NovelToon NovelToon
The Blood Red Rose

The Blood Red Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Pembunuhan / Kriminal
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: The Nightmare

"Apa lagi ini?"

"Kenapa aku selalu di permainkan takdir?"

"Kenapa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa melihat kelebihanku bukan kekuranganku?"

"Lihat dan nantikan saja semua yang kalian lakukan padaku akan berbalik dan menelan kalian hingga terjerumus ke dalam neraka keputus asaan tanpa ujung sampai kalian berharap tak pernah dilahirkan."

Bercerita tentang anak yang selalu di buly semua orang tanpa terkecuali, yang akan berubah ke bentuk sempurnanya, menyamar dan berdiri di puncak dunia menentang semua jalan yang diberikan takdir padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Nightmare, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan Baru

Kantor Polisi. Kantor Polisi adalah tempat yang paling sering dikaitkan dengan kata 'Penjara'. Bisa dibilang jika semua orang akan menjawab tenang, bersih dan ruangan dengan tembok jeruji besi bila ditanya keadaan Penjara menurut mereka.

Tapi apa jadinya jika sebuah penjara tidak berada di Kantor Polisi? Mungkin akan terlihat gelap, lembab, kotor dan sebagainya. Begitulah keadaan penjara di mana tempat Reiki kecil terjebak.

Sedangkan Reiki, dia hanya terus mengawasi dirinya di masa lalu yang sedang meminjamkan bahu juga baju yang dia pakai untuk seorang anak dengan tubuh kurus tidur.

"Dulu dia selalu cengeng. Sekarang....." Reiki menghela napas sambil memasang senyum penuh arti, "Dia pura - pura kuat dan tidak peduli lagi denganku."

Reiki berbalik menyandarkan dirinya pada tembok, untungnya tembok itu dapat disandari dan tidak tembus. Dia menyingkirkan poni yang menutup pandangannya sembari menengadah melihat bulan yang tengah bersinar dari celah - celah dinding penjara yang kecil.

"Aku mulai berharap dia baik - bail saja tanpa aku." Gumam Reiki.

Dia kembali menoleh melihat dirinya yang lain sedang menatap kosong udara di depannya sembari menggambar sesuatu di tanah lembab.

Entah benar atau ilusi, Reiki melihat mata lelaki kecil itu berkilat menandakan sebuah tekad yang didasari sebuah hal besar.

"Entah kenapa aku selalu ingin melihat kejadian berikutnya meski sudah tau bagaimana akhirnya." Ucap Reiki sembari tersenyum dengan cara yang menakutkan.

Di waktu bersamaan pintu penjara dibanting membuat kedua penghuninya kaget hingga anak kecil yang tidur di bahu Reiki tersentak kaget dan mengusap matanya khas orang setelah bangun tidur.

"Bangun kalian anak - anak pemalas." Kata Laki - laki yang membanting pintu penjara sambil menarik - narik sebuah cambuk di tangannya.

"Apa ini sudah pagi?" Sahut Reiki kecil yang merasa jika dirinya telah dibangunkan meski sinar matahari belum terlihat.

Laki - laki itu terlihat marah dan berjalan mendekati mereka berdua, "Jangan banyak tanya. Cepat berdiri."

Orang itu menarik tangan Reiki kecil dan anak di sampingnya secara paksa menyebabkan rasa sakit di tangan kedua anak ini. Mereka diseret keluar dari Penjara ke hadapan sebuah meja yang adalah satu - satunya tempat terkena cahaya lampu.

"Berdiri di sini dan jangan lakukan apa pun." Kata laki - laki itu sebelum pergi.

Dari sisi lain di mana Reiki kecil berdiri terdapat sebuah kursi yang sedang menghadap ke arah berbeda tanpa memperlihatkan siapa yang duduk di atas kursi tersebut.

Namun beberapa saat kemudian kursi tersebut berputar menampakkan wajah yang tidak asing untuk Reiki kecil. Dia adalah Pria yang membawa Reiki ke gudang tua terkutuk itu.

"Jadi apa maumu sekarang Paman?" Reiki membuka pembicaraan dengan berani menatap mata pria itu.

"Berani sekali kau anak kurang ajar." Pria itu mengangkat sebelah tangan dan datanglah laki - laki yang menyeret Reiki tadi.

Laki - laki itu tampak tersenyum sambil menarik cambuk dengan dua tangan ke arah yang berbeda.

Arghh!!!

