NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:458.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: NCY

Calina Sanders menikahi seorang putra mahkota karena ingin mencari keadilan atas kematian ibunya.

Sedangkan Kama El Barrak menikahi Calina karena ingin mencari seorang pendonor yang sesuai untuk penyakit langkanya.

Siapa yang menyangka, Calina malah terjebak didalam istana megah itu seperti seorang tahanan. Sedangkan Kama perlahan mulai mencintai wanita yang dinikahinya.


Bagaimana mereka bersama setelah kehadiran orang ketiga diantara keduanya? Sedangkan sang Ratu begitu membenci Calina yang hanya seorang wanita dari kasta terendah.

Yuk Simak bersama Kisah Cinta menarik antara Kama dan Calina.
Jangan lupa dukung author berupa like, koment dan vote ya gaes. Jiayou 💪🏻🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Tidak Baik Baik Saja

Malam kian larut.

Kama mengelilingi beberapa stand yang sedang berbenah untuk tutup. Kama berniat berjalan kaki mencari hingga ke pos gerbang masuk, namun tiba tiba sebuah panggilan masuk ke ponselnya.

"Harley, ada apa?" tanya Kama.

"Seorang teman nona Calina mengirimiku pesan. Nona Calina sedang bersama mereka diparkiran utara. Aku segera meluncur ke situ untuk menjemput tuan dan nona," ucap Harley.

Tanpa berkata kata Kama langsung menutup telpon, langkahnya langsung berbelok menuju parkiran sekitar 100 meter dari tempatnya berdiri.

Sementara itu didalam mobil diparkiran bagian utara.

"Ayo Dit, bawa Calina pergi dari sini," usul Vania.

"Ga bisa Van, lu mau ditangkep polisi gara gara membawa kabur purtri mahkota?" ujar Dita.

"Iya, suaminya sudah mencarinya. Tadi Harley sms bertanya padaku keberadaan Caca," ujar Lupita.

"Trus udah lu jawab?" tanya Dita.

"Udah dong, mungkin bentar lagi mereka akan tiba disini," ucap Lupita.

"Gini, kita tunggu aja setelah Caca sadar. Kita harus tanya dia dulu langkah selanjutnya apa. Trus kita bantu dia. Gimana?" tanya Dita.

"Dit, gue mau keluar. Gue mau muntah Dit," ucap Calina setengah sadar.

"Muntah sini aja," kata Dita sambil mencari cari kantong plastik dilaci mobilnya.

"Gue pengen keluar, pengap banget nih," ucap Calina lagi.

"Jangan Ca, diluar masih rame. Gimana jika ada yang liat lu kek gini?" ucap Lupita.

"Emang kalian masih peduli dengan nama baik kerajaan ini? Mereka tak layak...," Calina menarik kantong plastik dari tangan Dita. "Ueeekk ueeekk." Calina memuntahkan sisa cairan alkohol dalam lambungnya.

Setelah merebahkan punggungnya disandaran kursi Calina mencoba untuk tertidur.

"Lu liat kan, Caca gak pernah kayak gini. Kalau dia mabuk biasa nya cuman jadi agak cerewet doang, tapi ini," ucap Vania.

"Cerewetnya udah lewat tadi Van. Ah Gini aja, ijin dulu sama Harley trus Kita bawa Calina membeli minuman anti pengar baru kita bawa dia kembali. Gimana?" usul Lupita.

Vania dan Dita menganguk pertanda setuju. Namun saat Lupita hendak menghubungi Harley, Kama sudah berdiri disamping pintu sambil mengetok.

Saat pintu terbuka, aroma alkohol menyeruak keluar dari dalam mobil.

Kama menatap Calina yang tertidur bersandar disandaran kursi sambil tertidur pulas.

"Apa kalian minum minum disini lagi?" ucap Kama agak marah.

"Tidak, kami tidak minum sedikitpun," bantah Vania setelah melihat mimik marah pada wajah Kama.

"Siapa yang membawakan dia minuman?" tanya Kama.

"Tidak tau, kami kesini hanya ingin membantunya," ucap Vania dengan wajah takut.

"Calina," panggil Kama.

"Calina," panggil Kama sekali lagi.

"Apa itu suara Kama?" tanya Calina dengan sedikit sisa sisa kesadarannya.

"Permisi, saya akan membawanya keluar dari situ," ucap Kama pada Vania yang saat itu duduk didekat pintu.

Saat itu juga Vania langsung turun dari dalam mobil, Lupita pindah ke kursi belakang sedangkan Dita tetap dikursi depan.

Kama masuk ke mobil beraroma alkohol itu, kemudian menarik punggung Calina ke arahnya.

"Calina, ayo kita pulang?" ucap Kama.

"Pulang?" jawab Calina.

Calina berusaha mengangkat kepalanya, saat itu ruangan disekitarnya sedang berputar, seakan dunia ini sedang bergerak mengelilinginya. Begitu melihat jelas wajah Kama, Calina langsung memegang wajah itu dan menatapnya dengan kecewa.

"Ternyata kamu," ucap Calina datar.

