NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Pembalasan Dendam Nayra (Aku Yang Mereka Hina)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Ugh ..." Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ...
sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.

"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"

Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.

Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.

Follow Ig : Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Rencana Ardiansyah—2

"Ardiansyah?"

Plek!

Ardiansyah menepis tangannya.

"Adriansyah! Sedang apa kamu di sini?" Tanya Fadli, mata' sedikit terbuka dengan suara yang penuh kebingungan.

"He-yah!! Seorang laki-laki yang di ceraikan oleh istrinya sendiri." Tersenyum menyeringai. "Apa kamu tidak malu memukul mantan istri mu?"

"Atau memang kamu tidak punya malu!" Timpal Ardiansyah.

Mendengar perkataan Ardiansyah, Fadli merasa tersinggung, ia merasa itu semua tidak ada urusan dengannya.

"Ardiansyah! Aku tidak punya urusan dengan mu! Ini adalah masalah ku dengan istriku!!!" Ucap Fadli dengan suara yang mengerang keras sambil menunjuk Nayra.

"Bukan urusan ku?" Ardiansyah semakin tersenyum. "Ingat!! Dia bukan lagi istrimu." Ucapnya dengan suara yang terdengar penuh penghinaan.

"Itu bukan urusan mu Ardiansyah!"

"Tentu saja itu urusan ku! Nayra adalah calon kakak ipar ku. Sedangkan kamu? Kamu hanya benalu di dalam keluarga itu."

Nayra yang sudah tidak tahan lagi mendengar pertikaian mereka berdua akhirnya menegaskan sesuatu kepada mantan suaminya.

"Mas! Kita sudah bercerai sekarang! Aku tegaskan sekali lagi. Jangan pernah mencampuri urusanku lagi. Atau aku akan membongkar semuanya." Ucapnya tegas penuh ancaman.

Fadli tertegun. "Glekkk ..." Menelan ludahnya. "Nayra!" Saat itu dia tahu bahwa Nayra bisa saja memberi tahu Ardiansyah bahwa dirinya dan Aqila terlah melakukan hal yang seharusnya tidak pernah mereka lakukan.

"Baik! Aku akan pergi Nayra! Tapi ingat kamu akan menyesal karena bercerai dari ku." Ancam Fadli.

"Kamu mengancam ku mas? Bukan aku tapi kamu yang akan menyesal mas!" Ucap Nayra semakin tegas.

"Sial kalau bukan demi Aqila—" ucap Fadli dalam hati namun terpotong oleh perkataan Ardiansyah.

"Kamu dengar itu! Jangan pernah mengganggu calon kakak ipar ku. Jika kamu berani macam-macam, aku akan menghabisi mu." Ucap Ardiansyah, semakin mengancam mantan suami Nayra.

"Baik! Kalian semua akan menyesal! Aku pastikan itu."

Fadli kemudian pergi meninggalkan Nayra dan Ardiansyah dengan raut muka penuh amarah dan hatinya terasa di tusuk karena perkataan mantan istrinya—Nayra wanita yang telah menikah dengannya selama satu tahun.

...══════ஜ▲ஜ══════...

Di suatu tempat yang lain.

Aqila kini telah beraktifitas seperti biasanya. Dirinya kini tidak lagi dikerumuni oleh wartawan.

Saat itu Ardiansyah datang ke tempat yang telah mereka janjikan untuk bertemu.

Saat itu Aqila ingin cepat menikah dengan Ardiansyah, agar ia cepat menjadi anggota keluarga Baskara.

"Aku harus segera menikah dengannya! Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ku, untuk masuk ke dalam keluarga itu."

SRET!!

Mobil Ardiansyah sampai di tempat yang mereka janjikan. Setelah mengantar Nayra pulang dirinya langsung pergi menemui Aqila.

Ceklek!

Ardiansyah membuka pintu mobil dan keluar—menghampiri Aqila yang sudah lama menunggu dirinya.

Tak ... Tak ... Tak ...

Langkah kaki Ardiansyah yang gagah dan berwibawa berjalan menghampiri Aqila.

"Maaf sudah membuat mu lama menunggu." Ucap Ardiansyah dengan suara yang tegas dan sopan.

"Tidak apa-apa! Justru aku berterima kasih kamu sudah mau datang, di tengah kesibukan mu sayang!" Pertama kalinya Aqila menyebut Ardiansyah sayang.

Ardiansyah tersenyum menyeringai saat Aqila memanggilnya sayang. "Sayang! Apa aku tidak salah dengar?!" Tanya Ardiansyah.

"Apa? Kamu tidak suka aku memanggil mu seperti itu?" Tanya Aqila.

"Tidak apa-apa! Jika kamu suka, kamu boleh memanggilku dengan sebutan apa saja." Jawab Ardiansyah.

"Aku tidak punya banyak waktu, katakan apa alasan kamu mengajakku bertemu." Tanya Ardiansyah langsung kepada inti pertemuan.

"Aku langsung kepada intinya saja! Kapan kita akan menikah?" Jawab Aqila dengan suara tegas, kembali bertanya kepada Ardiansyah.

Dirinya telah bersama dengan Ardiansyah walaupun tidak lama namun itu tidak menutup kemungkinan bahwa kesempatan berharga itu akan segera terwujud.

Walaupun pernikahan itu hanya sebatas kertas dan perjanjian. Namun Aqila akan memastikan Ardiansyah akan takluk di bawah kakinya.

Ardiansyah langsung mengerti, Aqila tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan untuk masuk ke dalam keluarga Baskara.

