NovelToon NovelToon
Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Ibu susu / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.

Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.

Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.

Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.

"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."

Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.

Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istrimu Yang Asli

Cklek!

Dokter pribadi Kayden masuk ke dalam kamar tamu, lalu mendekati wanita yang tengah terbaring pingsan di atas ranjang. Sebelum ia sempat melakukan pemeriksaan fisik, kelopak mata wanita itu bergerak pelan, lalu perlahan terbuka.

Vivian lekas beranjak duduk. Ia menunduk, memandangi kedua telapak tangannya yang masih sama—kurus, ringkih, dan jelas bukan miliknya.

“Mbak Arini…” sapa Dokter, membuat wanita itu seketika menoleh.

Vivian menatap sang dokter, lalu melirik ke arah Alex yang berdiri di dekat daun pintu.

Huff…

Vivian mengembuskan napas berat. Ada binar kekecewaan yang tersirat dari embusan napas itu.

Aku pikir jiwaku sudah kembali ke tubuh asliku, ternyata aku masih terperangkap di dalam tubuh Arini.

“Bibi, apa Bibi baik-baik saja?” tanya Alex sembari melangkah mendekat ke sisi ranjang, tepat di sebelah dokter.

“Tidak apa-apa. Bibi cuma pusing sedikit,” jawab Vivian sambil memijat pelipisnya yang terasa berat.

“Kalau begitu, biar Dokter periksa dulu, Bi,” desak Alex dengan raut cemas.

“Tidak usah, Bibi benar-benar baik-baik saja.”

“Tapi wajah Bibi pucat sekali,” tunjuk Alex pada rona wajah Vivian yang memang kehilangan darah.

“Tidak apa-apa. Tenang saja, Bibi ini kuat!” Vivian mengangkat lengannya, memamerkan otot fiktif demi menenangkan bocah itu.

Dokter yang melihat aksi Vivian hanya tersenyum maklum, lalu menundukkan kepala sedikit sebelum pamit keluar dari kamar tamu.

“Baiklah… sekarang di mana Deana?” tanya Vivian, mendadak teringat kejadian sebelum dirinya kehilangan kesadaran.

Alex baru saja hendak membuka mulut untuk menjawab, namun lengkingan suara tangis Deana tiba-tiba menggema dari arah luar. Tanpa membuang waktu, Vivian langsung bangkit berdiri. Ia melangkah tergesa keluar kamar sambil menggandeng erat tangan Alex.

Di depan undakan tangga ruang tengah, tampak Kayden sedang berjongkok di hadapan putrinya. Deana terus memukul-mukul dada Kayden dengan kepalan tangan kecilnya sembari terisak histeris.

“Papa jahaaaat! Jahaaat! Napa bohongi Deana kalo Mama masih ada! Hik… hiks…” tangis Deana pecah. Air matanya mengalir deras membasahi pipi tanpa bisa dibendung.

“Napa Papa nda bicala sama Deana dali dulu… napa sembunyiin Mama dali Deana? Deana lindu Mama… kangen Mama… Papa jahat!” Isak bocah itu kian menjadi, membuat bahu mungilnya bergetar hebat.

“Maaf… Papa menyembunyikan ini agar Deana tidak ikut larut dalam kesedihan seperti Papa,” lirih Kayden. Ia merengkuh raga putrinya, namun Deana memberontak kuat, menolak untuk dipeluk.

“Maafin Papa, Sayang. Maafin Papamu yang bodoh dan gagal membahagiakanmu ini,” kata Kayden parau, sekuat tenaga menahan air matanya sendiri agar tidak tumpah di depan sang putri.

“Papa… Deana mau Mama bangun…” mohon Deana lirih. Isakannya berangsur-angsur mereda begitu ia mulai merasakan kehangatan dari dekapan ayahnya—pelukan tulus yang hampir tidak pernah ia dapatkan di masa lalu.

