Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.
Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.
Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27: Pertempuran Puncak – Bayangan Maut Melawan Dewa Dunia
Di langit di atas hutan luas itu, awan hitam tebal bergulung-gulung menutupi sinar matahari, udara menjadi dingin dan berat seolah ada gunung raksasa yang sedang menekan ke bawah. Dari kejauhan, ratusan sosok melayang turun perlahan, pakaian mereka berwarna emas dengan lambang pedang suci—pasukan puncak Sekte Pedang Surga, kekuatan yang berdiri di puncak rantai makanan wilayah ini.
Di barisan paling depan, melayang sosok tua tinggi besar, jubah putih bersih, rambut dan janggutnya putih seperti salju, matanya dalam dan tajam bagai pedang yang tak pernah tumpul. Aura yang dipancarkannya begitu dahsyat, membuat tanah di sekelilingnya retak-retak secara alami, pepohonan besar berguncang hebat—ini adalah Tetua Utama Wen Chang, Pembentuk Inti Tingkat 9, orang yang hidup hampir seribu tahun, kekuatan yang dianggap setara dewa oleh semua orang di wilayah ini.
Di sebelahnya berdiri Tetua Gu, wajahnya penuh dendam dan kegembiraan yang gila, matanya menyala penuh kebencian saat menatap ke arah gua tersembunyi itu.
“Tetua Utama! Di sanalah tempat persembunyian anak muda itu! Dan ada juga gadis kecil aneh yang bersamanya! Mohon hancurkan mereka berdua sampai tidak ada sisa sedikit pun!” teriak Tetua Gu dengan suara gemetar penuh nafsu balas dendam.
Tetua Utama Wen Chang mengangguk pelan, suaranya berat dan bergema bagai guntur:
“Tenang saja. Siapa pun yang berani membunuh orang Sekte Pedang Surga, meskipun dia bersembunyi di ujung dunia, dia tetap harus mati. Hari ini, aku akan biarkan kalian melihat perbedaan mutlak antara kekuatan puncak dengan sampah yang mengandalkan keberuntungan.”
Saat itu, di balik formasi pelindung, Zhou Ming dan Yue’er berdiri tegak, tidak ada rasa takut sedikit pun. Zhou Ming menoleh ke arah Yue’er, senyum dingin di bibirnya.
“Yue’er, seperti yang kita sepakati. Aku lawan Tetua Utama Tingkat 9 itu. Kamu urus semua orang lain—dua tetua tingkat 8, dan seluruh pasukan elit di belakangnya. Kamu yakin bisa?”
Mata Yue’er bersinar tajam bagai permata biru, tangan kecilnya menggenggam erat gagang belati kembar, silang busur tergantung rapi di punggung, kotak bom dan drone tempur siap di pinggangnya. Ia mengangguk kuat, suaranya dingin dan tegas:
“Aku yakin! Mereka hanya orang-orang tua yang menghabiskan ratusan tahun untuk jadi kuat. Aku akan tunjukkan pada mereka… kekuatan darah Naga Purba tidak bisa diukur dengan waktu!”
“Bagus. Mulai sekarang, serang habis-habisan!”
WUUSH!
Dua sosok melesat keluar serentak, menghancurkan formasi pelindung dengan sengaja, muncul di hadapan pasukan besar itu dengan aura yang sama sekali tidak kalah hebatnya.
🐉 Yue’er Melawan Seluruh Pasukan Puncak
Saat melihat gadis kecil berusia belasan tahun muncul sendirian menghadapi puluhan orang kuat, seluruh pasukan Sekte Pedang Surga tertawa mencemooh.
“Hahaha! Apa ini? Mereka mengirim anak kecil untuk melawan kita? Apakah mereka sudah putus asa sampai tidak punya orang lain?!”
“Gadis kecil lucu, cepat menyerah dan tunduk, mungkin kami akan membiarkanmu mati dengan cepat!”
Dua Tetua Pembentuk Inti Tingkat 8 melangkah maju dengan wajah sombong, aura kuat meledak keluar.
“Anak kecil, jangan kira kamu punya sedikit bakat bisa sembarangan. Hari ini aku akan mengajarkanmu arti rasa hormat pada yang tua!”
