NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17:SEKTE YANG MENURUN

patriark sekte menatap ke kerumunan.

"bubarlah...."

satu perintah ini membuat, mereka tak ada yang berani tinggal.

termasuk tetua penegak hukum, ia hendak berdiri untuk pergi.

"siapa yang menyuruhmu meninggalkan tempat ini" ucap dingin patriark sekte.

penetua penegak hukum berhenti, ia menunduk.

"maaf patriark...."

"saya memang bersalah"

"tapi anak baru ini juga membuat kesalahan, dia sudah melukai sesama murid, apa lagi peraturan di 7 ke 7 bukit sudah jelas, tak ada yang boleh melukai sesama murid."

Lian dong melangkah maju, tatapannya tertuju pada tetua penegak hukum.

"apa kau tak malu dengan gelarmu, bahkan sebagai salah satu tetua di faksi penegak hukum kau tak tau jelas hukum"

tetua itu langsung menatap lian dong, ia langsung menunjuknya.

"kau....!"

walau dia tau lian dong lebih kuat, tapi dia merasa statusnya lebih tinggi dari pada lian dong.

lian dong hanya tersenyum saat dirinya di tunjuk seperti ini.

"kenapa, apa kau tidak Terima..?".

"bukankah aku benar"

"sedari awal kau hanya menyebutkan hukum di 7 bukit saja"

"apa kau lupa kalau bukit guan berbeda dengan 7 bukit lainnya"

setelah mengatakan itu, tubuh lian dong menghilang.

saat ia muncul, tangannya sudah berada di leher tetua penegak hukum.

"apa yang kau lakukan"

"lepaskan aku"

"apa kau lupa siapa aku...?"

"aku adalah tetua penegak hukum, dengan kau begini kau sudah melanggar hukum..!"

tetua penegak hukum meronta, namun apalah daya kultivasi orang yang mencekik nya ini terlalu jauh melampauinya.

"melanggar hukum..?"

"jangan lupa, di bukit guan ini tak terkait dengan penegak hukum kalian"

"di sini bebas, bahkan jika aku membunuhmu di sini sekalipun itu tak masalah"

"dan satu lagi, kau terus mengatakan muridku menyerang murid dari bukit ke 7"

"jika itu benar, kenapa itu kejadiannya di bukit guan kami, bahkan jika menggunakan hukum ke 7 bukit sekalipun sudah jelas muridku tak bersalah"

Cengkraman di leher semakin kuat, wajah tetua penegak hukum sudah mulai membiru.

kebanggaan akan kekuatan yang tadi, seketika luntur, bahkan kini dia tak bisa mengutarakan satu katapun di depan lian dong.

patriark sekte sedikit menggalang, ia menghembuskan napas pelan.

tengahnya mulai menepuk pundak lian dong.

"pak tua pemabuk..."

"sudahlah, biar dia di proses sesuai hukum sekte" ucap patriark.

Mendengar ini lian dong melepaskan cengkraman nya.

setelah terbebas napas tetua penegak hukum memburu, ia memegang lehernya sendiri dengan tatapan tajam ke arah lian dong.

namun belum sempat ia bersuara, muncul dia sosok di belakangnya yang memegang kedua tangannya.

"bawa, dia."

"peroses sesuai hukum yang ada"

"baik patriark" jawab ke dua sosok itu.

setelah semua ini, ye chenlong, xiao yu, dan mu ling kembali ke satu satunya rumah yang ada di bukit guan ini.

sedangkan lian dong dan patriark sekte pergi ke puncak bukit.

di puncak bukit, lian dong kembali seperti semula, tak ada wajah tegas dan aura mengerikan.

dia hanya terlihat seperti seorang pria tua biasa yang suka mabuk masukan, dengan guci anggur di tangan.

begitu pula dengan patriark sekte, kali ini dia hanya duduk tenang di atas batu sambil memandangi pemandangan indah di atas bukit.

lian dong menoleh ke arah patriark sekte.

"yue...."

"sepertinya, sekte ini sudah terlalu banyak di campuri oleh klan besar"

"sepertinya, perlahan martabat besar sekte 7 jiwa akan runtuh di tanganmu"

mendengar ini, long yue tak marah.

pandangannya perlahan terangkat, menatap barusan awan acak di atas langit.

