NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dirayakan

Api unggun menyala dengan sempurna, menambah penerangan di area terbuka dekat markas dan mess. Terdengar sebuah lagu pop mendayu merdu yang sengaja diputar oleh para anggota militer.

Nampak tak jauh dari api unggun terdapat sebuah meja dengan nasi tumpeng di atasnya. Tidak tertinggal pula daging ayam, daging sapi, dan ikan segar yang siap mereka bakar.

Tepat pukul tujuh para Kowad mulai berjalan beriringan mendekati lokasi. Celana PDL dengan kaus army tak tertinggal menjadi kostum mereka, ditambah jaket agar mereka tak merasakan dingin yang teramat sangat.

“Letda Kaluna, selamat ulang tahun ya!” ucap Tina. Tiba-tiba saja ia sudah berjalan di samping Kaluna dan Safira.

“Terima kasih, Sertu Tina,” sahut Kaluna.

“Saya tidak menyangka jika Letda Kaluna dan Kapten Kalvin lahir di tanggal yang sama,” tambah Tina lagi.

Kaluna mulai merasa kikuk ketika obrolan mereka sudah menyangkut pautkan Kalvin. Alhasil wanita itu hanya mengulum senyum sebagai respons ucapan Tina.

Hingga tidak terasa mereka telah tiba di tempat berkumpul, suara riuh para anggota militer terdengar begitu nyaring.

Kehadiran wanita-wanita cantik membuat perhatian para anggota militer teralih. Begitu pula dengan Kalvin yang ikut menatap Kaluna.

“Tatap terus, Vin. Sikatlah, mumpung ada kesempatan, tiga bulan lagi mereka balik loh,” usul Nakara.

Dari kejauhan Anton dan Frans terlihat mendekati Kaluna, entah apa yang kedua bintara itu katakan sehingga membuat Kaluna tertawa lepas, dan tawa itu membuat Kalvin tak mampu beralih.

Sengaja Tina berdiri menutupi Kaluna. Wanita itu ikut bicara dengan Frans dan Anton kala pandangannya menangkap Kalvin yang terus memperhatikan rekannya.

“Selamat ulang tahun, Letda Kaluna. Kami tidak ada kado spesial. Tahu sendiri, kita jauh dari kota sehingga tak sempat membeli kado. Tapi jangan khawatir, kami sudah membuat ini.”

Frans menunjukkan sebuah gelang anyaman khas Papua yang terbuat dari serat alam. Sontak hal itu membuat Kaluna tertegun.

“Kami dibantu beberapa anggota yang asli Papua untuk membuatnya. Jujur saja, bikinnya nggak gampang,” tambah Anton sambil terkekeh.

Sedetik kemudian Kaluna tertawa lepas. “Wah, ini keren sekali. Terima kasih, Sertu Anton dan Serda Frans,” ucap Kaluna haru.

“Wah, iya ini bagus sekali. Ini beneran buatan kalian sendiri?” Tina turut menimpali.

“Iya, kami membuatnya. Oh ya, di belakangnya ada ukiran nama Letda Kaluna,” sahut Frans.

“Cobalah Letda Kaluna lihat!” suruh Anton.

Kaluna kembali memandangi gelang itu, dan benar saja terdapat ukiran kecil nama Kaluna pada bagian belakang anyaman tersebut.

“Wah, benar,” seru Kaluna.

“Kado spesial untuk orang spesial. Benar begitu Serda Frans?” tebak Tina asal, membuat suasana seketika aneh.

“Kalau begitu kami ke sana dulu ya,” pamit Frans dan Anton. Entah mengapa mereka jadi tak nyaman sendiri.

Sedangkan Tina tetap santai saja dan tidak merasa telah turut campur dalam obrolan orang lain. Wanita itu berlalu tanpa berpamitan pada Kaluna dan Safira, membuat keduanya heran.