Namun Yue’er sama sekali tidak menanggapi ejekan mereka. Di dalam hatinya, orang-orang ini tidak bedanya dengan semut-semut yang berjalan di tanah. Ia hanya mengangkat tangan kecilnya perlahan…
“Keluar, Teman Kecilku!”
WUUSSHH!
Drone tempur kecil hitam melesat cepat ke langit tinggi, berputar cepat di atas kepala seluruh musuh, suara bunyinya sangat halus sampai mereka tidak menyadarinya sama sekali.
Saat mereka masih tertawa dan meremehkan, Yue’er menekan tombol di tangannya perlahan.
“JATUH!”
BUM! BUM! BUM!
Tiga butir Bom Ledak Kuat yang dijatuhkan drone meledak tepat di tengah kerumunan pasukan elit! Ledakan hebat menyambar ke segala arah, gelombang dahsyat menghantam tubuh mereka, debu dan tanah beterbangan, teriakan kaget dan kesakitan langsung terdengar bersahut-sahutan.
“Apa ini?! Dari mana datangnya serangan ini?!”
“Langit! Ada serangan dari atas langit!”
Sebelum mereka sempat pulih dari kaget, Yue’er sudah bergerak. Tubuh kecilnya menyatu dengan bayangan, menghilang dari pandangan, bergerak di antara mereka bagai angin tak terlihat.
CANG! CANG!
Kilatan hitam cepat menyambar. Belati Kembar Bayangan Gelap bergerak bagai kilat, setiap tebasannya tepat menuju leher, dada, atau perut musuh. Pertahanan mereka yang kuat, yang bisa menahan serangan kultivator biasa dengan mudah, terbelah mudah bagai kertas di hadapan belati tingkat tinggi itu!
“Ahhh! Tubuhku terbelah!”
“Di mana dia?! Aku tidak bisa melihatnya!”
Saat mereka panik mencari sosoknya, Yue’er melompat mundur, menarik silang busur di punggungnya dengan cepat.
WUUSH! WUUSH! WUUSH!
Tiga panah penusuk zirah melesat berturut-turut, kecepatannya melebihi suara, bahkan orang tingkat 8 pun tidak sempat bereaksi! Panah itu menembus dada tiga orang pasukan elit sekaligus, menancap dalam ke tanah di belakang mereka.
Dua Tetua Tingkat 8 marah besar, aura mereka meledak penuh amarah.
“ANAK KECIL KURANG AJAR! BERANI BERMAIN TRIK KOTOR!!”
Mereka mengangkat pedang besar, energi emas pekat menyelimuti bilahnya, lalu menebas ke arah Yue’er dengan kekuatan yang bisa membelah bukit!
Namun Yue’er hanya tersenyum dingin.
“Kamu kira hanya kamu yang kuat?!”
Aura biru keemasan meledak keluar dari tubuh kecilnya, darah Naga Purba bangkit sepenuhnya! Tubuhnya membesar sedikit, sisik halus berwarna biru muda muncul di kulitnya, matanya berubah menjadi mata naga tajam, kekuatan yang setara Pembentuk Inti Tingkat 3 melonjak naik berkali-kali lipat!
Ia tidak menghindar, malah melompat maju dengan berani, belati kembarnya bersilang menangkis dua pedang besar itu!
DANG!!!
Suara benturan keras bergema sampai menggetarkan seluruh hutan! Kedua Tetua Tingkat 8 itu mata nya membelalak kaget, tubuh mereka terguncang hebat, kaki mereka tergelincir mundur sampai menggoreskan jejak panjang di tanah! Sedangkan Yue’er hanya tergelincir mundur dua langkah saja, wajahnya tetap tenang tanpa luka sedikit pun, dilindungi sempurna oleh Zirah Pelindung Awan Naga.
“K-kekuatan ini?! Tidak mungkin! Dia hanya anak kecil!!” teriak salah satu tetua itu kaget sampai suaranya pecah.
“Terkejut? Masih banyak lagi yang belum kalian lihat!” seru Yue’er dingin.
Ia kembali mengeluarkan kotak bom, melempar sekaligus empat butir Bom Kabus & Bom Listrik tepat di tengah-tengah mereka.
PUFF! ZZTTTT!!!
