NovelToon NovelToon
Leibe Dich Für Immer

Leibe Dich Für Immer

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:133.5k
Nilai: 5
Nama Author: ende

Cinta? Apakah rasa itu akan hadir? Padahal posisinya hanya pengganti kakaknya sebagai pengantin pria, terlebih pernikahan itu juga karena perjodohan tidak ada istilah mengenal apalagi pacaran.

Namanya Azzam, dia sosok yang berhati lembut, tidak dingin bagaikan es dan salju.
Lalu, akankah cinta itu tumbuh bersamaan dengan interaksi yang sering ia lakukan bersama istrinya? Terlebih istrinya belum menginjak usia 20 tahun.

"Dasar pedofil" begitulah kalimat yang sering keluar dari mulut istrinya.

Kelanjutkan kisahnya? stay tuned ajaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Morning Kiss by Online

Maira bangun tepat jam 6 pagi, untung saja dia masih palang merah. Semalam dia dan Mytha baru tidur jam 11 karena sibuk menyiapkan bahan untuk praktikum. Hari ini dia akan mengambil data dan pembuatan laporan untuk praktikum tes WISC—Wechsler Intelligence Test for Children. Testee yang diambil Maira adalah seorang anak laki-laki yang berusia 7 tahun. Sedangkan Mytha memilih anak perempuan berusia 6 tahun.

Tes WISC sendiri diperuntukkan bagi anak berusia 5-15 tahun.

"Thaa, lu udah beli hadiah buat si kecil?" tanya Maira setelah kesadarannya sudah terkumpul penuh.

"Belom cin... nanti ajak ke tempat main aja yuk, gua belom sempet beli hadiahnya" jawab Mytha yang sedang membereskan kertas-kertas di mejanya.

"Oke deh gua ikut lu aja... semoga aja anak-anak ga rewel waktu dites, gua takut kaya tes yang sebelumnya... padahal gua udah lemah lembut tapi dia nangis, eh taunya dia pengen pipis tapi ga berani ngomong"

"Iya semoga aja lancar... eh lu ga telpon laki lu? nanti keburu dia masuk ruangan lagi kan di Malay udah jam 7" Maira meneplok jidatnya dia hampir saja lupa.

"Makasih udah diingetin..." Maira langsung menyambar ponselnya yang ada di nakas.

"Assalamualaikum kak, semoga kakak sehat yaaa, jangan gugup... perjuangan yang kakak lakukan hari ini adalah salah satu cara untuk membangun masa depan yang lebih baik. Terimakasih suamiku, semoga lelahmu hari ini bisa membuat keluarga kecil kita bahagia... " Maira menulis pesannya, tunggu Maira kembali membaca ulang tulisannya sebelum ia kirimkan.

Arghhhh apa-apaan ini.... dia bergidik bisa-bisanya dia sampai menulis hal itu, untunglah belum dia kirimkan pesannya. Dia tidak bisa membayangkan jika pesan itu benar-benar terkirim, entah bagaimana reaksi Azzam nantinya.

"Assalamualaikum kak bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak? Jangan gugup, jangan lupa sarapan, jangan ada yang ketinggalan. Aku mendoakan mu dari kejauhan... semangat💪" tulis Maira pada pesannya dia membaca ulang, lalu mengirimkannya pada Azzam. sedetik, dua detik, tiga detik akhirnya sukses terkirim dengan tercentang dua, dia berharap centang itu segera berubah menjadi biru.

Azzam yang mendengar notif pesan masuk di ponselnya langsung mengambil ponsel yang ada di sakunya. Dilihatnya sekilas ternyata Maira yang mengirim pesan.

"Kenapa dia gak telepon aja sih..." ucap Azzam sedikit geram. Dilihatnya isi pesan itu, dia tersenyum lalu menghubungi nomor Maira. Maira yang mendengar ponselnya berdering langsung mengangkatnya.

"Assalamualaikum kak..." sapa Maira dengan melambaikan tangan. Maira menelan salivanya. Di depan layar ponselnya, Azzam sudah mengenakan jas rapih, bajunya saja sepertinya baru, dasi sudah melingkar di lehernya. Aura maskulinnya saja bisa terlihat walau hanya sebagian tidak sampai ke kaki.

Arggghhhh pagi-pagi udah disuguhin yang begini... YaAllah nikmat mana lagi yang kau dustakan? batin Maira menjerit-jerit.

"Waalaikumussalam... sebentar Mai..." Azzam sekilas mengamati Maira.

