NovelToon NovelToon
Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Fitnah Dibalik Gaun Pengantin

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Anak Genius / Mafia / Tamat
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Naomi Clarisse tak pernah iri pada kehidupan sang kakak. Meski selalu dibandingkan dan diperlakukan tidak adil, ia memilih bekerja keras demi keluarganya.
Namun hidupnya berubah dalam semalam ketika Alicia Grace, kakaknya sendiri, menjebaknya di kamar hotel bersama Nathaniel Wijaya, pewaris keluarga mafia yang dikenal dingin dan tak mengenal ampun.
Sebuah fitnah menghancurkan nama baik Naomi. Di saat Alicia menghilang bersama pria pilihannya, Nathaniel yang dipenuhi amarah memaksa Naomi menggantikan posisi sang kakak di altar pernikahan.
Pernikahan itu adalah hukuman bagi Nathaniel.
Dan mimpi buruk bagi Naomi.
Ketika satu per satu rahasia mulai terungkap, Naomi harus memilih: terus menjadi korban, atau melawan demi mengungkap dalang di balik fitnah yang telah merenggut hidupnya.

Tunggu kelanjutannya hanya di Novel Toon atau Manga Toon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendatangi Tempat Alicia

Alicia masih berdiri di tempatnya. Tas kecil itu sudah berada di tangannya, tetapi langkahnya tetap tidak bergerak. Ia tahu dirinya harus pergi. Namun sebelum sempat mengambil keputusan, terdengar suara dari luar.

Ting tong ...

Alicia langsung membeku. suara bel itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras.

Ting ... tong...

Jantung Alicia berdegup semakin cepat. Tidak mungkin. Ia tidak memberi tahu siapa pun mengenai tempat ini. Bahkan Adrian hanya mengetahui alamat tersebut karena Alicia sendiri yang membawanya ke sana.

Ponselnya kembali bergetar. Alicia menatap layar. Tidak ada pesan baru. Ketukan terdengar untuk ketiga kalinya.

"Alicia."

Suara itu membuat tubuhnya seketika kaku. Suara seorang wanita yang sangat ia kenal.

"Mama?"

Alicia mundur selangkah. Matanya membesar. Bagaimana mungkin? Ia berjalan perlahan mendekati pintu, lalu mengintip melalui CCTV. Darahnya seolah berhenti mengalir. Di luar berdiri Merry. Dan di sampingnya... Eric.

"Mereka menemukanku..." Bisikan itu keluar begitu saja Alicia segera berbalik. Pandangannya bergerak cepat ke seluruh ruangan. Adrian yang sejak tadi berada di kamar belakang keluar karena mendengar suara ketukan.

"Ada siapa?"

Alicia menoleh tajam. "Orang tuaku."

Adrian langsung terdiam. "Eric dan Merry?"

Alicia mengangguk. Wajahnya semakin pucat.

"Mereka tidak boleh melihatmu di sini."

Adrian menatap pintu. "Kalau begitu kamu sembunyi di dalam kamar saja."

"Tidak ada jalan lain."

Namun sebelum mereka sempat bergerak, suara Eric terdengar dari balik pintu.

"Alicia."

Nada suara pria itu tidak keras. Justru ketenangan tersebut terasa jauh lebih menakutkan.

"Buka pintunya."

Alicia memejamkan mata, ia tidak tahu harus berbohong dengan cara apa lagi. Selama ini ia selalu berhasil membuat kedua orang tuanya percaya.

Sedikit tangisan dan alasan juga sedikit cerita yang diputarbalikkan. Dan Merry akan kembali berdiri di pihaknya. Namun kali ini berbeda mereka sudah mengetahui terlalu banyak.

Alicia perlahan membuka pintu. Begitu pintu terbuka, Merry langsung menatap putrinya.

"Alicia..."

Wanita itu hampir tidak mengenali anak yang berdiri di hadapannya. Wajah Alicia pucat.

Matanya terlihat lelah. Rambutnya tidak tertata seperti biasanya.

Dan di belakang perempuan itu... Merry melihat seorang pria berdiri beberapa langkah dari mereka.

Wajahnya seketika berubah. "Adrian?"

Eric yang semula hanya menatap putrinya langsung mengalihkan pandangan. Tatapannya jatuh kepada pria tersebut. Dalam hitungan detik, wajahnya mengeras.

"Kamu..."