Kabus tebal putih langsung menutupi seluruh area, membuat pandangan mereka gelap gulita. Di dalam kabus itu, petir listrik kejut menyambar ke kiri dan ke kanan, membuat tubuh mereka kaku, gemetar, dan lumpuh sementara!
“APA INI?! AKU TIDAK BISA BERGERAK!!”
Dan saat mereka lumpuh dan buta di dalam kabus, Yue’er kembali menjadi pembunuh bayangan yang paling mengerikan. Ia bergerak cepat, tebasan belati kembarnya turun satu per satu, cepat, tepat, dan rapi. Tidak ada teriakan panjang, hanya suara tebasan halus dan tubuh yang jatuh satu per satu ke tanah.
Di langit, drone terus meluncur cepat, menjatuhkan bom kecil ke arah siapa saja yang mencoba meloloskan diri atau menyerang dari jarak jauh, memotong setiap jalur pelarian mereka. Silang busur di tangannya terus melesat panah mematikan, tidak ada satu pun serangannya yang sia-sia.
Dua Tetua Tingkat 8 yang tadinya sombong dan marah besar, sekarang sudah terluka parah, napas mereka terengah-engah, wajah mereka pucat pasi penuh ketakutan. Mereka melihat teman-teman mereka jatuh satu per satu, dan gadis kecil itu masih berdiri tegak, segar bugar, tidak lelah sedikit pun, matanya dingin menatap mereka seolah sedang melihat mangsa yang sudah terkurung.
“Kamu… kamu sebenarnya makhluk apa?!” teriak salah satu tetua itu gemetar ketakutan.
Yue’er mengangkat belati yang berkilau darah, senyum dingin muncul di bibirnya.
“Aku? Aku adalah keturunan Naga Purba… Makhluk yang kalian sebut dewa di masa lalu. Dan kalian… hanyalah semut yang berani mengganggu tempatku!”
Ia melompat tinggi ke udara, cahaya biru menyelimuti kedua belatinya, lalu menebas ke bawah dengan kekuatan penuh!
“MATI!!”
DANG!!!
Dua tebasan silang yang besar menyambar kedua tetua itu sekaligus, menghancurkan pertahanan terakhir mereka, dan tubuh mereka terlempar jauh, jatuh diam di tanah tanpa napas lagi.
Seluruh pasukan puncak Sekte Pedang Surga… semuanya sudah habis di tangan gadis kecil itu sendirian! Di seluruh area itu, hanya tersisa tubuh tergeletak diam, kabus perlahan menghilang, dan Yue’er berdiri di tengahnya, napasnya tetap teratur, tidak ada satu pun debu yang menempel di tubuhnya.
⚔️ Zhou Ming Melawan Tetua Utama Wen Chang
Di sisi lain, pertarungan tingkat paling dahsyat sedang terjadi di langit tinggi.
Zhou Ming berdiri tegak di udara, aura emas pekat dari Tulang Emas Naga memancar keluar, kekuatannya setara Pembentuk Inti Tingkat 7, Tombak Yin Yang di tangannya berputar pelan memancarkan cahaya hitam putih yang menakutkan.
Di hadapannya, Tetua Utama Wen Chang melayang dengan tenang, aura emas sucinya menekan seluruh ruang, membuat udara terasa berat bagai timah. Ia menatap Zhou Ming dengan pandangan meremehkan, seolah sedang melihat serangga kecil.
“Anak muda, aku akui bakatmu sangat aneh dan luar biasa. Tapi sayang… kamu tidak tahu batas dunia ini. Aku sudah berlatih hampir seribu tahun, melewati sembilan kali ujian petir langit, menembus hambatan yang tidak terhitung jumlahnya. Kamu yang baru tumbuh beberapa tahun, mau melawanku? Itu sama saja seekor semut mau mengangkat gunung!”
Zhou Ming tertawa dingin, matanya tajam menatap tetua tua itu.
“Seribu tahun? Bagus sekali. Hari ini aku akan tunjukkan padamu… bahwa seribu tahun yang kamu habiskan dengan susah payah itu, tidak ada artinya sama sekali di depan kekuatan mutlak!”
“SERANG!!”
Kedua sosok melesat bertemu di tengah udara, benturan kekuatan yang menggelegar terdengar sampai membelah awan di langit!