Seketika laki - laki itu mengayunkan lengannya dengan cepat bersamaan dengan sebuah cambukan keras mengenai wajah Reiki kecil. Dia berteriak kesakitan tanpa ada yang mempedulikan termasuk untuk anak yang berbagi Penjara dengannya, dia hanya menutupi matanya dengan kedua tangan.

Sedangkan Pria itu tetap duduk di atas kursinya seraya tersenyum. Puas dia akhirnya mengangkat kembali sebelah tangan dan pria itu kembali menggulung cambuknya dan pergi.

"Kita lihat, apa kau bisa tertawa setelah ini." Reiki yang melihat dirinya sendiri disiksa hanya tersenyum sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.

Reiki kecil mulai bangkit kembali setelah semua yang dia rasakan. Anak di sampingnya membantu dia berdiri meski hanya sedikit membantu karena badannya yang kurus, anak itu hanya bisa mengeluarkan tenaga kecil.

"Dengarkan aku anak - anak pemalas. Mulai saat ini kalian harus pergi keluar setiap malam untuk melakukan apa pun itu. Tapi pokoknya kalian harus membawa uang saat pulamg dan menyerahkannya padaku, Kurs. Jika tidak kalian tidak akan makan sampai kalian mendapatkan uang." Perintah orang itu.

Mereka berdua sebenarnya tidak ingin melakukan itu dan mengutuk Pria bernama Kurs ini. Tapi mereka telah diseret keluar bangunan dan dilemparkan begitu saja.

"Jangan harap bisa kabur. Kami akan terus mengawasi kalian." Kata laki - laki yang menyeret Reiki kecil.

"Hmm...." Reiki tersenyum kecil melihat dirinya yang sedang jatuh di atas genangan air dengan bertelanjang dada, "Bisa dibilang ini adalah awal dari The Blood Red Rose."

Reiki pun berjalan mengikuti kedua anak yang telah berjalan itu sembari terus tersenyum puas tanpa alasan yang jelas.

↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑↓↑

"Hmm....melihatmu yang hanya terbujur kaku di atas tempat tidur itu membosankan. Sekarang aku mulai berharap jika kau benar - benar melompat dari tempat tidur ini." Kata Chila sambil terus memandangi kondisi tubuh yang terbujur di atas tempat tidur.

"Juga aku berharap kau bisa segera bangun dan bersenang - senang bersama kami lagi."

Saat ini Chila yang sedang duduk di sebelah tempat tidur hanya menatap sedih sosok manusia yang ada di sana. Sekarang ini adalah giliran Chila untuk bergantian menjaga Reiki. Tidak mungkin jika Listy yang harus menjaga Reiki sepanjang waktu.

Apalagi kondisi Listy yang tidak dalam keadan bagus setelah Insiden yang menimpa mereka berdua.

"Hahh...." Chila menghela napas panjang, "Aku terlalu berharap bahkan menganggapmu sebagai seorang pembawa harapan."

Chila mengalihkan pandangan pada satu hal yang mencuri perhatiannya dan kembali menatap Reiki.

"Masuklah, aku tau kau di sana." Seru Chila entah pada siapa.

Krieet.....

Pintu mulai terbuka menunjukkan siapa yang ada di balik pintu tersebut. Tampak seorang wanita berambut hitam dan bermata hijau yang mengenakan kaos lengan panjang dan rok pendek sedang berdiri di depan pintu.

"Jadi ada apa kau kemari Penyihir. Bukankah giliranmu setelah aku dan Daigo, kenapa kau datang secepat ini?" Tanya Chila tanpa memandang sosok yang datang.

"A-Aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan Reiki saja." Jawab Kayla malu.

"Jadi kau masih mengingat Reiki. Setelah apa yang kau lakukan padanya." Ketus Chila tetap tanpa menoleh.

"Tentu aku ingat. Dia kan-"

"Apa? Teman? Setelah apa yang kau lakukan?"

"Aku hanya-"

Plaak!!!

Sebuah cap merah berbentuk tangan kini terlihat jelas di pipi putih Kayla, "Apa kau ini tidak punya hati ha? Dia telah menyelamatkanmu saat kondisi di mana tidak ada orang yang mau menolongmu, dia telah baik padamu berkali - kali, dia telah membuat dunia kita berwarna meski hanya dengan sebuah hal sederhana. Tapi apa balasanmu?"