“Sertu Tina kok jadi aneh begitu ya?” ucap Safira.

Kaluna mengedikkan bahu. “Lagi PMS kali,” tebaknya.

Mereka pun turut bergabung dengan para anggota militer lain yang kini sibuk memanggang ikan, ayam, dan daging sapi.

Semakin malam suasana semakin asyik, tak jarang para prajurit bernyanyi, bahkan Letkol Hardi pun ikut karaoke menyumbangkan suara emasnya.

“Tiap aku lihat Kapten Kalvin pasti dia lagi merhatiin ke arah kamu, itu perasaanku aja atau memang dia lagi merhatiin kamu terus sih, Lun?” bisik Safira.

“Pas kebetulan aja kali Fir, udah deh jangan lihat orang mulu!” sahut Kaluna.

Atensi mereka kini tertuju pada Letkol Hardi yang tengah bicara.

“Kembali saya ucapkan selamat bertambah usia Kapten Kalvin serta Letda Kaluna. Semoga kalian bahagia dunia akhirat dan dipermudah segala urusannya, bahkan kalau bisa berjodoh.”

Candaan itu diamini oleh hampir seluruh anggota militer. Sontak ucapan itu membuat wajah Kaluna bersemu karena malu, sedangkan Kalvin terlihat tenang namun pandangannya terus tertuju pada Kaluna. Dalam hati ia turut mengaminkan ucapan sang Komandan.

“Sebelum kita makan malam bersama, mari kita berdoa dulu. Silakan Letda Kaluna dan Kapten Kalvin ke depan!” perintah Letkol Hardi lagi.

Seketika hal itu membuat mood Tina ambyar. Ia yang sejak siang sudah kesal semakin dibuat kesal dengan ucapan Letkol Hardi.

Kaluna dan Kalvin yang berjarak cukup jauh saling tatap. Keduanya memutuskan maju ke depan menghampiri Letkol Hardi dan Mayor Yandi.

“Kelihatan serasi ya?” goda Mayor Yandi, membuat keduanya membuang muka, namun sama-sama tersenyum malu.

Sejenak semua terdiam saat Letkol Hardi meminta Kaluna dan Kalvin memotong tumpeng itu.

“Potongan pertama saya rasa lebih baik untuk Kapten Kalvin atau Letda Kaluna saja, sebagai ucapan selamat juga kan,” ucapnya menginterupsi.

Kaluna menghela napas dalam. Ia melihat raut wajah Tina yang tampak tidak bersahabat. Wanita itu diam dengan pandangan lurus ke arahnya. Itu sebabnya Kaluna sedikit ragu menuruti permintaan tersebut.

Namun tiba-tiba Kalvin lebih dulu bergerak. Pria itu mengambil potongan nasi kuning dan menyuapkannya ke arah Kaluna, membuat wanita itu tertegun.

Sontak sikap Kalvin menambah keriuhan malam itu.

“Cuitt… cuittt…”

“Ayo Letda Kaluna, buka mulutnya!”

Ucapan itu menyadarkan Kaluna dari rasa kagetnya. Refleks ia membuka mulut dan menerima suapan dari Kalvin.

Tepuk tangan terdengar meriah. Setelah itu mereka kembali duduk untuk makan bersama.

Sungguh, apa yang baru saja terjadi membuat dada Kalvin berdebar kencang. Wajahnya terlihat biasa saja, namun hatinya gelisah, terutama saat tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan Kaluna.

“Ya ampun Lun, aku baper lihatnya. Kamu dan Kapten Kalvin cocok banget tahu,” puji Safira antusias.

Selama ini Safira tidak pernah melihat Kaluna dekat dengan laki-laki, itu sebabnya ia senang melihatnya kali ini.

“Cocok sebagai partner,” ralat Kaluna.

“Yang terpenting jangan partner ranjang,” bisik Safira lirih, membuat Kaluna menatapnya tajam.

