NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 17

Clarissa Alexandra menatap telapak tangan Farrel yang terulur di hadapannya. Jari-jari pria itu panjang dan kokoh, dengan sisa bercak darah yang mulai mengering di sela-sela kuku.

Ada gejolak batin yang hebat di dalam dada sang CEO.

Sebagai wanita yang memimpin salah satu perusahaan properti terbesar di Bogor, ia terbiasa mendominasi di ruang rapat dan membuat para pria berlutut memohon kerja sama.

Namun di sini, di bawah temaram lampu parkiran bawah tanah yang anyir oleh bau darah, seluruh ego dan status sosial Clarissa runtuh.

Pria di hadapannya memancarkan aura predator yang begitu pekat, menuntut kepatuhan mutlak tanpa kata tapi.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Clarissa menyambut uluran tangan Farrel. Kulit mereka bersentuhan telapak tangan Farrel yang hangat dan kasar kontras dengan tangan Clarissa yang halus sedingin es.

Set!

Farrel tidak sekadar membantu Clarissa berdiri; ia menarik lengan wanita itu dengan sedikit hentakan bertenaga, membuat tubuh sintal Clarissa limbung dan langsung menubruk dada bidang Farrel yang keras seperti baja.

Clarissa terpekik kecil saat hidungnya mencium aroma maskulin bercampur bau besi yang pekat dari kemeja Farrel.

【 Ting! Kontak fisik pertama dengan Target Clarissa Alexandra berhasil meningkatkan debaran jantung target hingga 140 detak per menit! 】

【 Tingkat Kesukaan Clarissa Alexandra naik drastis dari 10% menjadi 35% (Sangat Terpikat & Butuh Perlindungan)! 】

【 Sistem mendeteksi sifat dasar target: Wanita Alfa Mandiri yang mendambakan pria yang jauh lebih kuat dari dirinya secara absolut! 】

"K-Kamu... siapa sebenarnya?" bisik Clarissa, mendongak untuk menatap mata tajam Farrel.

Jarak wajah mereka hanya tersisa beberapa sentimeter, hingga napas Clarissa yang memburu menerpa rahang kokoh Farrel.

Farrel tidak langsung menjawab.

Ia melepaskan pelukannya perlahan, namun jemarinya beralih mencengkeram dagu Clarissa dengan lembut namun penuh tekanan, memaksa mata jernih wanita itu tetap mengunci tatapannya.

"Nama gua Farrel. Dan mulai detik ini, nyawa lu... adalah tanggung jawab gua," kata Farrel, suaranya rendah dan penuh pesona magnetis yang membuat bulu kuduk Clarissa meremang indah.

Farrel kemudian melirik ke arah tiga penculik yang masih bersujud di lantai.

"Kalian bertiga. Naik ke lobi, bersihin semua mayat teman kalian di sana sebelum polisi datang.,"

"Kalau ada satu baris info yang bocor ke media... gua pastiin seluruh silsilah keluarga kalian bakal hilang dari muka bumi."

"B-Baik, Bos! Siap dilaksanakan, Bos!"

Ketiga preman itu langsung merangkak bangun dan lari terbirit-birit menuju tangga darurat, menganggap perintah Farrel sebagai titah dari iblis sendiri.

Farrel menoleh kembali ke Clarissa, menatap setelan blazer karamelnya yang sedikit berantakan.

 "Gua tahu lu punya banyak pertanyaan, Nona CEO. Tapi kemeja gua udah gak layak pakai. Ikut gua ke atas, kita bicara di tempat yang lebih hangat."

Farrel membawa Clarissa naik menggunakan lift khusus langsung menuju lantai penthouse.

Sepanjang perjalanan di dalam lift yang berdinding kaca, Clarissa tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Matanya terus melirik ke arah profil samping wajah Farrel yang tampak tenang, seolah pembantaian belasan orang yang baru saja dilakukannya tidak lebih dari sekadar rutinitas pagi yang menjemukan.

Begitu pintu lift terbuka di lantai teratas, Clarissa terkejut melihat dua pria bertopeng tengkorak dengan senjata taktis lengkap berjaga di depan pintu unit.