"Kau tidak datang sekali pun saat dia kesusahan seperti sekarang. Saat Daigo menelponmu berkali - kali, apa kau menjawabnya? Padahal kami hanya ingin memberi tahu kondisi Reiki. Apa kau datang saat kami memberi tau giliranmu menjaga Reiki?"

"Aku-"

"Tidak. Kau tidak datang. Kau hanya peduli dirimu sendiri dan terus memanfaatkan orang lain demi kepentinganmu sendiri."

Suara Chila yang terus meninggi memecahkan keheningan Rumah Sakit pada tengah malam. Sebuah hal yang tidak akan orang berani lakukan kecuali untuk sebuah perasaan simpati pada seorang teman yang merasa hanya digunakan sebagai alat.

"Ckk, aku muak melihat wajah busukmu itu." Chila berbalik, "Cepat pergi dari sini."

"Tapi aku-"

Plakk!!!

Satu cap tangan merah muncul kembali di pipi Kayla saat Chila kembali berbalik, "Tapi apa? Cepat pergi dari sini."

"Ada apa ini ribut - ribut?" Daigo datang tepat waktu pada saat di mana Chila mulai kehilangan kesabaran.

"Ohh, Kayla ada apa?" Sapa Daigo.

"Bukan urusan yang penting. Hanya ingin bertemu seseorang-"

Dalam sekejap mata Chila telah mengangkat kerah baju Kayla, "Sudah kubilang cepat pergi dasar sialan."

Belum pernah sewaktu - waktu Daigo mengenal Chila, dia sampai semarah itu. Tentu bukan hal sepele yang bisa membuat sosok yang bersifat seperti anak kecil menjadi seberingas singa yang sedang lapar.

"Chila apa yang kau lakukan, cepat lepaskan dia." Daigo dengan cepat memegangi tangan Chila yang tengah mencengkeram erat baju Kayla.

Suasana semakin rumit setiap saatnya bahkan untuk suasana tengah malam yang tenang di Rumah Sakit, kini mulai gaduh hanya dengan pertengkaran dua orang wanita.

**Author note

Terima kasih buat yang masih peduli sama Novel ini karena kebanyakan hanya mau membaca tanpa meninggalkan jejak untuk penyemangat Author.

Ya, meski cuma nambah beberapa tapi saya sudah sangat bersyukur. Meski ini belum menghilangkan kemungkinan buat tetap berhenti update, Ok.

Saya ingatkan lagi jangan lupa Like, Komen, Vote dan ☆☆☆☆☆.

Sayonara**.

1
Sukhet 'Alaz
Bagus lho.. bab pertama aja aku udah suka.
Joa
Lanjut lanjut
Mass Kobra
ngeri
ShinigamiRei
Hehehe😅 kalau boleh jujur sebenarnya chp ini seharusnya udh terbit dari hari Senin tapi author malah keasyikan push rank dan nunda chp ini. Chp berikutnya akan terbit setelah novel yang satu up
(LOVE YOU)
semangat terus thorrrrrrr.kta slalu menunggu up nya thorrrrrrr
ShinigamiRei
maaf kalo kali ini cuma 800an kata dan terkesan singkat tapi ini aja aku sempet"in up disela" kesibukan
nehh
ya lanjutin aja....ngak usah disimpan bakat nya
(LOVE YOU)
blm up y thorrrrrrr.kpn up nya ne.gk sabar kelanjutan ya thorrrrrrr semangat 💪💪💪💪 trus thorrrrrrr
ShinigamiRei: mungkin besok baru digarap karena badan ini rasanya ibarat sepeda tua yang udah karatan
total 1 replies
♡Blood white stork☆
halo
gw mo nagih
♡Blood white stork☆: okdehbos😶
total 10 replies
lucifer~fallen[✓]
awwwww jiwa psikopat ku terbangkit,
THE SIN LUST
crazy up Thor
(LOVE YOU)
lanjutkan thorrrrrrr semangat 💪💪💪 trus thorrrrrrr.
♡Blood white stork☆
lanjut thor
THE SIN LUST
next
Muhammad Firdaus
kalo lanjut di baca..
kalo nggak ya nggak masalah..
jangan banyak bacot lah thor..
Muhammad Firdaus: terserah lu...
total 6 replies
(LOVE YOU)
semangat thorrrrrrr
lanjutkan
THE SIN LUST
lanjut thor
THE SIN LUST
terima kasih dan lanjut thor
Nurfiana
yee.. aku mampir kak
♡Blood white stork☆
yosss mantep
♡Blood white stork☆: ku tunggu ya jan ampe nggak ada
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!