ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END
Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.
Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.
Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.
BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Raksasa Kuno
Mereka kini telah tiba di sebuah situs legendaris. Empat Pilar Huang. Tempat itu adalah sebuah kuil sunyi, di mana konon Kaisar Huang—penguasa tak terkalahkan di masa lalu—meletakkan beberapa barang miliknya. Barang-barang yang dianggap tidak berharga bagi sang Kaisar, namun bagi setiap kultivator di masa kini, itu adalah harta yang sangat berharga.
Empat pilar itu menjulang tinggi ke langit reruntuhan, masing-masing memancarkan kekokohannya yang abadi. Tidak ada sedikit pun kerusakan terlihat pada permukaannya. Pilar-pilar itu dibentuk dengan simbol-simbol rumit yang melampaui pemahaman kultivasi biasa, sebuah bukti bahwa teknik terkuat pun tidak akan bisa mematahkannya.
Yun Zhi melangkah mendekati pilar itu dengan rasa hormat yang mendalam. Ia menempelkan telapak tangannya ke permukaan batu kuno yang dingin. Seketika, ia terdiam sejenak, seluruh tubuhnya tegang. Keringatnya menetes dari pelipis, dan napasnya tidak stabil, terengah-engah seolah berhadapan dengan tekanan yang tak terlihat. Kehendak yang tersembunyi di dalam pilar itu begitu kuat, menyerang kesadaran spiritualnya.
Pandangan Yun Zhi mulai kabur, kesadarannya nyaris tenggelam dalam pusaran kehendak purba. Tepat pada saat itu, Wang Xi menyentuhnya. Jemari Wang Xi yang dingin dan halus mendarat lembut di lengan Yun Zhi, sebuah sentuhan yang mengirimkan kejutan energi, membuatnya tersadar kembali dari cengkeraman kehendak Kaisar Huang.
"Jangan sentuh itu, mungkin pilar ini memiliki kehendak Kaisar Huang. Tidak bisa sembarangan di telusuri," jelas Wang Xi, suaranya mengandung nada peringatan.
"Kaisar Huang... kaisar masa lalu yang tak terkalahkan, empat pilar ini mengandung kehendaknya... jika begitu, sebenarnya apa tujuan pilar ini," batin Yun Zhi, merenungkan kekuatan dan misteri yang mereka hadapi.
Yun Zhi segera mengeluarkan sebuah pil dari cincin penyimpanan miliknya, Pil yang penuh Qi. Kemudian, dengan gerakan cepat dan terpaksa, ia menelannya, merasakan ledakan energi yang menstabilkan fondasi intinya yang baru saja terganggu.
"Kau yakin pecahan sumber ada di tempat ini?" Yun Zhi memastikan, pandangannya tertuju pada pilar yang mematikan itu.
"Ya. Sudah di pastikan, namun orang-orang sebelumnya menghalangiku. Jika bukan karena mereka mungkin aku sudah masuk lebih dulu." Wang Xi menghela nafas yang tampak seperti keluhan yang anggun. Selama ia berbicara, pinggulnya sedikit bergoyang seiring ia menyesuaikan posisi berdirinya, sebuah gerakan alami yang menampilkan keluwesan tubuhnya.
Yun Zhi dan Wang Xi kemudian melangkah pelan dan terkoordinasi menuju ke tengah, di mana keempat pilar itu berdiri. Mereka mengambil posisi tepat di tengah ke empatnya, di titik fokus yang memancarkan energi.
Setelah mereka berdiri di posisi yang tepat, keempat pilar itu bercahaya secara serentak. Cahaya biru terang yang kuat menyelimuti mereka berdua. Dalam sekejap, mereka berdua diteleportasikan ke tempat aneh.
Di tempat baru ini, langitnya berbeda—kini berwarna ungu gelap yang menakutkan. Yang paling mencolok, bulan yang sebelumnya dua, kini menjadi tiga, menggantung di langit ungu, menyebarkan aura kuno yang lebih pekat.
Tempat ini tidaklah luas, hanya semacam potongan dimensi yang terisolasi dan terbatas.
"Hanya untuk barang yang di sebut tidak berharga baginya, menggunakan dimensi seperti ini terlalu berlebihan, bukan?" Yun Zhi, yang baru saja muncul, langsung melihat sekelilingnya dengan pandangan menyeluruh, Core Formation-nya merasakan anomali di ruang ini.