 Mereka langsung menunduk hormat dengan sinkronisasi militer yang sempurna saat Farrel lewat.

"Tuan Besar," sapa salah satu personel elit dengan suara berat.

"Gimana kondisi di dalam?" tanya Farrel pendek sambil membuka pintu digital penthouse.

"Semua aman, Tuan. Target Nisa Amanda masih beristirahat di kamar utama."

Farrel mengangguk, lalu mempersilakan Clarissa masuk ke dalam ruang tamu mewah yang luas dengan pemandangan menakjubkan kota Bogor dari ketinggian.

Clarissa yang terbiasa dengan kemewahan pun harus mengakui bahwa selera pemilik tempat ini sangat berkelas.

"Duduk dulu. Gua perlu mandi dan ganti baju," kata Farrel datar sambil melempar jas hitamnya yang robek ke atas lantai marmer.

Clarissa duduk di sofa kulit Italia, matanya mengikuti langkah Farrel yang berjalan menuju koridor kamar mandi.

Begitu sosok pria itu menghilang di balik pintu, Clarissa menyandarkan punggungnya, menghela napas panjang untuk menenangkan dadanya yang masih bergemuruh hebat.

Rasa aman yang aneh mendadak menyelimuti dirinya, berada di tempat terpencil yang dijaga oleh pasukan paramiliter milik seorang pria misterius berdarah dingin.

Di dalam kamar mandi, Farrel berdiri di bawah kucuran air pancuran yang hangat.

Darah musuh yang melekat di tubuhnya larut, mengalir masuk ke dalam lubang pembuangan, menyisakan kulitnya yang bersih dan berotot sempurna akibat peningkatan stat dari sistem.

【 Ting! Analisis situasi taktis saat ini... 】

【 Jenderal Hermawan telah kehilangan seratus lima puluh pasukan bayarannya di apartemen ini. Informasi kekalahannya akan sampai ke telinganya dalam waktu 15 menit. 】

【 Jenderal diprediksi akan menggunakan sisa pengaruh militer terakhirnya untuk menyewa pembunuh bayaran tingkat internasional malam ini! 】

【 Tugas Mandiri Baru Terbuka: Datangi kediaman Jenderal Hermawan secara langsung, hancurkan sisa kekuatannya, dan eksekusi sang Jenderal di rumahnya sendiri! 】

【 Hadiah Tugas: Penguasaan Aset Finansial: Pengambilalihan 100% Saham Mandala Group secara rahasia & Tambahan Saldo Tunai Rp 1.000.000.000! 】

Farrel menyeringai di bawah guyuran air hangat.

 Mengambil alih Mandala Group? Itu berarti ia tidak hanya akan menaklukkan tubuh Clarissa, tapi juga seluruh kerajaan bisnis yang wanita itu banggakan.

Farrel mematikan pancuran, mengeringkan tubuhnya, dan memakai kemeja sutra hitam baru dengan celana kain senada.

 Ia sengaja membiarkan tiga kancing teratas kemejanya terbuka, memperlihatkan sedikit dada bidangnya yang atletis.

Ketika Farrel melangkah kembali ke ruang tamu, ia melihat Clarissa sedang berdiri di dekat jendela besar, memandang hamparan kota. Mendengar langkah kaki Farrel, Clarissa berbalik.

Matanya berbinar sesaat melihat penampilan baru Farrel yang kini tampak seperti seorang miliarder muda yang sangat karismatik, jauh dari kesan supir angkot ataupun algojo berdarah dingin yang ia lihat beberapa menit lalu.

Farrel berjalan mendekat, memperkecil jarak di antara mereka hingga Clarissa bisa mencium kembali aroma parfum maskulin segar yang menguar dari tubuh Farrel yang baru mandi.

"Sekarang, Nona Clarissa,"

Farrel meletakkan kedua tangannya di sandaran jendela di kiri dan kanan tubuh Clarissa, mengurung wanita karier kelas atas itu dalam dominasi fisiknya yang mutlak.

 "Ceritain ke gua, kenapa anjing-anjing Hermawan itu bisa sampai mau nyulik lu di parkiran apartemen gua?"

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!