Adrian tidak menjawab. Eric mengenalnya.

Bukan karena hubungan pribadi. Melainkan karena nama keluarganya.

Adrian adalah putra dari keluarga yang selama bertahun-tahun menjadi lawan bisnis keluarga Hartono. Keluarga yang bahkan memiliki sejarah panjang dengan keluarga Wijaya.

Keluarga Eric dan keluarga Wijaya pernah berada di sisi yang sama dalam banyak urusan bisnis. Namun keluarga Adrian justru dikenal sebagai salah satu pihak yang paling sering berseberangan dengan mereka.

Eric menatap putrinya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu bersama dia?"

Alicia membuka mulut. "Pa, dengarkan aku..."

Eric mengangkat tangan. "Jangan."

Satu kata itu membuat Alicia terdiam. Eric melangkah masuk ke dalam apartemen. Matanya menyapu ruangan.

Dua cangkir di atas meja.

Beberapa pakaian pria. Satu koper milik Adrian. Dan sebuah jaket pria yang tergantung di dekat sofa.

Semua bukti itu terlalu jelas. Merry menutup mulutnya. Air mata mulai memenuhi matanya.

"Jadi selama ini..." Suaranya bergetar. "Kamu tidak sendirian di sini."

Alicia menundukkan kepala. "Mama, aku bisa menjelaskan."

"Menjelaskan apa?" Merry menatap putrinya.

"Bahwa laki-laki yang selama ini kamu sembunyikan adalah Adrian?"

Alicia terdiam.

"Atau menjelaskan kenapa nama dia muncul bersamaan dengan namamu dalam penyelidikan Nathan?"

"Atau..." Suara Merry semakin bergetar.

"Menjelaskan kenapa Naomi harus menjadi korban semua ini?"

Alicia mengangkat wajah. "Mama, ini tidak seperti yang Mama pikirkan."

Eric tertawa pendek. Namun tidak ada sedikit pun kegembiraan di dalamnya.

"Kalimat itu lagi."

Alicia menutup mata sejenak sementara Eric mengambil napas panjang. "Sejak kecil, kami selalu memberimu apa yang kau inginkan."

"Ketika kau meminta sesuatu, kami berusaha memenuhinya."

"Ketika kau bertengkar dengan Naomi, kami lebih sering membelamu dan ketika Naomi terluka karena sikapmu, kami mengatakan kepadanya untuk mengalah."

Merry mulai menangis. "Kami bahkan mengorbankan perasaan anak kami sendiri demi membuatmu merasa tidak kekurangan."

Alicia menggigit bibirnya sulit baginya untuk memberi alasan lagi jika sudah terdesak seperti ini.

"Karena kami pikir..." Eric berhenti. "Kami pikir kau hanya membutuhkan lebih banyak perhatian."

"Ternyata kami justru sedang membesarkan seseorang yang tidak pernah belajar menghargai pengorbanan orang lain."

"Pa..."

"Dan sekarang aku ingin tahu satu hal." Tatapan Eric menancap kepada putrinya.

"Kenapa?"

Alicia tidak menjawab.

"Kenapa kau menjebak Naomi?"

"Kenapa kau membuatnya masuk ke pernikahan yang seharusnya menjadi milikmu?"

"Kenapa setelah itu kau masih mengancamnya?"

Alicia mengepalkan tangannya. Eric melanjutkan dengan suara yang semakin berat.

"Dan kenapa kau memilih Adrian?"

Alicia akhirnya menangis. "Aku mencintainya."

Merry memejamkan mata. Jawaban itu terdengar begitu sederhana. Namun justru membuat hatinya semakin sakit.

"Kalau kau mencintainya..." suara Merry lirih, "kenapa tidak mengatakan yang sebenarnya?"

Alicia terdiam. "Kenapa harus Naomi yang dikorbankan?"

Tidak ada jawaban. Eric kemudian mengambil satu dokumen yang sebelumnya dibawanya dari rumah.

"Selama ini keluarga Wijaya membantu perusahaan kita."

Alicia perlahan mengangkat wajah.

"Alan Wijaya berkali-kali membantu ketika perusahaan Papa berada dalam masalah."

"Hubungan bisnis keluarga kita dengan keluarga Wijaya bukan sekadar soal uang."

Eric menggenggam dokumen itu erat. "Keluarga mereka percaya kepada kita."