Kama langsung memeluk erat Calina. "Maafkan aku Calina, aku sudah mengabaikan mu beberapa hari ini. Tapi tahukah kamu, aku pun sangat tersiksa menjauh darimu. Aku selalu ingin memelukmu sedekat ini saat melihatmu," bisik Kama.

Calina membalas memeluknya dengan erat. Tak ada satupun yang berkata kata didalam mobil itu, hanya suara mesin mobil yang terus berdengung ditelinga mereka.

Beberapa saat kemudian Harley tiba dengan sebotol minuman anti pengar ditangannya.

"Yang mulia," ucap Harley sambil menyodorkan minuman yang sudah dibukakannya itu.

Kama memberikan sebotol minuman anti pengar pada Calina.

"Terimakasih sudah menemani istriku," ucap Kama pada Dita, Lupita dan Vania sebelum keluar dari mobil.

Kama menggendong Calina masuk ke mobilnya.

Vania kembali masuk kemobil sambil matanya terus menatap perlakuan Kama pada Calina.

"Kalian liat kan, pangeran itu begitu menyayangi Caca," ucap Vania.

Dita mengangguk tanda setuju. "Dari tatapan mereka kita bisa tau kalau mereka saling mencintai," ucap Dita.

"Tapi pangeran itu terlalu patuh pada ibunya, aku nggak suka sikap plin plan nya pada Calina," ucap Lupita.

"Gaes, kita pulang aja yuk, besok baru kita telpon Caca," ajak Dita.

"Pak Fandy," teriak Dita pada pak Fandy yang setia menunggu berjam jam tak jauh dari lokasi parkiran mereka.

Setelah ketiga wanita itu pergi dari situ, Kama juga pergi membawa Calina kembali ke kediamannya. Rosa uang sudah dibuat panik akhirnya lega melihat majikannya itu kembali.

"Nona. Apa nona baik baik saja?" ucap Rosa saat Calina tiba.

"Aku baik saja, aku cuman agak puyeng dikit Sa,"

"Aku akan mengurusnya. Kamu bisa pergi," ucap Kama pada Rosa.

"Baiklah yang mulia," Rosa langsung meninggalkan Calina dan Kama diruangan itu.

Calina duduk disofa sambil memejamkan matanya. Jemarinya terlihat memijit ujung pelipis.

"Apa kamu sadah enakan?" tanya Kama dengan dengan segelas teh hangat ditangannya. "Minum lah selagi hangat," ucap Kama.

Setelah meneguk sedikitteh pemberian Kama, Calina beranjak dari sofa.

"Kembalilah ke ruangan mu, aku akan mandi." ucap Calina sambil berlalu meninggalkan Kama.

Setelah menampung air hangat didalam Bath tub, menambah sedikit shower gel aroma therapy, Calina menenggelamkan seluruh badannya kedalam air berbusa melimpah itu. Sebuah kebiasaannya saat dia sedang bad mood. Saat sedang bosan atau pun sedih Calina akan melakukan itu, bahkan hingga ber jam jam didalam air.

Sudah sejam Kama menunggu Calina didepan TV.

Sesekali Kama mengintip ke dalam kamar tidur, namun tak seorang pun disitu. Itu artinya, Calina masih dikamar mandi.

Semakin berjalannya waktu, Kama semakin panik.

Apa yang dilakukannya berjam jam didalam kamar mandi. Apa jangan jangan dia?

Batin Kama membayangkan hal hal yang buruk terjadi pada Calina didalam kamar mandi.

Setelah membulatkan tekat, akhirnya Kama menerobos masuk ke dalam kamar mandi.

Calina sedang memejamkan mata didalam busa bath tub. Kama segerah menarik tubuh Calina hingga setengah badannya terangkat dari air.

Sontak Calina membuka matanya karena kaget.

"Apa yang kamu lakukan, sudah sejam kamu tidak juga keluar dari kamar mandi." ucap Kama sambil menarik badan Calina keluar dari bath tub itu.

Calina cuek berjalan keluar dari kamar mandi mengindari kama.

"Aku tidak baik baik saja Kama," ucapnya pelan.

"Kamu membuatku takut, aku pikir kamu akan melakukan hal bodoh didalam kamar mandi," ucap Kama.

Wajah panik nampak menghias wajah Kama. Kama tak peduli dengan Calina yang saat itu tak mengenakan apapun. Sebuah handuk diraihnya kemudian membalut tubuh Calina.

"Jika berlama lama dalam air kamu bisa sakit, apa kamu semarah itu padaku hingga menghukum dirimu seperti ini?" ucap Kama.

Calina diam menerima perlakuan suaminya itu. Sambil mengeringkan rambut Calina, Kama terus saja mengomel tanpa henti.

"Bukankah tadi siang kamu sedang sakit? Apa kamu ingin memperparah sakitmu?"

"Kamu takut jika saya sakit? Karena aku tidak bisa menjadi pendonormu?" ucap Calina asal.