Vivian yang berdiri tak jauh dari sana hanya bisa membeku, menyaksikan interaksi suami dan anaknya dengan dada bergemuruh. Genggaman tangannya pada jemari Alex mendadak mengencang, membuat bocah laki-laki itu mendongak dan mendapati pelupuk mata Vivian sudah digenangi air mata.

Namun, begitu mendengar kalimat Kayden berikutnya, Vivian langsung menegakkan kepalanya.

Kayden mempererat pelukannya pada Deana. “Maaf, Sayang. Ibumu mungkin… sudah tidak akan pernah bisa bangun lagi. Kita harus ikhlas, ya?”

Jleb!

Ikhlaskan? Maksudnya… Kayden mau melepas seluruh alat medis itu dari tubuhku?

Seketika kepanikan mencengkeram dada Vivian.

“Dea bau lihat Mama, Papa! Jangan dilepas dulu! Tunggu sampai Mama bangun!” mohon Deana kembali terisak pilu.

Kayden menggelengkan kepalanya lemah. “Sudah, Nak. Papa sudah tidak sanggup lagi menunggu tanpa kepastian. Empat tahun Ibumu koma seperti ini. Jika kita menahannya lebih lama, itu hanya akan menyiksanya. Biarkan Ibumu pergi dengan tenang.”

“Ndaa! Deana nda mau Mama pelgi! Jangan, Papa! Jangan menyelah dulu! Tunggu sampai Mama buka mata. Deana pelcaya Mama masih mau ketemu Deana lagi!”

Hiks… hiks…

Kayden perlahan bangkit berdiri. Ia mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Jujur, ia sendiri tak tega dan belum rela. Namun, terus-menerus melihat tubuh kaku istrinya terbaring tak berdaya di atas ranjang medis hanya mengikis kewarasannya.

Tepat saat Kayden hendak melangkah masuk ke dalam kamar perawatan istrinya, Vivian yang berada di dalam tubuh Arini bergerak cepat. Ia mencengkeram kuat lengan pria itu, menahan langkahnya.

“Tunggu! Jangan lakukan itu!” pinta Vivian dengan mata sembab.

Kayden menoleh, menatap tajam wanita di sampingnya. “Kau melarangku? Aku suaminya, aku berhak memutuskan apa yang terbaik untuk—”

“Jangan!” sentak Vivian, mempererat cengkeramannya pada lengan Kayden.

“Apa maumu sebenarnya? Apa sekarang kau mau berlagak mengaku sebagai istriku lagi?” ucap Kayden, nada suaranya mulai tersulut emosi.

Vivian menggeleng kuat. Ia perlahan melepaskan cengkeramannya, lalu sebelah tangannya yang bebas bergerak menepuk dadanya yang terasa begitu sesak.

“Tolong percaya padaku sekali ini saja, Kayden. Ini aku… Vivian… istrimu yang asli.”

Kayden terdiam. Pria itu menatap Vivian sangsi, lalu memberikan kode isyarat mata kepada Lastri untuk segera membawa Deana dan Alex menjauh dari sana. Ia merasa kedua bocah itu tidak perlu mendengarkan ocehan gila dari wanita asing ini. Sementara itu, Davin tetap berdiri siaga di depan pintu kamar rawat Vivian.

“Sebenarnya… apa yang mau kau bicarakan? Aku tidak paham. Cukup, jangan bicara omong kosong lagi di rumahku,” ucap Kayden menyingkirkan tangan Vivian dari lengannya. Nada suaranya serak, namun kini terdengar lebih tenang.

“Aku tidak sedang mengigau, Kayden! Aku ini memang istrimu… jiwaku masuk ke dalam tubuh wanita ini. Aku ada di sini,” tegas Vivian menatap lurus manik mata Kayden.

