingin mengirimkannya pada keluarganya di kampung!"

Mendengar kata "keluarga" disebut dengan nada menghina, pertahanan Naya retak. "Ibu! Cukup hina saya, tapi jangan bawa-bawa keluarga saya!" sentak Naya dengan nada yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Nada suara yang dingin, berwibawa, dan sarat akan kekuatan tersembunyi.

Reza terkejut mendengar bantahan keras dari istrinya yang biasanya penurut bagai domba. Baginya, nada bicara Naya adalah sebuah pembangkangan yang tak termaafkan di depan ibunya. Egonya sebagai kepala keluarga, yang selama ini dipupuk oleh doktrin ibunya bahwa ia adalah "penyelamat" Naya, terusik hebat.

"Naya! Lancang sekali kamu berteriak pada Ibuku!"

Reza melangkah maju dengan cepat. Emosinya yang tersulut oleh kelelahan fisik, hasutan ibunya, dan rasa superioritasnya meledak seketika.

Plak!

Suara tamparan itu begitu nyaring, memantul di dinding-dinding marmer ruang tengah yang luas.

Kepala Naya tergelosor ke samping. Rambut hitamnya yang semula terikat rapi kini terurai sebagian, menutupi pipi kirinya yang langsung memerah dan berdenyut panas. Sudut bibirnya terasa asin—darah segar mulai merembes kecil di sana.

Seketika itu juga, dunia di sekitar Naya terasa melambat. Detak jantungnya terdengar seperti dentuman drum yang berat di telinganya. Rasa sakit di pipinya tidak sebanding dengan rasa sakit yang mengoyak-oyak dadanya. Pria yang dulu berjanji di depan altar untuk melindunginya, kini baru saja menggunakan tangannya sendiri untuk menghancurkan sisa-sisa cinta yang Naya miliki untuknya.

Ningsih terdiam sesaat, terkejut namun tak lama kemudian senyum kemenangan tersungging di bibirnya yang dilapisi gincu merah tua.

Reza sendiri terpaku. Ia menatap telapak tangannya yang terasa panas, lalu menatap Naya yang masih tertunduk. Ada kilasan penyesalan yang lewat begitu cepat di matanya, namun egonya yang tinggi segera mengubur rasa bersalah itu.

"Itu... itu pelajaran untuk istri yang tidak tahu sopan santun," ujar Reza, suaranya sedikit bergetar, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa tindakannya benar. "Kembalikan uang Ibu sekarang, atau aku tidak akan segan-segan berbuat lebih jauh."

Naya perlahan menegakkan kepalanya. Ia menyibak rambut yang menutupi wajahnya dengan gerakan yang sangat tenang—terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja ditampar. Ia menyeka tetesan darah di sudut bibirnya dengan ibu jari, lalu menatap Reza tegak lurus.

Tidak ada air mata di mata Naya. Yang ada hanyalah sepasang manik mata hitam yang sedalam jurang, kosong, dan dingin membeku. Kehangatan yang selama tiga tahun ini ia berikan untuk rumah ini telah menguap sepenuhnya bersama sup yang tumpah di lantai.

"Kamu baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupmu, Reza," bisik Naya. Suaranya tidak lagi bergetar. Suara itu terdengar sangat tenang, namun membawa hawa dingin yang sanggup membekukan ruangan.

Reza mengernyitkan dahi, tiba-tiba merasa merinding mendengar nada bicara istrinya yang sangat asing. Namun sebelum ia sempat mencerna arti dari tatapan mata Naya, Ningsih kembali bersuara.

"Lihat itu, Reza! Dia bahkan tidak menyesal! Perempuan ini harus segera diusir dari rumah kita sebelum dia mencuri lebih banyak lagi!"

1
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 rasain kesombongan dan keangkuhan kamu dan ibumu Reza
sunaryati jarum
Kok banyak cerita seperti ini, karena saking cintanya atau menguji kesetiaan pasangan
Grey Casanova: ceritanya pasaran dong kak🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!