NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Di sebuah gua di hutan yang tak berapa jauh dari kota Bangau. Di dalam gua itu ada dua manusia beda generasi yang bercerita cukup serius.

"apa benar guru akan mengajariku tentang Vida??" tanya Jaka Srenggi antusias

"iya, saat perjalanan kita ke selatan aku akan mengajarimu, aku juga tak ingin membuang waktu mu! Aku yakin kau cukup cerdas"

"kapan kita berangkat guru??" tanya Jaka Srenggi yang kali ini tak sabar untuk berangkat.

"kau ini, tadi menolak sekarang malah bersemangat?' kata Badawa terkekeh.

"kemari, aku periksa dulu tubuhmu! Apa kau memiliki Vida bawaan?" kata Badawa menyuruh Jaka Srenggi untuk mendekatinya.

Jaka Srenggi tanpa membantah mendekati Badawa.

"Ulurkan tanganmu!"

Setelah Jaka Srenggi mengulurkan tangannya, Badawa memeriksa nadi Jaka Srenggi, dia kaget bercampur kagum.

"bocah ini? Dia akan berdiri di puncak dunia persilatan! Aku harus menjaganya, jika tidak nyawanya akan menjadi incaran para pendekar tangguh!"

"Kenapa guru??" tanya Jaka Srenggi melihat Badawa diam saat memeriksa urat nadinya.

"kau memang bocah istimewa Jaka, kau sudah memiliki Vida bawaan! Dan itu Vida langka," jawab Badawa.

"Vida langka? Bagaimana bisa guru??" tanya Jaka Srenggi yang tetap tak mengerti

"Vida itu dua macam, hitam dan putih, hitam dan putih menggambarkan golongan dari Vida seseorang!'

"Vida ku berwarna apa guru??" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.

"Itu lah yang beda Jaka, Vida mu berwarna kuning ke emasan, itu Vida langka, bahkan sampai sekarang aku tak ingat siapa lagi yang memiliki Vida langka itu!"

"Apakah Vida itu kuat guru??" tanya Jaka Srenggi.

"Tak perlu banyak tanya, kau nanti akan merasakan perbedaannya! Yang perlu sekarang bagaimana kau mengendalikan tenaga dalam mu? Dalam perjalanan kau harus berlatih mengendalikan tenaga dalam mu. Itu latihan pertamamu!  Apa kau paham??"

"Srenggi paham guru, dan Srenggi akan menuruti perkataan guru," jawab Jaka Srenggi bersemangat.

"Aku tak tahu, bagaimana anak muda ini akan berkembang? Vida nya sangat kuat, itu akan lebih kuat dari pada Vida raja pedang jika terus diasah! Belum lagi dia sudah menguasai salah satu tehnik pedang tertinggi, aku yakin dia yang akan menggantikan raja pedang di puncak dunia persilatan," gumam Badawa.

"Guru, sebenarnya guru golongan apa? Putih atau hitam??" tanya Jaka Srenggi ingin tahu.

"Aku lebih condong ke golongan hitam. Tapi tak sepenuhnya hitam, seperti gurumu, aku mengikuti langkah ku! Jika aku tak suka maka akan aku bunuh!"

"Julukan guru apa? Apa guru terkenal di dunia persilatan??" 

"Hahahah, guru tak di kenal karena guru jarang muncul di pertarungan besar! Guru menggunakan kemampuan guru jika perlu, beberapa orang menyebut guru dengan julukan si muka mayat!' 

"Hahahah, cocok dengan wajah guru," kata Jaka Srenggi yang tak tahan dengan julukan gurunya.

Pletokkk!!

Belum selesai tawanya Jaka sebuah pukulan sudah sampai di ubun-ubun kepalanya.

"Aduh, sakit guru!'

"kau ini, guru mu saja kau candai," kata Badawa tak senang.

"jadi siapa lagi guru? Kan, hanya kita berdua di gua ini," kata Jaka Srenggi tak mau kalah.

"Sudah cukup, sebaiknya kita berangkat hari ini menuju wilayah selatan! Aku tak ingin lebih banyak lagi golongan hitam yang mengejar dirimu. Semakin banyak yang mengejar mu, semakin sempit ruang gerak kita," ajak Badawa yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

Jaka Srenggi mengikuti untuk berdiri. Keduanya berjalan keluar dari gua batu itu.

"Berapa lama kita akan sampai di wilayah selatan guru??" tanya Jaka Srenggi.