"Apa pertanyaan itu penting sekarang? Kamu lupa? Sebelum menikah kita telah menanda tangani perjanjian. Pada bab ke dua lembar pertama tertulis. Penerus kerajaan berhak dibantu oleh istri mengenai kesehatan, untuk kelangsungan hidupnya. Di sub bab nya tertulis jelas. Bahwa istri harus siap menjadi penunjuang kesehatan. Jadi siapa pun yang menikahiku saat itu, tetap harus diambil sampelnya," jelas Kama.

Calina teringat akan perjanjian waktu itu, semua isinya hanya untuk kepentingan kerajaan. Dan dirinya sudah menandatangani itu.

"Sudahlah, saya bisa sendiri," ucap Calina mencoba meraih handuk ditangan Kama.

"Calina, aku akan melakukan apapun untuk meyakinkan ibu. Aku sudah hampir gila mencari cara agar ibu bisa menyukai mu. Tapi yang kamu lakukan? Kamu malah memperparah keadaan." ucap Kama.

"Aku baru sadar sekarang, ternyata kalian sengaja mencari seorang wanita untuk dijadikan tumbal. Setelah kamu sembuh, kamu akan menceraikan wanita itu kemudian menikahi Odette. Ada konspirasi hebat apalagi diistana ini yang aku belum tau? Apa kalian akan mengirimku ke pertanian itu setelah kita cerai?" ucap Calina.

"Pertanian apa?"

"Tanya ibumu, orang orang dijadikan pekerja rodi dipertanian. Mereka seperti tawanan yang dipaksa bekerja untuk istana. Kemudian mati perlahan karena tak pernah disuply obat obatan. Mereka tak bisa mengirim pesan keluar atau pun menerima pesan. Banyak dari mereka yang mati karena bunuh diri," jelas Calina dengan wajah tegas.

"Apa yang kamu bicarakan, apa kamu sedang membahas sebuah kebohongan disini?" Kama menggenggam kasar wajah Calina.

"Apa kamu takut apa yang aku bicarakan adalah sebuah kebenaran?" tanya Calina. "Oh ya. Bagaimana dengan amnesia mu? Setelah kamu membunuh seseorang didanau itu, kamu seperti orang tak berdosa melupakan semua kejadian itu?" ucap Calina lantang.

"Calina," teriak Kama sambil mengepalkan tangannya kemudian meninju dinding dibelakang Calina dengan keras.

Semua yang diucap Calina adalah semua rumor yang beredar diistana. Kama masih belum cukup berani untuk mengungkap soal pertanian itu. Dirinya terlalu pengecut menghadapi perbuatan keji dibalik dinding istana yang dilakukan ibunya. Dan Soal amnesia itu, Kama memang lupa akan sebagian ingatan masa kecilnya. Tapi apakah dirinya adalah seorang pembunuh. Kama merasa dirinya terlalu lemah dihadapan wanita yang dicintainya. Emosinya sesaat memuncak hingga ke ubun ubun.

Bersambung...

1
[🦉]Susi Soemarsi
puas bgt sama alurnya ceritanya. recommand bgt buat yg suka baca novel🤗🤗
[🦉]Susi Soemarsi
yeyy akhirnya selesai juga bacanya😍. suka sama alurnya plus konfliknya yg nggc mbulet jadi nggc pening bacanya.thank' dan
semangat terus ya thor berkaryanya💪😇
[🦉]Susi Soemarsi
sudah kuduga kalo shopia itu selingkuh sama adipati. soalnya kek gitu bgt sih ngebelanya😌😌
[🦉]Susi Soemarsi
wahh nggc nyangka ternyata calina itu anak bangsawan😍😍
[🦉]Susi Soemarsi
semoga calina cepet hamil, biar nggc jadi cerai🤗
Nurma sari Sari
hadiah Rio mungkin aquarium yg pernah di beli Rio waktu dipelelangan barang antik di kerajaan
Nurma sari Sari
ya ampun sampai segitunya, kok yg lebih berperan memberi perintah adalah ratu, kemana rajanya. kok rajanya seperti GK ada fungsinya di dlm istana
Nurma sari Sari
lanjut
Nurma sari Sari
seru...😊
Nurma sari Sari
lanjut thor 👍
Nurma sari Sari
oooh....sombong nya....
Nurma sari Sari
semangat Carlina karena kamu lah pilihan Kama sang pangeran
Nurma sari Sari
sekolah tinggi bahkan sdh menjadi dosen dan model, diusia yg sdh 27 th Carlina baru merasakan ciuman untuk yg pertama kalinya ???? 🤔
Nurma sari Sari
mampir...
Nurma sari Sari
menyimak
🫧Alinna 🫧: Selamat membaca, semoga terhibur 😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
jadi penasaran deh, pangeran cinta beneran pa nggak
🫧Alinna 🫧: Terima kasih sudah mampir 🙏🏻😊
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
kapan malam pertamanya
🫧Alinna 🫧: Udah deket 🤭
total 1 replies
R Ghofur Hidayat
ikut bahagia deh tapi juga sedih gimana lanjutnya..
R Ghofur Hidayat
l@njut Thor..
R Ghofur Hidayat
penasaran jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!