Pedang suci di tangan Tetua Utama Wen Chang menyambar dengan kecepatan dan kekuatan yang mengerikan, setiap ayunannya membawa gelombang pedang yang bisa menghancurkan gunung. Ia menggunakan teknik tingkat tertinggi Sekte Pedang Surga, kekuatan penuh Pembentuk Inti Tingkat 9, setiap gerakannya sempurna, kuat, dan tak tercelah.
Namun Zhou Ming dengan Teknik Pembunuh Bayangan & Langkah Petir, bergerak jauh lebih cepat dari pandangan mata! Ia menghilang dan muncul bergantian, tombaknya menangkis, menekan, dan menyerang balik dengan kecepatan yang membuat Tetua Utama Wen Chang terus kaget.
DANG! DANG! DANG!
Setiap kali senjata mereka bertemu, wajah Tetua Utama Wen Chang semakin kaget dan serius. Ia merasa kekuatan di ujung tombak Zhou Ming itu berat, padat, dan murni, bahkan tidak kalah kuatnya dengan kekuatannya sendiri!
“Tidak mungkin! Kamu hanya Pengumpul Energi Tingkat 9! Kenapa kekuatanmu bisa seimbang denganku?!!” teriak Tetua Utama Wen Chang kaget dan marah.
“Karena kekuatanku adalah kekuatan mutlak, bukan hasil menumpuk energi sedikit demi sedikit selama ratusan tahun!” jawab Zhou Ming dingin.
Zhou Ming tidak bermain-main lagi. Ia mengerahkan seluruh kekuatan Tulang Emas Naga, cahaya emas besar menyelimuti seluruh tubuhnya, aura nya melonjak naik dengan cepat sampai hampir menyamai aura tetua tua itu.
“TEKNIK TOMBAK – BELAH LANGIT DAN BUMI!!”
Tombak Yin Yang di tangannya memanjang menjadi kilatan emas hitam panjang puluhan meter, lalu disambar ke arah Tetua Utama Wen Chang dengan kekuatan yang membelah langit!
Tetua Utama Wen Chang terkejut hebat, ia segera mengerahkan seluruh energi dalam tubuhnya, cahaya emas menyelimuti tubuhnya sekeras perisai terkuat.
DUMMMMM!!!
Suara benturan terdengar bagai petir menyambar bumi! Gelombang kejut besar menyebar ke segala arah, pepohonan besar di bawahnya roboh sampai ratusan meter, tanah retak-retak besar!
Tetua Utama Wen Chang terdorong mundur puluhan meter, tangannya gemetar, pedang di tangannya hampir terlepas, mulutnya mengeluarkan setetes darah merah! Wajahnya penuh ketidakpercayaan yang mendalam. Ia yang selama ratusan tahun selalu menjadi yang terkuat, selalu menang dengan mudah, hari ini terluka oleh seorang pemuda muda yang belum genap dua puluh tahun!
“Kamu… kamu benar-benar berani melukaiku?!!” matanya memerah penuh amarah yang meledak-ledak, aura nya meledak sampai dua kali lipat lebih kuat, kilatan petir ungu kecil mulai muncul di sekelilingnya—tanda ia sudah mengerahkan kekuatan penuhnya.
“Baiklah! Aku mengakui kamu punya bakat luar biasa. Tapi jangan kira kamu bisa menang! Aku akan tunjukkan padamu bedanya Tingkat 7 dengan Tingkat 9! Bedanya itu seluas langit dan bumi!!”
Ia melesat maju dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya, serangannya menjadi ganas, cepat, dan padat, kekuatannya benar-benar mencapai batas tertinggi tahap Pembentukan Inti. Zhou Ming mulai terdesak, tubuhnya terguncang hebat setiap kali menangkis serangan itu, meskipun Tulang Emas Naga membuatnya tidak terluka parah, tapi tekanannya semakin berat.
Namun saat itu, suara teriakan riang terdengar dari bawah!
“Kak Zhou Ming! Aku datang bantu!!”
Zhou Ming melirik ke bawah, melihat Yue’er yang sudah menghabisi seluruh pasukan, kini mengangkat silang busurnya tinggi-tinggi, mengarah tepat ke arah Tetua Utama Wen Chang dari kejauhan, didukung oleh pandangan jarak jauh dari drone tempur di langit.
“PANAH PENUSUK DEWA – TEMBAK!!”