"Aku belum tahu kemampuan meringankan tubuhmu setinggi apa, jika aku paling lama hanya lima hari," jawab Badawa.

"Terbang selama lima hari? Jauh juga ya guru"

"Sudah jangan banyak bicara lagi!"

Huppp!!

Badawa terbang duluan, Badawa mengerahkan setengah ilmu meringankan tubuhnya, Jaka masih mampu mengimbangi nya.

"Tak buruk," gumam Badawa dalam hatinya.

Badawa meningkatkan sampai tujuh puluh persen, tapi Jaka masih tetap mampu mengikuti Badawa.

"Bagaimana mungkin???" Kata Badawa dengan wajah kaget.

Badawa yang memang ingin mencoba Jaka Srenggi mengerahkan seluruh kemampuan ilmu meringankan tubuhnya, dan perlahan lahan Jaka mulai ketinggalan.

"Guru! Jangan tinggalkan aku!" Teriak Jaka Srenggi saat melihat tubuh gurunya semakin jauh dari pandangan matanya.

"Ternyata batasan nya segitu ya? Aku hanya unggul sedikit dari Jaka, sungguh mengejutkan," gumam Badawa yang memperlambat kecepatan terbangnya.

Badawa melihat ke bawah saat merasakan sebuah pancaran energi tepat di bawah mereka berdua.

"Sial, kami ketahuan!  Jaka kita cepat, kita akan mendapatkan hadangan," ucap Badawa dan menarik tangan Jaka Srenggi untuk menambah kecepatannya.

"Guru, kenapa??" tanya Jaka Srenggi 

"Tak perlu banyak tanya!'

 Wajah Badawa cukup cemas karena yang melihat mereka salah satu tangan kanan topeng hitam, iblis Jerangkong.

"Pantas saja bocah itu berhasil selamat, ternyata si muka mayat yang membantunya. 

Aku tak akan menghadapi nya langsung, aku akan melapor pada yang mulia.  Aku yakin yang mulia akan memberikan bala bantuan," gumam iblis Jerangkong dan melesat menuju markas mereka.

"Dia pergi? Ini di luar dugaan ku. Tapi keadaan akan semakin gawat, aku harus cepat membawa Jaka ke tempat yang aman," gumam Badawa saat melihat iblis Jerangkong berbalik arah menuju ke kota

"Dia pasti akan melaporkan pada topeng hitam". Aku bukan takut pada topeng hitam, tapi Jaka Srenggi tak akan memiliki peluang untuk bertahan hidup jika mendapat lawan yang setingkat dengannya," gumam Badawa. 

Pikiran Badawa menjadi tak tenang, wajahnya yang pucat semakin pucat karena memikirkan keselamatan muridnya meskipun Jaka belum dia ajari apa pun.

"Semoga saja topeng hitam tak ikut mengejar kami, jika dia ikut, aku pastikan anak ini tak akan mampu aku lindungi! Belum lagi topeng perak, pendekar terkuat saat ini, seperti nya aku telah membuat masalah ku sendiri!' 

Badawa mulai sedikit menyesal karena telah menolong Jaka Srenggi, dia menyesal karena dengan bersama Jaka Srenggi dia mendapatkan masalah dengan para golongan hitam dan yang paling parahnya jika dia dan Jaka Srenggi menjadi buronan lorong Lima.

Menjadi buronan lorong Lima merupakan mimpi paling buruk bagi seorang pendekar, akan ada harga yang di berikan oleh lorong Lima bagi siapa pun yang berhasil membunuh buronan itu, dan itu yang di takutkan oleh Badawa.

"Jaka, kita tak jadi ke wilayah selatan, kita akan mencari tempat yang sepi dan aman untuk menghindari mereka" ucap Badawa.

"Menghindari mereka? siapa guru? Jaka tak mengerti!"

"Nanti akan guru ceritakan, untuk saat ini sebaiknya kita mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Dan guru memiliki sebuah tempat yang aman, kita harus selamat dari kejaran para anggota lorong Lima," ucap Badawa.

Badawa mengambil langkah terlebih dahulu dari pada para anak buah lorong Lima.

1
muhammad miftah
yang baca tidakk akaan menyesal
muhammad miftah
mantap Thor💪💪💪💪
Martimbul Siregar
Silahkan mampir di cerita ini, terima kasih untuk yang sudah membaca, dan jangan luka untuk coret-coret.
muhammad miftah: mantap bang aku cari cari terus nih novel tau nya ada di sini
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!