"Kamu kok ga ganti baju sih... kamu semalem ga pulang?" tanya Azzam yang menyadari jika Maira masih berpenampilan sama seperti kemarin.

"Hehehe iya kak tenang aja, Maira ga keluyuran... Maira sibuk buat ngurusin praktikum. Bajuku di lemari Mytha ada 5 stel kok. Nanti kalo udah mandi baru ganti, kemaren aku sore aku mandi kok tenang aja... cuma pakaian yang ini aja yang ga diganti selebihnya aman" terang Maira pada Azzam. Azzam tersenyum, untunglah wanita itu tidak neko-neko.

"Kamu sering nginep tempat temenmu itu?" tanya Azzam dengan alis kanannya yang terangkat, Maira mengangguk.

"Iya aku sering banget numpang di kosan Mytha, untunglah pintunya selalu terbuka lebar. Tapi sepertinya aku udah ga bisa nginep di sini lagi" ucap Maira bersedih, sudah sejak semester 1 dia selalu bersama dengan Mytha tiba-tiba dia harus menjaga jarak karena sudah bersuami.

"Kan kamu tetep bisa main Mai... kakak ga ngelarang kamu kok buat main, asal tidur di rumah... dan pulang harus di bawah jam 8. Itu sedikit toleransi loh buat kamu si aktivis yang sibuk setiap saat, belom lagi dengan praktikum-praktikummu"

"Iya kak iya... nanti Maira minta pengertian sama bang Galih buat pamit sebelum jam 8"

"Siapa Gilang? kenapa manggilnya bang bukan kakak?"

"Oh dia ketua BEM, udah biasa kak manggil senior cowok itu bang kalo kakak mah ke senior cewek" jelas Maira, Azzam mendengus bisa-bisanya dia memanggil orang lain dengan panggilan istimewa.

"Kakak sudah sarapan? Sudah di dalam kampus?"

"Sudah tadi sarapan sedikit, ini bentar lagi mau berangkat" jawab Azzam sambil membereskan mapnya.

"Semangat kak... jangan tegang rileks aja... pasti pertanyaannya mudah" Maira berusaha meyakinkan Azzam.

"Inget ada reward spesial buat kakak... kakak ga mau kan kalo rewardnya ku kasih ke Mytha?"

"No no no... aku bisa kok pasti bisa" ucap Azzam bersemangat sembari mengepalkan tangan kanannya ke atas.

"Nah bagus anak pintar..."

"Bukan aku bukan anak lagi... ralat segera!" Maira kebingungan dia mengerutkan dahinya.

"Ingat suami pintar... berikan pujian itu!" ucap Azzam yang meralat pujian Maira tadi. Oh Maira mengangguk-angguk, ternyata kesalahannya ada di situ.

"Iya kak Azzam... Suami siapa sih pintar banget" goda Maira.

"Suami Adeeva Humaira... kamu kapan ke kampus Mai?"

"Jam 10 kak, masih lama... nanti aku bisa telpon kakak ko setelah kakak sidang" ucap Maira yang memunculkan senyuman pada wajah Azzam.

"Mai kakak vidcall sambil jalan yaa..." Maira mengangguk.

"Apa jadi mahasiswa psikologi memberatkan mu?" Maira menggelengkan kepalanya dengan keras.

"Sama sekali tidak, aku malah enjoy banget, menjalaninya dengan sepenuh hati yaa walaupun kadang capek juga tapi it's okay... bisa nemuin passion aku itu sesuatu yang wawww... jarang kan kak yang kuliah sesuai passion kebanyakan malah ngerasa salah jurusan" terang Maira dengan antusias memamerkan kenyamanannya mengambil program studi psikologi. Azzam tersenyum, untunglah istrinya bukan salah satu mahasiswa psikologi yang berpedoman sambil berobat jalan.

"Mai doakan kakak yaaa... duh kakak jadi deg-degan ini" ucap Azzam yang sudah memasuki gedung kampusnya.

"Iya kakak doa Maira menyertai kakak... jarak kampus deket banget ya kak sama apart kakak?"

"Iyaaa cuma 10 meteran kok dari gerbang kampus... duh Maira kayanya kakak jadi tambah nervous..." ucap Azzam sembari memainkan poninya. Sepertinya bahasa tubuhnya benar-benar menunjukkan bahwa dia sedang gugup.