"kau benar...."

"kebanggan sekte 7 jiwa memang perlahan runtuh"

"kebanggan 100 tahun lalu memang mulai memudar, tak ada lagi sekte 7 jiwa yang terkenal adil tanpa membedakan layar belakang dan kekuatan lagi"

"tak ada lagi kesetaraan bagi seluruh murid lagi"

"sekarang sekte ini, sudah di penuhi oleh orang serakah yang ingin berpegang ke klan besar"

"mereka tak peduli martabat sekte lagi, selagi mereka bisa berpegangan dengan klan besar mereka rela mengorbankan apa yang sudah di bangun ribuan tahun oleh klan 7 jiwa ini"

lian dong menaruh guci anggurnya ke sebuah batu, ia berjalan mendekat dan duduk tepat di sebelah long yue.

"lalu sekarang apa yeng akan kau lakukan?"

long yue, mengangkat kedua bahu sembari menggalang.

"aku tak bisa seberani ayahku..."

"apa lagi, para tetua sekte yang mengizinkan untuk menerima murid dengan mudah selagi latar belakangnya kuat"

"aku berkali kali melarang, tapi siapa aku?"

"aku hanya seorang gadis yang tiba tiba naik menjadi patriark karena mewarisi status ayahku, bahkan jika tak ada paman long duan dan kau."

"mungkin mereka sudah menyingkirkanku"

situasi ini sangat berbeda dengan di tempat ye chenlong sekarang.

saat ini ye chenlong dan xiao yu malah tengah sibuk menatap kue yang sedikit menghitam.

mata mereka tertuju ke atas kue itu dengan tangan menopang dagu.

setelah puas menatap kue, mereka malah saling menatap.

lalu kembali mengarahkan tatapan ke arah kue.

sedangkan mu ling hanya fokus ke teh di tangan.

"saudara yu, jadi ini bakat sepesial yang kau katakan"

xiao yu mengangkat tangannya.

"saudara chen, jangan mencela dulu..."

"kau tidak bisa mencela dulu, bukan berarti tampilan buruk menandakan rasa yang buruk juga kan"

"coba dekatkan hidungmu dan rasakan aroma nikmatnya"

ye chenlong benar benar melakukan itu, hidungnya mendekat.

tangannya mengayun, seakan mengarahkan udara ke arah hidungnya.

setelah itu dia mengangguk.

"memang benar...."

"kue ini memiliki aroma unik"

"seperti aroma api yang besar dengan sebuah kue di tengahnya"

mu ling yang sedari tadi duduk tenang lama lama, dia merasa tak bisa diam melihat kelakuan dua orang di depannya ini.

"apa kalian bodoh" ucapnya.

mereka menatap mu ling, xiao yu menggaruk kepalanya sendiri.

"maaf, putri obat."

"kami hanya sedang mengisi kebosanan dengan hal baru"

mu ling menggeleng tipis.

"dari pada melakukan hal bodoh, lebih baik kalian pikirkan, apakah kalian akan ikut turnamen pembunuh iblis atau tidak"

xiao yu menatap ye chenlong.

"jika saudara chen ikut maka aku akan ikut"

mu ling juga menatapnya.

"jadi bagaimana"tanya mu ling.

"tentu saja ikut, kenapa tidak?"

"kakak chen, apa kau yakin?"

mendengar panggilan ini, xiao yu menatap curiga ke arah mereka berdua.

"kakak chen ya.... romantis sekali" ucap xiao yu sedikit tersenyum.

ini membuat xiao yu mendapatkan tabokan dari ye chenlong.

"aw...."

walau tak terlalu kencang tapi cukup menyakitkan.

"jangan banyak berbicara"

"aku dan mu ling ini sudah kenal sejak kecil, jadi sudah wajar dia memanggilku begitu."

"Oooooo" jawab xiao yu.

ruangan itu, mulai di penuhi canda tawa...

sampai patriark sekte mengajak mu ling kembali.

mereka tak hanya bercanda tapi mereka juga membahas resiko jika mengikuti turnamen pemburu iblis.

apa lagi masalah rumit dengan mu tianxing.

namun walaupun begitu, ye chenlong tak mengubah sikapnya, ia tetap memutuskan untuk ikut.

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!