"Dan sekarang..." Tatapannya berubah penuh kekecewaan. "Anak kita sendiri yang mengkhianati kepercayaan itu."

Alicia menundukkan kepala. "Pa, aku tidak bermaksud..."

"Justru itu yang tidak bisa kupahami."

Eric menggeleng. "Kau tidak kehilangan apa pun ketika menikah dengan Nathan."

"Kau mendapatkan keluarga yang selama ini sudah membuka pintu untukmu."

"Namun kau tetap memilih berbohong."

"Memilih Adrian."

"Memilih menjebak Naomi."

"Dan ketika semuanya mulai terbongkar..."

"kau memilih mengancam adikmu sendiri."

Merry tidak lagi mampu menahan air matanya. "Naomi itu adikmu, Alicia."

Kalimat tersebut membuat Alicia terdiam cukup lama, ia tidak memiliki alasan yang bisa digunakan untuk membela dirinya.

Adrian yang sejak tadi diam akhirnya melangkah maju. "Semua ini bukan hanya kesalahan Alicia."

Eric langsung menoleh. "Apa?"

Adrian menatapnya. "Saya juga terlibat."

Eric menatap pria itu dingin. "Aku tahu."

"Tapi kau bukan anakku."

Tatapannya kembali kepada Alicia. "Yang membuatku hancur adalah kenyataan bahwa putriku sendiri yang memilih melakukan semua ini."

Ruangan kembali sunyi. Alicia perlahan terduduk di tepi sofa. Tangannya menutupi wajah ia merasa untuk kali ini tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.

Tidak ada lagi alasan yang bisa membuat Merry membelanya dan tidak ada lagi kebohongan yang bisa menutup semua bukti.

hingga yang paling menyakitkan bagi Alicia bukanlah ancaman Nathan.

Bukan pula kemungkinan kehilangan Adrian tapi kenyataan bahwa kedua orang tuanya benar-benar kecewa kepadanya.

Sementara Eric hanya berdiri memandang putrinya. Di dalam hatinya, satu pertanyaan terus berputar. Jika sejak awal mereka tidak terlalu memanjakan Alicia. Jika sejak awal mereka mau mendengarkan Naomi, apakah semua ini akan pernah terjadi?

Bersambung ....

1
Nani heri Upitarini
sakjane Iki crito alure piye....kok g jelas....
Ika Yanti Unyil
ceritanya beda dengan yang lain penuh dengan misteri.jadi penasaran tiap membaca bab baru.tapi masih banyak yang nggantung thor.masih kuranggg ceritanya.koq udahn di bab 30an thor.
terus semangat berkarya thor ❤️🥰❤️🥰
Nar Sih
cerita nya bagus kak tpi udah end ,kurang panjang bab nya
Nar Sih
kak ayu kok udh end pdhl blm puas bca nya dan sedikit bab nya ,😭
Nar Sih
semoga hubungan naomi dan nathan akan lebih baik lgi dan suatu saat nanti bnr ,,jdi psngn suami istri yg sebnr nya
Ayumarhumah: maaf ya Kak ....
total 1 replies
muna aprilia
lanjutkan
Nar Sih
gomong bnyk juga percuma ,tinggal penyesaalan mu yg pnjg..org tua yg pilih kasih ahir nya ank yg di bsnggakan justru menyakitkan🤣
Oma Gavin
sudah melek mata kalian terhadap anak kesayangan mu itulah alice playing victim muka tembok silahkan dinikmati saja sebentar lagi jiga nathan akan memenjarakan alice dan adrian
ros
🙏
Oma Gavin
mampusss kamu alicia seberapapun jauh kamu kabor pasti tertangkap juga
Nar Sih
lebih baik kmu nyerah aja alicia dri pada hidup mu terus gk tenang kabur sana sini 🤣
Nar Sih
lanjutt kak kadang q msih bingung dgn cerita nya
ros
masih byk teka teki nya
Nar Sih
semagat natan ,sgra selesai kan mslh ini biar naomi aman
Nar Sih
semoga sgra terungkap semua nya
ros
lanjut 🙏
Nar Sih
brati ada penyusup msuk suruhan alicia ,
Nar Sih
mungkin kah satpam tersebut suruhan alicia ,untuk memata,,i naomi hnya kak ayu yg tau
guest1053527528
siapa yg mata2 Thor dan semoga Naomi segara dapat orangx
Nar Sih
semagat nathan dan naomi💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!