Kayden menggeleng-gelengkan kepalanya, benar-benar tidak habis pikir. “Jiwa istriku ada di dalam tubuhmu? Maksudmu, kau…”

“Iya, Kay… ini aku. Wanita yang dulu kau lamar di atas bianglala. Kita berpacaran selama lima tahun, dua bulan, dan dua puluh empat hari sebelum hari pernikahan kita tiba. Kau memberiku sebuah cincin bermata merah, tapi dengan cerobohnya aku malah menghilangkan cincin itu. Dan kau sama sekali tidak marah. Kau masih mengingat momen itu, kan?”

Deg!

Kayden mendadak diam, lidahnya kelu seketika. Ia menunduk sedikit dan menyentuh dagunya sendiri sembari bergumam lirik dengan pikiran kacau.

“Semua detailnya benar… tapi bagaimana mungkin hal seperti ini bisa terjadi…” ucap Kayden, menatap bingung ke arah wajah wanita di hadapannya. Semua fakta yang dilontarkan Vivian sangat tepat, tidak ada satu pun yang meleset.

“Bisa, Kay. Takdir yang membuatku terlempar ke tubuh ini. Aku belum mati. Aku masih di sini, tepat di hadapanmu. Lewat tubuh perempuan ini, aku masih diberi kesempatan untuk kembali menemuimu. Apa sekarang kau sudah percaya?” pungkas Vivian, lalu menyeka sisa air matanya hingga kering.

Davin yang sejak tadi menyimak dari ambang pintu hanya bisa melongo dengan mulut ternganga. Logikanya benar-benar jungkir balik. *Istri Bos berada di dalam tubuh wanita lain?* Rasanya Davin ingin pingsan saat itu juga.

Namun, Davin mengurungkan niatnya untuk pingsan begitu mendengar pertanyaan lanjutan dari Kayden.

“Aku mulai percaya, tapi coba sebutkan hal lain yang tidak diketahui oleh siapa pun selain kita berdua,” ucap Kayden, masih menyisakan sedikit keraguan di dalam hatinya.

Sudah kuduga, pria ini pasti masih ragu.

Vivian mengambil satu langkah maju, lalu mengacungkan telunjuknya tepat ke arah dada Kayden.

“Di punggungmu ada empat bekas luka, dan kau punya lima tanda lahir sebesar ibu jari. Letaknya ada di punggung kiri, lengan kanan, perut bagian atas, betis, dan satu lagi… ada di pantat sebelah kanan!”

...

Alhamdulillah, lulus kontrak juga. Sesuai janji, Mom Ilaa update tiga part. Semoga suka dan terhibur... Mohon dukungannya supaya Mom Ilaa semangat..

Thank you 🫶

1
Muft Smoker
waaaah udh tamat kak ,,
tp makasih yx kak buat cerita ny ,,
cerita ny baguuus ,,
kirain sampe si davin nikah ma arini kak ,,
padahal udh dtggu2 looo🤭😁😁😁😁,,

semangat trus menulisny kak ,,
sehat2 selalu ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,, 🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Pa Muhsid
loh kok tamat aja kirain hamil
Mom Ilaa: iya baby El msih kecil, trima ksih sdh hadir Pa Muhsid
total 1 replies
A R
wuahhh tamatt 😭😭😭
Mom Ilaa: iya nih, makasih sdh menemani Mom Ilaa menyelesaikan cerita ini, kak AR. Sekarang author mau fokus ke cerita cecilia dulu sambil nulis draft cerita baru
total 1 replies
stella
mom up cecilia🥲
Devi..
jangan bilang Vivian pingsan krn hamil thor😌
A R
hedehg nenekk nenekkk
A R
deanaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
💪💪💪
Muft Smoker
waah ad apa niih ,, jangan jangan ???????
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪💪
Uthie
suruh nikahin aja om Davin nya 🤣
Muft Smoker
kasih paham dea om davin ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
anda mungkin bos mafia di luar sana Kay ,, tp di dlm rumah ini ,, drumah papa Nicolas sang nenek laaa ketua nya ,, jdi jgn mcam2 anda Kay ,, 🤭🤭🤭🤣🤣
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!