WUUSHHH!!!
Panah khusus penusuk pertahanan tingkat tinggi melesat dari silang busur, diperkuat oleh energi darah Naga murni, kecepatannya melampaui batas pandangan mata, menyambar tepat ke punggung Tetua Utama Wen Chang yang sedang fokus menyerang Zhou Ming!
“APA?!!”
Tetua Utama Wen Chang kaget luar biasa, tidak sempat menghindar sama sekali! Panah itu menancap kuat di bahu kanannya, menembus pertahanan emas tebalnya sampai tembus keluar!
AHHHHH!!!
Teriakan kesakitan keras bergema! Tubuh Tetua Utama Wen Chang tersentak hebat, gerakannya terhenti seketika, energi pelindungnya pecah dan melemah drastis karena rasa sakit yang hebat itu!
“SEKARANG KESEMPATAN!!”
Zhou Ming tidak akan melewatkan kesempatan emas itu. Ia mengerahkan seluruh sisa kekuatan di tubuhnya, aura emasnya menyala terang sampai menyilaukan mata, Tombak Yin Yang diangkat tinggi di atas kepalanya.
“TEKNIK TERLARANG – HANCURKAN SEGALA SESUATU!!”
WUUSSHHH!!!
Kilatan tombak besar menyambar ke bawah dengan kekuatan yang mengerikan, tepat menghantam dada Tetua Utama Wen Chang yang sedang terluka dan lumpuh karena rasa sakit!
DUMMMMMMMM!!!!
Suara hantaman besar bagai gunung runtuh terdengar! Tubuh Tetua Utama Wen Chang terlempar jatuh dari langit tinggi, menghantam tanah keras dengan hebat, membuat lubang besar sedalam puluh meter di tanah, debu dan tanah meluap ke atas bagai letusan gunung berapi!
Semua keheningan terjadi sesaat.
Zhou Ming perlahan turun ke tanah, napasnya agak terengah-engah, tapi tetap berdiri tegak. Yue’er segera berlari menghampirinya, memegang tangannya dengan wajah gembira.
“Kita menang! Kita berhasil mengalahkan orang terkuat itu, Kak!”
Di dalam lubang besar itu, Tetua Utama Wen Chang terbaring diam, tubuhnya penuh luka parah, tulang rusuknya hancur, energi di tubuhnya kacau balau dan hampir habis. Ia menatap ke atas, melihat dua sosok muda itu berdiri tegak, wajahnya penuh kepahitan, ketidakpercayaan, dan keputusasaan yang mendalam.
Ia, orang yang menghabiskan hampir seribu tahun hidupnya, berjuang mati-matian melewati ratusan ujian, mengalahkan ribuan musuh, menjadi ketakutan satu wilayah… hari ini dikalahkan dan dihancurkan oleh dua orang muda yang belum hidup sepersepuluh umurnya.
Dan di sampingnya, Tetua Gu yang melihat semua itu, tubuhnya gemetar hebat, wajahnya pucat putih pasi, kakinya lemas sampai ia jatuh berlutut di tanah, matanya melotot kosong penuh ketakutan dan keputusasaan yang mutlak.
Kekuatan andalannya, orang yang ia harapkan akan membalas dendamnya, orang yang dianggap dewa… hancur di tangan mereka dengan mudah. Sekarang, tidak ada lagi harapan, tidak ada lagi kekuatan yang bisa melindunginya.
Zhou Ming perlahan berjalan mendekati mereka, langkahnya berat dan penuh tekanan, aura dinginnya membuat kedua orang tua itu gemetar ketakutan seolah sedang menghadapi dewa maut.
Zhou Ming menatap Tetua Gu yang gemetar ketakutan, lalu berkata dengan suara dingin yang menusuk tulang:
“Kamu mau kepalaku? Kamu mau membuatku menderita? Kamu mau menghancurkan orang yang aku sayangi? Sekarang… lihat siapa yang sedang berlutut di bawah kaki siapa.”
Tetua Gu menangis tersedu-sedu, air mata ketakutan dan penyesalan mengalir deras di wajahnya yang tua keriput.
“Ampun… Ampunkan aku… Aku salah… Aku sudah salah besar… Ampunkan nyawaku…”
Zhou Ming tidak bergeming sedikit pun. Ia mengangkat tangannya perlahan, mata nya dingin tanpa belas kasihan.
