Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ORANG TUA SIALAN
lindungi semua yang kau sayangi, jangan biarkan mereka hilang tanpa mengucapkan kata perpisahan 😊
waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa satu bulan telah berlalu di yas hospital saat ini kayla telah menjadi dokter bedah sekaligus pewaris yas hospital dia wanita cerdas Kayla melakukan segala hal dengan rapi dan bersih setiap operasi yang dia lakukan tidak pernah gagal.
hari ini Kayla telah menyelesaikan operasi sekali lagi tanpa kegagalan seperti biasa setelah operasi selasai dia keluar dari ruang operasi di depan keluarga pasien telah menunggu kedatangan Kayla.
keluarga pasien berdiri menunduk hormat kepada Kayla
"terimakasih telah berjuang keras dok"ucap keluarga pasien
"saya hanya melakukan semampu saya, keselamatan orangtua anda karena Tuhan memberikan pertolongannya jadi simpan terimakasih anda" Kayla berkata datar
lalu Kayla berlalu pergi meninggalkan keluarga pasien
"namun saya tetap harus berterimakasih dokter Kayla pratama" keluarga pasien berteriak keras
di waktu yang sama namun ditempat berbeda di pengadilan negeri Seoul Seorang wanita cantik tinggi ideal namun tatapannya dingin seperti tatapan membunuh dia adalah seorang Jaksa muda namanya adalah yas aura pratama.
aura melangkah menuju ruang persidangan Tatapannya tajam, karena saat ini dia sedang mengurus Kasus pemerkosaan yang di lakukan oleh anak pejabat setempat.
setelah aura sudah duduk di kursi Jaksa dan terdakwa sudah ada bersama pengacaranya hakim juga telah tiba di dalam ruangan sidang
"sidang kita mulai" hakim berkata
tok
Tok
Hakim mengetok palu tanda sidang telah di mulai setelah sidang.
setelah disidang telah di mulai aura maju kehadapan hakim Dia menyerahkan flashdisk dan berkas untuk bukti tambahan
"saya menyerahkan flashdisk ini sebagai Bukti tambahan yang mulia" aura berkata sopan kepada hakim!
"baik saya akan memeriksa terlebih dahulu anda bisa kembali ke tempat duduk anda" hakim berkata kepada aura
"baik yang mulia" aura membalas
Aura kembali ke tempat duduknya.
pengacara terdakwa berdiri dari kursinya "saya menolak keras yang mulai bukti ini tidak sah" tolak pengacara
"saya akan memeriksa bukti ini dulu, setelah itu saya akan Memutuskannya" balas hakim kepada pengacara terdakwa
Hakim dan hakim anggota melihat bukti bukti mereka mengangguk setuju
"bukti yang diberikan Jaksa aura kami Terima" kata hakim ketua
"penolakan pengacara terdakwa kami tolak" hakim berkata kepada pengacara terdakwa
setelah itu Sidang terus berlanjut Bukti video yang ditunjukkan aura Di putar di ruang sidang lalu aura berdiri dan menjelaskan Semua hal yang ada di video itu lalu aura mengarahkan dirinya ke arah tergugat.
aura berjalan mendekati tergugat dan menatap matanya
"tuan anda memang memperkosa korban bukti sudah jelas" aura berkata kepada terdakwa dan pengacaranya.
pengacara terdakwa berdiri dia menunjuk jarinya ke arah aura
"Bisa saja anda merekayasa bukti ini anda lakukan menggunakan AI" kata pengacara terdakwa lantang
aura menunjukkan dokumen keaslian video dari Badan forensik dia melempar bukti itu tepat di wajah pengacara tergugat
"Beraninya anda membantah sesuatu yang sudah jelas" aura sangat marah dengan pengacara terdakwa
pengacara itu membaca dokumen berapa terkejutnya dia melihatnya dan syok kehabisan kata-kata wajahnya pucat seperti mayat hidup setelah membaca dokumen yang di berikan aura.
aura kembali ke tempat duduknya dan hakim melanjutkan sidangnya
"baik saya akan memberikan putusan kepada tergugat" hakim berkata akan membuat keputusan.
"terdakwa akan di hukum penjara seumur hidup dan membayar denda sebesar satu miliar, untuk diberikan kepada korban beginilah keputusannya" hakim membacakan gugatan.
