NovelToon NovelToon
Mbak Mafianya Mas CEO

Mbak Mafianya Mas CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Contest / Mafia / Chicklit
Popularitas:629.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Coretan Pena

Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.

Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.

Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.

Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.

Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.

Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.

Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMATIAN

...Tiada kehilangan yang sangat memilukan selain kematian...

sepasang suami istri berlari tergesa-gesa menyusuri lorong rumah sakit,menaiki setiap tangga sampai mereka sampai di salah satu ruangan ICU.

Mereka masuk,menghampiri seorang wanita yang terbaring lemah dengan mata tertutup

"Fira bangun Fir,gue disini!"Perlahan wanita yang bermama Fira itu mulai membuka matanya dan tersenyum setelah melihat wajah sahabatnya yang sekarang sedang menangis disebelahnya.

"Jangan nangis,jelek."

"Fira,jangan senyum."Larang Ante wanita yang sekarang masih menangis disebelah Fira yang tersenyum sangat manis.

"Masa gue senyum aja gak boleh si."

"Senyum lo semakin nyakitin gue." Air mata Ante tambah deras,Hendri yang ada disebelahnya merangkul dan mengusap lengan Ante untuk menenangkannya.

"Gue pamit ya Te."

"Ngak,lo gak boleh pergi,lo pasti sembuh gue yakin."Ante menggenggam tangan Fira sangat kencang seakan tak ingin sahabatnya itu pergi.

"Gue titip anak gue ya,anggep dia anak kalian,kalian mau kan?" muka Fira semakin pucat.

"Fir lo pasti sembuh,kita pindah kerumah sakit yang lebih bagus ya?"Ajak Hendri.

"Gak usah Hen,gue bakal pergi sekarang,gue titip anak gue,kasih nama dia Ara." Setelah mengucapkan kalimat itu Fira menutup matanya.

"FIRA,JANGAN TINGGALIN GUE."Ante berteriak sambil menggoyang badan Fira yang sudah kehilangan nyawanya.

Hendri memanggil dokter,Beberapa saat kemudian dokter datang dan memeriksa Fira.

"Maaf pak bu kita sudah berusaha semaksimal mungkin."Ucap dokter itu sambil menggeleng.

Tangis Ante pecah,dia menggoyang badan Fira lebih kencang dan memeluknya.

"Sayang kamu harus ikhlasin Fira,dia uda tenang disana."

"Jams kenapa lo bawa Fira juga,lo janji gak bakal buat dia pergi dari gue,kenapa sekarang lo ajak Fira pergi,lo jahat Jams jahat."Teriak Ante penuh kesedihan.

Ante masih terus menangis dan memeluk tubuh Fira yang sudah kaku.

"Fira kenapa lo harus pergi,anak lo masih kecil?"

1 bulan lalu Fira baru melahirkan anak perempuan dan 1 minggu setelah anaknya lahir,Jams suami Fira meninggal tertembak peluru nyasar dan sekarang Fira ikut menyusul suaminya karna kecelakaan.

Jenazah Fira dimakamkan keesokan harinya karna dia meninggal sudah tengah malam.

Ante memeluk batu nisan Fira sambil menangis. "Fi lo yang tenang disana,gue bakal jagain anak lo dengan baik disini."

"Udah yuk kita pulang,kasihan baby Ara dirumah cuma sama bi Ani." Ajak Hendri.

"Iya mas." Ante berdiri dan pergi dari pemakaman walau sesekali dia masih menoleh kemakam Fira.

1 tahun berlalu,semua berjalan baik-baik saja,Ante dan Hendri yang sangat menyayangi baby Ara dan menganggapnya seperti anak mereka sendiri.

Mereka sedang berada ditaman,menikmati sore yang mulai berganti malam.

"Sayang aku beli minum dulu ya."Pamit Hendri pada Ante yang sedang menggendong Ara.

"Iya hati-hati." Hendri pergi meninggalkan Ante.

"Alon alon."Ucap Ara,dia memang sudah mulai berbicara meski tak terlalu lancar.

"Ara mau balon?ayo kita beli balon sambil nunggu papa ya."Ante berdiri dan berjalan kesebrang jalan tempat tukang balon berada tapi dia tak melihat kanan kiri sampai dia tak sadar ada sebuah truk melaju sangt kencang,menghantam dirinya dan Ara.

"Ante memeluk Ara sekuat tenaga,melindungi bocah mungil itu dengan tubuhnya,badan Ante dan Ara terpental cukup jauh.