Itu adalah impian setiap wanita yang ia temui, Ardiansyah tersenyum tipis. Sudut bibirnya menjuntai ke-atas.

"Hehhh! Jadi itu yang kamu inginkan katakan? Pernikahan ini tidak begitu menguntungkan bagi ku! Apa keuntungan jika aku menikah dengan mu. Aku bersedia berpura-pura menjadi pasangan mu dan membereskan semua masalah mu." Ucap Ardiansyah.

Karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menikah dengan Ardiansyah, akhirnya Aqila menjanjikan akan menyerahkan saham perusahaan atas namanya kepada Ardiansyah setelah mereka menikah.

"Ardiansyah! Aku akan memberikan saham ku jika kamu setuju untuk menikah dengan ku."

Saat itu Aqila sudah benar-benar terpesona oleh Ardiansyah. Apapun akan ia lakukan demi mendapatkan semua yang ia inginkan.

Itu adalah jawaban yang sangat di tunggu-tunggu oleh Ardiansyah. Setelah mendapatkan sebagian besar perusahaan dari keluarga Atmadja. Ia bisa merebut perusahan itu.

Ditambah lagi pemilik saham terbesar adalah Nayra, Ardiansyah sudah merencanakan itu dari awal. Kini ia semakin dekat dengan tujuannya.

"Hanya itu! Jika kamu memaksa, aku setuju untuk menikah dengan mu! Tapi ingat, jangan pernah kamu ceritakan perjanjian pernikahan kita kepada keluarga mu." Ucap Ardiansyah —memperingati Aqila.

"Kamu tenang saja' tidak ada yang akan tahu rahasia kita." Namun Aqila berkata di dalam hatinya. "Ardiansyah! Tunggu saatnya kamu akan bertekuk lutut di bawah kaki ku."

Masih ada sesuatu yang Aqila rencanakan dengan pernikahan mereka.

...══════ஜ▲ஜ══════...

Di sisi lain.

Nayra pergi ke rumah Fadli, rumah yang selama ini seperti neraka ke-dua baginya.

Ia sengaja datang untuk membawa seluruh barang-barangnya —mengambil semua yang ia beli untuk keluarga itu.

Tok ... Tok ... Tok ...

Nayra mengetuk pintu. Ia berdiri di depan pintu dengan penuh percaya diri.

Kali ini dia akan mengambil semuanya. Tidak ada yang ia sisakan di dalam rumah. Hampir seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah itu adalah miliknya.

Namun ia hanya akan mengambil barang yang berharga bagi mereka.

Ceklek!

Karin membukakan pintu.

"Mbak Nayra!" Ucap Karin terkejut melihat Nayra berdiri di depan pintu.

"Haiii Karin! Lama tidak berjumpa." Ucap Nayra tersenyum tipis—tangannya melambai keatas dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia.

"Untuk apa mbak datang kesini? Mbak bukan lagi keluarga ku." Tanya Karin.

Krek!

Karin mencoba menutup pintu.

SRET!

Nayra dengan cepat menahan pintu dengan kakinya.

"Ada apa? Kenapa kamu begitu tergesa-gesa menutup pintu?Sepertinya kedatangan ku tidak di sambut di sini!"

Sang ibu keluar setelah mendengarnya.

"Ada apa? Kenapa kamu ribut di luar!!!" Tanya sang ibu.

Set!

Bu Sarah terdiam sejenak melihat Nayra ada di depan rumahnya.

"Nayra! Kenapa kamu datang kesini?" Tanya Bu Sarah.

"Hemmm!" Nayra tersenyum menyeringai. "Sepertinya anak dan orang tua sama saja!" Bisik Nayra namun masih bisa di dengar oleh mereka.

"Apa yang kamu katakan?" Tanya Bu Sarah.

"Aku mengatakan ... Kalian semua sama-sama sampah seperti mantan suamiku."

...══════ஜ▲ஜ══════...

...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...

1
pojok_kulon
Ini mah pekerjaan wanita serakah itu..
한스 HANSEN: iya'! greget banget
total 1 replies
pojok_kulon
Ya Allah selamatkan Nayla dari wanita serakah itu
한스 HANSEN: Bantuin kak
total 1 replies
pojok_kulon
Kasian banget nayra..
pojok_kulon
Apa ya kira-kira yang Nayra dengar
pojok_kulon
Ardi bantulah Nayra keluarga dari rumahnya
pojok_kulon
Kasian sekali Nayra
한스 HANSEN
semangat 🙏
Sandrina
hebatnya sekali tanam langsung jadi 😄
Tina
apakah ardiansyah nnti akan berlayar dgn nayra? 🤭
Tina
kenapa diam aja nay,, libaskan saja lehernya, jangan lehermu 😒
한스 HANSEN: wow! ngeri
total 1 replies
Tina
emang maunya dia tuh
한스 HANSEN: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
oh pantes 😒
Tina
Wah, dia nulis dmna biar aku rujak thor 😂
한스 HANSEN: anu di sebelah kiri anu lah ytta🤣🤣🤣
total 1 replies
Tina
Dih.. dimanjain makin ga tau diri 😒
한스 HANSEN: seperti itu lah 😭
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Masukkan lah aku ke situ Hans, biar aku yg nampar😂
한스 HANSEN: boleh ²
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Tunjang aja dia
Drian
bagus 👍
Drian
keguguran loooo
Drian
ternyata di culik si Ardiansyah,,,
Drian
bener,,, kejam othorrnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!