Tok
Tok
Tok
hakim mengetok palu tanda sidang telah berakhir
mendengar putusan hakim membuat tergugat sangat marah wajahnya berubah memerah, Dia berlari menuju aura
"dasar gadis sialan" teriaknya kepada aura
semua orang yang berada di ruang sidang sangat terkejut melihat terdakwa berlari kearah aura, namun tidak bagi aura
disaat terdakwa akan memukulnya keras dengan santainya aura menangkap tangannya dan Membantingnya ke lantai.
Brak
Brak
"akhh sakit" teriak terdakwa kesakitan
membuat seluruh orang terkejut dengan santainya aura membanting terdakwa kelantai
"Kalian bawa sialan ini untuk menjalankan hukumannya sebelum aku membunuhnya" aura berkata penjaga lapas
para penjaga lapas menangkap terdakwa dan membawanya ke lapas untuk di tahan.
aura langsung meninggalkan ruang sidang dan pergi begitu saja dengan raut wajah kesal
waktu berlalu begitu cepat tanpa terasa malam hari telah datang lagi dengan ligat
malam dimansion Wijaya arka menjemput Alena untuk mengajaknya jalan karena perlahan hubungan mereka mendekat bukan sebagai atasan namun sesuatu yang lebih dalam
"permisi pak alenanya?" arka bertanya kepada penjaga gerbang
"maaf tuan non alenanya tidak berada dimansion" balas penjaga gerbang
Betapa terkejutnya arka bagaimana bisa Alena tidak berada di mansion setengah jam yang lalu dia menelpon masih berada di mansion
"saya sudah buat janji dengan Alena pak" arka berkata sopan kepada penjaga gerbang
"kalau aku bilang tidak ya berarti tidak ada sialan" penjaga gerbang begitu marah
Tidak ingin memanjang masalah arka pergi meninggalkan mansion wijaya.
Di dalam mobilnya arka terus berpikir tidak mungkin Alena pergi tanpa menelpon
"ada yang salah dari semua ini tidak mungkin alena tidak memberitahuku kalau dia akan pergi"batin arka
Lalu dia mengeluarkan ponselnya mencari nama luna lalu dia menelpon luna.
Tut
Tut
Tut
Luna yang sedang berada di mansion mengangkat panggilan itu
"ada apa kak kau menelpon ku, bukankah harusnya kau sedang kencang dengan calon kak iparku"ucap luna dari balik panggilan
"luna tolong kau cari dimana Alena berada sekarang"minta arka
"apakah kau membuatnya marah mangkanya dia marah" luna membalas sambil tertawa
"aku belum sempat jalan, aku tidak bisa menghubunginya, sudah berulang kali tidak diangkat alena, firasatku mengakatan hal buruk terjadi kepadanya" kata arka kepada luna
baik kak nanti aku kabarin" balas Luna mengakhiri panggilan arka.
di mansion ruang tamu luna mengutak-atik laptopnya namun tidak berhasil mencari,dimana alena berada
"apa yang terjadi sayang?"nayla bertanya kepada luna
"kak arka bilang kemungkinan hal buruk terjadi dengan kak Alena" jelas luna kepada nayla.
Luna terus mengutak-atik laptopnya namun tidak menemukan apapun,akses pencarian terus di tolak.
Nayla mengambil ahli laptop Luna cepat, gerakan tangannya begitu cepat.
"mama mau ngapain dengan laptopku?" luna bertanya kepada nayla karena bingung
"kamu lupa siapa gurumu sayang" nayla berkata kepada luna.
"astaga luna lupa kalau mama yang mengajari ilmu hacker" luna berkata kepada nayla.
tangan nayla terus menari di atas keyboard.
"ketemu" pekik nayla
membuat semua orang terkejut dengan teriakan nayla.
"kamu kebiasaan love selalu mengejutkan kakak" angga berkata kepada nayla
Tiba tiba raut wajah nayla berubah cemas "kenapa love?" angga menyadari perubahan wajah nayla
"kak ternyata Alena di jual ke jepang oleh tuan wijaya" nayla begitu terkejut
angga langsung melihat layar laptop yang berada di pangkuan nayla.
"sialan beraninya kau ari wijaya menjual calon menantu menjadi budak sex di Jepang" kata angga dingin setelah membaca apa yang nayla temui.
semua wajah anak-anaknya berubah cemas "kasih tau arka untuk bertemu di bandara pribadi kita" kata angga dingin
"kita berangkat juga kak?" nayla bertanya kepada angga!
"tentu love tidak akan ku biarkan seorang arka pratama patah hati" kata angga kepada nayla.
Semua orang malam berangkat bersama tujuannya Jepang untuk menyelamatkan Alena Wijaya.
To Be Continue..