Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Kunjungan tidak terduga di kota ketiga penghasil pil
Shen yifan sekarang berada di dekat gerbang, mengantri masuk karena banyak orang juga yang akan masuk kota ini, di jaga oleh beberapa prajurit berzirah lengkap.
"Kota istana langit yah." Shen yifan melihat ukiran nama diatas gerbang itu, ternyata kota ini adalah kota istana langit.
"Kalau tidak salah, kota ini kota ketiga di benua ini sebagai penghasil pil grade 2. Pil spiritual, tidak heran aku mencium aroma harum pil di dalam sana!"
Pil grade dua yaitu pil tingkat dua di dunia ini, ada beberapa tingkatan pil yang di bagi, ada grade 1 atau mortal pil, Pil paling dasar yang digunakan oleh kultivator tahap awal. Adapun grade dua, yaitu pil spiritual seperti namanya, pil ini mengandung Qi spiritual yang murni.
"Hadeh, harus bayar juga masuk kota? Pasti pemimpin kotanya kikir." Keluh Shen yifan setelah melihat beberapa orang mengeluarkan batu spiritual tingkat bawah.
"Kau tidak punya batu spiritual sama sekali?" Suara penjaga dengan lantang.
Shen yifan melihat ada pemuda lusuh, kaya dirinya, tidak membawa apa-apa, bahkan memohon kepada penjaga hanya ingin masuk.
"Mohon, izinkan saya masuk, adikku ada di kota ini, dia sedang sakit, mohon!" Pemuda lusuh itu memohon.
"Peduli apa, sial rakyat miskin, menjauhlah dari zirah bersihku!" Penjaga menendang pemuda lusuh itu yang menempel ke kakinya.
"Hah." Shen yifan menghela napas."Seperti biasa, langit tidak adil!"
Shen yifan berjalan, karena antrian bagiannya.
"Satu batu spiritual kelas menengah, untuk berdua!" Shen yifan memberikan batu spiritualnya kepada penjaga yang berwajah kecut, lalu mengalihkan pandangannya kearah pemuda lusuh itu.
Penjaga gerbang terlihat tidak senang dan acuh tak acuh ketika Shen yifan memberikan batu spiritualnya.
"Masuk!" Kata penjaga itu terlihat kesal.
Shen yifan masuk bersama pemuda lusuh itu. Ketika mereka cukup jauh dengan gerbang.
"Saudara, terima kasih banyak!" Pemuda lusuh itu menunduk.
"Sama-sama, lain kali bawa batu spiritual yah!" Shen yifan sedikit dingin menatap pemuda itu.
"Iya, terima kasih, kalau boleh tahu siapa nama saudara ini?" Sahut pemuda lusuh itu.
Karena Shen yifan masih curiga, ia memakai nama plesetan, dan tidak mau nama aslinya tersebar.
"Namaku Yi fan!" jawab Shen yifan.
"Saudara Yi fan, salam kenal, namaku jian chen, alasanku tidak bawa apa-apa, karena kereta kuda ku di rampok pas mau ke kota ini, dan semua hartaku raib!" Jian chen mengeluh tiba-tiba.
"Iya, kalau begitu aku duluan!" Jawab Shen yifan dingin, bukannya tidak mau mendengar pembicaraan jian chen, tapi Shen yifan sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di pinggulnya di tambah perutnya lapar.
"Haha, baiklah, terima kasih!" Jian chen tertawa getir, dan langsung pergi.
(Maafkan aku tidak bisa mendengar keluhanmu, aku sungguh lapar!) Getirnya di dalam hati.
Shen yifan mulai melihat-lihat kota ini sembari mencari makanan murah untuk mengganjar perutnya.
Shen yifan tertegun melihat interior kota, pertama kali baginya ke kota lain bagi Shen yifan.
Jalan utama kota terbentang lurus bak urat nadi yang menghubungkan seluruh distrik.
Lantainya tersusun dari beberapa batu giok putih yang memancarkan kilau lembut, seolah setiap pijakan dialiri qi spiritual. Di kedua sisinya, bangunan-bangunan menjulang dengan arsitektur sedikit megah, dipenuhi ukiran awan, naga, serta formasi kuno yang berdenyut samar.