"Calm down kak, berpikir positif jangan stress.. Coba kakak ambil nafas terus keluarin pelan-pelan" ucap Maira sembari memperagakan cara bernafas yang baik dan benar. Azzam mengikuti Maira dia mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, dia mengulanginya sampai 3 kali.

"Gimana kak, udah sedikit tenang kan?" tanya Maira memastikan triknya berhasil.

"Yaaa sedikit membantu... tapi ada yang kurang"

Maira mengernyitkan dahinya, apakah triknya sama sekali tidak bekerja?

"Nah kakak minum air putih dulu... nanti sebelum masuk ruang berdoa mohon sama Allah"

"Iyaaa nanti akan kakak lakukan. Hanya satu yang belum" Azzam mengangkat jari telunjuknya membuat Maira kembali mengernyitkan dahinya.

"Morning kiss Maira... sepertinya kakak butuh itu untuk meminimalisir kegugupan kakak" dalih Azzam padahal sebenarnya dia hanya rindu pada Maira.

"Eh kan kakak juga di Malay kita ga bisa buat lakuin itu kak..."

"Siapa bilang ga bisa. Deketin hpnya ke keningmu, buruan sebentar lagi kakak masuk nih..." Maira bingung tapi akhirnya menuruti perintah Azzam. Sejurus kemudian Azzam langsung menempelkan bibirnya tepat di layar ponsel yang memperlihatkan kening Maira.

"One more... no Maira.... bukan kening! Tempelkan your lip" ucap Azzam menunjuk bibir Maira untuk menempel pada layar ponselnya.

"Arggghhh oke wait... Tha kamu berbalik jangan nengok tutup mata dan telingamu!" perintah Maira pada Mytha, Mytha yang tak tahu menahu akhirnya memilih untuk ke kamar mandi. Sementara Azzam di sana sudah menunggunya dengan gemas.

"Ah baguslah anak itu pergi bisa hancur reputasi ku kalo tau kejadian ini... yaudah kak buruan keburu Mytha balik" Maira langsung memajukan bibirnya menempel pada layar ponselnya, Azzam tanpa disuruh langsung ikut mencium layar ponselnya. Sepertinya ini benar-benar hal gila yang pernah ku lakukan, batin Maira. Dalam hitungan 5 detik Maira menyudahi aksi konyol itu, tapi Azzam belum beranjak dari aksinya.

"Hahahaha" Maira tertawa tebahak-bahak di screen shotnya Azzam yang masih melakukan aksi konyol itu.

"Sudah kak... besok lagi jangan melakukan hal yang menyedihkan seperti ini" ucap Maira pada Azzam dia langsung menjauhkan bibirnya dari depan layar ponsel.

"Nanti kakak pulang aku kasih reward sekalian bonus terspesial untuk kakak..." ucap Maira masih dengan tawanya.

"Oke baiklah kakak tunggu, doakan kakak ya Mai... kakak masuk ruangan dulu nih, nanti kalo udah selesai kakak hubungin kamu lagi. Assalamualaikum Maira...."

"Waalaikumussalam kak" klik panggilan terputus.

Maira kembali membuka galerinya dilihatnya hasil screen shotnya itu dia kembali tertawa cekikan.

***

Kasih semangat dong buat author... author pengen cepet-cepet nulis beberapa part sebelum ending 😭 padahal jalan ceritanya masih lama kaya gerbong kereta dari 1-12 haha...

Semoga suka yaa, love you guys 😘💝

1
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Hestri Surya
lanjuuut..
Dwi Amini
akhirnya up lg,,lanju kak
Wida Listiani
lanjut....
Chikko Yuan
akhirnya nongol....
Nurularswar
Alhamdulillah, terimakasih udah update kak
Rahmayani
akhirnya muncul juga,,,,,
Sriandra Can Cann
aku nungguin thorr😘😘😘😘
Sari Rahayu
ini udah ga dilanjut lg kah tor?
Chikko Yuan
kok gak up up ???
Chikko Yuan
ini ceritanya kapan up thor???
Faza Alila
kok blm up thor
Wida Listiani
smg sehat terus ya...lanjut ..
Dwi Amini
semoga sehat selalu thor,,ditunggu lanjutanya
Rabiatul Addawiyah
semoga sehat terus ya thor... biar bisa up tiap hari 😁
Purwanti Inung
lamaa bener upnya....
Yayah Armand S
knp gak pernah up thor
Dwi Amini
ditunggu up ny thor
Fitria Berkisah
seruuuu
Wida Listiani
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!