Tina hanya menyimak dari kejauhan. Hatinya tidak rela jika Kaluna dan Kalvin sampai terlibat urusan hati. Ia sudah berjuang mati-matian, bagaimana mungkin Kaluna yang justru mendapat perhatian itu?

Tepat pukul sepuluh malam, makan malam selesai. Sebagian anggota militer kembali ke mess, namun ada juga yang masih tinggal menikmati angin malam di area terbuka sekitar markas.

Salah satunya Kaluna. Wanita itu mendongak, menatap kegelapan malam.

“Mah, hari ini Luna ulang tahun. Apa Mama tidak mau mengucapkan selamat?” ucapnya pelan.

“Selamat ulang tahun, Kaluna.”

Suara itu membuatnya menoleh cepat. Ia terkejut karena Kalvin tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

“Kapten Kalvin?”

“Ya, sekali lagi selamat ulang tahun. Maaf untuk sikap saya selama ini,” ucap Kalvin pelan.

Kaluna menelan ludah. Ia kembali menatap ke depan. Kehadiran Kalvin membuatnya salah tingkah.

“Terima kasih. Selamat ulang tahun juga untuk Kapten,” sahut Kaluna kemudian.

Kalvin menatapnya. Rambut Kaluna tergerai tertiup angin malam. Di bawah cahaya remang sinar rembulan, wajahnya tampak samar namun indah.

Dan untuk pertama kalinya, Kalvin mengakui dalam hatinya, ia mulai merasakan sesuatu yang berbeda.

1
♧◇♡Rain Ariciaa09♡◇♧
Udah cocok lah kaluna sama kalvin ketemu disana. Nama depan kalian jg sama lho, sama2 "Kal"🤭
♧◇♡Rain Ariciaa09♡◇♧
Bagus, ke papua aja. Ketemu sama dia ntar kau🤭
Alfatia🌷
Udah jangan di cie-ciein mulu😭 calon iparnya itu🤧
Melissa McCarthy
semua yang terlalu dipaksakan tidak baik
Aii Flow🌷
Aduhh, Tina. Tapi... cinta nggak bisa dipaksa, lho. Jangan sampai ada niat jahat sama Kaluna ya🤧
mama Al
nggak ada canggunnya tuh mulut. kan malu si Kalvin
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
Kelvin aku jewer yah😆
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
awas nanti kecintaan loh
Aii Flow🌷
Tina masih berharap ternyata, tapi jangan berlebihan ya, Tin🤧 btw, perintah sama khawatir beda tipis lho🤣
mama Al
wkwkwwk kisahnya mirip emak mu Kalvin
mama Al: ooo jadi bakal sama Kalvin ya
total 2 replies
Lasa Hardianti
Awas loh ke makan omongan sendiri Vin/Chuckle/
Lasa Hardianti
Kehilangan seseorang yang penting dalam hidup tu emng kadang susah buat ikhlasinnya
♧◇♡Rain Ariciaa09♡◇♧
Mama kamu senang dong punya anak seberani kamu
♧◇♡Rain Ariciaa09♡◇♧
Enggak lah, kan kamu pergi tujuannya untuk cita2 bukan yang aneh2
♧◇♡Rain Ariciaa09♡◇♧
Sahabat mulu yang dipikirin, anak mu ga kau pikirin pak?
Melissa McCarthy
keren banget ceritanya, kayaknya penulisnya anak tentara deh🤣
Yue xin🥀(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)
😅inimah yang ngasih nama terlalu terobsesi Ama bapaknya ini😅
Lasa Hardianti
Pantes aja kaluna nggak diizinin nugas ternyata Raynand pernah kehilangan orang yang dia sayang
Lasa Hardianti
baru aja seneng denger kabar di terima eh langsung dijatuhin pas ga dikasih izin ayahnya
Aii Flow🌷
Bau-bau bakal ada cinta segitiga tiga antara saudara ini🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!