Ante tergeletak bersimba darah,Hendri yang melihat banyak orang berkerumun dan berteriak "telfon ambulance." Mulai kepo dan memutuskan melihat apa yang terjadi.

Dia menelusuk kedalam gerombolan orang yang sedang mengerubungi sesuatu dan saat dia bisa melihat apa yang orang-orang kerubungi dia berteriak histeris sambil memeluk tubuh istri dan anaknya yang sama-sama sudah tak sadarkan diri dengan badan berlumur darah.

"Sayang kalian kenapa?" tangis Hendri pecah.

"Pak ambulancenya sudah sampai." Ucap salah satu warga dan mereka langsung

membawa Ante dan Ara masuk ambulance untuk dibawa kerumah sakit.

2 jam berlalu tapi dokter tak kunjung keluar dari ruang IGD.

1 jam kemudian tepatnya setelah 3 jam dokter didalam IGD,pintu terbuka dan dokter keluar dengan wajah yang lesu."

"Gimana keadaan anak dan istri saya dok?" tanya Hendri cemas.

"Keadaan anak bapak cuma lecet sedikit karna sepertinya siibu memeluk anak bapak saat kejadian jadi luka dibadan anak bapak tak terlalu banyak, tapi sang ibu-"dokter tak melanjutkan ucapannya.

"Istri saya kenapa dok?"

"Kami sudah berusaha semampu kami,tapi Tuhan berkehendak lain."

Bagai disambar petir,badan Hendri lemas,semua tulangnya berubah menjadi lunak persis ayam yang baru keluar dari panci presto.

"Bapak yang kuat,ini sudah jalan terbaik dari Tuhan."Dokter mencoba menyemangati Hendri yang sangat terlihat terpukul dengan kepergian istrinya.

"Saya mau ketemu istri saya dok!" Dokter membantu Hendri berdiri dan berjalan masuk keruang IGD untuk menemui anak dan istrinya.

"Ante,kenapa kamu tinggalin aku sayang," Hendri memeluk tubuh istrinya sambil menangis persis seperti yang dilakukan Ante saat Fira meninggal.

Semaleman Hendri menangis bahkan dia lupa kalau ada Ara yang butuh perhatiannya juga.

"Pak,anak bapak sudah sadar,ibu Ante biar kita mandikan dulu tidak baik membuat jenazah menunggu terlalu lama."Ucap suster.

"Saya akan memandikan istri saya dulu." Jawab Hendri singkat,suster tak bisa berbuat apapun,dia memahami keadaan Hendri dan meminta suster lain untuk menemani Ara terlebih dahulu sembari Hendri mengurus istrinya.

Sama seperti Fira,Ante dikuburkan keesokan harinya tepat disebelah makam Fira dan Jams atas permintaan Hendri.

"Kalian bertiga udah ketemu pasti disana ya? Kalian jahat,kalian ninggalin gue sendirian,kenapa kalian gak ajak gue juga?" Hendri masih frustasi dalam waktu kurang dari 1.5 tahun dia harus kehilangan istri dan 2 sahabatnya.

"Hen,ikhlasin Ante,kalau lo gak ikhlas Ante gak bakal tenang disana." Pinta Rendra sambil mengelus punggung Hendri yang sekarang memeluk nisan Ante.

"Hen disini masih ada Ara yang butuh lo,jangan lo lupain dia walaupun dia bukan anak kandung lo." Ucap Fanya yang sekarang sedang menggendong Ara yang sedang tertidur.

"Hendri berdiri dan mengambil alih Ara dari gendongan Fanya.

"Maafin papa udah lupain kamu,temenin papa ya." Air mata Hendri jatuh tepat dipipi Ara.

*****

"Jadi mama papa Ara udah meninggal?" tanya Ara setelah Hendri menyelesaikan ceritanya.

"Iya sayang,tapi kamu masih punya papa disini." Ara menangis sambil menunduk,reflek Hendri memeluk Ara.

"Maafin Ara,kalau bukan karna Ara mama Ante pasti masih disini."

"Ini bukan salah kamu sayang,ini udah takdirnya,udah jangan dipikirin." Hendri masih setia memeluk Ara meski dalam hatinya dia ingin sekali menangis,dadanya terasa sakit megingat masalalunya.

*****

Diluar rumah sakit Fano mencoba mencari Lea dan menemukan Lea sedang duduk dibangku taman sendirian karna Reza sedang pergi membeli minum.

"Lea." Panggil Fano seraya duduk disebelah Lea.