"Huum, kelihatannya memang ada barang tersembunyi yang tidak kita ketahui." Wang Xi mengangguk setuju, lengan bajunya bergerak sedikit, menampakkan keindahan kulitnya saat ia memiringkan kepalanya sedikit untuk mengamati langit ungu itu.
Suasana di potongan dimensi itu sunyi mencekam. Wang Xi perlahan mulai bergerak, langkahnya pelan namun setiap jejaknya dipenuhi kewaspadaan yang tinggi. Pinggulnya bergoyang lembut seiring ia melangkah, sebuah ritme alami yang terjalin dengan kehati-hatian gerakannya. Sambil menelusuri dimensi yang aneh itu, ia berbicara. "Langit ini sungguh tidak normal."
"Sebenarnya apa yang kaisar itu lakukan. Lalu juga... tempat ini seharusnya sudah pernah di telusuri, bukan?" Yun Zhi, sambil berbicara, menyentuh tanah perlahan, merasakan getaran energi yang aneh.
"Kau benar... aku merasakan hawa keberadaan yang tipis. Mungkin hanya roh yang tersisa." Wang Xi kembali mendekati Yun Zhi perlahan, tubuhnya sedikit condong ke depan, seolah mencari perlindungan.
Yun Zhi, yang dari tadi dipenuhi perasaan tidak enak mulai melihat ke atas. Perasaannya semakin yakin. Ada yang aneh dengan lapisan ungu gelap itu...
"Langitnya!" Yun Zhi segera berteriak memberitahu Wang Xi, suaranya tajam memecah kesunyian.
Seketika, angin bertiup kencang, pusaran udara dingin yang mengancam.
Wang Xi menoleh cepat ke atas, matanya membulat saat melihat pemandangan itu. Dengan segera ia melompat mundur ke samping, gerakannya lincah dan cepat, sebelum mendekat pada Yun Zhi sepenuhnya. Keduanya melindungi wajahnya dengan tangan, menahan debu dan Qi yang tiba-tiba berhamburan.
Terlihat, langit itu pecah! Lapisan ungu gelapnya terkoyak, seperti kain sutra yang dirobek. Dari dalam pecahan dimensi itu, keluar raksasa yang sangat besar. Sosok itu jatuh begitu saja ke tanah, menghantam bumi dengan kekuatan yang mengguncang dimensi itu, dan berdiri kokoh. Raksasa itu memiliki dua tanduk yang melengkung menjulang seperti sapi, dan empat tangan yang kekar. Seluruh kulitnya hitam legam, diselingi oleh lava menyala yang berdenyut di dadanya, sebuah inti api yang menakutkan.
"Ingin mendapatkan sumber?" Suara raksasa itu mengandung tekanan spiritual yang sangat kuat, sebuah getaran yang menyerang langsung ke inti Core Formation Yun Zhi. "Kalian... bukan mahluk abadi!"
Dalam sekejap setelah kalimat raksasa itu selesai, gelombang Qi yang destruktif meledak dari tubuhnya. Yun Zhi dan Wang Xi yang terkena dampaknya kemudian terlempar jauh, tubuh mereka meluncur tak terkendali.
"Tian Zhi!" Wang Xi, dalam keterdesakan, menempelkan sebuah bendera berwarna hitam yang ia keluarkan dari penyimpanannya ke tanah dengan gerakan melemparnya yang cepat. "Pegang tanganku!" Ia mengerahkan tangannya yang halus ke arah Yun Zhi.
Yun Zhi dengan cepat menangkap tangan Wang Xi, mereka saling bersentuhan di udara yang kacau. Tepat saat itu, sebuah pedang berwarna hijau muncul tercipta dari asap di kanan Yun Zhi, sebuah kesiapan bertarung yang instan.
Ketika keduanya berhasil menyentuh tanah, bendera milik Wang Xi langsung bereaksi. Ia menciptakan formasi pelindung berwarna hitam yang cukup kuat untuk menahan semburan energi Qi kuat raksasa itu.
"Agh!" Dari mulut Wang Xi darah keluar, sebuah efek balik yang menyakitkan karena ia tidak cukup kuat menahan daya dorong dan tekanan formasinya.
Yun Zhi segera menancapkan pedangnya di tanah. "Formasi pedang abadi! Buka!" Empat pedang yang terbentuk dari Qi muncul dan tertancap di sekitar formasi milik Wang Xi, sebuah tindakan cepat. Pedang-pedang itu mengurangi efek balik yang Wang Xi terima, membantu menstabilkan energi formasi.
"Sekarang kita terjebak disini," ucap Wang Xi, mengusap mulutnya yang berdarah dengan punggung tangan.