Di kejauhan, beberapa paviliun bertingkat berdiri anggun, puncak atapnya tidak terlalu tinggi. Beberapa asap yang keluar dari tungku alkimia mengepul perlahan, membentuk lapisan kabut tipis. Aroma tanaman spiritual, pil yang baru ditempa, dan kayu cendana bercampur menjadi satu, memenuhi udara dengan keharuman yang menenangkan.
Shen yifan bukan nya mencari tempat makan, ia malah terbawa suasana oleh kota istana langit ini.
Keramaian memenuhi setiap sudut. Shen yifan mulai melihat beberapa Kultivator berjubah mewah berlalu-lalang, diikuti seorang alkemis yang membawa tungku di punggung mereka. Pedagang menawarkan ramuan langka, inti iblis, hingga pil spiritual dengan suara lantang. Sesekali terdengar dentingan logam dari bengkel artefak, disusul gelombang panas yang berasal dari ruang-ruang penempaan senjata.
"Ahh, setiap aku mencium aroma pil, rasanya ingin menjadi alkemis pil sejati, tapi apalah daya, aku tidak punya ap-"
Ketika akan melanjutkan ocehannya sendiri, Shen yifan teringat, bahwa ia sudah punya api merah walau lemah.
"Oh iya, api merah!" Shen yifan tersenyum, lalu ia berlari kearah tempat kosong di pinggiran nya.
"haha, aku baru sadar, aku punya api spiritual!" Shen yifan malah main api merahnya.
"Akhirnya, tinggal beberapa langkah lagi, aku akan menjadi alkemis pil sejati!" dengan kepercayaan diri yang tinggi, ia tidak tahu betapa susahnya mengeliminasi impuritas yaitu menyuling, melebur, membentuk dan memadatkan pil di dalam tungku.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bocah itu sangat licin, kita mencari seharian menyusuri sungai ini, namun tidak ada tanda-tanda batang hidungnya, bahkan setitik energi spiritualnya tidak ada!" Keluhan seorang anak buah yang tuan nya terkenal dengan impulsif dan agresif.
"Kapten, aku menemukan ini?" Salah seorang anak buah lainnya menemukan robekan baju yang terdapat noda darah.
"Ini pasti darah bocah itu...terus telusuri sampai ketemu!" Sang kapten memerintahkan anak buahnya untuk menemukan Shen yifan sampai mati.
Sementara itu di dalam ruangan yang dihiasi oleh giok putih yang memancarkan cahaya, di tambah dengan aroma wangi kasturi dari bakaran dupa bunga seribu tahun, siluet seorang wanita yang sangat cantik sedang bersiap-siap akan membuat pil.
"Senior, jika terus begini, ayah anda akan melarangmu lagi untuk meracik pil!" Salah satu penjaga wanita di sisinya.
"Aku tahu, makanya aku datang ke kota ini, untuk memperkuat fondasiku sebagai alkemis pil menengah." Sahut wanita itu.
"Iya, tapikan rata-rata di kota ini grade dua kebanyakan nya, aku tidak merasakan ada seseorang di kota ini dengan bakat grade tiga!" Jawab penjaga itu.
"Tidak, sesuai informasi, di sini di kota ini ada orang yang sanggup membuat pil grade tiga, dan aku pasti akan menemukannya!" Wanita itu dengan tekad yang besar meyakinkan dirinya sendiri.
"Kalau itu kehendak senior dan penglihatan senior, aku tidak bisa lagi mencelanya, kalau begitu aku akan pergi menyiapkan tanaman herbal yang di butuhkan, permisi." Penjaga itu menghilang.
(Aku harus menemukannya!) Tekad wanita itu.
Sementara shen yifan merengek menangis pilu, karena tergoda oleh tumbuhan herbal yang sedikit langka, bukannya mencari makan.
"Habislah riwayatku, aku hanya sanggup membeli sepotong roti!"
Keluh Shen yifan sembari memegang perutnya yang keroncongan, sepotong roti tidak akan membuat rasa laparnya hilang.
"Hmm, ada turnamen kecil? Inilah kesempatanku." Shen yifan melihat pavilun kecil di persimpangan jalan sedang melakukan perekrutan turnamen, walau sepi peminat di depan paviliun itu, tapi rasa tertarik hasrat membuat pil, Shen yifan dengan senang hati akan mengikutinya.