Lea menoleh kearah sumber suara. "Mau apa lagi lo? mau nyekik gue lagi apa mau mukul gue? atau lo mau bunuh gue." Lea berdiri dan menjauh dari Fano sambil beracting seolah dia ketakutan.

"Apa seburuk itu gue dimata lo? gu gak bakal bunuh lo."Jawab Fano sambil ikut berdiri dan mendekati Lea tapi Lea juga ikut mundur.

"Stop jangan mendekat lagi,leher gue masih sakit,gue masih mau hidup buat mama." Lea semakin mundur senada dengan Fano yang semakin maju dan membujuk Lea agar dia percaya kalau dia tidak akan membunuh Lea.

"Gue gak bakal bunuh lo,gue mau minta maaf sama lo."

"Pergi,jangan bunuh gue." Lea jongkok sambil menutup mata dan telinganya.

"PERGI,JANGAN BUNUH GUE." Lea berteriak histeris.

"Lea gue gak bakal bunuh lo." Fano masih mencoba mendekat dan Lea masih terus berteriak menyuruh Fano pergi.

BUGH

1 bogem mentah mendarat dipipi Fano membuat Fano terhuyung kebelakang.

"Kenapa lo mukul gue Za?"

Reza tak menggubris pertanyaan Fano,dia mendekati Lea dan berusaha menenangkan Lea.

"Sayang tenang."

"PERGI." Lea memukul orang didepannya tanpa melihat siapa yang ada didekatnya.

"Sayang ini aku Reza." Perlahan Lea membuka matanya dan setelah yakin yang didepannya itu Reza,Lea memeluk Reza sangat erat.

"Dia mau bunuh aku,aku takut."Isak tangis terdengar mengiringi ucapan Lea.

Reza menatap tajam kearah Fano." Sumpah gue gak mau bunuh dia,gue cuma mau minta maaf." Jawab Fano gelagapan.

"Puas lo bikin Lea kaya gini hah,bang*at."

"Pulang." Lirih Lea.

"Iya ayo pulang."Jawab Reza.

"Jangan pernah lo deketin Lea atau gue habisin lo pakai tangan gue,persetan dengan kata sahabat,mulai sekarang persahabatan kita bubar,lo bukan lagi sahabat gue." Terlihat sekali api kemarahan dimata Reza.

"Pulang." Lea kembali mengucapkan hal yang sama membuat Reza langsung menarik Lea pergi.

Fano terdiam mematung ditempat." maafin gue,gue salah." 1 bulir cairan putih lolos tanpa permisi dari mata Fano.

*********((((((((()))))))))*********

...BERSAMBUNG...

1
Dewi Agustin
Luar biasa
Jalitong Jalitong
thot cerita mu kok gitu,,,masa seorang mafia gug peka,,,di kasih makanan gug curiga sama sekali,,padhal pda saat fano dan ayah nya dia langsung thu klau miniman fano di kasih obat,,,
Jalitong Jalitong
thor kayak aneh dengan judul nya,,,kta2 mbak sama mas kan yg ada du indonesia,,,tpi di cerita ini kok di paris,,,trus ngomong nua lo sama gua,,itukan aneh,,
Cintiyakusuma ningrum
bagus kk seruh juga cerita nya
Rhinduku Ghenio
cerita terlalu kesana sini ribet.. bingung saya bacanya..
elena
ceritanya bagus
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️
Desi Lahat
lanjut thor
Eliya riyanti
astaga gita kanibal gitu
Syahrudin
tolong di ubah sedikit alur ceritany berilah sedikit kebahagiaan buat mew dan keluarganya, jgn trs"an sedih
Syahrudin
sy sgt stju thor, kanjut dg semangat💪💪💪
Syahrudin
wah si fano gada kapok"nya y, ktnya bucib sama dea tp mlh berani bawa cewe kedpn dea, cari manpus lu fan
Syahrudin
lanjut kk
G
lanjut trus thooorrrrrrr
Juwairiyah Abdul Ghoni
kok aku tdk bisa lanjut baca cerita ini ya... apa ada yg salah
Juwairiyah Abdul Ghoni
jangan lama2 liburnya, lanjut cerita selanjutnya, smangat
Juwairiyah Abdul Ghoni
monoton
Juwairiyah Abdul Ghoni
ceritanya sangat menarik, cuma monoton dan membosankan
Heria Wita
lanjut dan semangat ya thor
Maulai7
awalnya pura pura tp lama lama lupa dengan kepura-puraannya..
nur afnyar
yg penting pembacanya ngk ikutan gila 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!