“Kamu mencoba membunuhku, kamu membuat Yue’er menangis ketakutan, kamu mengirim orang-orangmu untuk membunuh kami… Kamu sudah tahu akibatnya sejak kamu memulai semuanya.”
Saat Zhou Ming hendak menghantam pukulan terakhir, Yue’er tiba-tiba memegang tangannya pelan. Ia menatap Tetua Gu yang sudah hancur mentalnya itu, lalu berkata dengan suara dingin:
“Kak, jangan biarkan dia mati begitu saja. Dia menghabiskan ratusan tahun untuk jadi kuat, biarkan dia hidup… tapi biarkan dia hidup dengan rasa takut, rasa penyesalan, dan rasa tidak berdaya seumur hidupnya. Biarkan dia tahu, bahwa semua ratusan tahun kerja kerasnya, semuanya tidak ada artinya di depan kita.”
Zhou Ming terdiam sebentar, lalu tersenyum dingin dan mengangguk.
“Baiklah. Itu hukuman yang lebih berat daripada kematian.”
Zhou Ming menebas tangan dan kaki Tetua Gu dengan cepat, menghancurkan jalur energi di tubuhnya sampai ia tidak bisa berlatih kultivasi lagi, tidak punya kekuatan apa pun lagi, menjadi orang tua lemah biasa yang tidak berdaya sama sekali.
“Mulai sekarang, kamu adalah orang tua biasa yang lemah. Kamu akan hidup sisa umurmu dalam ketakutan, miskin, dan tidak punya kekuatan apa pun. Itu balasan yang pantas untukmu.”
Zhou Ming lalu menoleh ke arah Tetua Utama Wen Chang yang masih terbaring terluka parah.
“Dan kamu… Kamu sudah melihat perbedaannya. Kekuatan, waktu, pengalaman, semuanya kalah telak oleh bakat dan darah murni. Pulanglah, dan ingat hari ini selamanya. Jangan pernah berani mengganggu kami lagi, atau lain kali… kepalamu yang akan terpisah dari tubuhmu.”
Tetua Utama Wen Chang menatap mereka dengan pandangan kosong dan pahit, lalu mengangguk pelan dengan susah payah, air mata kepahitan menetes dari matanya. Ia tahu benar, hari ini ia bertemu dengan dua sosok luar biasa yang melampaui semua aturan dan akal sehat dunia ini, sosok yang tidak bisa dilawan oleh kekuatan manusia biasa.
Ia perlahan bangkit dengan susah payah, lalu memanggil sisa pengikutnya yang masih hidup, membawa Tetua Gu yang lumpuh dan menangis tersedu-sedu, lalu pergi menjauh dengan rasa malu dan keputusasaan yang tidak terperi, tidak berani menoleh lagi ke belakang.
Di lapangan yang hening itu, Zhou Ming dan Yue’er berdiri berdampingan, angin lembut menerbangkan rambut mereka, mata mereka menatap ke arah cakrawala yang luas.
Musuh terbesar mereka sudah dikalahkan, bahaya terbesar sudah berlalu, dan mereka membuktikan pada seluruh dunia… bahwa dengan kekuatan mutlak, dengan darah keturunan dewa, dan dengan bantuan keajaiban, waktu ratusan tahun, ujian langit yang mengerikan, dan kekuatan puncak sekalipun, semuanya bisa dihancurkan dengan mudah.
Yue’er memegang erat tangan Zhou Ming, wajahnya cerah dan bahagia.
“Kak Zhou Ming, kita benar-benar kuat sekali ya? Tidak ada yang bisa mengalahkan kita!”
Zhou Ming tersenyum hangat, mengusap kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang dan kebanggaan.
“Iya, Yue’er. Kita tidak perlu takut pada siapa pun lagi. Di dunia ini, kita adalah yang terkuat, kita adalah penguasa jalan kita sendiri. Dan perjalanan kita baru saja dimulai…”
Di belakang mereka, matahari terbenam perlahan, menyinari tubuh dua sosok muda itu dengan cahaya emas yang indah, menandakan awal dari era baru—era yang dipimpin oleh dua makhluk luar biasa yang melampaui segala hukum dunia kultivasi.